NAFSU

NAFSU
Wanita Penghibur


__ADS_3

Warning!!!


Buat yang masih di bawah umur 21 DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau baca๐Ÿ˜œ


***


Dan pagi ini Diana berada di PG Grup, ia memimpin briefing, dan menyampaikan kabar bahagia tentang putranya yang akan menikah dengan wanita yang dicintai putranya.dan akan menutup semua lembaran kelamnya termasuk wanita-wanita yang menjadi penghibur putranya selama ini.


Hati Za terasa sakit mendengar ucapan Ny Diana, yang menganggapnya wanita penghibur putranya.


Kenapa aku peduli...tak perlu sakit hati, laki-laki penipu!"guman Za dalam hati.


Semua karyawan kembali ke ruangan kerja masing-masing dengan berbisik-bisik, ada yang senang, namun banyak juga yang suka mendengar ucapan Ny.Diana, bagi mereka bukan hanya menyebar aib putranya sendiri namun juga seperti menganggap karyawan wanita di PG Grup ada yang menjadi wanita penghibur.


Khanza melanjutkan pekerjaannya, walau sakit mendengar ucapan Ny Diana, namun wanita cantik itu berusah tak memikirkan hal itu.


"Za, siap-siap kita ikut pertemuan dengan beberapa pengusaha batu bara di hotel XX"


"Kenapa kita pak?"Za masih diam di kursinya.


"Perintah!!..mewakili bos yang sedang tidak di tempat"


"Oh..baik pak saya siap-siap"


Beberapa menit kemudian Za dan Pak Budi sudah berada dalam mobil dan siap meluncur ke hotel XX.


Satu jam perjalanan ke hotel XX, mereka disambut para pengusaha lain, sorot mata lelaki mengarah pada wanita muda beranak satu yang tampilannya selalu memesona.


Pak Budi yang pernah ikut acara ini, sedikit mengenal para pengusaha dan mengajak Khanza berkenalan.


"Jadi dek Khanza bekerja dengan Pak Vero Palagie, gimana kalau ikut bergabung di perusahaan saya" tawaran menarik dari Pak Bisri yang mengiurkan sebagai pengusaha batu bara terbesar di Kalimantan.


"Terimakasih tawarannya..saya akan pikirkan, bisa bapak berbagi cerita mengenai riwayat bapak menjadi pengusaha batu bara ini?"


Pak Bisri tersenyum, lelaki setengah baya dengan wajah ramah itu mulai bercerita, dan Za merasa tertarik dengan usaha ini, karena ayahnya pernah bercerita, dimana ayahnya pernah berkecimpung dalam usaha batu bara lokal jaman masih menjadi kades, namun lahan itu tak lagi digarap karena sesuatu hal.


Akhirnya Za dan Pak Bisri bertukar nomor hape, wanita itu terlihat tertarik membuka usaha batu bara melanjutkan apa yang pernah digarap ayahnya.


Acara pertemuan dengan pengusaha batu bara itu membuat Za semakin dikenal banyak orang, ditambah lagi wanita itu pandai dalam berdiplomasi, menyampaikan ide-ide yang membuat para pengusaha tercengang.


Pertemuan akan dijadwalkan tahun depan di kota S, Pak Bisri dan beberapa pengusaha berharap bisa bertemu dengan wanita cantik itu lagi.


-

__ADS_1


Malam itu Za mengajak mertuanya makan malam di rumah karena ada yang ingin ia ceritakan pada bapak mertua.


"Bapak tau soal lahan batu bara ayah?"


Pak Badi menatap menantunya, dan terlihat mengangguk.


"Ada apa nak?"tanya sang bunda.


"Bisakah kita mulai menggarap lahan itu bun, kita bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat banyak"


"Bunda tak tau hal ini, walau bunda tau dimana lahannya namun bapak mertuamu yang lebih tau"


Akhirnya Badi menceritakan semua yang ia tahu, lahan yang luasnya ribuan hektar itu, telah dibebaskan oleh Pak David, sebagian kecil sudah digarap dan sisanya masih hutan.


"Za akan mencari investor untuk mengarapnya, Za punya teman yang bisa membantu usaha ini bun...abang nanti bantu Za, kita bicarakan sama abang Fahd dan Faiz dulu"


"Abang pasti bantu adek, bener bun kalau ada potensi kenapa tidak kita kelola, jika itu bisa membantu perekonomian masyarakat"timpal Afdi memberi semangat istrinya.


"Bunda serahkan pada kalian saja, bicarakan dengan kedua abangmu"


Za mengangguk dan setelahnya mereka meninggalkan ruang makan, Za membereskan dapur bersama sang suami, mereka melarang Hana dan Sumi yang tadi ingin membereskan dapur.


Di dalam kamarnya setelah melaksanakan sholat isya, Afdi naik ke ranjang menyusul istrinya.


"Kenapa tiba-tiba ingin menjalankan usaha batu bara?" Afdi menatap mata istrinya yang saat ini berada dalam pelukannya.


"Abang mendukung usaha adek, sekarang abang mau...eemmm" Ucapan lelaki itu terpotong ketika Za sudah lebih dulu menyambar b**** suaminya.


Mereka saling berpagutan, dengan penuh rasa dan semakin dalam.


Za melepas pagutannya dan menarik nafas sebanyak-banyaknya.


"Abang mau itukan"Za berbisik lembut dengan meniup pelan telinga suaminya.


Afdi tersenyum dan mengiyakan, Za kembali melabuhkan bi***nya dan beberapa menit kemudian, mereka sudah dalam keadaan polos.


Hati Za sangat bahagia karena keinginannya didukung oleh suami dan keluarganya, tinggal selangkah .. persetujuan dari kedua abangnya.


Za mengelus tengkuk suami lembut, dengan bibir yang terus mend**** menyebut nama suaminya.


Afdi semakin semangat berpeluh ria dengan wanita tercinta, suara manja istrinya membuatnya mempercepat dan menghentak lebih dalam.


Malam ini pasangan suami istri itu melakukannya dengan berbagai gaya, tidak seperti biasa sangat monoton.

__ADS_1


Za melambung berkali-kali karena ulah suaminya, akhirnya setelah tiga jam mereka tumbang dengan peluh yang membasahi tubuh mereka.


Afdi menarik selimut dan menaikan suhu ac menjadi lebih dingin, didekapnya tubuh istrinya yang sudah terpejam dengan nafas yang masih tersenggal.


"Kau suka sayang.."Za mengangguk dan masuk lebih dalam kepelukan suaminya.


-


Sudah 3 bulan Za memulai usaha pembukaan lahan dengan bantuan Pak Bisri dan Fahd serta suaminya.


Za tetap bekerja di PG Grup, ia selalu menghindari Vero, lelaki itu marah besar ketika Pak Budi menceritakan briefing yang pernah dilakukan Ny Diana, dengan semua ucapan wanita itu para para karyawan.


"Apa yang mama ucapkan pada saat briefing di kantor beberapa bulan yang lalu?"


Diana terkejut mendengar suara putranya yang keras, saat pulang dari kerja, Beni yang melihat kelakuan putranya hanya menggelengkan kepala.


"Mama tidak bicara apa-apa, memangnya mama bicara apa?"Diana balik bertanya membuat Vero makin kesal.


"Aku akan membatalkan pernikahan, jika mama tidak mau mengakuinya!"sarkas Vero dengan wajah mengeras.


"Kau tidak bisa seenakmu..!!!"


"Aku atau mama yang seenaknya, pantaskah mama bicara begitu pada karyawanku!"


"Mama hanya mengabarkan pernikahanmu..apa itu salah!"Diana masih mengelak tuduhan putranya.


"Ya ..mengumumkan pernikahanku dengan akan menutup semua lembaran kelamnya termasuk wanita-wanita yang menjadi penghibur putranya selama ini..apakah itu tidak berlebihan ma, di depan karyawanku mama membuka aib putramu..dan mama menyinggung karyawatiku yang seakan-akan mereka berusaha menjadi wanita penghiburku..padahal mama tau siapa wanita penghibur itu, yang selalu mama sodorkan ke kamarku!!!"


Vero beranjak dari tempatnya dan melangkah menuju kamarnya.


"Kau menikmatinya dengan senang hati..dasar anak kurang ajar!!!"


"Tanyakan pada papa sebagai lelaki..jika ia dikurung dalam kamar dengan wanita bu**l yang berusaha mengodanya, apa yang akan papa lakukan!!"


Vero berhenti melangkah dan kembali menberi ucapan yang membuat Diana meradang, wanita itu tau sekali prilaku suaminya, yang doyan bermain wanita.


Beni yang disebut namanya tersenyum kecut.


"Kenapa aku yang jadi sasaran konflik kalian!"Beni bergegas meninggalkan istrinya.


"Hai boy...benarkah mamamu memasukan Luna ke kamarmu?"kepo Beni sembari duduk di sofa kamar putranya.


Vero mengangguk dan bergegas masuk ke kamar mandi, setelah membuka pakaiannya.

__ADS_1


"Luna aku merindukan permainanmu"senyum lelaki itu meyeringai.


Yuuuk kasih vote, like๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘ dan comen yang banyaaak๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2