
Pagi hari menjelang, Hana sudah selesai dengan aktivitas subuhnya. wajahnya nampak sedikit tegang, ia hilir mudik seperti gosokan di ruang kamarnya yang hanya berukuran 2ร2,5 meter, mulutnya komat kamit menghafal berkas ditangannya yang bakal ia presentasikan dikantor desa.
Ini kali pertama tugas dari bosnya, ia ingin tampil bagus agar tidak memalukan bosnya.
Hana sudah siap dengan stelan modisnya, tinggal melengkapi dengan sepatu pantofel 7 cm berwarna coklat, gadis itu bakal menarik perhatian lawan jenisnya.
Suara Pak Maman diluar pintu memanggilnya, semua rombongan kantor sudah siap menunggu.
"gini memang Pak Dul kalau nunggu wanita cantik dandan", goda Pak Maman.
" g apa pak, wajar saja namanya wanita, pasti perlu waktulah untuk tampil cantik...
tapi dek Hana sudah cantiiiiik g dandan tetap saja cantiik", ucapan mbak Sita yang belum selesai dah disamber pak abdul,.
mbak Sita mengedipkan matanya kearah Hana, Hana hanya tersenyum menanggapi pembicaraan seniornya.
-
Perjalanan menuju kantor desa memakan waktu kurang lebih 1 jam, Hana dan rombongan turun dari mobil, Hana menempel terus ama mbak Sita, maklum yang lain lelaki.
Mereka disambut oleh para staf kantor desa, pertemuan diadakan di aula desa, Hana merasa panas dingin melihat para staf memandanginya, entah apa yang ada dipikiran mereka," yakin dah kalau yang lelaki pada ngeces", haahaahh tawa Author
Pembawa acara seorang wanita muda usianya sekitar 25 tahunan, ia memulai acara dan meminta maaf jika kepala desa masih dalam perjalanan, disampaikan kepala desa sedang mengurus proyek dari perusahaan setempat.
Sambutan dari sekertaris desa terganggu karena kehadiran seseorang, Hana mengamati sosok yang baru tiba dan menarik perhatian orang yang ada, termasuk pak Abdul.
Lelaki yang berusia sekitar 40 tahunan dengan kulit putih dan mata sipit, ciri khas warga setempat, menyalimi pak Abdul dan rombongan kami, saat mendekati Hana lelaki itu menatap Hana dalam, tangannya terulur dengan senyum ramah, Hana tersentak ia replek menundukan pandangannya.
acara sambutan terlewatkan, saat ini Hana diminta untuk menyampaikan presentasinya, jantung Hana masih berdebar, ia mulai memperkenal dirinya setelahnya Hana tampil dengan memesona.
__ADS_1
Pandangan Pak David tak lepas dari wajah cantik Hana, bisikan dihatinya menginginkan wanita itu, pembawa acara yang mengamati sikap pak David menyeringai licik.
Syukurlah acara berjalan lancar, Hana dan mbak Sita sudah berada di halaman kantor desa, mbak Sita berbisik mengenai sikap pembawa acara yang terlihat tak suka pada Hana.
" perasaan mbak az kali", ucap Hana ketika mendengar cerita mbak Sita, karena terus terang Hana tak memperhatikan orang-orang disekitarnya, ia hanya focus pada presentasinya.
Pak Abdul keluar dari kantor kepala desa ada pak Maman disebelah kirinya, dan disebelah kanannya pak David menyertai, mereka berbicara diselingi tawa, Hana menundukan kepala begitu pandangan pak David mengarah padanya.
" jadi dek Hana ini karyawan barunya pak Abdul", pak Abdul mengangguk dan pak David mengacungkan jempolnya kearah Hana.
" kita akan bentuk panitia untuk proyek ini, saya mau dari pihak pak Abdul dan saya seimbang, biar lebih transparan, kita menghindari kecurigaan, jadi untuk bendahara nanti bisa dari pihak bapak dan saya mengawasi saja", saran pak David
" bisa pak, enaknya yang wanita saja yang jadi bendahara, karena lebih telaten", saran pak Abdul
" bagus itu pak, gimana kalau yang muda nih kita kasih tantangan agar makin terasah kemampuannya", saran pak David, menatap Hana dengan senyumnya yang tak pernah telat.
" duuuh maaf jangan saya ya pak, saya agak ribet dengan masalah duit", mohon Hana dan untungnya pak Abdul mengangguk seperti mengiyakan.
" biar Hana menjadi sekertaris saja, cara kerjanya rapi dan lihat presentasinya...bagus kan pak David?", lelaki yang tadinya sempat kecewa itu tersenyum dalam hati.
" sekertaris...??? hati lelaki 40 tahun itu girang, namun ia mencoba menutupi perasaannya.
" siiip kita dealkan pak..untuk bendahara dan sekertaris sudah dari pihak pak Abdul, jadi kami kebagian seksinya az nih", mata pak David mencuri pandang ke arah Hana.
" ketua bapak saja, wakil bisa pak Maman, nanti saya bantu-bantu ngecek di lapangan, dan untuk koordinator dan lainnya silahkan bapak lengkapi", saran pak Abdul disambut suka cita oleh pak David.
Saat ini mereka di dalam mobil menuju balik ke kantor, obrolan mereka seputar pak David lelaki yang terkenal sebagai don juan, Hana hanya mendengarkan saja karena memang tak mengerti, yang ia tangkap dari pembicara itu bahwa pak David pencinta wanita, bagi Hana mau seperti apa pribadi pak David bukan urusannya, kecuali jika mas Danu yang begitu, Hana tak akan memaafkan.
-
__ADS_1
Danu bersitegang dengan karyawan yang ternyata ikut bekerjasama dalam pencurian kabel tembaga dalam jumlah besar, perusahaan rugi ratusan juta.
Orang itu berbicara dalam bahasa yang tak dipahami Danu, ia sengaja menggunakan bahasa daerah untuk memaki Danu.
Lelaki itu Anto, ia memang warga asli yang kerap melakukan pencuri-pencurian barang kantor, jadi bukan hanya kabel, namun anehnya Anto tak juga dipecat dengan kelakuannya yang negatif itu.
Danu membawa mobil kantor menuju jalan ke perumahan istrinya, ia lelah dengan kejadian beberapa hari ini, bosnya memberikan tugas padanya sebagai penanggung jawab lapangan dalam proyek selatan, ternyata barang yang sudah distock dalam jumlah besar itu raib. Danu makin pusing karena bosnya dari asia timur akan datang melakukan pemantauan.
Danu tiba di perumahan istrinya mwnjelang isya, lelaki itu nampak kusut wajah dan juga hatinya.
Ketukan pintu membuat Hana terkejut, " siapa yang mengetuk pintu malam-malam begini", pikir Hana
"Dek ini mas..", suara Danu meyakinkan istrinya di dalam rumah.
Hana mengintip dari jendela, ia melihat suaminya menghadap arah pintu.
"mas..", Hana memeluk tubuh lelah itu dengan pakaian kerja yang berbau keringat ketika suaminya sudah masuk ke dalam rumah.
Biasanya suaminya datang dihari jum'at sore untuk menjemputnya dan mengantarnya disenin pagi, namun ini baru hari rabu suaminya sudah datang az.
Hana menyiapkan makanan untuk suaminya, ia juga membuat teh hangat, selepas membersihkan diri Danu duduk ditemani istri tercinta, ia makan dengan lahap, Hana menatap suaminya dengan iba." lapar sekali kelihatanya mas Danu", pikir Hana
Hana tak berani bertanya masalah suaminya, ia menunggu suami bercerita sendiri.
Saat ini Hana sedang memeluk tubuh suaminya,ia melihat sorot mata lelah dan menyimpan beban, Danu menghela nafas panjang, ia tak sadar wanita cantik istrinya sedang memandangnya.
Ditempat lain disebuah kamar, "aku menginginkannya!!!..kau bisa mendapatkan raganya", sorot mata tajam menghipnotis membuat takluk.
Selamat membaca semoga suka..
__ADS_1
Maaf banyak kekurangan dalam pengetikan dan typo๐๐๐
Jamgan lupa like dan comen๐