NAFSU

NAFSU
Pengakuan Dewi


__ADS_3

Suara deru mobil pak David memasuki halaman perumahan, Hana hendak turun dari mobil.


"Han, besok saya jemput ya?", harap pak David, lelaki 40 tahun yang masih terlihat muda itu menatap wajah wanita yang sangat ia damba.


"tidak usah pak, saya sudah janjian sama Serly", tolak Hana.


"baiklah,mari saya antar",


"kemana..rumah saya tuh di depan mata, bapak g usah turun, terimakasih!" penolakan Hana hanya dibalas dengan senyuman oleh pak David, baru kali ini ia kesulitan menjinakan wanita.


Hana bergegas menuju pintu rumahnya, mobil lelaki 40 tahun itu belum juga pergi, penghuni dalam mobil itu masih setia memandangi Hana.


Hana membuka pintu rumah, ia masuk dan segera mengunci pintu.


Ia terkejut melihat suaminya berbaring dikasur dalam kamar.Hana segera membersihkan diri dan setelahnya ia masuk ke kamar mendatangi suaminya.


Danu memejamkan matanya, ia tau istrinya datang, suara deru mobil si keparat itu terdengar olehnya.


"apa hubungan istrinya dengan lelaki itu?", pikirannya mencari jawaban, sampai ia merasa sentuhan lembut di tangannya.


" mas sudah makan?" pandangan Hana tak lepas dari suaminya.


Danu membuka matanya, dilihatnya istrinya yang sudah berganti pakaian rumahan.


Rasa rindu akan istrinya yang beberapa hari ini tak disentuhnya, membuatnya menarik tubuh itu.


Hana yang merindukan suaminya, lupa akan rasa sakit yang ditorehkan suaminya.


Danu memeluk erat tubuh istri dan mencium aroma yang ia rindukan, namun bayangan lelaki itu melintas dibenaknya, membuat ia mengurai pelukannya.


"ada hubungan apa kamu dengan kepala desa itu?", rasa ingin taunya membuat mulutnya tak bisa menahan lagi.


" ada proyek desa dari pemerintah prov yang pengajuannya dari kantor, dalam penunjukan itu Hana sebagai sekertarisnya", terang Hana


"kenapa mesti kamu, ada yang lebih seniorkan?"


"ini atas permintaan pak Abdul, lagian semua terlibat dalam proyek itu",


"mintalah untuk mengundurkan diri dari proyek itu!",


" mas itu g bisa, semua sudah disetujui dan bahkan oleh pemprov"


"aku akan bicara pada pak Abdul" Danu beranjak dari pembaringan namun Hana mencekal lengan suaminya.


" kenapa sih mas..apa yang salah, ini pekerjaanku..aku harus profesional!",


" aku suamimu Han, menurutlah!", suara Danu meninggi.


Hana menangis mendengar itu, "apa yang salah dengan proyek itu?" batin Hana disela isakannya.

__ADS_1


" kalau kamu tidak mau aku yang bicara dengan pak Abdul, maka kamulah yang bicara!"


" maaf mas aku g bisa" isak Hana, wajah wanita itu memerah karena tangisannya.


"kau tak mau, karena ingin dekat dengan kepala desa itukan?"


" MasyaAllah mas, kenapa kamu berpikir begitu...lelaki itu sudah punya istri mas!" ucap Hana tak percaya akan pikiran suaminya.


"punya istri bukan berarti tak bisa beistri lagikan!" ejek Danu


Hana hanya diam, ia malas melayani kemarahan suaminya yang baginya tak masuk akal.


" mas sudah makan, aku masakan ya?", tawar Hana.


"tak usah, aku akan kembali ke mes", Danu beranjak dan mengambil kunci mobilnya.ia keluar tanpa permisi meninggalkan istrinya yang semakin bertambah rasa sakit dihatinya.


Danu melajukan mobilnya menerobos malam..pikiranya dipenuhi amarah, ia merasa tak dianggap suami..karena istrinya menolak keinginannya.


ia tak sadar mobil yang ia kendarani tak berbelok arah menuju mes, namun terus menuju kota kecamatan.


-


Disinilah ia sekarang, dihalaman rumah yang bebarapa hari pernah ia singgahi untuk bermalam, bahkan ada satu malam yang dihabiskan untuk mengayuh nikmat dengan penghuni di dalam rumah itu.


Dewi mendengar suara mobil dihalaman rumahnya, ia hapal suara mesin mobil itu, diintipnya lewat gorden..ia tersenyum dan segera membuka pintu.ia melangkah menghampiri mobil yang penghuninya masih setia di dalamnya.


Ketukan kaca jendela menyadarkan Danu, ia melihat Dewi yang menyuruhnya keluar dari mobil.


ia menuntun Danu duduk dikursi ruang makan.


Secangkir teh hangat disodorkan didepan Danu, ia membuka tudung saji, dan menghangatkan sop konro yang dibelinya tadi sore.


Danu sudah selesai makan, ia maaih setia dikursi makan.Dewi masuk kekamar, ia menyemprotkan pewangi ruangan yang memanjakan indera penciuman, dan berganti dengan gaun tidur yang terlihat sexy.


Danu menatap wanita didepannya, ia meneguk salivanya..penampilan Dewi malam ini membuat hasratnya meronta, satu kec***an Dewi berikan pada lelaki di depannya yang terlihat mengaguminya.


Mereka saling pa*** dengan langkah menuju kamar, Danu melupakan istrinya, melupakan janji sucinya..kali ini bukan khilaf..tapi Danu kalap.


lenguhan Dewi tak henti karena kemanjaan yang diberikan Danu, yang membuat wanita itu makin merasa tinggi.


Pagi menjelang mata cantik itu masih kelihatan sembab, Hana baru bisa tertidur setelah subuh.


Hal ini membuat sosok Sultan murka, ia ikut merasakan sakit yang diderita wanitanya.


-


Danu mengerjapkan matanya, tangan lembut yang mendekapnya menyadarkannya atas kegiatan semalam.


Mau bilang menyesal Danu, kamu justu mengulangnya..dan semalam kamu menikmatinya..bahkan kamu mengapainya tanpa henti..ingatlah istrimu yang kau zolimi..jangan kau pikir penolakan istrimu merupakan senjatamu untuk menjatuhkannya dalam zina nafsumu!!!

__ADS_1


Sesungguhnya bukan istrimu yang jatuh, namun kaulah yang terperosok jauh.


Danu merasakan pergerakan Dewi, wanita itu tersenyum menatap wajah tampan Danu.satu kecu*** mendarat singkat dibibir lelaki itu, Danu hanya tersenyum , dan itu sukses melambungkan rasa Dewi.


"kakak hari ini ngak ke kantorkan?" Danu mengangguk, karena hari ini sabtu ia off, sabtu minggu ia libur.


" sama... Dewi juga off, kakak punya rencana gitu buat kita", suara Dewi terdengar manja.


"tapi ada yang harus aku selesaikan dilapangan hari ini", Dewi memasang wajah melasnya, membuat Danu tak enak.


" tapi nanti malam kakak temani Dewi ya", suara itu dibuat semanja mungkin dengan mata berkaca-kaca.Danu akhirnya mengangguk.


"kakak usahakan", ucap Danu dan beranjak ke kamar mandi.


Danu telah pergi setelah sarapan pagi, wajah Dewi terlihat sangat senang, ia yakin Danu menyukainya, ia berniat menghubungi kak Yunda menceritakan kemajuan hubungannya dengan Danu.


Hana menikmati liburan dihari sabtu ini dengan berdiam diri, ia merasa malas melakukan sesuatu, sudah 2 minggu suaminya mengunjungi nya dengan amarah dan tak mau menginap, iapun tak membawa Hana ke mesnya seperti biasa.wanita itu merasakan hatinya sakit..Danu seakan melupakannya.


Pernikahan sirinya sulit untuk menuntut lelaki itu, sedangkan janji suaminya..ia sangat takut dilupakan.


Hana masih berbaring dengan mata bengkak dan memerah, sampai ia mendengar suara pintu dibuka, Hana mendudukan diri dengan menyandar didinding.


Danu melihat istrinya yang sangat menyedihkan, baju semalam masih melekat dibadannya, matanya sembab dan linangan airmata terus mengalir.


Danu duduk dihadapan istrinya, Hana menunduk enggan menatap suaminya, sampai tangan Danu mendongakan dahunya.tangis Hana pecah melihat suaminya.wanita itu terisak-isak menatap suaminya.


Danu merengkuh tubuh istrinya dan memeluknaya, berusaha menenangkan wanita yang ia cintai.


ia mencoba mengingat masa bahagia mereka, ia merasa sesak ..kenapa jadi begini?


Hana terlelap dalam dekapan suaminya, Danu memeluk erat tubuh iatrinya seakan takut kehilangan.


Ia sadar perasaannya begitu besar pada istrinya, yang membuatnya cemburu buta tanpa tau hubungan yang sebenarnya, saat ini ia menyesali hubungannya dengan Dewi.


-


Ditempat tempat lain Dewi melakukan panggilan ke Kak Yunda, ia menceritakan apa yang terjadi padanya dan Danu, walau dengan berpura-pura menutupi untuk yang lain.


"tapi kakak janji jangan beritahu siapapun termasuk kak Ali aku malu", ucapannya terdengar menyedihkan.


" tidak bisa Dew, kalian harus segera menikah, aku akan bicara pada ibu..kamu jangan takut aku sudah bercerita tentang kalian dan ibu malah senang dan menyetujui perjodohan kalian, tapi rupanya kalian sudah g tahan,,haahhha",


Sejatinya cinta tidak saling menyakiti,


menerima dan memberi dengan iklas


Selamat membaca semoga suka


Maaf masih banyak kesalah mengetik🙏🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan comen😘


__ADS_2