NAFSU

NAFSU
Tidur Berempat


__ADS_3

Acara makan sudah selesai beberapa menit lalu, para lelaki berada dihalaman belakang menikmati segelas kopi.


"Badi saya bicara sebagai seorang kakak, kamu bersedia menikah dengan Sumi? jika iya saya akan lamarkan untukmu?Badi terkejut dengan ucapan majikannya, terus terang ia suka dengan Sumi, wanita sederhana yang baik, tapi apa dia mau denganku? Badi tecenung memikirkan tawaran majikannya.


"Bener nak Badi, kata mantu bapak ini, menikahlah ...itu sunah rosul, gimana kebetulan David bersedia melamarkan?"bapak menimpali ucapan mantunya dan itu membuat Badi merasa malu-malu tapi ia ingin mencobanya.


"Saya takut ditolak pak, saya hanya orang bodoh dan dari desa terpencil pula"Badi menunduk segan.


"Jodoh tak melihat kepintaran dan asal Di, jika Sumi telah digariskan sebagai jodohmu, kalian pasti disatukan dalam pernikahan!"tegas Pak David dan ucapannya justru membuatnya teringat pada dirinya sendiri.


Hana wanita yang sangat muda, cantik dan juga pintar, yang sikapnya sangat jauh dari kata suka padanya, justru sekarang ia menjadi orang terpenting dan tersayang dari istri cantiknya itu.


...Siapa yang tau jodoh, semua merupakan rahasia illahi....


Pak David tersenyum mengingat kisah hidupnya, ketika jatuh bangun mendapatkan istri cantiknya.


"Kamu kenapa le...ko senyum-senyum sendiri?"Pak Harno memandang mantunya heran, dan Badi ikut memperhatikan majikannya yang wajahnya sudah merona karena ulah mertuanya.


"nggak pak..hanya ingat kisah lalu"Pak David menjawab malu-malu.


Akhirnya Badi mengiyakan dan meminta tolong majikannya, untuk melamar Sumi.


Malam hari menjelang tidur, Pak David mengajak istrinya bicara sembari memijati kaki istri cantiknya, kedua jagoannya sudah dikuasai mertuanya.


Dari pukul 15 Hana sudah mengajak mbak Titin cs berbelanja, dan ke arena permainan menyenangkan para bocah, membuat kaki Hana sekarang terasa pegal, untung suami tersayang dengan iklas menawarkan diri memijatnya.


"Sayangku tadi mas sudah bicara dengan Badi, dan ia bersedia, tapi ia takut Sumi menolaknya, untuk urusan Sumi adek ya yang bicara dan membujuknya"Pak David menatap istrinya serius.


Hana tersenyum senang, "Tenang sayangku, itu urusan ku dan mbak Titin"Hana mengedipkan mata kearah suaminya.


"Sayang apa malam ini bisa..?"code Pak David pada istrinya, Hana mengangguk menatap bola mata suaminya yang terlihat mengharapkannya, Pak David tersenyum senang.


Pak David memulai ritualnya memanjakan istrinya cantiknya, lenguhan Hana terdengar ditelinga ayah 2 anak itu, ketika indera pengecapnya bermain tanpa jeda diiintinya, hingga basah dan siap ia lewati.


Disaat ritual itu dipenuhi jeritan manja istrinya, semangat Pak David makin bertambah untuk membuat istri cantiknyaa p***.


Hentakan yang disuka istrinya sering ia lakukan yang membuat mereka membubung mencapai nirwana bersama dengan peluh nikmat yang selalu dicari pasangan halal.

__ADS_1


Hana masuk dalam dekapan suaminya setelahnya, mereka akhirnya terlelap bersama.


-


Hari ini semua berkumpul di ruang makan, menikmati makan siang, rencananya setelah makan siang mereka akan ke arena permainan anak dan dilanjutkan ke water park, tempat pemandian yang sangat disukai anak-anak, Hana ingin memanjakan Aris dengan mengunjungi tempat-tempat yang bocah itu sukai.


Disaat santap siang selesai, Pak David dan Hana menyampaikan kabar gembira, tentang Badi dan bik Sumi.


Mereka bersedia menjalani pernikahan, dan rencananya Badi akan melamarnya disini, dirumah Pak Harno, menunggu persiapan Badi dulu, untuk pernikahan akan dilakukan secara sederhana di desa nanti.


Semua senang, dan mendoakan yang baik-baik untuk calon pasangan baru itu, setelahnya mereka bersiap-siap jalan -jalannya, utih dan eyang nggak ikut digantikan Heru saja.


Beberapa puluh menit kemudian mereka sampai ke arena permainan, Pak David dan Hana dan Heru menjaga sikembar bersama selama bermain, begitu juga Mbak Titin dan Aris, mereka memberi waktu pada calon pasangan itu untuk lebih saling mengenal.


Setelah puas di arena bermain para bocil itu dibawa menuju watar park, anak mana yang tidak suka main air? semua bocil sepertinya nggak akan betah nggak nyemplung jika lihat wahana air, mereka betul-betul tak mau mentas setelah 2 jam bermain, sampai dijanjiin besok main lagi baru sikembar mau dibawa naik.


Setelah para bocah dibilas tubuhnya mengunakan air kran dengan sabun anti septik, mereka sudah berganti pakaian dan wangi bedak.


"Buunn laper.."rengek si kembar, Pak David tertawa melihat kelakuan putranya.


"Kalian sama ayah dan om Heru, bunda sama ibu kak Aris mau belikan makanan ya?"kepala bocah kembar itu bersamaan memgangguk, dan Hana segera mendatangi stand KFC.


"Mau lagi nggak Ris, kalau libur ikut Bunda Hana?"Aris mengiyakan dan mengacungkan jempolnya sembari terus menikmati makanannya.


"Fah mau buunn..Fai mau duga buunn" sikembar itu selalu saja menyambar kalau sudah urusan jalan-jalan.


Dibagian bangku belakang Heru duduk disamping Badi, yang bersebelahan dengan bik Sumi dan saling bicara.Hana dan Pak David saling memandang dan tersenyum.


"Aku koq serasa sendiri toh Han, kapok aku bedua saja dengan Aris, besok kalau jalan lagi pokoke bapake Aris harus ikut, laah ini serasa jomblo Han , mas Heru jek arek nggak usah meri"gerutu Mbak Titin yang membuat mereka tertawa ramai, sampai sikembar yang nggak ngertipun ikut tertawa.


-


Tak terasa besok mereka akan kembali ke desa, dan selalu hal itu membuat Bu Asri jadi melow.tapi kali ini ia tak bisa ikut karena minggu depan kemenakan Pak Harno akan menikah di Jawa, jadi rencananya mereka akan kesana.


Dan Pak David berjanji akan menjemput mertua dan adik iparnya pada saat pernikahan Badi dan bik Sumi nanti.


Hari ini rencananya mereka mau masak-masak ala chef Titin untuk acara lamaran kejutan buat bik Sumi...haahhaha.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian, selepas magrib semua berkumpul menyaksikan acara lamaran sederhana, dimana Badi menyematkan cicin yang sudah ia beli bersama majikannya untuk titin.


Acara sederhana itu justru mengundang haru, semoga dimudahkan sampai hari pernikahan untuk Badi dan bik Sumi.


Tak terasa waktu malam tiba sikembar rewel mau tidur dengan bunda dan ayahnya, dengan terpaksa utihnya harus mengalah.


Malam ini mereka tidur berempat, hal langka saat di rumah Pak Harno, sikembar berada ditengah-tengah orangtuanya, Fahd dekat dengan bundanya dan Faiz dengan ayahnya, mereka berdua berceloteh dan selalu bertingkah lucu yang membuat pasangan beda usia itu tertawa.


Beberapa menit kemudian mereka sudah pulas tertidur, tak lama Pak David mengeser putranya.


Saat ini ia sudah memeluk istri cantiknya, tubuh istrinya yang terlihat makin sexy membuatnya makin tergila-gila.


Pak David menatap istrinya penuh damba, Hana yang mengerti keinginan suaminya, berinisiatif memanjakan suaminya.


Malam itu Hana yang memimpin ritual, suaminya semakin mengila dengan tingkah istrinya yang makin terlihat mengai***kan.


Berkali-kali Hana membuat suami mencapai nirwana, untungnya dua bocil itu tak terbangun, karena setiap suara sudah diredam lebih dahulu dengan cara yang lebih nikmat.


Hana masuk dalam dekapan suaminya, nafas mereka masih ngos-ngosan, Pak David menempelkan bibirnya pada kening istrinya lama, sungguh ia menyukai permainan istrinya, baginya sangat luar biasa, akhirnya mereka pulas tertidur.


Beberapa jam setelahnya, menjelang subuh Fahd sudah terbangun ia mencari bundanya, wajah kecilnya mendusel-dusel dada bundanya.


"Bunnnnda..cucccu...bunnn"rengeknya manja, Hana mengerjap didekapanya putra tampannya dan diberi banyak kecupan hingga Fahd meresa geli.


"Cucu bunda az ya..?"Hana berniat mengeluarkan cupnya, namun bocah itu merengek dengan mengelengkan kepala.


"Cuuccu az bunn..nenennya buat ade fait"tangan kecilnya menahan dada bundanya, Faiz dan Pak David yang sudah terbangun karena rengekan Fahd bersuara"no Fai nggak mau *****..fai mau cucu duga bunn"tolak Faiz, memang bocah kembar itu sudah tak menyusu kerika berusia 18 bulan, mereka lebih menyukai susu formula pada saat itu.


"Terus nenennya buat capa ..kasihan nenennya.."Hana pura-pura bersedih.


"Buat ayah az bunnn" jawab mereka kompak, Pak David yang mendengar ucapan 2 jagoannya langsung tersenyum dan berucap.


"Alhamdulillah..terimakasih sayangnya ayah..bener ya nenennya bunda buat ayah, kalian nggak boleh minta ya" ucap Pak David sumringah, sedang Hana menatap suaminya dengan tatapan kesal, "kenapa juga bicara begitu pada bocah 2 tahun itu"Pak David mengerti kekesalan istrinya ia segera mendekap tubuh istrinya dengan erat.


"Pagi-pagi nggak boleh cemberut sayangku, ayo jagoan ayah buat bunda tertawa!"dengan segera 2 bocah itu menciumi wajah bundanya dengan ciuman basah yang membuat Hana geli, dan terkekeh karena ulah 3 jagoannya yang tampan.


Selamat membaca ceritaku, semoga kalian suka, maaf masih juga banyak kekurangan๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


Jangan lupa tinggakan like dan comen๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2