NAFSU

NAFSU
Mencari Penginapan.


__ADS_3

Warning!!!


Buat anak-anak dibawah umur 21 ke bawah DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel bacanya๐Ÿ˜œ


***


Vero tersenyum miring mengingat sikap wanita cantik itu yang selalu memiliki seribu alasan menolaknya.


"Kali ini tidak akan bisa menghindar sayang.."senyum mengembang di wajah tampan lelaki 27 tahun itu.


Za baru keluar dari ruang kelasnya, ia sengaja bergerombol dengan para temannya menuju parkiran.


"Za ikut kami yuk..ada tempat makan yang asik"ajak para temannya, Za mengiyakan dan mengajak temannya untuk ikut di mobilnya.


Dengan segera Za menghidupkan mobilnya, sebelum dosen tampan itu keluar dari kelasnya.


"Za..lu nggak capek bolak-balik rumah, kos az seperti kami dari pada capek lu"ajak teman-temannya.


Za hanya tersenyum menanggapi usulan teman-temannya.


Tak berapa lama mereka sudah sampai di resto yang penampakannya kekinian banget, gaya anak-anak muda.


Za dan kawan-kawannya memesan makanan dan minuman favorit di resto itu.


Sambil menunggu mereka ngobrol, dan tentulah ngibah...dan sedihnya yang mereka ngibah teman satu kelas mereka.


Za tidak mengomentari ucapan teman-temannya, ia sibuk dengan hapenya.


Di sisi lain Vero kembali disuguhkan pemandangan indah, dari mahasiswi cantik yang datang ke rumah sewaannya, Vero menyewa rumah di kawasan dekat kampus untuk memudahkan jika ia ada di kota ini, namun ia akan kembali ke rumahnya jika tak ada jadwal mengajar.


Mahasiswi cantik duduk dengan menyilangkan kaki, dapat terlihat kaki jenjangnya yang mulus membuat Vero menelan salivanya.


"Kau semester berapa?"Vero menatap tubuh sintal yang berbalut gaun mini di atas pahe.


"Semester 7 pak.."wanita cantik dengan kulit putih mulus itu mendekat ke arah Vero dan langsung menyambar b**** sexy sang dosen.


Vero menerima penyerang itu, dan menggendong tubuh wanita itu menuju kamarnya, beberapa menit kemudian suara keparat itu saling bersahutan, peluh menghiasi tubuh p**** mereka.


Vero terus menghentakkan pinggulnya, seirama goyangan si wanita, sampai akhirnya mereka terhempas dalam deru nafas yang saling memburu.


Tak berapa lama, vero memberikan beberapa lembar kertas merah pada mahasiswinya dan menyuruhnya pulang, dan tak lama Vero terlelap.


-


Hari ini genap tiga bulan Za menggali ilmu di kampus WX, dan sejauh itu Vero belum berhasil membuat Za takluk padanya.


Minggu depan di kampus akan di adakan Mid Semester, Za terlihat sibuk dengan pelajarannya, membuat Afdi tersenyum atas sikap rajin istrinya.

__ADS_1


"Perlu bantuan sayang"Afdi mendudukkan bokongnya di samping istrinya.


"Bantu doa az bang"ucap Za dengan mata yang tak lepas dari bukunya.


Afdi tersenyum mendengar jawaban istrinya, sebenarnya ia merindukan istrinya yang sudah empat bulan ini tak tersentuh.


Namun melihat kesibukan istrinya, ia mengurungkan niatnya dan Za sendiri merasa tak enak jika ia bergenit ria mengoda suaminya lebih dulu, ia masih ingat ucapan suaminya..dan sebenarnya ia sangat merindukan hal itu.


Disisi lain..Kanti sudah mulai dapat menguasai dirinya, untuk tak terpengaruh atas pendengaran dan penglihatannya pada sosok gaib.


Ia semakin rajin memperdalam agama, dibantu tentunya oleh suaminya..menghapal ayat suci.


Walau begitu tetap ia tak bisa lengah, karena sosok orangtuannya itu begitu jahat.


-


Minggu sore Za berangkat ke kota, karena esok hari ia sudah harus ada di kampusnya, suami dan orangtuanya mengijinkan dan menyarankan Za untuk mencari penginapan selama ujian.


Wanita cantik itu terpaksa mencari hotel atau penginapan terdekat dengan kampusnya.


Mobil Za berhenti di sebuah minimarket, wanita cantik itu turun dari mobil dan segera masuk ke minimarket.


Ia berniat membeli minuman dan snack untuk dipenginapan, sehingga tak perlu keluar lagi jika sudah di penginapan.


Za memilih beberapa snack, keasikannya membuat ia tak sadar jika seseorang sudah berada di sampingnya.


"Eehhmmm..."deheman lembut itu menerpah kulitnya.


"Om..ngejuti az.."gerutu Za dengan memayunkan bibirnya, melihat itu Vero menelan salivanya.


"Kamu az yang terlalu serius"Vero mencubit gemas pipi Za.


Akhirnya Vero membantu Za mengangkat semua belanjaannya, setelah melakukan pembayaran di kasir.


"Om..Za mau cari penginapan"ucapan Za menghentikan langkah Vero, dalam hati lelaki itu bersorak senang.


"Ok..nanti om temani...sekarang ikut dulu"Vero meminta kunci mobil Za, dan segera melajukanya, hanya lima menit mobil itu sudah memasuki parkiran umum di sebuah sewaan elit.


"Rumah siapa ...?"Za mengeryit menatap Vero, lelaki itu hanya tersenyum.


Za masuk ke dalam rumah mengikuti Vero, setelah mengunci pintu rumah Vero mengajak Za untuk makan malam.


Za memandangi rumah kecil yang hanya memiliki dua kamar tidur. ruang tamu dan ruang makan, ada dapur mini dan dua kamar mandi, yang satunya berada di kamar begitu penjelasan Vero.


"Ayo kita makan dulu sayang"ajakan Vero ditolak Za.


"Masih jam berapa ..sudah makan"Za melirik arloji dipergelangan tangannya pukul 18.30.

__ADS_1


"Lapar sayang..nggak harus nunggu waktu kalau sudah lapar"Vero menatap wanita cantik iti dengan gemas.


Cup ... Za merona atas kecupan di pipinya, jantungnya kembali berdebar.


Za memilih duduk di sofa dari pada dihadapan Vero yang sedang makan dan selalu menggodanya.


Wanita itu malu karena tak dapat menyembunyikan rona di pipinya.


Setelah selesai menyantap makan malamnya, Vero mendudukan bokongnya di samping Za.


Za mengeser duduknya membuat Vero tersenyum..ditariknya tubuh Za dalam pelukannya.


"Kenapa sih sayang..nggak suka banget dekat saya"bisik Vero lirih dan cup..tubuh Za menegang atas ulah Vero yang mengecup lehernya dan sedikit mengigit telinganya.


"Om ..ahh"Za kembali mendesis ketika tubuhnya dipeluk erat tangan Vero.


Vero mendudukan Za dipangkuannya, dan wanita itu memberontak, lelaki yang sudah mengila itu menl**** bib*r Za lembut, Za ingin berontak namun ia itu hanya inginnya saja..tidak dengan tubuhnya.


Sekian menit tak ada perlawanan lagi, Vero memperdalam c*****nya, Za mende**** ketika dengan lihainya Vero merampok isi mulutnya.


Tanpa sadar Za menggalungkan tangannya, Vero menikmati impiannya yang saat ini nyata dekat dan ia rasakan..sangat berbeda jauh dari wanita-wanitanya..dan ini sungguh memabukan.


Vero mengendong tubuh Za masuk ke kamarnya, dengan perlahan ia menurunkan Za dan mengukungnya.


Tautan mereka tak terlepas bahkan Za membalas perlakuan Vero, sangat manis dan memabukan.


Za makin mengila ketika Vero memanjakan *nt*nya, Za terus mend****, ia merindukan perlakuan ini, namun rasa malu pada suaminya membuat ia memendamnya sendiri.


Za mer***** ketika h***an nikmat mikik Vero ke**** masuk *nt*nya.


Kenikmatan yang sangat Za dan Vero dambakan.


"Sayang kau suka"guman Vero sembari terus meng*yangkan pinggulnya, Za mengangguk.


"Aku mencintaimu sayang.."ucap Vero semakin mempercepat gerakannya.


Za menatap sayu wajah lelaki diatasnya, yang terus tersenyum bahagia.


Berkali-kali mereka mencapai nirwana, impian Vero menjadi nyata begitu pula impinan dua sosok yang ikut menikmati percintaan mereka.


Za dan Vero melayang bersama dua sosok, yang ikut menikmati setiap kenikmatan dosa yang membuat mereka tergelak puas.


Vero mendekap tubuh polos Za, mereka masih mengatur nafas di bawah selimut beludru.


"Aku akan memperjuangkan dirimu sayangku"Vero mencium kening Za lembut, dan wanita cantik itu membalas dengan pelukan erat di tubuh polos Vero.


Tak ada acara mencari penginapan, Za telah mendapat penginapan yang ia cari dalam dekapan tubuh gagah Vero.

__ADS_1


Daaaahhh..jangan dibayangi, aku gerah๐Ÿคญ


Yuuuk kasih like๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘ dan comen, jika pembaca baik hati boleh bagi vote nya๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2