
Warning!!!
Buat yang masih di bawah umur 21 DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau baca😜
***
Pagi ini hari sabtu Afdi membawa rombongan keluarganya ke popes, Za tampil cantik dengan hijab dan pakaian abayanya, begitu pula Sumi mereka sama-sama menggunakan abaya berwarna hitam dengan les bordir warna emas.
Si tampan Shaka dan papanya serta kainya menggunakan koko putih dengan celana kain berwarna hitam, sungguh adem mata melihatnya.
Fahd beserta istri dan anaknya tersenyum menyambut kedatangan mereka.
Hari ini ada acara rutin di popes, mereka mendapat undangan sebagai pemilik popes, yang sebenarnya sudah diatur oleh Fahd dan Kanti.
Acara dimulai dengan melakukan sholat dhuha dan dilanjut witir pagi.
Za merasa sangat kecil perasaannya ketika berada di dalam masjid yang membawa ketenangan.
Wanita cantik itu menatap kakak iparnya, wanita sederhana yang terlihat anggun dan meyejukan.
Setelah selesai sholat dhuha, terdengar suara Ustad yang memberikan siraman rohani.
Seperti firman Allah mengatakan:
“Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. ... “Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya?” (QS. At-Taubah {9} : 104).
Za menangkap ucapan tentang dosa yang tak diampuni oleh Allah, yaitu
Syirik kepada Allah, sihir; membunuh jiwa yang Allah haramkan kecuali dengan haq, memakan riba, memakan harta anak yatim, berpaling dari perang yang berkecamuk, menuduh zina terhadap wanita-wanita merdeka yang menjaga kehormatan, yang beriman, dan yang bersih dari zina.”
Deeeegggg
Wajahnya nampak pias, ada rasa takut mendengar kalimat terakhir.
"Ya Allah ampuni dosa hamba, maafkan kesalahanku suamiku.." takutnya dalam hati.
"Jika KAU tak mengampuniku..bagai mana aku memperbaiki hidupku ya Allah"batin Za semakin takut.
Setelah acara tausiyah...ada sesi tanya jawab, dan itu membuat Za semakin gemetar mendengarnya.
"Pak Ustad bagaimana menghapus dosa zina?"
Deeeeegggg
Za berdebar menunggu jawaban Ustad yang tak dapat ia lihat wajahnya, karena untuk jamaah lelaki dan perempuan dipisahkan oleh dinding penyekat setinggi 2 meter.
"Cara menghapus dosa zina, lakukan amalan ini:
Yang pertama, menyesali perbuatan. tidak akan terhapus dosa seseorang jika ia tidak mengawalinya dengan penyesalan.. ...
ke 2. Taubat Nasuha.
ke 3. Shalat Taubat.
ke 4 perbanyak zikir dan istigfhar.
ke 5.Melakukan kebaikan pada sesama.
__ADS_1
ke 6. Memperbanyak membaca Alqur'an.
Dengan tekut Za mengingat semua anjuran itu, dalam hatinya ia akan meminta bantuan dari kak Fahd dan istrinya.
Saat acara siraman rohani selesai mereka makan siang bersama dengan para pengurus pondok, hari sudah menjelang sore, waktu menunjukan pukul 3, mereka bersiap untuk mengikuti sholat ashar berjamaah.
Za mendekati abangnya yang baru selesai berbicara dengan pengurus popes.
Za langsung memeluk sang abang.
"Kenapa dek...?"Fahd mengelus punggung Za lembut.
"Abang bantu Za untuk bertaubat..dosa Za banyak"lirihnya dengan mata mengembun.
"Iya sayang..ikutilah pengajian rutin dengan mbakmu"Fahd tersenyum tipis..tujuannya tercapai, ia sangat bahagia hati adiknya terketuk.
"Disitu kau akan belajar banyak tentang keinginanmu, abang dan mbakmu..pasti membantu"lelaki yang selalu bersikap tenang itu mengelus kepala adik perempuannya.
Mereka meninggalkan popes saat waktu menunjukan pukul 4 sore, dan setelah mengikuti sholat ashar berjamaah.
Sepanjang perjalanan pulang Za hanya diam, sungguh ia merasa menyesal dan kotor.
Ia merasa malu menatap suaminya, Afdi yang paham sikap diam istrinya, menyentuh punggung tangan istrinya dengan tangan kirinya, Za menatap sendu wajah suaminya.
Sampai di rumah wanita cantik itu bergegas masuk ke kamar, sedang sang putra masih dalam gendongan sang kai.
"Shaka nanti malam tidur sama kai sama nenek ya?"
"Iya..Caka sudah besar..sudah mau punya adek"ucapnya bangga.
Di dalam kamar Afdi duduk di sofa sembari mengecek email masuk, ia terkejut melihat istrinya yang duduk dibawah kakinya, seraya mencium lututnya.
"Sayang jangan begini, ayo berdiri" lelaki sederhana itu betul-betul merasa terkejut.
"Abang..maafi kesalahan Za bang, Za bukan istri yang baik.."isaknya pilu.
"Berdiri dulu sayang, duduk di samping abang"Afdi berusaha membantu istrinya bangkit dari duduknya.
Za menurut saat ini ia sudah duduk di samping suaminya, kepalanya berada di dada suaminya, dengan isak tangis penyesalan.
"Jangan begini sayang, kasihan anak kita, abang bahagia dengan sikap adek begini, adek mau ngikuti anjuran Pak Ustad tadi"
Za mengurai pelukannya, dan segera mengangguk.
"Alhamdulillah...abang iklas atas semua yang sudah terjadi..abang tulus memaafkan semua kesalahan adek, abangpun minta maaf jika sebagai suami belum bisa memenuhi keinginan adek"
Za menggeleng dan kembali masuk kepelukan suaminya.
Tak ada penyesalan yang sia-sia, jika diiringi dengan perubahan sikap untuk jadi lebih baik.
Sekecil apa pun kesalahan akan jadi besar jika tak menyesalinya, karena peluang salah dihatinya mulai tertanam.
Kesalahan sebesar apapun jika disesalin dan diiringi sikap berubah untuk jadi baik, Insya Allah akan lenyap.
-
Hari yang ditunggu tiba, saat ini Za berada dikamar bersalin bersama sang suami tercinta.
__ADS_1
Shaka sedari keberangkatan Za ke rumah sakit terus merengek untuk ikut, akhirnya kai dan neneknya ikut pula, Hana sudah dikabari.
Fahd pun berada di rumah sakit, namun sang istri tidak bisa menemani, karena Alya tak mungkin di tinggal dengan bude yang sudah tua, gadis kecil itu sudah mulai ngelutus belajar berjalan, ia lebih suka tertatih-tatih berjalan dari pada digendong.
Za berjuang mengeluarkan bayinya, ia terus mengikuti intruksi dokter, pembukaan sudah genap..Za menarik nafas dan memulai mengejan kembali .. 5 menit kemudian, terdengar suara tangis bayi.
"Oek..ooeekk...ooeekk..."
"Bayinya tampan tuan..."ucap sang dokter segera menyerahkan bayi itu kepada rekannya.
Selang 3 menit, terdengar suara tangis yang lebih nyaring.."Oeekk..Ooooeeekkk...."
"Luar biasa pak..dua bayi yang tampan" ucapan dokter membuat Afdi tersenyum.
Dikecupnya kening Za berkali-kali, Terimakasih sayangku..kau akan menjadi wanita paling cantik dalam rumah tangga kita..luar biasa doa putra sulungmu, dua adik cowok sesuai permohonannya"
Satu jam kemudian, Za telah dipindahkan di ruang rawat inap, wanita itu terlihat berbeda.
"Mama..adeknya Shaka towok ya.."Za mengangguk dan mengelus kepala putranya, yang lain tersenyum melihat bocah pintar itu.
"Shaka jadi abang sekarang, yang pinter jagain adeknya ya nak"
"Iya Caka nanti jagain adek"suaranya ceria dengan kepala mengangguk.
"Adeknya mana ma..?"
"Tunggu ya sayang...adeknya masih mandi..dan diadzani sama papa"
Selang beberapa menit seorang suster mendorong dua box bayi, dan Shaka tentu saja tertawa senang.
Bocah tampan itu selalu tersenyum bangga, memiliki adek cowok sesuai keinginananya.
Suster membantu Za menyusui ke dua putra kembarnya, Sumi dan Badi tak henti menghapus titik haru dari sudut matanya.
"Adeknya ***** ya pa?"bocah itu tertawa senang melihat kedua adiknya yang lahap menghisap ****** mamanya.
"Siapa nama si kembar Di?" tanya bang Fahd menatap gemas pada dua jagoan kemenakannya.
"Wajahnya lebih condong ke kamu Di?"
Afdi tersenyum, itu benar si kembar lebih mirip dengannya...hanya hidung dan kulitnya yang sama seperti Za, sedang Shaka betul-betul duplikat Za versi lelaki atau duplikat David Nathan.
"Assalamualaikum...maaf Za, kami baru dapat kabar kalau kamu melahirkan, sepulang dari Bali kami hanya mandi di rumah dan segera kemari"
Tika tersenyum melihat dua bayi lucu di box bayi, "Cowok keduanya Za?"
Za mengangguk dan dengan gemas Tika menciumi pipi Shaka.
"Doain tante punya bayi kembar seperti adek Shaka ya"ucap Tika masih memeluk tubuh Shaka.
Tika tau keinginan Shaka, bocah itu tak berhenti menjelaskan pada siapapun jika kedua adeknya cowok.
"Kembar tiga ya tante..towoknya satu"
Setyo reflex menutup mulutnya, sedang Tika tersedak salivanya, mendengar ucapan Shaka.
Yuuuk kasih vote, like👍👍👍 dan comen yang banyaaak😘😘😘
__ADS_1