NAFSU

NAFSU
Cara Vero


__ADS_3

Warning!!!


Buat anak-anak dibawah umur 21 ke bawah DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel bacanya😜


***


Ada sesak di hati mendengar ucapan suaminya, ya Za sudah tersadar, namun matanya seolah masih enggan membuka, ia mendengarkan dan dapat merasa sesuatu di sekitarnya.


Bulir bening di sudut mata yang terpejam itu, membuat lelaki yang saat ini menatapnya menjadi terharu, Afdi berpikir tetesan airmata itu karena kesedihan atas kepergian calon baby mereka.


"Za sudah sadar nak.."suara Pak David yang tiba-tiba masuk ruang rawat mengejutkan Afdi.


Za perlahan membuka matanya, matanya berkaca-kaca menatap ayahnya, pelukan ayahnya makin membuatnya terisak.


"Aku bukan wanita yang pantas untuk abang, dia terlalu baik untuk wanita kotor sepertiku..aku menyayangi abang tapi sulit untuk mencintainya..walaupun ia sudah berusaha"pikiran itu yang membuat Za terisak, namun semua mengira Za sedih karena kehilangan janinnya.


-


Sebulan setelah keguguran, Za menyampaikan pada suaminya untuk kuliah lagi, dan Afdi mendukung keinginan istrinya, karena ia tak bisa menemani istrinya setiap hari.


Ia baru pulang kerja saat menjelang magrib, kasihan Za yang hanya berdiam di rumah tanpa melakukan sesuatu, pastinya ia sangat jenuh.


Hana dan Pak David menyambut gembira dengan keinginan putrinya, dalam pikiran mereka Za masih terlalu muda dan seharusnya masih berada di bangku kuliah.


Za mulai menyiapkan semua keperluan untuk melanjutkan kuliah, ia bersikeras membawa mobil sendiri, toh hanya memerlukan waktu 1 jam lebih saja.


Saat ini wanita cantik itu melajukan mobilnya menuju kampus WX, hatinya mantap untuk tidak bergantung pada suaminya, ada rasa malu jika ingat sikapnya yang manja dan nempel pada suaminya, karena ternyata suaminya menganggap itu hanya perasaan bersalah semata, memang belum ada cinta..tapi rasa sayangnya pada suaminya itu nyata.


Za membuang kasar nafasnya, ia harus sukses dan bahagia, itu yang ada dalam benaknya.


Mobil Za memasuki wilayah kampus, begitu ia turun dan melangkahkan kaki, sorot mata lelaki menatapnya penuh damba.


Wanita cantik dengan tinggi badan 173 cm itu tak menanggapi tatapan lapar atau suitan lelaki discountnan yang saat ini riuh mengodanya.


Za bertanya pada seorang mahasiswi mengenai Informasi letak prodi yang ia cari, tak berapa lama senyumnya mengembang begitu menemukan yang ia cari.


Tanpa wanita cantik itu sadari, senyum dari bibir sexy lelaki tampan mengembang begitu melihat kehadiran Za.


Za terkesima menatap lelaki tampan yang melambaikan tangan padanya,"Seperti pernah lihat, tapi dimana"guman Za dalam hati.


"Tampan sekali.."pujinya dalam hati.

__ADS_1


"Khanza..kau kesini bukan untuk melamunkan?"suara lelaki itu menyadarkan Za yang menatap lekat lelaki tampan di depannya.


"Siapa ya..ko tau nama saya"ucap Za begitu tersadar dengan memasang wajah datar.


Lelaki tampan itu kembali tersenyum, dan sungguh hati Za berdebar melihat senyum lelaki itu, namun tiba-tiba...


"Bukannya om..yang waktu itu datang di pesta resepsi Za ya?"Za menatap lelaki tampan itu dengan seksama.


Vero tersenyum dan mengangguk.


"Nah sekarang jelaskan tujuanmu kemari nona cantik"Vero menatap bibir merah Za yang mengoda.


Za menjelaskan pada Vero tujuannya, dan lelaki itu tersenyum, ia menawarkan diri mengurus semua kepindahan Za ke kampus WX sampai selesai, dan menyuruh Za besok bisa mulai bergabung di kelas.


Beberapa jam kemudian, Za dan Vero keluar dari kampus mencari resto untuk makan siang.


Saat ini mereka berdua duduk berhadapan menanti pesanan, Vero tak melepas tatapannya dari wajah cantik Za.


Za yang merasa ditatap seperti itu membuat hatinya makin berdebar tak karuan.


"Om dosen di kampus WX..?"Za mencoba mengalihkan perasaan dengan bertanya.


"Tuhan pengen banget m****** bib*r merah itu, cantiknya kamu sayang"batin Vero gemas.


"Apa om..buat penasaran az" Za tak sabar dengan kelanjutan ucapan Vero.


"Tapi..bisa nanti om sering bahkan tiap hari jika Za jadi mahasiswi om"Vero mengedipkan matanya.


Jantung Za makin berdetak kencang, reflek tangannya memukul lengan Vero karena merasa dikibuli.


Namun tangannya malah masuk dalam rengkuhan tangan besar dan hangat milik lelaki itu.


Za merasakan nafasnya berhenti berhembus, karena Vero bukan hanya menggenggam tangannya tapi ibu jari lelaki tampan itu juga mengelus punggung tangannya dengan lembut.


Za segera menarik tangannya, dan tak berapa lama pesanan mereka datang.


Setelah makan dalam diam, mereka selesai dan meninggalkan resto tersebut.


"Kita kembali ke kampus om..mobil aku masih di sana"ucap Za memecah keheningan.


"Kau bawa mobil sendiri..?"

__ADS_1


"Besok-besok hubungi aku, kita bisa berangkat bersama"


"Berapa nomor hpmu?"


Za tertawa keras mendengarkan semua pertanyaan Vero, ia terkejut saja... ternyata lelaki tampan ini cerewet sekali.


Vero menghentikan mobilnya di pinggir jalan, ia merasa heran dengan tawa Za.


"Ada yang lucu gitu..ngetawai apa?"Vero menatap wajah cantik di depannya yang mengulum senyum, dan itu sukses membuat bagian tubuh miliknya berdenyut dan mengeras.


"Gila wanita ini..cantik banget jika senyum malu-malu begini" Vero tak sadar kepalanya sudah mendekat ke wajah Za, dan itu membuat Za mundur dan tubuhnya panas dingin.


Cup....satu kecupan di pipi membuat wajah Za merona seketika.


"Apaan sih om..main nyosor az"ketus Za kesal, walau sebenarnya hatinya berdebar tak karuan.


Keakraban dari dua insan berbeda jenis, yang baru dimulai itu membuat sepasang makhluk yang duduk di belakang kursi penumpang tersenyum menang.


"Kita akan ikut berpesta dengan mereka ... membuat mereka makin dalam"kikih sosok itu dengan bahagia.


-


Tak terasa sudah dua bulan Za menjalani sebagai mahasiswa baru di kampus itu, ia tak memiliki teman akrab, semua hanya teman di kampus dan tak lebih.


Hubungannya dengan Afdi suaminya tetap seperti biasa, dan sampai saat ini Za dan Afdi belum melakukan ritual suami istri, alasan Za masih menjaga kesehatan rahimnya, padahal wanita cantik itu masih mengingat ucapan suaminya.


Dan disisi lain, Za selalu menghindari Vero, ia takut tak kuat menahan pesona lelaki dewasa itu, walau sebenarnya ia sangat merindukan senyum dan kehangatan sikap Vero.


Sedangkan Vero ia berusaha keras menyusun rencana agar bisa mendekati wanita yang membuatnya mengila.


"Pak Vero saya pamit"seorang mahasiswi cantik dengan body goals membetulkan pakaiannya kembali setelah Vero membuatnya berantakan beberapa menit sebelumnya.


Seorang casanova tak pernah menolak keindahan dan kenikmatan, itu yang membuatnya melayani keinginan wanita yang sukarela melemparkan tubuhnya di atas ranjangnya.


"Sudah dua bulan ..dan ini waktu terlama dalam hidup aku menaklukkan seorang wanita"guman Vero dalam hati, matanya tak lepas dari wajah cantik di layar hapenya.


Vero tersenyum miring mengingat sikap wanita cantik itu yang selalu memiliki seribu alasan menolaknya.


"Kali ini tidak akan bisa menghindar sayang.."senyum mengembang di wajah tampan lelaki 27 tahun itu.


Yuuk bagi likeπŸ‘πŸ‘πŸ‘ and comennya, kalau berkenan kasih vote 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2