
Warning!!!
Buat anak-anak di bawah umur 21 ke bawah DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau bacaπ
***
Tak ada acara mencari penginapan, Za telah mendapat penginapan yang ia cari dalam dekapan tubuh gagah Vero.
"Sayang..aku sudah lama mengharapkan dirimu, jujur aku gila sejak melihatmu di pelaminan itu...kau sangat cantik sekali...aku pikir itu ketertarikan biasa, tapi tidak ...aku selalu membayangkan dirimu pada wanita lain"ucapan Vero yang begitu gamblang justru membuat Za berkeryit.
"Maksudnya membayangkan aku pada wanita lain?...jangan bilang!!!"Za sontak mengurai pelukannya dari tubuh Vero, membuat lelaki itu tersadar telah membuka aib bejatnya di depan wanita yang membuat gila.
"Sayang aku akan jujur padamu..tapi kumohon jangan marah padaku"Vero menatap Za dengan tatapan mengiba, Za membuang pandangannya.
"Katakanlah.."ucapan singkat itu membuat Vero merinding.
"Kenapa aku setakut ini..giiiilaaa aku seperti sedang disidang, oleh gadis yang baru semester 4..hahhah"pikir Vero, entah mengapa ia sangat takut terhadap Za.
"Sayang..aku bukan pria baik-baik, aaaku ...(Vero menarik nafasnya dalam dan membuangnya kasar)"
Deeeennnggg....
"Bukan pria baik-baik..apa aku wanita baik-baik?..apa bedanya denganku?..jodoh sifat!!!..kami sama -sama bejat"guman Za dalam hati.
Za bergerak turun mencari pakaiannya yang entah kemana, namun penampakannya yang indah membuat Vero gelisah, ia segera mendekap tubuh polos Za.
greeep..tubuh Za membeku.
"Kumohon jangan marah sayang, aku kali ini serius..aku cinta padamu, sejak pertama melihatmu..tolong sayang jangan tinggalkan aku"Vero mengeratkan pelukannya, dagunya menyandar di bahu Za.
"Cinta..???..apakah itu?..bahagia bersamanya?ya aku sangat bahagia saat bercinta dengan om Vero, bahkan aku menginginkan lagi dan lagi..apa ini cinta?beberapa hari tak mendengar godaannya..aku merindu.
Za membeku ketika Vero membalik tubuhnya, melihat wajah tampan yang menatapnya dengan tatapan mohon pengampunan membuat hati Za terketuk.
"Aku tak lebih baik darimu..apa hak aku menghakimi om"guman Za dalam hati.
"Jangan tinggalkan aku sayang...aku sungguh mencintaimu"ucapan lirih dan rengkuhan erat dalam pelukan Vero membuat Za tersadar.
__ADS_1
"Tidak bisa..aku harus meninggalkan anda pak dosen, kebelet pipis nih"guman Za pelan namun terdengar di telinga Vero.
"pipis.."gumannya sembari mengurai pelukannya, dan secepat kilat Za sudah berada di dalam kamar mandi.
Setelah selesai dengan hajatnya ia memandangi tubuh polosnya, banyak tanda cinta dari Vero mewarnai tubuhnya, Za tersenyum,"Apakah salah jika aku ingin bahagia" gumannya dalam hati.
Vero yang baru tersadar akhirnya tersenyum,"Wanitaku..kau makin membuatku gila"gumannya begitu melihat Za keluar dari kamar mandi masih dalam keadaan polos.
Vero menarik Za dalam pelukannya, dan kembali membawanya ke ranjang, Za menurut saja.
"Aku tak akan melepasmu sayang" guman Vero lirih di telinga Za.
Dan adegan itu kembali terulang, dengan perasaan yang saling mengeratkan, tanpa malu-malu dengan banyak pujian Vero lantunkan untuk wanita yang sudah membuatnya candu.
-
Za tersenyum senang begitu selesai dengan ujiannya hari ini, ia berjalan menuju kantin sembari mengaktipkan hapenya..banyak panggilan dari bunda dan suaminya.
Za menghubungi bundanya, dan tak lama terdengar suara lembut penuh nasehat yang sangat Za hapal.
"Maaf bun..Za baru keluar kelas, kemarin malam nggak sempat kasih kabar, setelah dapat tempat Za langsung ketiduran"Alasan Za begitu sang bunda sudah mengerutu dengan sikapnya yang tak mengabari orang rumah.
Wanita cantik itu menchat suaminya, menyampaikan alasannya kenapa nggak ngasih kabar (tentunya tanpa mengatakan kegiatannya dengan sang dosen).
Za tak berani menghubungi suaminya secara langsung, perasaan bersalah akan sikapnya membuatnya menolak bicara walau hanya lewat hape.
"Za tak mau abang menanggung kesalahan Za lagi..abang berhak mendapatkan wanita yang baik dan tulus mencintai abang..dan itu bukan Za"guman hati Za pilu.
"Nasi pecel paru pedas dan teh hangat mbak..jangan manis ya"
"Iya..yang minum sudah manis mbak..takut diabetes"seorang cowok tampan yang tiba-tiba menarik kursi di depannya dengan candaan garing menurut Za.
Za tak acuh... ia asik dengan hapenya, membalas chat masuk dari sang suami.
"Baiklah sayang abang mengerti, jangan lupa makan dan jangan terlalu malam tidur..abang tau adek mahasiwi yang pintar tanpa diporsir pun adek paling unggul"
Za tersenyum membaca chatan dari suaminya, membuat lelaki di depannya menikmati senyum manis gratis.
__ADS_1
"Kau mahasiwi baru ya...boleh kenalan"cowok itu mengulurkan tangan.
Za merasa tak enak jika menolak, bukan karena takut dibilang sombong, tapi kesannya koq nggak sopan menolak ajakan berkenalan saja.
"Khanza" Za menerima uluran tangan lelaki itu sekilas dan langsung melepasnya.
"Didi"cowok itu tersenyum senang karena berhasil berkenalan dengan cewek super cantik di kampusnya.
"Ada sorot mata tidak suka melihat perkenalan itu, siapa lagi jika bukan sang dosen yang kebetulan masuk ke kantin itu untuk makan siang.
Za yang sibuk dengan hapenya tak memperhatikan keadaan di sekelilingnya, begitu pesanannya datang wanita cantik itu sekedar berbasa-basi menawari makan pada Didi, selanjutnya dengan lahap ia menyelesaikannya makanan dihadapannya.
Za bergegas membayar setelah selesai dengan makanannya, namun Didi menahannya.
"Biar aku az yang traktir ya"pinta Didi namun Za menolak, nih sudah aku bayar, Za menyerahkan selembar uang merah pada kasir.
"Sekalian sama masnya mbak.."ucap Za membuat Didi mengeleng.
"Sudah dibayar juga..jangan menolak..ok aku duluan"Za segera bergegas keluar dari kantin tanpa menengok kanan kiri dan Didi mengikuti di belakangnya, hal itu membuat Vero kesal.
"Susah juga punya kekasih cantik begitu..banyak saingan"guman Vero dalam hati dan bergegas menyelesaikan makannya.
-
Za sudah sampai di rumah Vero, lelaki itu tadi pagi memberi kunci rumah padanya, agar Za leluas keluar masuk rumah sewaannya.
Za membaringkan tubuhnya yang terasa lelah, dan beberapa saat kemudian ia terlelap.
Za merasakan pelukan hangat dengan wangi parfum yang membuatnya candu, Za berbalik dan masuk dalam pelukan Vero, membuat lelaki itu sangat bahagia.
"Om sudah pulang..jam berapa ini"guman Za dengan terpejam.
"Jam 4 sore sayang...kau lelah...mau tidur pulas? (Za mengangguk) kita main satu ronde ya, yakin tidurmu pasti pulas sayang"Vero sudah meremas lembut dua cup Za yang b*lat dan b*sar, membuat Za mend****.
Vero menyelesaikan misinya, bukan satu ronde namun mereka menyelesaikan dalam tiga ronde, yang membuat tidur mereka terlelap dan betul-betul pulas.(Jika ada bom bisa nggak dengar itu.. saking pulasnya..hahhahh)
Hallo reader setia, beberapa bab ini aku cerita tentang Za dulu ya, karena kalau diputus, imajinasi liar redupπππ...nanti kalau viral di Za redup aku beralih ke sikembar.
__ADS_1
Yuuuk kasih like πππ dan comen, jika anda dermawan boleh bagi voteπ€π€π€πππ