NAFSU

NAFSU
Akhirnya dihalalkan


__ADS_3

Hana heran melihat mas Danu yang tubuhnya berkeringat dengan kaos singlet kotor tanah dan daun kering, dan anehnya lagi mas Danu tampak pucat.


" ada apa mas" Hana bertanya dengan mencekal lengan Danu


"Han aku tadi..." , Danu tersadar atas perbuatannya, jika Hana tau bagaimana, dia pasti akan menjauhiku", cemas Danu.


Hana mengambil air putih dan meyerahkan pada Danu." mas minum dulu biar tenang", ucap Hana pelan


Hana melihat mata mas Danu seperti cemas, ia mengelus pundak lelaki yang selalu melindunginya, Danu menitikan air mata, Hana yang melihatnya merasa iba dipeluknya tubuh mas Danu, dan diusap-usapnya pelan punggung lelaki yang masih shock itu.


" sudah g usah dipikir dulu..sudah tidak apa-apa..istifar mas", kalimat itu diulang-ulang Hana untuk menenangkan Danu, dengan lafal yang pelan mas Danu mengucapkan istifar dan sedikit membuatnya tenang, ia melonggarkan pelukannya, dipandanginya wajah Hana.


Degg...


"Aku masih bisa menahan diri pada Hana, padahal Hana wanita yang kucintai dan posisi kami begitu dekat sampai aku bisa merasakan lembutnya kembarannya", batin Danu.


Hana masih mengelus punggung Danu pelan hingga Danu menatapnya dalam, Hana heran mengamati sikap Danu.


" apa yang dilihatnya?..kenapa sikap mas Danu begini aneh..?",batin Hana


" pelukan Hana terasa berbobot, aku merasakan raganya memelukku, tapi..wanita itu terasa begitu ringan..aku seperti tak memeluknya..wanita ii..iitu.. Astagfirullah..jangan bilang kalau ia penghuni kali", tubuh Danu mengigil dan pelukannya pada Hana kembali mengerat.


" mas...", ucapan lembut Hana yang merasa kasihan pada lelaki didepannya yang berkeringat dingin, "mas Danu pasti melihat sesuatu di kali tadi hingga ia ketakutan begini" batin Hana.


Hana tak tau lagi bagaimana menenangkan lelaki didepannya ini, tak sadar ia tangkup wajah lelaki yang sedang ketakutan itu dengan dua tangannya perlahan bibirnya menyentuh kening mas Danu lama dan tenang..Danu terperanjat perasaannya menjadi hangat, ia merasakan Hana yang menghawatirkannya.


Danu meresapi kelembutan dari bibir Hana dikeningnya," aku merasakan volume bibir Hana dikeningku, tapi tidak dengan wanita itu...


Sentuhannya seperti kapas..ringan..namun aku merasa bernafsu", kembali terjadi pertentangan batin dalam hati lelaki tampan itu.


Danu ingin membedakan dengan cara yang sama..apakah rasanya sama...???


Perlahan Danu melepas kecupan dikeningnya dari bibir Hana, membuat wajah gadiis itu merona malu, namun ia terperanjat ketika bibir Danu sudah menempel dibibirnya, hangat dan terasa ketika aku menl****nya lembut", guman Danu dalam hati dan segera melepaskan tautan bibirnya.

__ADS_1


" maaf sayang", Danu memdekap tubuh Hana erat, ada keyakinan disana.


Hana tersipu mendengar kata sayang dari mas Danu, ada desiran hangat dihatinya.


Akhirnya setelah merasa tenang Danu bercerita pada Hana, walau tidak semuanya ia ceritakan, ia malu jika Hana tau, Hana yang menanggapi dan yakin jika itu bukan manusia.itu penunggu kali, memang penduduk disini berkulit putih dengan mata sedikit sipit, apalagi wanitanya kulitnya putih susu dan mulus, begitu yang ia lihat ketika dipasar.


-


Hana membersihkan piring kotor dari sisa makan malamnya, ia membiasakan dapur bersih sebelum tidur karena menurut ibu sisa makanan yang kita biarkan di tempat cucian bisa menjadi santapan makhluk gaib, jadi jangan salahkan kucing ya jika sisa makanan berhambur..hehehe


Hana sudah berada dikamarnya bersiap-siap untuk tidur, ia melihat pintu dibuka perlahan, nampak mas Danu berdiri didepan pintu, lelaki itu masuk membawa bantal..Hana bingung melihat kelakuan Danu yang tidak biasa.


" mas mau apa..?", tanyanya lirih


" Han mas tidur sini ya, janji g macam-macam, perasaan mas g enak az", jelas Danu.


Hana berpikir, mungkin mas Danu masih trauma dengan kejadian dikali itu, hingga akhirnya Hana mengganguk.


Hana tidur dipojok kanan dan mas Danu dipojok kiri, mereka belum tertidur, Hana merasakan debaran jantungnya yang begitu kencang, ia tak memungkirai rasa sukanya pada mas Danu, lelaki yang selalu ada untuknya dan rela melakukan apa saja permintaannya, ada senyum bahagia dihati gadis cantik itu, dan hal itu membuat sosok lain merasa murka.


" Han...mas bicara serius, kita nikah yuuk, biar lebih afdol tidur berduanya", ucapan Danu membuat Hana tersipu dan itu membuat sosok lain yang mengawasi mereka memanas kepalanya seperti kukusan.


Danu merasakan tiba-tiba wajahnya seperti ditiup, sedang posisi Hana agak jauh darinya dan gadis itupun tak menghadap dirinya, pandangan gadis itu ke arah plafon.


Danu sontak terkejut, ia celingukan mengamati kamar Hana.


Berbeda dengan Hana yang bibirnya seakan kelu untuk menjawab iya, ia seperti sedang dibekap dan nafasnya seakan sesak, Danu yang melihat dada Hana bergetar aneh, sontak mendekat, dielusnya pundak Hana.


" istifar sayang..", bisiknya ditelinga Hana.


Danu merasa ada makhluk lain diruangan ini, buktinya wajahnya tadi ditiup.


Hana mendengar samar-samar suara Danu yang menyebut istifar, gadis itu mengikuti ucapan Danu ditelinganya..dan tiba-tiba ia melihat sosok besar dihadapannya dengan mata merah, hingga akhirnya menghilang.

__ADS_1


Hana mendekap Danu erat, tubuhnya bergetar dengan keringat dingin mengucur seperti biji jagung.


Danu memeluk Hana erat, posisi mereka sekarang membujur dari kasur, Danu dan Hana melafal ayat***** sampai suasana tenang kembali.


" Han..mas besok akan bicara sama pak Abdul, kita cari penghulu kampung dulu ya buat nikahkan kita secara siri dulu, biar posisi kita aman", ucapan Danu dibalas anggukan oleh Hana.


Bukan mempermainkan pernikahan, Danu punyai niat menikahi Hana secara resmi namun situasi ini terasa mendesak, dan Hana menerima pendapat mas Danu yang ia rasa ada benarnya.


Hana dan mas Danu akan menghubungi bapak lewat telepon, pembicaraan akan direkam untuk bukti pada penghulu nanti, itupun mereka harus keluar dari desa menuju kota kecamatan untuk mendapatkan sinyal.


-


Hari berganti pagi, mas Danu sudah rapi dengan kaos dan celana levis biru dongker, ia menuju rumah Pak Abdul di dampingi Pak Maman yang sebelumnya ia datangi terlebih dahulu, Hana masih dirumah mbak Titin, mereka ngobrol kejadian semalam, mbak Titin antusias mendengarkan, ia juga pernah mengalami hal itu...dan mbak Titin juga bercerita bahwa mas Agus pernah juga bertemu wanita cantik dikali, tapi mas Agus lari ngibrit meninggalkan wanita itu begitu melihat wanita itu melepaskan telasannya dan berjalan mengambang di kali.


Mas Danu sudah berbicara pada pak Abdul dan pak Maman, mereka mendukung niat baik Danu, dan nanti malam Pak Abdul akan membawa penghulu ke rumahnya untuk pernikahan siri Danu dan Hana, saat ini Danu disuruh ke kota kecamatan untuk menghubungi orangtua Hana, guna menyerahkan perwalian pada penghulu.


-


Malam selepas magrib Danu mengucapkan ijab qobul, suasana yang tadinya hening tiba-tiba menjadi mencekam begitu angin kencang dan suara gemuruh pepohonan seolah berbicara, entah apa maknanya, mengAamiinkan atau protes tidak setuju atas pernikahan mas Danu dan Hana.


Hana dan Danu lega, walau nikah siri tapi sah dimata agama, terlebih bapak dan ibu menyetujuinya, orangtua Hana mengucapkan terima kasih atas niat baik Danu pada Hana, dan berpesan liburan akhir tahun mereka harus meresmikan pernikanannya dihadapan bapak Hana.


Setelah acara syukuran seadanya, Hana dan Danu kembali ke rumah, terdengar godaan pak Maman ..'asiknya kemanten baru, tidurnya satu kelambu'..yang lain tertawa mendengar gurauan pak Maman.


Pipi Hana merona malu dan Danu menanggapi dengan senyuman, begitu memang jika ada penganten baru, godaan dan candaan teman merupakan hal yang biasa.


Hana membuka pintu rumah, ia terkejut dan berteriak, Suaminya yang berada dibelakangnya sontak mendekat, ia merasakan tubuh istrinya yang terguncang


Selamat membaca semoga suka...


Maaf ya ketikan g jelas suka ketinggal atw beda huruf, maaf hp suka gitu mmg..maklum hp murah terus aplikasinya banyak🤭🙏🙏🙏


Jangan lupa like dan comen😘

__ADS_1


__ADS_2