NAFSU

NAFSU
Bidadari di Kali


__ADS_3

Sudah 2 malam ini Hana tidur di perumahan, kemarin Danu menemani, tapi tadi pagi ia sudah kembali ke mesnya, Danu sebenar tak keberatan mengantar-jemput, namun Hana merasa kasihan pada lelaki tampan yang baik hati, dan untuk amannya Danu mengaku sebagai tunangan Hana dengan maksud tak ada yang berani menganggu, sebenarnya hati Danu memang sudah tertambat ke Hana, ia ingin melamar Hana, tapi sepertinya terlalu cepat, ia takut Hana menolak


Hana baru selesai menikmati makan siangnya, ketika suara ketukan pintu terdengar bersamaan suara mbak Titin tetangga perumahan, mbak Titin istri Pak Maman, Hana membuka pintu dilihatnya mbak Titin membawa mangkuk berisi kolak pisang, dan menyodorkan ke arahnya.


"makasih banyak mbak, jam segini sudah jadi az kolaknya", Hana mengajak mbak Titin masuk dan meletakan mangkuk berisi kolak itu dimeja dapur.


Mbak Tin bertanya masalah keseharian Hana, Hana menjawab dan mereka terkadang tertawa, mbak Titin pamit balik ke rumah, alasannya biar Hana istirahat dulu.


-


Malam menjelang suasana terasa berbeda, kemarin malam mas Danu izin pada pak Abdul dan tetangga perumahan, menemani Hana karena baru bermalam di perumahan ini, mereka percaya apalagi Danu tunangan Hana, mereka pikir pastilah cemas tunangan pertama bermalam di daerah baru yang sunyi pula.


Malam ini Hana sendiri, selepas isya ia berbaring mendengar lagu dari hpnya, tak terasa ia mulai tertidur, Jam 11.30 Hana terjaga karena kebelet pipis, Hana bangun dan bergegas menuju kamar mandi, sekilas Hana melihat seorang yang mirip wanita bergaun putih dengan rambut panjang keluar dari kamar mandi, Hana hanya diam menatapnya setelahnya Hana masuk dan menuntaskan hajatnya.


Kemarin malam Hana juga melihat makhluk itu, ia juga keluar dari kamar mandi.sepertinya itu tempat favoritnya.hehehee...


Hana melanjutkan tidurnya, setengah tertidur Hana merasakan seseorang memeluk tubuhnya erat, deru nafasnya terasa hangat di tengkuk Hana, dalam pikiran Hana lelaki itu sangat tampan dengan perawakan tinggi besar.


Hana merasakan tangan kekar itu mulai mengelusnya deru nafasnya halus di pundak Hana, entah kenapa Hana terbuai , mungkin ia sudah pernah dibuai seperti ini sebelumnya ketika dirumah Danu.


Hana merasakan itu nyata, tapi ia seperti tak bertenaga, hanya pasrah hingga ia merasakan seauatu yang meledak ddalam dirinya, Hana terkulai dan tertidur lelap.


Sesosok makhluk yang terlihat sangat tampan tersenyum melihat tubuh cantik Hana yang pulas tertidur setelah raga Hana kelelahan karna ulahnya.


" aku menyukaimu , kau milikku", suara itu berbisik ditelinga Hana dengan sangat lembut.


Hana terbangun dari tidurnya, hari menjelang subuh ia bergegas melaksanakan kewajibannya, setelahnya ia mempersiapkan keperluan untuk kekantor.


-


Hana masuk kekantor, dilihatnya mas Agus yang memggunakan pakaian lapangan dengan sepatu bot, dan tas ransel. dan Pak Maman yang juga tampil sama.

__ADS_1


" mau kemana mas ?", Hana bertanya pada mas Agus yang tersenyum menatapnya


" mau ikut, kami mau ke Desa Muara, ada proyek yang harus dipantau bersama kepala desa...mau ikut cantik?", goda mas Agus, Hana hanya tersenyum menanggapi candaan mas Agus.


" g usah ikut Han, kalau dilihat kepala desa bisa berabe nanti", ucap pak Maman


Hana hanya bingung az mendengarnya, dan pikiran bertanya" memang ada apa dengan kepala desa, seperti buto ijo az mau ambil timun mas"


Hana menyelesaikan tugas yang diberikan Pak Abdul, tak lama masuk bu Sita, wanita itu biasa datang siang karwna ia tak mau tinggal diperumahan, ia memilih tinggal di daerah kecamatan yang sedikit lebih ramai dari pada di perumahan.


" pagi cantik, kayanya keras ya Han diperumahan", goda bu Sita, Hana hanya mengangguk dan melanjutkan pekerjaannya.


-


Tak terasa hari demi hari berganti minggu dan sekarang sudah 8 minggu atau nyaris 2 bulan Hana di perumahan ini, jika jumat sore Hana dijemput mas Danu untuk nginep di mesnya, sekalian ke pasar mingguan.


Hana sering merasakan gejolak kenikmatan disaat tidur, baik di rumahnya ataupun dimes mas Danu.


Sesosok makhluk yang wajahnya sangat tampan, tersenyum puas, kali ini cumbuannya pada Hana membuatnya sangat bahagia, ia belum menikmati raga itu dengan sempurna namun mendengar gadis belia itu melenguh karena kelakuannya, membuatnya sangat bahagia.


Sosok itu merupakan penunggu desa, usianya sudah ratusan tahun namun ia bisa berwujud seperti usia belia, ia adalah Sultan lelaki yang memiliki ilmu tinggi di alamnya dan disegani makhluk lain, ia sudah menyukai Hana begitu gadis itu datang ke desa ini, ia berjanji akan memiliki Hana untuk selamanya. ia tau banyak mata yang menyukai gadis cantiknya.


-


Hana menatap bingung pada bagian tubuhnya yang biru, terasa ngilu dan nyeri.


Keesokan harinya sewaktu istirahat siang Hana basa-basi bertanya, tentang tanda biru di tubuhnya.


" itu Han artinya dihisap kuyang, katanya orang sini kuyang hutan, kalau kau mencuci cd mu kasih bawang merah, biasanya g berani lagi dia datang", jelas mbak Sita.


Hana hanya mangut- mangut saja mendengar cerita mbak Sita, bahwa kuyang itu sejenis siluman ia bisa berwujud manusia.

__ADS_1


- Waktu pulang kerja Hana melihat mas Danu, sudah duduk diteras rumah, lelaki itu tersenyum manis di wajah lelahnya.


" mas kenapa g minta kunci rumah , kayanya mas ngantuk itu" Hana mengejek dengan melihat mata Danu yang sayu.


Danu hanya tersenyum menanggapi kelakuan Hana.


Danu mengekori Hana masuk ke dalam rumah, lelaki itu langsung masuk kamar Hana dan menghempaskan tubuhnya dikasur busa, tak beberapa lama dengkuran halus terdengar dari mas Danu.


Hana mengelengkan kepalanya melihat kelakuan mas Danu, " mau jemput malah tidur, untung tadi sampai az kesini, lihat matanya sudah redup gitu untung g tidur sambil nyetir", guman Hana dalam hati.


-


Hana membangunkan Danu, lelaki tampan itu membalikkan badannya, namun matanya masih terpejam,dengan gemas Hana menarik jempol kaki Danu, membuat lelaki itu tersentak dan duduk bersila dikasur busa.


" apa sih Han, aku masih ngantuk nah, bentar lagi ya",


" g ada bentar lagi, nanti surup ke kali, sudah sekarang berangkat mandi", gemas Hana, Danu berdiri dan mengambil handuk dengan hanya menggunakan singlet dan kolor Danu berangkat mandi di kali.


Jarak kali dari rumah Hana, sekitar 1 km dengan jalan setapak, yang hanya bisa dilewati kendaran bermotor, biasa warga juga mandi dikali.


Danu tadi mengajak Hana menemaninya, namun gadis itu menolak, " g ah masa bidadari ngintip joko tarub mandi, kebalik itu mas", goda Hana membuat Danu ngakak.


Danu sampai di dekat kali, terlihat sepi, ia hendak turun namun pandangannya menangkap seorang wanita yang juga hendak mandi, wanita itu mengelung rambutnya tinggi nampak punggung dan leher jenjangnya yang putih mulus membuat Danu meneguk salivanya, wanita itu melepas telasannya dan dengan tubuh polos ia turun ke air," benar kata Hana joko tarub yang ngintip bidadari mandi", batin Danu, lelaki muda itu menegang dibagian bawahnya melihat t***h m*l*k itu mengosok lembut kulitnya,


Sungguh Danu tidak pernah seperti ini, dengan Hana yang seatap saja ia bisa menahan dirinya, namun kali ini Danu minta maaf, dengan perlahan Danu mendekat, wanita itu tersenyum tipis merasakan pergerakan Danu.


Danu mendekap tu*** itu dan membawanya kearah semak, terjadilah pelepasan ha**** yang Danu tak bisa menahannya, Danu bergegas meninggalkan kali dan wanita itu tersenyum terkekeh, tubuh kurus tinggal tulang yang dibalut kulit keriput tersenyum puas merasakan kep******an bujang sebagai syarat ilmunya.


Selamat membaca semoga suka ceritaku


Maaf masih banyak salah ketik dan typo🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan comen ya😘


__ADS_2