
Warning!!!
Buat anak-anak di bawah umur 21 ke bawah DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau bacaπ
***
Za terjebak diantara dua hati, dan wanita labil itu sampai saat ini belum tau pilihan hatinya, ia hanya mengikuti na*** dan hatinya saja.
Sifat Za bagai air di daun talas.
Di sisi lain kehidupan rumah tangga Fahd dan Kanti yang belum dikaruniai keturunan, tak menganggu hubungan pernikahan mereka.
Bagi mereka anak adalah amanah dari Allah, jika belum diberi berpikirlah positif pada Nya..bisa jadi kita diberi waktu untuk bisa lebih dekat dengan pasangan kita.
Disisi lain Fai yang menjalani pernikahan dengan Clara dan sudah dikarunia putri cantik yang usianya belum 1 tahun, lelaki tampan itu terlihat tidak bahagia.
Diikat tali pernikahan, bukan malah dekat namun justru membuat Fai jauh dari istri syahnya.
Lelaki tampan itu selalu meratapi kepergian Lena, saat sekertarisnya itu pergi, ia baru merasa perasaannya, ia kehilangan.. Fai sudah berusaha mencari wanita yang membawa setengah bagian dari hidupnya. namun Lena bagai raib ditelan bumi.
Saat ini Clara sedang menikmati liburannya dengan Franki ke Bali, putrinya yang belum setahun, dijaga oleh baby sisternya.
Franki yang memang mencintainya, selalu menuruti kemauan wanitanya dan itu yang membuat Clara tak peduli dengan sikap dingin Fai.
"Sayang apakah kau tak berniat berpisah dari Fai?"pertanyaan Franki membuat Clara berpikir.
"Aku ingin ia membayar sikap angkuhnya yang menyakitiku, lelaki sombong yang menganggap dirinya sangat dibutuhkan"guman Cla lirih.
"Apa kau tak ingin kita hidup bersama dengan putri kita"pinta Franki seperti memohon.
"Bukankah kita sudah hidup bersama, dalam satu rumah dan bahkan satu kamar"Cla menoel hidung lelakinya dengan sikap mengoda.
"Aku ingin menikahimu..dan membahagiakanmu dan putri kita"
Clara terdiam mendengar ucapan Franki, ia pun ingin seperti itu, tapi bagaimana dengan papanya, apakah akan menyetujui jika ia menikah dengan sopirnya, ia takut papa nya justru memisahkannya dengan Franki jika tau hubungan mereka.
"Sabar sayang..aku harus membuat orangtuaku menerimamu dulu"jelas Cla sembari mengelus rahang kokoh Franki.
-
__ADS_1
Kelahiran baby Za tinggal menunggu hari, perkiraan dokter minggu depan ia akan melahirkan.
Namun wanita cantik itu sedari pagi sudah merasakan sakit di perutnya, ia mencoba berjalan diseputaran rumah dengan bundanya, mengatur nafas seperti pesan dokter Sri.
"Bun sakitnya terasa lagi, lihat nih kenceng banget rasanya"Za mengelus bagian perutnya yang mengencang dengan wajah meringis, sepertinya jagoannya itu sudah ingin keluar.
"Kita ke rumah sakit saja ya, bunda menyiapkan keperluan yang dibawa ke rumah sakit, ayo sayang..hubungi suamimu untuk mengantar kita"Hana menuntun putrinya untuk ke ruang tengah.
Beberapa jam kemudian mereka sudah berada di rumah sakit, Pak David ikut juga walau saat ini kesehatannya sedang tidak baik.
Di dalam ruangan dokter Sri, Za di periksa,"Masih pembukaan 3..nona Khanza bisa berjalan-jalan di taman depan ditemani bundanya..biar pembukaan cepat"saran dokter Sri.
Dan benar saja tidak sampai 1 jam, Za merasakan ada cairan yang merembes di pahanya.
Afdi menemani Za di ruang bersalin, lelaki itu terus memberi semangat pada istrinya, sedang di luar ruangan, nampak Hana dan Sumi duduk berdampingan di kursi tunggu, mereka tak berhenti berdoa, semoga bayinya segera lahir, Sumi dan Badi menyusul ke rumah sakit setelah Afdi mengatakan akan mengantar istrinya yang sepertinya akan melahirkan.
Begitu mendengar suara tangis bayi mereka reflek berpelukanan, Pak David dan Badi tersenyum melihat kelakuan dua wanita di depannya.
Saat ini Za sudah dibawa ke ruang perawatan, wanita itu terlihat lemah, ia melahirkan dengan cara normal sesuai keinginannya sejak awal.
Suaminya masih diruang bayi untuk mengazani putranya, dan tak berapa lama Afdi datang dengan perawat yang mendorong box bayi.
Bayi tampan yang wajahnya mirip tuan Nathan, dengan panjang 52 cm dan bobot 3,6 kg, itu nampak mengisap bibirnya yang merah.
Mulut kecil itu mulai mencari-cari sumber kehidupannya, dan haaap
mulut kecilnya mulai menyesuaikan ****** maminya.
Za meringis ketika jagoannya menghisap air susunya, terasa perih awalnya namun hatinya diliputi perasaan sangat bahagia, hingga rasa perih itu tak ada artinya.
Afdi terharu melihat jagoanya yang begitu semangat menyusu, ada perasaan bahagia melihat jagoannya yang sudah terlahir ke dunia.
"Siapa nama cucu opa ini"Pak David menatap putrinya, Hana sontak memandang suaminya.
"Shaka Alfatih.."ucap Afdi menatap istrinya dengan tatapan lembut.
"Nama yang bagus nak..."Hana dan Sumi tertawa bersama mendengar ucapan suami mereka yang kompak.
"Panggilannya Shaka ya.."ucap Hana mengelus pipi bayi Shaka yang sudah pulas tertidur.
__ADS_1
Hana memindahkan bayi Shaka ke boxnya, dan suster membawanya kembali ke ruang bayi.
-
Ditempat lain di negara China, seorang wanita cantik sedang menyuapi dua jagoannya yang tampan, wajah mereka berdua mirip dengan maminya, balita berusia 17 bulan itu sudah bisa berjalan dan ngoceh nggak jelas.
"Hallo anak-anak papi" Eric masuk ke rumah mengejutkan mereka, melihat siapa yang datang mereka berebut minta gendong pada papinya.
Eric berjongkok dengan dua tangan membuka lebar, dua malaikat kecil itu sudah berada digendongan papinya, tawa mereka membuat Lena tersenyum.
"Sayang papi masih capek..ayo kita makan lagi"Lena membujuk kedua putera nya untuk menghabiskan makanannya, namun dua bocah tampan itu malah menutup mulut dengan tangan kecil mereka.
Lena dan Eric tersenyum melihat kelakuan anak-anak mereka.
Akhirnya Eric lah yang turun tangan menyuapi mereka.
"Anak pintar.."Eric mengacungkan jempolnya, begitu makanan dua anaknya habis.
"Papi mandi dulu ya, kalian main dengan mami"dua bocah itu menurut.
Lena menyerahkan dua jagoannya pada baby sister, setelahnyaia menyusul suaminya menuju kamar mereka.
Eric tersenyum ketika Lena membantu membuka dasi dan pakaiannya.
"Sayang mandikan aku"bisik Eric lembut di telinga istrinya.
"Aku sudah mandi sayang..mandilah aku akan menyiapkan pakaianmu"elak Lena karena ia tau modus suaminya.
"Sayang .."Eric menampakkan wajah melasnya.
"Nanti malam saja ya..aku tak mau nanggung dirusui oleh dua jagoanmu"Lena tertawa mengingat kelakuan dua jagoannya, Eric memberi kecupan singkat kemudian
bergegas masuk ke kamar mandi.
Lena tersenyum melihat suaminya, ia menuju lemari pakaian dan menyiapkan baju ganti untuk suaminya.
Lena mecoba melupakan lelaki yang ia cintai, saat ini ia berusaha focus dengan keluarga kecilnya.
Apa lagi ia mendengar jika Fai sudah menikahi kekasihnya dan mereka memiliki seorang putri.
__ADS_1
"Aku akan menjaga kenangan terindah darimu dan mengubur kisah kita" guman Lena dalam hati.
Yuuk kasih like πππ dan comen yang banyakπππ