
Warning!!!
Buat yang masih di bawah umur 21 DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau baca๐
***
Mata mereka saling menatap sayu, namun pagutan itu semakin berhas***.
"Cintaku.."bisik Vero lembut mengetarkan perasaan yang pernah terkubur di hati wanita cantik itu.
"Mama..."
Za tersentak dari hayalannya, begitu suara Shaka tergiang di telinganya.
Za berhasil lepas dari pelukan Vero, ia tak peduli dengan ratapan dan airmata lelaki di hadapannya.
"Bapak bisa menghibur diri ..dengan wanita sexy itu."sinis Za dan segera berlalu dari hadapan Vero.
Za membuka pintu kamar dengan perlahan, dua jagoannya masih terlelap.
Pukul empat sore, jam delapan mereka sudah harus terbang meninggalkan Bali.
Za berbisik ditelinga sang suami, perlahan lelaki itu membuka matanya, senyum mengembang begitu Za mengecup bi***nya.
"Jam berapa..?" suara serak Afdi khas bangun tidur.
"Empat"lirih Za
Afdi duduk di pinggir ranjang, matanya melihat penampilan istrinya"cantik" diraihnya pinggang Za dan posisi kepalanya sejajar dengan perut istrinya, diciuminya perut istrinya.
Afdi berdiri masih memeluk istrinya,
"Bisa tiga ronde dulu sayang"bisik lelaki itu di telinga Za.
Afdi sudah mengendong tubuh istrinya menuju ranjang yang berbeda dengan Shaka.
Beberapa menit kemudian, lelaki itu sudah membuat Za mend****, tiga ronde mereka lakukan untuk mempercepat datangnya adek towok buat Shaka.
Setelahnya mereka mandi bersama, padahal baru setengah jam yang lalu Za berendam dalam bathub, bahkan selama satu jam, tapi saat ini harus mandi lagi.
Afdi tersenyum menang ketika mendapat bonus di kamar mandi.
"Bangunkan putramu sayang, biar abang yang membereskan semuanya"
Za mengangguk dan mendekati putranya yang masih terlelap.
"Dia kelelahan karena ikut berkeliling mencari oleh-oleh"guman Za lirih, suaminya yang mendengar ucapan Za tersenyum.
"Sayang..bangun nak..kita mau balek loh"bisik Za sembari menciumi pipi Shaka.
Bocah kecil itu mengeliat, dan membuka matanya perlahan, ia tersenyum, begitu melihat mamanya yang tersenyum padanya.
"Mama..Caka tadi mimpi, lihat mama jalan jauh, Caka panggil-panggil. mamanya datang, terus senyum"
deng..hati Za tersentil, mimpi putranya???
__ADS_1
Shaka terkekeh sendiri menceritakan mimpinya, ia senang karena dimimpi itu mamanya tersenyum dan mendatanginya.
Tembus mimpi Shaka..ini hal biasa, sering terjadi di dunia nyatakan?
-
Mereka sudah berada di dalam mobil, setelah satu jam yang lalu pesawat mendarat di bandara.
Mobil Afdi berada di parkir inap bandara, setelah memanaskan mesin mobil 10 menit, Afdi melajukan mobilnya.
"Bang kalau capek kita nginap di sini saja, besok pagi baru kita lanjut perjalanan pulang"
Afdi tersenyum menanggapi ucapan istrinya.
"Tadi di Bali sudah di full cas yank, Insya Allah kuat saja sampai rumah, perjalanan malam lebih santai yank"
Za tersenyum mendengar ucapan suaminya.
Shaka terlelap dalam pelukan mamanya, tak ada ocehannya, karena ini waktunya memang ia tidur.
Satu jam mobil sudah memasuki feri, suasana jalan tak terlalu padat mengingat malam hari, membuat jalan lebih lenggang.
"Ngopi dulu bang..kita naik atau..?"
"Abang pesan kopi, adek mau makan baksokah?"tungkas Afdi.
"Nggak usah bang, abang saja"
"Abang ke atas dulu ya,"Za mengangguk, dan detik berikutnya Afdi sudah naik ke lantai atas, dimana para penumpang bersantai atau menikmati makanan.
Suasana rumah nampak sepi, namun Satpam rumah masih menikmati acara tv, ia tersenyum melihat bos mudanya datang.
Turun dari mobil, ia melihat Afdi yang menenteng banyak bawaan.
"Biar saya bantu Pak Afdi"ucap Pak Setyo, satpam yang sudah mengabdi selama lima tahun menggantikan penjaga rumah terdahulu.
Afdi mengiyakan dan setelahnya Za menyerahkan satu box martabak yang ia beli tadi di jalan, pada Pak Setyo.
"Terima kasih non.."
"Kalau mau sambil ngopi, minta tolong Neni untuk buatkan pak, kalau Neni sudah tidur buat sendiri saja" ucap Za dan diangguki oleh Pak Setyo.
"Sepertinya ibu sama bapak sudah tidur bang, besok saja kita kasih kejutan buat mereka"
Afdi tersenyum mendengar ucapan istrinya.
Flashback#Vero
Aku baru melakukan pembayaran tunai pada pihak hotel dan Susan sedang berkemas di kamar, ketika aku akan kembali ke kamar, di dalam lift hatiku berdebar kencang, wanita yang kucintai di depan mata, aku berdua saja dalam lift denganya.
"Dia semakin cantik, aku semakin sulit melupakannya"gumanku.
Melihat penampilan Za yang apa adanya, tapi daya tariknya bagai manet bumi bagi Vero.
Tanpa sadar aku sudah melingkarkan tanganku dipinggang ramping Za, mencium aroma wangi sabun dari tubuh yang selalu membuat aku mabuk kepayang.
__ADS_1
"Kita bicara dulu sayang"jariku dengan cepat menekan tombol lift lantai teratas.
"Pak...Za mohon"Za menangkupkan kedua tangannya memohon padaku.
"Sebentar saja sayang..ku mohon" aku mengiba padanya.
"Tolong cintaku..sekali ini saja" pintaku.
Za akhirnya menurut, aku menelisik Za yang memunggungiku, kulit Za yang putih mulus dengan gaun merah bermotif floral selutut, ditambah sandal jepit dan rambut dicepol tinggi, sungguh mengetarkan hatiku, aku ingin membawa Za ke ranjang dan membuatnya mend**** sepanjang malam.
"Kau cantik sekali sayangku"ucapku ketika sudah berada di lantai atas gedung, yang merupakan tempat nge-gym dengan taman yang asri.
"Bapak hanya mau bilang itu"ketus Za.
"Sayangku..aku tak sanggup berpisah denganmu, selama ini aku menunggu kepastianmu..tapi kau tanpa bicara apapun, meninggalkan aku"ucapku dengan mata berkaca-kaca.
sungguh hatiku sangat sedih berpisah dari wanita yang aku sangat cintai.
Za terdiam ketika aku memeluknya, namun setelahnya ia bersikap ketus padaku.
"Apakah ia cemburu pada Susan?"
"Apakah ada perasaan sedikit saja dihatinya untukku".
"Yang lama sekali..dari mana?nih semuanya sudah beres"keluh Susan
Niatku ke Bali untuk melupakan perasaanku pada Za, namun
Justru aku meninggalkan Bali dengan perasaan cinta yang semakin besar pada Za.
flashback#Author
Malam ini mereka tidur bertiga kembali dengan sang putra yang berada di posisi tengah.
Adzan subuh berkumandang, Afdi sudah berada di ruang sholat dengan baju koko putihnya.
Pak Badi yang semalam tidur di ruang tamu bersama istrinya terkejut melihat putranya, yang sudah berada di ruang sholat.
"Jam berapa sampai rumah?"Afdi menyalimi tangan bapak dan ibunya.
"Jam satu malam pak, adek bilang tak usah membangunkan bapak sama ibu. biar jadi kejutan"ucap Afdi terkekeh.
"Bagaimana Shaka..?"
Afdi menceritakan tentang putranya, hingga ia menitikan air mata haru.
"Untung mamanya maksa ngajak anaknya, kalau tidak ..kasihan putramu nak"
"Iya bu..Za mau besok-besok kita berlibur bersama dengan bapak dan ibu"
Pak Badi dan Sumi terharu mendengarnya, Za memang selalu baik kalau soal urusan berbagi harta, bahkan berbagi kebahagian dengan keluarga dan semua orang rumah, juga dengan sahabat-sahabatnya.
Hanya saja satu kekurangan Za, ia juga membagi perasaan untuk lelaki lain, semoga itu hanya menjadi bagian dari masa lalu seorang Za.
Yuuuk kasih vote, like๐๐๐ dan comen yang banyaaak๐๐๐
__ADS_1