NAFSU

NAFSU
Afdi vs Bian#2


__ADS_3

Afdi memandang istrinya yang sangat lahap, menghabiskan mie itu dalam waktu singkat dengan tersenyum.


Setelahnya Za mencuci mangkok itu dan berjalan masuk kekamarnya, Za membaringkan tubuhnya, ia berbalik menghadap dinding kamar, kembali pikiran teringat cumbuan panas Bian, bagi Za itu hal pertama dan sungguh nikmat.


Tiba-tiba Za merasakan pelukan hangat, ia tau ini wangi tubuh suaminya, lelaki itu mencium tengkuknya lembut, membuat Za merinding.


Afdi menposisikan tubuh istrinya memghadapnya, wajah cantik Za yang menatapnya tenang, membuat lelaki itu memberi kecupan singkat dikening. ia mengurai pelukannya dan melihat Za memejamkan mata seakan menikmati kecupannya.


Perlahan Afdi membenamkan bi***nya pada b**** istrinya, tak ada perlawanan hingga Afdi memberi lu***an lembut, dan beberapa menit kemudian ia merasa Za membalas ciumannya.


Ciuman mereka semakin dalam, tangan Afdi sudah meremas lembut cup kembaran Za, gadis itu melenguh membuat Afdi makin berani.


Afdi mulai melucuti pakaian istrinya, tubuh indah Za membuat lelaki itu meneguk salivanya.


Malam makin larut, Za merasakan ketenangan walau saat ini Afdi sedang asik menghisap dua cupnya bergantian, tangan lelaki itu bermain di inti Za, tak ada rasa takut atau cemas dalam pikiran Za, ia begitu menikmati sentuhan suaminya.


Za merasakan gejolak yang membuatnya terbang, dua kali gadis itu mengalami pelepasan ketika suaminya asik meng***** dan bermain dengan lidah di intinya.


Mata Afdi dan Za sudah dipenuhi kabut gairah, lelaki itu segera melucuti pakaiannya, beberapa saat kemudian mereka sudah sama-sama polos.


"Sayangku..izinkan abang"guman Afdi lirih di telinga istrinya dan ia melihat istrinya mengangguk dengan tatapan sayu.


"Abang akan pelan sayang..tahan ya"lirih Afdi kembali, Za memejamkan matanya ketika ia merasa ada yang menerobos masuk intinya.


Tangan Za mencengkram erat punggung suaminya, ia merasa sesak dibagian intinya, Afdi kembali melakukan gelut lidah dengan Za, untuk mengurangi rasa sakit pada istrinya, dan perlahan ia mulai mengoyangkan pinggulnya keluar masuk.


Bersyukurlah Za...ia memberikan kesuciannya pada suaminya, lelaki yang berhak atas dirinya.


Wanita itu bermandikan peluh karena ulah suaminya, kenikmatan yang baginya sangat luar biasa dan menjadi candu untuknya.


Afdi menarik selimut menutupi tubuhnya dan istrinya, dipeluknya dengan erat tubuh istrinya, hatinya sangat bahagia menjadi yang pertama untuk Za.


Akhirnya rasa lelah menghantarkan mereka ke alam mimpi.


Di sisi lain, Bian yang digantung has***nya segera keluar dari kamar kostnya, ia melajukan motornya ke rumah temannya..sahabat Za.


Malam itu Lira melayani Bian dengan berbagai gaya, mereka menikmati hubungan itu sembari menghisap shabu, rintihan dan ******* Lira malam itu membuat Bian makin terpacu, mereka memiliki doping stamina yang membuat tak pernah lelah hingga lanjut sampai subuh.


-


Hari ini kampus mulai aktip kembali, Za dan Afdi yang berbeda jurusan dan tentu beda tingkat membuat mereka memilih berangkat masing-masing.


"Za..lu sulit amat dihubungi saat libur"Lira menatap kesal sobatnya.


"Hari ini dosen belum masuk, lu ikut gue ya"Lira menarik pelan tangan Za.

__ADS_1


"Kemana.."Lira tak menjawab dan hanya tersenyum, mau tak mau Za menurut, karena ia merasa bersalah jarang membalas dan mengangkat panggilan dari Lira.


Dengan menggunakan motor Za, Lira duduk di boncengan Za.


"Kita kemana..?"tanya Za dengan suara yang sedikit keras.


"Rumah gue.."teriak Lira.


Satu jam kemudian motor Za memasuki rumah besar Lira yang sepi,"Sunyi banget rumah lu Li"


"Lu juga diajak tinggal di sini dari pada ngekos nggak mau"jawab Lira yang membuat Za tersenyum.


Lira dan Za masuk ke kamar, dengan banyak camilan yang mereka beli tadi di minimarket.


"Za gue punya tontonan yang asik banget..lu biar tau gimana enaknya jadi cewek"ucap Lira ambigu.


Za menatap sobatnya yang sibuk menghidupkan laptop, tak lama ia mulai mencolok flasdisk.


Za mulai berbaring di samping Lira, mata Za melotot melihat adegan di laptop, walau awalnya malu pada Lira namun akhirnya mereka asik nonton sambil bercerita.


"Gue suka cowok yang kasar saat main Za, lebih menantang dan nikmatnya berlipat-lipat"hasut Lira.


Za menatap sobatnya dengan bingung, Lira tertawa .."Lu belum coba sih..entar ketagihan kalau ngerasa enaknya"kembali Lira menghasut Za.


Za yang baru seminggu merasakan surga dunia bersama suaminya, terbayang permainan Afdi yang lembut, sangat berbeda dengan permain Bian yang kasar.


Tiba-tiba pintu kamar diketuk, Za terkejut apalagi terdengar suara Bian yang izin untuk masuk ke kamar.


"Biasa Za rumah gue jadi tempat kumpul dan singgah temen -temen" elak Lira melihat Za seperti mencurigai sesuatu.


Bian masuk bersama seorang lelaki yang seumuran dengannya, "Baby kamu bolos ya..pagi-pagi disini"Bian duduk di samping Za, matanya melirik tontonan sang kekasih.


Za tersipu tangannya reflek hendak menutup laptop, namun tangan Bian menahannya, lelaki itu tersenyum miring melihat kekasihnya yang pipinya sudah merona.


"Za gue pindah kamar am Anji, pingen coba yang kasaran"Lira mengedipkan matanya, Za meringis mendengar ucapan Lira yang vulgar.


Saat ini tinggal Bian dan Za di dalam kamar, suara orang di dalam layar laptop membuat mereka saling tatap.


Bian mendekat dan dengan rakus ia meraup bi*** Za, wanita itu yang sudah terhasut dengan cerita Lira dan adegan di layar laptop yang membuat bagian intinya berdenyut, membalas ciuman Bian.


Tangan Bian meremas dua cup Za sedikit kasar, tidak puas karena ada penghalang ia meminta Za membuka pakaiannya, dan Bian pun melepas semua pakaiannya.


Za menelan salivanya, menyaksikan tubuh atletis Bian yang kekar, milik Bian yang panjang dan besar.


Lelaki tampan yang menjadi kekasihnya itu tersenyum, dan kembali menautkan indera pengecapnya pada bi*** Za.

__ADS_1


Za melenguh, ketika dengan kasar Bian menghisap cupnya, jari lelaki itu sudah menyapa bi*** bawahnya.


Za beberapa kali mengalami pelepasan, ia melihat Bian yang begitu rakus menghirup air yang keluar dari miliknya.


Dan tak berapa lama kekasihnya itu membuka kedua pahenya dan memposisikan miliknya.


Tubuh Za bergetar hebat letika milik Bian begitu sesak masuk ke intinya.


Bian sedikit kecewa, ketika miliknya dengan mudah masuk ke inti kekasihnya, namun milik Za terasa sangat sempit, berbeda dari wanita-wanita yang ia masuki.


Bian memejamkan matanya, pinggulnya bergoyang maju-mundur.


Za merasakan sensasi yang berbeda dari Bian.


Mereka terus bergelut nikmat, rintihan dan de***** Za membuat Bian makin terbakar memuaskan kekasihnya.


"Biii..."suara rintihan manja dari Za membuat lelaki itu menghisap kasar cup Za dengan gerakan dibagian bawah yang semakin cepat.


"Kau suka baby.."Bian melihat wajah kekasihnya memerah malu,"Aku akan membuatmu puas baby"bisik Bian ditelinga Za dan ******* telinga itu, membuat Za mengerang nikmat.


Beberapa jam setelahnya, Za pulas tertidur dalam dekapan Bian, lelaki itu terjaga di samping kekasihnya.


"Kau sangat cantik Za, tubuhmu indah dan nikmat..aku sangat suka"guman Bian ditelinga kekasihnya.


-


Waktu menunjukan pukul 3 siang, Za sudah berada di dalam kamarnya, ia pamit pulang pada kekasihnya, begitu terbangun dari tidur pulasnya tadi.


Sepulang dari rumah Lira, Za langsung mandi dan berganti pakai rumahan, ia pulas tertidur setelahnya.


Afdi baru datang dari kampusnya, kegiatannya yang padat di kampus membuatnya tak bisa menemani istrinya seharian.


Tapi semalam mereka sudah membuat kesepakatan, untuk tak saling menganggu kesibukan masing-masing, terutama itu diucapkan oleh istrinya.


Yang tak ingin teman di kampusnya tau tentang hubungan mereka, mereka harus bersikap seperti biasanya, demi rasa cintanya Afdi menuruti kemauan istrinya.


Lelaki itu masuk ke kamar istrinya, ia tersenyum melihat istrinya yang pulas tertidur.


Afdi berjalan pelan menuju pintu kamar, takut jika kehadirannya membangunkan istrinya.


"Sayang...aku mencintamu"suara Za membuat tubuh Afdi membeku.


Selamat membaca ceritaku, semoga menghibur kalian😊


Jangan lupa tinggalkan like dan comenπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2