NAFSU

NAFSU
Setelah di lift


__ADS_3

Warning!!!


Buat yang masih di bawah umur 21 DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau baca😜


***


Aku cemburu...andai bocah itu anakku, bahagianya hati ini"


Za membereskan semua bawaan mereka, malam setelah magrib mereka terbang meninggalkan pulau Bali.


Pagi ini rencananya mereka akan mengunjungi tempat wisata dan sekalian mencari oleh-oleh untuk keluarga dan orang rumah.


Shaka begitu antusias, setelah sarapan di resto..Afdi pamit pada istrinya untuk ke toilet, Za keluar dari resto mengandeng tangan putranya.


"Ma Caka mau itu.."tunjuknya pada replika kapal pinisi di atas etalase di lobi hotel.


"Mau ini anak tampan"Vero memberikan replika pinisi itu ke tangan Shaka.


Dan menyerahkan beberapa lembar uangvmerah pada pelayan di etalase itu.


Pelayan itu terlihat bingung, namun akhirnya ia tersenyum dan mengangguk.


Kapal pinisi itu bukan barang dagangan, namun hiasan yang didapat pemilik hotel dari Sulawesi, tapi demi kenyamanan pengunjung, pelayan itu menuruti saja.


"Terima kasih om..ini buat Caka"Vero yang berjongkok mensejajarkan posisinya dengan Shaka mengangguk.


Ditariknya lembut bocah empat tahun itu, diciumnya kedua pipi Shaka, setelahnya pelukan hangat pada tubuh bocah tampan itu.


Beruntungnya bocah cerewet itu diam saja, mungkin Shaka berpikir, ini ungkapan terima kasih karena sudah dibelikan kapal bagus yang dia suka sejak pertama datang ke hotel ini.


"Anak pintar..kau tampan sekali sayang"


"Terimakasih om"


Setelahnya Vero mengacak lembut puncak kepala Shaka dan beranjak dari tempatnya, meninggalkan Za dan putranya.


Za...wanita itu hanya diam menyaksikan interaksi antara Vero dan putranya.


"Woooww..kapal yang bagus sayang"


Afdi melihat kapal pinisi mini dalam pelukan putranya.


"Bang titip dulu di lobi gih, kita kan mau jalan"Afdi mengangguk dan meminta kapal itu dari tangan putranya.


Za duduk di teras hotel menunggu suaminya, matanya menangkap pemandangan di pojok taman, dimana Susan bergelayut manja di lengan Vero dengan sesekali memberi ciuman dipipi pria itu.


Za membuang pandangannya, menatap putranya yang bermanja dalam pangkuannya.


-


Mereka lelah berkeliling, ada beberapa kantong oleh-oleh di tangan Afdi.


"Kita cari makan dulu yuk bang, Shaka lapar sayang"bocah tampan itu mengangguk dalam gendongan Za.

__ADS_1


"Sayang...kenapa pulang sekarang, kita bisa besok pagi balik"terdengar suara manja dari wanita yang Za tau.


"Kita harus pulang sekarang, ada trouble di kantor"suara Vero terdengar tegas.


Za masih mendengar rengekan wanita itu,"Duh aku dulu tak seperti itukan???"


Za melihat Vero yang keluar dari rumah makan itu lebih dulu dan diikuti Susan, lelaki itu tak melihat kedatangan Za di rumah makan itu, sepertinya ia focus dengan rengekan Susan, ditambah lagi hilir mudik pembeli yang masuk ke dalam rumah makan yang ramai pengunjung itu.


Za memesan ayam betutu dengan minuman es tambring, semua sajian khas Bali.


Lima belas menit kemudian pesanan mereka datang, Za dan Shaka sudah menelan liur melihat makanan dan minuman itu di hidangkan depan mereka.



Sajian ayam betutu



Minuman es tambring


Za segera menautkan nasi hangat dari bakul ayaman bambu, dan mulai menyuapi putranya yang sepertinya kelaparan karena berburu oleh-oleh.


"Caka mau minum ma"tunjuk putranya melihat es tambring yang segar.


Za memgangkat gelas mendekati putranya, dan mengarahkannya untuk putranya minum.


"Enak ma.."


"Makan yang banyak ya sayang..."nanti sampai di hotel bobok nyenyak ya.


Sungguh pemandangan yang menyejukan mata, namun siapa yang tau jika mereka juga pernah dalam masa sulit dalam berumah tangga.


Satu jam setelahnya mereka sudah berada dalam kamar hotel, Za menunggu suaminya dan putranya yang sedang membersihkan diri bersama dikamar mandi.


Setengah jam baru bapak dan anak itu keluar dari kamar mandi dengan rambut yang basah, Afdi mengeringkan rambut putranya dengan handuk kecil, dan setelangnya ia mengendong putranya naik keranjang.


Za berendam dalam bahtub, dengan aroma terapi, ia menikmati sensasi mandi lebih rilex, hampir satu jam ia berada di kamar mandi, Za hampir larut tertidur dalam bathub.


Suara suaminya menyadarkanya, dan ia keluar dari bathub lalu membilas tubuh moleknya dengan air shower.


Tubuh wangi dan segar itu keluar dari kamar mandi, menggunakan daster merah lengan setali motif flora.


Za kelihatan imut, dengan rambut dicepol tinggi.


"Kapal Shaka..kalau lupa dibawa bisa ngamuk bocah itu"guman Za.


"Bang...Za ke lobi dulu ambil main Shaka"Za berbisik lembut ditelinga suaminya yang ikut terlelap ketika ngeloni Shaka.


"eehhmm..."


Za keluar dari kamar hotel, saat menunggu lift, begitu pintu terbuka Za bergegas masuk tanpa melihat siapa yang berada di dalam lift.


Senyum mereka lelaki itu, melihat wanita tercinta berada di dalam lift dengannya dan hanya berdua.

__ADS_1


Za terkejut ketika menyadari pelukan hangat dari tangan kokoh yang melingkar dipinggangnya.


"Kita bicara dulu sayang"jari Vero cepat menekan tombol lift latai teratas.


"Pak...Za mohon"Za menangkupkan kedua tangannya.


"Sebentar saja sayang..ku mohon"sura Vero terdengar mengiba.


"Tolong cintaku..sekali ini saja"


Za akhirnya menurut, Vero menelisik wanita yang memunggunginya, kulit Za yang putih mulus dengan gaun merah bermotif floral selutut, ditambal sandal jepit dan rambut dicepol tinggi, sungguh mengetarkan hati Vero, ia ingin membawa Za ke ranjang dan membuatnya mend**** sepanjang malam.


"Kau cantik sekali sayangku"Vero tersenyum tipis menatap Za, begitu mereka sudah berada di lantai atas gedung, yang merupakan tempat nge-gym dengan taman yang asri.


"Bapak hanya mau bilang itu"ketus Za.


"Sayangku..aku tak sanggup berpisah denganmu, selama ini aku menunggu kepastianmu..tapi kau tanpa bicara apapun, meninggalkan aku"keluh Vero dengan mata berkaca-kaca.


Sungguh ia sedih..menderita menunggu Za, hingga diharuskan melupakan wanita yang ia cintai.


Hati Za bergetar melihat titik bening di ujung mata Vero, ia berpaling dari tatapan kecewa itu, hingga tiba-tiba lelaki itu menariknya dalam dekapanya.


"Jangan tinggalkan aku sayangku, aku rela jadi yang ke dua untukmu..ku mohon"ratap Vero bergetar.


Za mengurai pelukannya, perlahan ibu jarinya menghapus airmata Vero.


"Jangan menangis ..tid..eemm"


Za tak sanggup meneruskan ucapannya, Vero sudah melahap b**** begitu lembut penuh cinta dan rindu.


Lidah lelaki itu langsung melesat, menyapa semua yang ia rindukan, pagutan yang memabukan hingga Za tersihir, ia hanyut dalam kerinduan sang dosen.


Za mend**** ketika Vero Menghi*** lembut pengunungannya.


Mata mereka saling menatap sayu, namun pagutan itu semakin berhas***.


"Cintaku.."bisik Vero lembut mengetarkan perasaan yang pernah terkubur dihati wanita cantik itu.


"Mama..."


Afdi sempurna sebagai suami???


Sabar..iya.


Baik..iya.


Tampan..iya.


Apa yang kurang hayoo..hingga istrinya, masih serong kanan..serong kiri, sebagai suami harus tau ini


Yuuk kasih vote, likeπŸ‘πŸ‘πŸ‘ dan comen yang banyak😘😘😘.


Aku tau entar pada menghujat Za, itu Za yang labil bukan Author...🀭🀭🀭

__ADS_1


Cerita tentang Fai sudah up, dijamin seru, dan Author minta dukungannya, like πŸ‘πŸ‘πŸ‘dan comennya😘😘😘.



__ADS_2