
Warning!!!
Buat anak-anak di bawah umur 21 ke bawah DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau bacaπ
***
Mata laki-laki tampan itu nanar begitu melihat sosok yang keluar dari ruangan lain..wanita cantik yang sedang hamil besar.
"Lena.."panggil Fai dalam hati, melihat wanita yang dicarinya selama enam tahun ini.
Lena mematung menatap sosok tampan yang selama ini ia hindari, "Apakah Fai teman suaminya yang akan makan bersama malam ini di rumahnya?"batin Lena gamang.
Satu jam kemudian Eric mengajak kedua jagoannya untuk makan, namun dua bocah yang belum genap lima tahun itu menolak, mereka asik dengan mainan barunya, dan mereka justru mengajak Fai untuk bermain bersama.
"Sudah dulu mainnya sayang, om Fai biar makan dulu"Eric membujuk Evan dan Evin, namun mereka malah menampilkan wajah kesal dan itu sukses membuat Fai tertawa.
"Si kembar sangat mirip dengannya dan Fahd jika sedang bermain, tak mau diganggu"Fai jadi mengingat sesuatu.
Fai mengangkat kedua bocah kembar itu dalam gedongannya.
"Kita makan dulu ya anak pintar, nanti kita lanjut bermain setelah makan ok"
"Ok om.."kedua bocah kembar itu menyahut dan tertawa mengikuti kelakuan Fai.
Lena tercekat menyaksikan kelakuan dua putranya, sedari tadi ia hanya diam dan sekedar menjabat tangan Fai, selebihnya Fai terkesan cuek dan malah akrab dengan sikembar.
Setelah selesai dengan makan malamnya, dua jagoannya dan istrinya masuk ke kamarnya, sedang Eric menemani Fai ngobrol di ruang tamu.
Lelaki tampan itu mencoba menahan perasaannya sedari tadi, dan juga pertanyaan yang sudah menari-nari di pikirannya.
"Maaf Ric, berapa umur si kembar?"
"Mereka belum genap 5 tahun"Fai kembali berpikir mengingat waktu sebelum 5 tahun yang lalu, dimana Lena menghilang dan sebelumnya hanya dirinya yang selalu bersama Lena.
Lena menemaninya hampir di setiap malam, dan ketika di Bejing mereka menikmati hari-hari bagai honey moon.
"Fai bagaimana dengan rumah tanggamu?"Fai tersadar dari lamunannya.
"Parah Ric.."suara Fai terlihat sendu, Eric sontak mengelus pundak lelaki di sampingnya.
"Kau ingin cerita padaku..siapa tau sedikit meringankan bebanmu"
__ADS_1
Fai menarik nafas dalam, dan menghembuskannya dengan kasar, Eric merasakan beban di hati kolega bisnisnya, yang mulai akrab dengannya itu.
Fai menceritakan dengan mata berkaca-kaca, hatinya sakit...Eric merasa terharu mendengar cerita Fai.
"Seringlah main kemari jika kau butuh tempat cerita..aku siap menjadi pendengar untukmu"
Fai terkekeh dan mengangguk, "Ada si kembar yang akan membantuku melupakan masalahku"
Eric menatap Fai dengan tatapan tidak mengerti.
"Dengan bermain bersama putramu yang selalu menjadikan aku pesuruh mereka, membuat aku sibuk dan lupa dengan masalahku"sontak Eric tergelak diikuti Fai.
"Mereka memang selalu begitu, dad aku mau ini..aku mau itu, dad lakukan untukku..., mereka selalu memerintah, sudah kelihatan bakatnya kan sedari dini"Eric tertawa mengingat kelakuan dua jagoannya.
"Ric apa kau punya keturunan kembar..?"Eric menggeleng.
"Mereka putraku"ucap Fai hanya dalam hati.
-
Fai meninggalkan rumah Eric, hatinya berat..sebenarnya ia ingin memberikan kecupan selamat malam pada dua jagoan yang ia yakini putranya.
"Len...kau harus menjelaskan semua padaku"gumannya dalam hati.
Keesokan harinya, setelah makan sian, Fai kembali datang kerumah Eric, setelah dipersilahkan masuk dan duduk di kursi tamu, suara teriakan dua bocah itu sudah mengema memanggilnya begitu melihatnya.
"Om faiii.."dua jagoan itu berlari ke arahnya dan Fai mendekap tubuh mungil itu dalam pelukannya.
"Kita main ya om..main robotan"sikembar sudah mendominasi situasi.
"Ok ..tapi panggilkan daddy kalian dulu!"
"Daddy nggak ada..daddy ke cina"ucap mereka berbarengan.
Fai masih bengong atas jawaban dua bocah itu, tiba-tiba terdengar suara.
"Subuh tadi kak Eric berangkat ke China karena ada urusan mendadak" Fai menoleh, menatap wajah cantik wanita di depannya.
"Kenapa kau pergi meninggalkan aku"Fai menatap tajam Lena.
"Aku sudah mengajukan surat pengunduran diriku"Lena berucap dengan tenang
__ADS_1
"Kau pergi bukan karena ada sesuatu kan?"selidik Fai dengan kedua tangan yang memainkan pipi si kembar.
"Apa maksudmu..aku tak peduli dengan kehidupanmu, kekasihmu!" sarkas Lena berusaha tenang, jangan sampai kedua jagoannya takut mendengar suaranya yang keras.
Fai tersenyum"Jadi dia pergi karena cemburu pada Clara"
"Aku tak membicarakan tentang kekasihku..tapi tentang alasanmu pergi!"Fai mulai tenang, ia mencium kepala sikembar bergantian.
"Kau pergi karena kedua putraku kan"
Deeenng..Lena terkejut dengan ucapan Fai.
"Bagaimana dia tau..?"gumannya Lena dalam hati, dan ia mulai merasa takut.
"Aku tak akan mengambilnya dari kalian, aku berterima kasih kalian menjaga anak-anakku, Eric laki-laki yang baik"guman Fai lirih.
"Jangan percaya diri..mereka buka milikmu"kesal Lena, namun Fai hanya tersenyum.
"Jangan keras kepala sayang..kenapa sulit sekali jujur..jika dari awal kau jujur saat ini kita sudah sangat bahagia"
Lena mencibir.."Ingat istri dan anakmu!"
"Kau selalu berpikiran jelek padaku..Cla buka istriku..dan anak Cla tentu saja bukan anakku"
Lena menatap Fai dengan tatapan tak percaya.
"Aku tidak memaksamu untuk percaya"senyum Fai mengembang.
"Aku pinjam anakku..kami mau jalan-jalan ke moll..hallo jagoan kalian mau ikut papa ke moll"
Si kembar dan Lena terlihat bingung."Papa..????
"Mulai sekarang panggil papa Fai..papa Fai.." si kembar mengangguk.
"Papa Fai..papa Fai.."ucap mereka bersamaan dan saling tos membuat Lena tak berkutik.
"Aku bawa anak-anak jalan dulu ya yank.."bisik Fai ditelinga Lena, yang membuat wanita itu merinding seketika.
Lena tak bisa menahan Fai..ia sangat tau lelaki itu tak bisa dibantah, ia yakin Fai tak akan membawa kabur si kembar.
Yuuik kasih vote, likeπππ dan comenπππ
__ADS_1