
Warning!!!
Buat yang masih di bawah umur 21 DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau bacaπ
***
Beni membuang nafasnya kasar, kembali ia pada kesadarannya, dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Satu jam kemudian lelaki paru baya itu sudah sampai di hotel Grand ST, hotel bintang 5 miliknya, yang saat ini dalam proses pindah ke pemilikan.
Lelaki itu masuk ke dalam kamar VIP, ia menghempaskan tubuhnya kasar di ranjang ukuran king size.
Matanya terpejam, sungguh ia merasa lelah dengan hidupnya, saat ini ia ingin berhenti berpetualang, ia akan focus dengan istri yang ia cintai.
Belum jua tertidur, dering hapenya membuatnya mengubah posisi duduk.
"Dad..kapan kau kembali?"rengek suara di seberang sana terdengar manja.
Beni tersenyum, hatimya berbunga-bunga dirindukan istrinya.
"Kau rindu padaku beb.."
"Iyalah dad..kalau aku tak hamil, aku pasti menyusulmu"
"No..sayangku, lusa aku balek,aku juga merindukanmu"
"Ok dad..jangan lupa makan, istirahat, dan jangan merokok"
"Ok beb..aku sangat mencintaimu"
"Aku juga dad..aku tutup teleponnya ..love you"
"Love you too beb"
Beni tersenyum sembari memejamkan mata, ia berharap bertemu istrinya di dalam mimpi.
-
Setahun kemudian Perusahaan NT Grup beroperasi dengan stabil, Perusahaan tambang terbesar di kalimantan milik Pak Bisri, bagai induk semang bagi NT Grup.
Za dan suaminya bersama menjalankan perusahaan itu, sedang Fahd mulai berkonsentrasi pada keluarga kecilnya.
Kanti melahirkan seorang bayi cantik yang diberi nama Alya Faftiyah Nathan yang berusia lima bulan.
Dan Hana kembali diberi kepercayaan untuk menimang bayi tampan dari pernikahannya dengan Alif yang berusia 2 bulan.
Lelaki berusia 47 tahun itu girang bukan kepalang, diusia seperti dirinya dan Hana masih diberi rezeki seorang putra.
Rumah besar keluarga Nathan ditinggali oleh Za dan suaminya, sedang Hana tinggal diluar kota bersama Alif dan bayi mereka.
Pagi itu di Perusahaan NT Grup, Afdi sebagai ceo di perusahaan NT Grup melakukan briefing, semua karyawan menyambut ceo mereka yang terkenal ramah dan selalu rendah hati.
Setelah memberi arahan pada para karyawan kantor, papa dari Shaka itu menyampaikan pada karyawannya, bahwa dalam minggu ini Lokasi mereka akan kedatangan Petugas dari pemerintahan yang di dampingi oleh bupati setempat.
Ia meminta tetap memperhatikan K3 bagi semua karyawan, kantor dan juga lapangan.
__ADS_1
Za tersenyum melihat suaminya yang memasuki ruangannya, ia memang satu ruangan dengan suaminya, Za sebagai asisten dari suaminya yang menjabat sebagai Ceo di NT Grup.
"Kenapa..."Za memeluk tubuh Afdi dan menegadah.
"Apa kita perlu liburan sayang..selama dua tahun ini kita sibuk mengurus pekerjaan saja.
"Kau jenuh sayang..kau ingin berlibur kemana?"Za mengec** b**** suaminya sekilas, dan lelaki tampan itu membalasnya dengan his**an.
"Kemana saja yang penting berlibur, aku ingin kita focus membuat adek untuk Shaka"
"Kalau membuat adek buat Shaka di sini juga bisa bang"Za tersenyum genit.
Afdi tersenyum melihat istrinya, "Ayo.."ditariknya lembut tangan istrinya menuju kamar rahasia mereka.
-
Di rumah mewah Vero, lelaki tampan itu disibukan oleh mamanya yang tak henti menyuruhnya menikah.
"Aku keluar ma.."Vero bergegas meninggalkan rumahnya menuju mobilnya.
Diana tak bisa bicara lagi ketika mobil putranya melaju meninggalkan halaman rumah.
Sejak berpisah dari Beni wanita itu seperti kehilangan semangat untuk bekerja, ia menyerahkan bisnis perhiasannya pada orang kepercayaannya.
Vero putranya seperti tak perduli dengan masa depannya, selalu pergi setelah magrib dan larut malam baru kembali, dengan tampilan yang sudah tidak rapi dan berbau alkohol.
Jika weekend, putranya itu pergi entah kemana dan baru balek disaat minggu malam.
Ia berpikir putranya frustasi karena ditinggal Luna yang menikah dengan Beni.
Vero membuka rumah sewaannya, besok ia ada jam di kampus WX, walau kampus itu sudah bukan miliknya, namun ia masih mengajar di situ.
Vero membaringkan dirinya di ranjang kamarnya, selintas ia memgingat pergelutan panasnya dengan Za, lalu terbayang kembali saat dengan beberapa wanita mahasiswinya.
Vero mendiel nomor Susan, telepon tersambung dan terdengar suara dari seberang sana.
"Iya pak.."
"Kau sibuk..aku ada di sini"
Sesaat panggilan itu terputus begitu Susan berjanji untuk datang.
Setengah jam kemudian Vero mendengar suara pintu depan diketuk, ia beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju pintu depan.
Seorang wanita cantik tersenyum begitu melihat mantan dosennya.
Susan wanita cantik dengan body bak gitar spanyol, sekarang ia bekerja di sebuah bank ternama di kota ini.
"Apa kabarmu sayang"Vero memeluk pinggang ramping Susan, dan memberi ucapan pertemuan dengan melu*** bibir sexy wanita yang dulu pernah membuatnya mabuk kepayang.
"Sangat baik sayang, kau sendiri terlihat lebih kurusan"Susan menbalas pagutan b**** yang dilakukan Vero.
"Ya berapa bulan ini aku sedang down"
"Perempuan..?"selidik Susan, Vero mengelak dengan mengelengkan kepala.
__ADS_1
"Papi dan mami berpisah"
Susan membekap mulutnya dengan tangannya dengan gaya sangat mengoda Vero.
"Sayang...tak usah kau pikir lagi ehhhmmm"
Susan dan Vero kembali saling pagut, beberapa detik lidah mereka sudah saling gelut.
Vero memgendong tubuh Sexy Susan ke ranjangnya, menbuka semua pakaian wanita cantik itu.
Has*** Vero kembali membubung, melihat tubuh sempurna milik Susan, lekuk tubuh yang memanjakan mata lelaki, dengan kulit mulus tanpa cela.
Suara merdu dan sexy milik wanita cantik itu memacu semangat Vero, untuk terus bermain di bawah sana, dua tangan hangat dan kekar itu meremas pegunungan indah dengan pucuk merah jambu.
Beberapa puluh menit membuat Susan melenguh dan mend****, dengan gerakan tubuh erotis, Vero memposisikan miliknya.
Mereka mend**** bersama ketika terjadi penyatuan, dan setelahnya, malam panjang menjadi milik mereka.
Pagi menjelang, Vero masih mendekap tubuh polos Susan, mentari pagi sudah menyapa tubuh atas mereka.
"Aku masih ngantuk sayang"Susan masuk lebih dalam dalam pelukan Vero.
"Kau tidak bekerja?"Vero memberi morning kiss di bi***sexy Susan.
"Weekend sayang.., kau ada kelas?"
Vero mengiyakan, Susan memeluk tubuh polos itu lebih erat.
"No..temani aku, aku ingin hari ini bersamamu sepuasnya"
Vero terkekeh, dan mencium wajah Susan bertubi-tubi.
"Ok..tapi kau harus membuatku mengerang panjaaaang sayang"bisik Vero dan diangguki Susan.
-
Afdi menatap wanita cantik di depannya, yang duduk di depan meja kerjanya, begitu serius hingga tak merasa dirinya sedang dipandangi.
"Sayang..bulan depan ada pertemuan para pengusaha batu bara se Kalimantan di kota K, kita akan berangkat bersama ok"ucap Za menatap suaminya yang sedang teesenyum padanya.
"Ok..sekalian kita liburan disana, seminggu"Afdi mengedipkan mata.
"Shaka..?"
"Ada ibu dan bapak, lagian banyak orang di rumah"Afdi sudah menarik tubuh istrinya dan menyandarkannya di meja kerjanya.
Dibenamkannya bibirnya lama di b**** istinya, namun tiba-tiba suara pintu diketuk dari luar.
Za tertawa melihat wajah kesal suaminya.
"Apa aku menganggu?"
Za terkejut melihat kepala yang menyembul dari balik pintu.
Yuuuk kasih vote, like πππdan comen yang banyakπππ
__ADS_1