NAFSU

NAFSU
season 2#Mengunjungi Si Sulung


__ADS_3

Tepat masuk waktu dzuhur salah satu ustad melakukan adzan di warung itu, membuat Reni menjerit-jerit kesakitan, tubuhnya berguling-guling di lantai dengan bibirnya yang tak henti memaki...


Suara jeritan dan makian itu terdengar diseputaran warung yang lain, para buruh dan karyawan yang mendengar suara Reni,berlari menuju asal suara.


"Astaghfirullahaladzim.....!!!" suara teriak di luar warung meyaksikan apa yang mereka lihat.


Wanita tua itu terus berguling-guling kesakitan, yang menyaksikan kejadian itu bertanya-tanya, "Siapa wanita tua itu?"


Tubuh Diang Ami terkulai lemas, hingga seorang Ustad mendekatinya dan meminumkan air dalam botol plastik ke mulut Diang Ami, wanita tua itu meraung dan menjerit kesakitan.


Matanya terlihat memutih dengan tubuh yang berputar 360ยฐ, rambut wanita itu awut-awutan, kulitnya yang semula mulus berubah kisut dan wajah cantiknya berubah keriput.


"Siapa wanita itu..apakah dia siluman?"bisik-bisik di luar warung semakin ramai.


Di dalam warung 3 lelaki lain masih tak berhenti dengan doa-doa yang harus mereka baca sesuai petunjuk ustad.


Di sisi lain, makhluk tak kasat mata hadir, namun ia tak mampu menerobos masuk dalam warung, ia hanya menatap nanar kejadian dalam warung itu, tanpa bisa menolong istrinya.


Tubuhnya ikut kepanasan mendengar jeritan istrinya, ia merasakan terbakar, ia merasuki salah seorang buruh yang ada diluar warung.


Suara heboh orang di luar warung membuat salah seorang ustad keluar dan bersiap.


"Wanita ini bisa ku atasi, kalian bantu Ustad Hadi!"pinta Pak Ustad.


Pak David dan Badi menuju lelaki yang pingsan, dan membawanya masuk dalam warung.


lelaki itu tersadar, ia bersikeras lari dari daerah warung, tubuhnya sangat kepanasan seperti terbakar.


Namun naas, tasbih Ustad Hadi sudah dikalungkan dilehernya, lelaki itu menjerit kepanasan.


Pak David dan Badi membantu mendudukkan lelaki yang kesurupan itu, Ustad Hadi duduk di belakang lelaki yang kesurupan.


Entah doa apa yang dibacanya, lelaki itu dengan suara mengelegar meminta ampun.


"Sungguh kau tobat..tak akan menganggu manusia lagi"Ustad Hadi berucap tegas, dan lelaki itu mengiyakan dengan sorot mata merah yang menakutkan.


"Baiklah aku ampuni, masuklah ke dalam botol ini!"Ustad Hadi membuka tutup botol yang dipegangnya.


"Tidak biar aku kembali ke alamku"tolak lelaki itu.


"Masuklah atau kau akan musnah karena hawa panas yang kau rasakan ini, kau akan merasa dingin dalam botol ini"bujuk Ustad Hadi.

__ADS_1


Alhamdulillah bujukan Ustad Hadi berhasil, sosok hitam besar itu masuk laksana uap dalam botol dan Ustad Hadi segera menutupnya rapat.


Lelaki yang kesurupan itu kembali pingsan, Pak David menyuruh 2 orang yang berada di luar warung untuk membawa lelaki itu ke ruang kesehatan di kantor.


Diang Ami masih tak sadarkan diri, tubuhnya tuanya terlihat rapuh.


"Apa yang kita lakukan pada wanita ini, ia bisa berbuat aneh jika dibiarkan tinggal di Desa Boru, jika kita membawanya ke kantor polisi sebagai tersangka kematian Fajar, apa polisi akan percaya" ucap Pak David pada Pak Ustad.


"Biarlah ia tinggal di dalam rumah ibadah, kami akan mengawasinya, makhluk gaib tak akan berani mendatanginya karena kami akan memberi tanda pada wanita ini"ucap Pak Ustad.


Pak David akhirnya mempercayakan Diang Ami pada Pak Ustad, dan benar-benar memohon agar wanita itu tak lagi mencari korban selanjutnya.


Setelah Diang Ami di bawa ke rumah ibadah, para karyawan dan buruh mulai dengan kesimpulannya.


"Jadi Reni itu siluman yang berubah sangat cantik untuk mencari mangsa, dan mangsanya laki-laki muda"


"Ngerinya yaa..sudah tua begitu ternyata.."


"Tuh makan ..wajah cantik..ternyata nenek-nenek"


"Kasihan ya pak Fajar..ganteng gitu matinya sama siluman nenek-nenek"


-


20 Tahun kemudian


Seorang wanita yang masih cantik tersenyum melihat lelaki tua yang masih menyisakan ketampanan dan duduk di sampingnya, di belakang kemudi mobil sedan BMW.


"Kenapa senyum-senyum sayangku"


Pak David melirik istrinya yang dilihatnya begitu bahagia.


"Apa Hana tak boleh tersenyum?, suami tuaku yang gagah"kekehnya menatap wajah suaminya.


"Hana tidak menyangka saja, diusia mas yang sudah 63 tahun...masih sanggup bawa mobil sendiri"puji istrinya sembari mengelus pundak suaminya lembut.


Pak David terkekeh ia sangat bahagia, di masa tuanya masih ditemani istri setia bersama ketiga putra- putrinya.


Ya setahun setelah Diang Ami, berhasil lepas dari sosok suami gaibnya, Hana kembali hamil dan sembilan bulan kemudian ia melahirkan putri cantik, namun tetap saja gen David Nathan lebih kuat, Fadhila Khanza Putri Nathan merupakan duplikat David Nathan versi wanita, gadis cantik yang baru berusia 18 tahun itu merupakan kesayangan dari keluarga Nathan.


Sedang sang putra sulung Fahd, tumbuh menjadi lelaki tampan dengan sifatnya yang tenang, dan terkesan acuh, sekarang ia telah menjadi seorang Ceo di PT SR.

__ADS_1


PT SR semakin maju pesat dengan banyak memiliki cabang perkebunan dan pengolahan minyak sawit atau CPO di beberapa daerah.


Faiz adik dari Fahd yang tampilannya selalu digilai wanita, badboy julukan yang diberikan untuknya, tampilannya selalu cuek dan cool, ia yang begitu lulus SMP berpisah dari orangtuanya ikut dengan eyang dan Uthinya sekolah di kota dan melanjutkan kuliahnya di luar negeri membuat kesenjangan dari tampilan si kembar.


Oh ya nama Desa Boru hanya tinggal kenangan, desa itu sudah menjadi kota kabupaten setelah adanya pemekaran daerah, tidak ada lagi istilah desa tertinggal atau terisolasi.


Dan kedua orangtua David Nathan telah tiada begitu juga dengan orangtua Hana.


"Kau tak boleh meragukan kemampuan suami tuamu ini sayangku, aku bahkan masih bisa membuatmu menjerit..."kekehnya dengan mata genit memandang istrinya.


"Ingat umur sayangku, sudah tak pantas..genit begitu..malu sama Fahd"ejek istrinya.


"Oh sayangku..jika aku tak genit pada istriku, aku justru takut kau meninggalkanku"wajah Pak David nampak memelas.


Hana tertawa melihat tampang suaminya, memang sih ..ia kadang merasa kasihan jika orang mengira suaminya adalah orangtuanya, namun wanita itu bisa mematahkan tanggapan orang, begitu ia tanpa malu bersikap mesra pada suaminya.


Mobil sedan itu memasuki sebuah rumah kebun yang didominasi kayu ulin, nampak bangunan awal tak berubah, hanya disampingnya ada bangunan baru yang lebih besar.


Di rumah inilah si sulung tinggal sendiri, hanya ditemani pelayan dan pekerja, lelaki tampan itu lebih suka kehidupan perkebunan dibanding adik kembarnya, yang sangat betah tinggal di kota yang penuh dengan gedung tinggi menjulang dan suara bising lalu lintas jalan.


"Ayah..bunda, kenapa tak beritahu abang jika ingin kemari, abang kan bisa jemput .. ayah berhentilah membawa mobil sendiri..abang khawatir" ucap Fahd beruntun sembari memeluk orangtuanya bergantian.


"Kau lebih senang ayahmu ini diam di rumah tanpa melakukan apa-apa? .. ayolah jagoan... ayahmu ini masih sanggup melakukan perjalanan sampai tempat Faiz"elak Pak David.


"Tidak..aku tak mengizinkan, bun..jika ingin menengok Faiz..tolong hubungi abang"pinta Fahd dengan wajah kesal menatap ayahnya.


Lelaki tua itu terkekeh, ia tau rasa sayang putranya pada orangtua begitu besar, ia bangga dengan sikap Fahd yang dapat mejadi contoh baik bagi ke dua adiknya.


Mereka bertiga menuju teras belakang, tempat favorit bagi Hana dan Pak David, meyaksikan pekerja yang memanen atau mengepak buah segar, untuk disalurkan ke kota dan daerah lain.


"Sayang..bunda dan ayah sudah tua, kapan kau akan membawa menantu untuk kami"Hana berucap sendu dan diangguki oleh Pak David.


Fahd menatap orangtuanya, ia memang sudah memiliki tambatan hati, namun sampai sekarang ia belum berani mengutarakan pada gadis tersebut,"Apakah sekarang saatnya?"gumannya dalam hati.


"Kenapa kau malah melamun sayang?"Hana menatap putra sulungnya dengan sayang.


"Bunda doakan ya..secepatnya abang akan membawa mantu untuk bunda" Fahd tersenyum lembut pada wanita yang masih sangat cantik itu.


Selamat membaca ceritaku, sebenarnya ini season 2 yaa..tapi aku gabung az dalam satu cerita, semoga kalian suka dan terhibur.


Jangan lupa like dan comen๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2