NAFSU

NAFSU
Pesan dari Suami


__ADS_3

Warning!!!


Buat anak-anak di bawah umur 21 ke bawah DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau baca😜


***


Lena meneteskan airmata,"Aku harus memilih"


"Aku tunggu kehadiranmu besok sayang..istirahatlah..agar besok tubuhmu fit saat berangkat"ucapan Lena membuat Eric tersenyum senang.


"Terima kasih perhatiannya..calon istri"kekeh Eric yang menular pada Lena yang terkekeh karna ucapan lelakinya.


"Love you honey.."


"Love you too sayang"


Lena duduk bersandar di kepala ranjang, kembali ia teringat ucapan Fai.


"Sayangku..jangan begitu, aku tak mau memanfaatkanmu..kau gadis baik-baik"


Lena tersenyum kecut mengingat ucapan Fai,"Perasaan cinta membuatku jauh dari ucapan gadis baik-baik"


Lena berusaha memejamkan matanya, namun sulit baginya untuk dapat tertidur, pikirannya terus mengingat kebersamaan dengan Fai,"Semua sudah berakhir..ternyata ada gadis baik-baik baginya".


Lena turun dari ranjang menuju sofa di pojok dalam kamarnya, ia mengambil laptopnya dan mengetik sesuatu, setelahnya Lena menganti pakaiannya dan mengambil kunci mobil dan koper miliknya.


Di sisi lain Fai sudah sampai di kediaman Clara, wanita cantik itu tersenyum senang menyambut kekasihnya.Fai memberi kecupan di kening Clara.


"Ko sepi yank..om dan tante mana?"Fai menelisik keadaan rumah megah milik orangtua Clara.


"Papa dan mama ke luar negeri kak..ada urusan bisnis, kakak temeni Cla..kangen banget tau"Clara memeluk lengan Fai dan menariknya menuju kamarnya di lantai dua.


Fai menurut saja dan ikut masuk ke dalam kamar Cla, Fai mendudukan bokongnya di sofa kamar, dengan manja Clara duduk dipangkuan Fai, tangannya di kalungkan di leher kekasihnya.


Fai hanya diam menatap Clara, membuat wanita cantik itu cemberut.


"Kakak nggak kangen Cla deh.."


"Kangen sayang...makanya aku bela-belain datang walaupun baru sampai dan sekarang masih sangat capek"jelas Fai, membuat Clara tersenyum.


Entah mengapa Fai merasa tak bergairah dengan sikap Clara, padahal jika yang duduk dipangkuannya adalah Lena, Fai pasti sudah bertingkah mesum.


"Siiittt kenapa aku teringat wanita perajuk itu"guman Fai tersenyum.


"Kakak mikirin apa ..koq senyum-senyum gitu"selidik Clara.


"Tidak sayang..hanya melihat tingkah lucumu saja"bohong Fai membuat Clara tersipu.

__ADS_1


"Ayoo tidurlah..aku akan pulang setelah kau tidur"tinta Fai namun Clara terlihat tak suka.


"Kakak ..katanya mau nemani Cla, koq mau pulang saja" kesal Clara.


"Sayang bukan begitu..nggak enaklah sama orang rumah kalau aku bermalam di sini sedang orangtuamu tidak ada"


"Baiklah kakak boleh pulang..tapi setelah kita melakukan itu"Clara berucap malu-malu.


"Sayang bukan aku ta..."Fai terkejut ketika Cla sudah meraup b****nya dengan rakus, dan memaksa memasukan li***nya ke dalam rongga mulut Fai, lelaki itu hanya diam memejamkan matanya, entah mengapa Fai memikirkan Lena saat ini.


Cla sudah tak bisa menahan hasratnya, setelah berusaha membangunkan milik Fai, ia membenamkan ke miliknya, Cla yang duduk di pangkuan Fai dengan dua pahenya berada dikanan kiri pinggang Fai yang terlihat santai menerima perlakuan Clara.


Cla terus mend****, ia meraih dua tangan Fai dan di arahkan ke cupnya, Fai meremasnya kasar.


Clara menyandarkan kepalanya di bahu Fai, ia masih mengatur ritme nafasnya yang tak beraturan.


"Tidurlah..aku pulang sekarang"Fai menurunkan Clara dari pangkuannya, dan membetulkan resleting celananya.


Wajah Clara memerah, ia merasa malu atas sikapnya yang begitu agresif, namun ia tak bisa menahan hasratnya untuk bercinta, Clara pun merasa sakti hati atas sikap Fai yang merendahkan dirinya seperti itu.


Fai melajukan mobilnya menuju apartemen Lena, namun ia sangat kecewa mengetahui wanita itu tak ada di apartemennya.


"Kemana wanita perajuk itu?"


Fai menghempaskan tubuhnya di ranjang milik Lena, aroma wangi Lena membuatnya tenang dan akhirnya membawanya lelaki tampan itu ke dalam mimpi.


-


Lelaki itu terlihat sangat menakutkan ketika di kantor, membuat para karyawannya tak berani bertemu muka bahkan berselisihan jalan dengan bosnya yang lagi bad mood itu.


Di sisi lain Lena telah syah menjadi istri Eric tiga hari lalu, Eric yang sudah jatuh cinta pada Lena tak mau mengulur waktu untuk meminang gadis pujaannya.


Dan saat ini mereka sedang menikmati bulan madu di Bali, Eric begitu memanjakan istrinya dan membuat Lena merasa terharu.


"Aku akan berusaha mencintamu suamiku"batin Lena mantap.


"Honey..berhentilah bekerja, gimana kau mau tinggal di sana atau kita beli rumah di sini"Eric memeluk mesra tubuh istrinya.


"Sayang.. biarkan aku bekerja dulu ya, nanti kalau aku hamil ..aku janji akan berhenti bekerja, dan untuk tempat tinggal aku akan ikut kemanapun suamiku membawaku"ucapan Lena sukses membuat Eric melambung, lelaki itu merasa sangat bahagia.


"Aku makin cinta padamu honey.."Eric memberi lu***an kecil dibibir mengoda istrinya.


"Honey besok kita kembali..hari ini aku ingin kita beraktivitas di kamar saja"Eric tersenyum mesum sembari mengedipkan matanya..Lena tergelak mendengar ucapan suaminya.


Hari ini Lena telah kembali dari cutinya, ia sudah berada di kantor menyusun jadwal bosnya seperti biasa.


"Len..sepertinya ada yang beda dari lu?"Sari teman sekantornya memandangnya dengan lekat.

__ADS_1


"Apanya yang beda..?"


"Aura wajahmu bersinar gitu..senang banget yang baru liburan, kamu nggak tau saja bos uring-uringan dan wajahnya seperti macan waktu kamu cuti"jelas Sari yang membuat Lena tertawa.


"Ada-ada saja kamu Ri"Lena meninggalkan rekannya itu menuju ruangan bosnya untuk memberikan jadwal kegiatannya selama seminggu ke depan.


"Masuk...!!!"Lena membuka pintu ruangan Ceo dan melangkah masuk menuju meja bosnya yang menatapnya dengan tajam.


"Sepertinya ia sangat bahagia menikmati cutinya..sampai wajahnya berseri-seri begitu"kesal Fai dalam hati.


"Ini jadwal kegiatan bapak dalam seminggu"Lena meletakan map itu di meja Fai dan segera pamit kembali ke ruangannya.


"Tetap ditempatmu..kemana saja kau seminggu ini?"suara Fai meninggi namun Lena tak menghirau..sudah biasa baginya, jika bosnya sedang bad mood.


"Saya cuti..dan sudah di setujui oleh kantor, jika tak ada lagi keperluan saya permisi pak" Lena bergegas meninggalkan ruangan Fai.


"Dia kembali menghindariku..ok sayang aku tak akan mengampunimu nanti malam"senyum Fai licik.


Lena mendudukan bokongnya dikursinya, jantungnya masih berdetak, ia merasakan tubuhnya mengigil dan kepalanya yang tiba-tiba terasa pusing.


"Kenapa aku takut sekali dengan lelaki itu..dulu aku tak pernah setakut ini jika bersamanya" guman Lena dalam hati.


Lena mencoba bangkit untuk mengambil air minum, namun sakit kepalanya membuatnya kembali mendudukkan bokongnya di kursi.


"Lena kau kenapa..wajahmu pucat sekali"suara Sari membuat Lena kesal.


"Bisakah tidak berteriak Ri.."Sari terkekeh mendengar ucapan Lena.


"Kau ke dokter saja Lena..nanti aku bicara sama bos jika ia mencarimu."


Lena menggeleng.."Emang kantor nenekku izin-izin melulu"guman Lena yang membuat Sari terkekeh.


"Aku nggak apa Ri..sepertinya karena belum sarapan saja"


Sari menggeleng dan membuka tasnya, ia menyerahkan kota bekalnya pada Lena.


"Lu makan saja bekal aku ya..tapi lu bayar lima puluh ribu" Sari mengedipkan matanya membuat Lena jengah.


"Dasar lu..kayak enak saja masakan lu semahal itu"Lena tetap menerima bekal Sari dan menghabiskan tanpa sisa.


"Lu lapar..apa rakus sih Len..cepet banget habisnya"Mereka tertawa setelah saling menatap.


Tak lama hape Lena berbunyi menandakan ada pesan masuk, Lena tersenyum membaca pesan dari suaminya yang mengabarkan sudah sampai di Kota Beijing dan berkata sudah merindukannya.


Sari yang mengamati perubahan wajah Lena menjadi kepo.


"Pesan dari siapa..kekasih ya?..wajah lu langsung seneng gitu"

__ADS_1


"Mau tau saja.."Lena memasukan hapenya ke dalam saku tas kerjanya.


Yuuuk bagi like👍👍👍 dan comen yang banyaaak😘😘😘, jangan pelit bagi Vote..nih Jum'at pas banget kalau mau berbagi🤭🤭🤭


__ADS_2