
Hana kedatangan Sri, sobitnya itu sore sudah pulang dari rewangan di rumah Hana, ia tidak bermalam di rumah Hana karena anaknya si Defa tak bisa tidur jika suasananya ramai.Hari ini ia datang sendiri, Defa di rumah orangtuanya.
Hana dan Sri ngobrol di kamar seperti biasa waktu Hana belum menikah.
"Han aku ngak duga seleramu yang dewasa, kamu sudah seperti sugar baby" Sri cekikikan.
"Namanya jodoh Sri..lebih baik tua umurnya tapi setia, dari pada muda tukang selingkuh", ucap Hana mengingat hidupnya dengan Danu.
"Iya sih bener..tapi biar dewasa gitu..suamimu wajahnya kelihatan masih muda, bodinya OK dan tampilannya bolehlah" ucap Sri mengedipkan mata.
"Han kapan kamu balek?" Sri menatap Hana yang kelihatan berpikir.
"Harusnya dalam minggu ini harus balek, tapi nggak tau mas David"jelas Hana.
Obrolan mereka terhenti ketika ibunya Sri menelpon, memberitahu jika Defa menangis mencari ibunya.
"Aku pulang dulu Han, nanti mampir ke rumah sebelum kamu balek" Hana mengangguk mengiyakan sobitnya.
Mereka berdua mengatakan sobit karena persahabat mereka sejak kecil, dibangku kelas 1 SD kalau sobat versi mereka, sahabatan sudah gede jaman SMA gitu, seperti Hana dan Alif.
Hana jadi teringat Alif, laki-laki itu pernah meminta Hana menunggunya sampai selesai kuliah dan kerja, ia akan datang melamar Hana.
Tapi siapa yang tau jodoh???.
Dengan siapa kita hidup berumah tangga tidak ada yang tau.
Hana terkejut ketika ketika tangan besar dan hangat memeluknya.
"Jangan suka melamun kalau sendirian sayang"Pak David memeluknya makin erat.
"Mas dari mana?"Hana tak menjawab suaminya malah balik bertanya.
"Tadi di belakang sama bapak dan ibu ngobrol" Pak David melabuhkan kecupan di kepala istrinya.
"Mas kapan rencana kita balek?" Hana menatap suaminya dan mengurai pelukannya.
"Tadi bapak bicara mau merenovasi bagian belakang rumah, biar lebih luas, karena bapak punya rencana beternak ikan, mas sudah bilang mau bantu-bantu", jelas Pak David.
"Mas nggak apa gitu, ninggalin tugas lama, nanti dicari warga yang perlukan kasihan", Pak David menatap istri cantiknya ditangkupnya kedua pipi Hana dan satu kecupan sekilas dibibirnya.
" Nanti kita bicara sama bapak ya, baiknya gimana", Hana mengangguk setuju.
"Ayoo kita makan siang mas", Hana menarik tangan suaminya dan lelaki itu hanya menurut.
-
Keadaan rumah sudah mulai sepi, dengan penghuni tinggal 5 orang, para bude dan pakde sudah pada pulang ke rumah mereka.
__ADS_1
Malam ini Hana dan suaminya membicarakan masalah yang telah dibicarakan suaminya tadi siang kepada bapak dan ibu.
Pak Harno mendukung keputusan anaknya, memang kita tak boleh meninggalkan tugas jika urusannya sudah selesai, hitungannya sama dengan korupsi waktu, itu pesan dari bapak.
Jadi mereka memutuskan lusa balek ke desa.
"Kalian sowan sana ke rumah bude-budemu, mumpung disini"saran ibu dan Hana mengangguk mengiyakan.
Mereka sowan ke rumah bude Ratmi dan bude Yat, dan kebetulan keluarga yang dari jawa nginep disana.
Sebelumnya kemanten baru itu membeli banyak oleh-oleh untuk para keluarga, dan juga untuk keluarga yang akan balek ke jawa.
Setelah berkunjung ke rumah keluarga, waktu masih menunjukan pukul 20, Hana mengajak suaminya nonton di mall terbesar dikota ini.
Hana sedang menunggu suaminya membeli karcis, tanpa segaja matanya menangkap sosok yang ia kenali.
"bukannya itu wanitanya mas Danu, dia juga nonton ..artinya ada mas Danu disini" belum selesai Hana berpikir datang lelaki yang Hana juga tau siapa itu.
Lelaki itu keluarganya yang ada disana waktu itu, Hana terkejut melihat lelaki itu mencium pipi istri mantannya.
"Ahhh emang gue pikirin" guman Hana dan mendekati suaminya yang sudah mendapat karcis nonton film romantis.
Siapa sangka Hana dan suaminya mendapat tempat duduk di belakang dari istri mantan suaminya.
Hana nggak habis pikir ketika matanya melihat mereka berciuman.
"Kamu lebih suka tontonan live ya sayang" bisik David ditelingga istrinya.
Hana tersipu mendengar ucapan suaminya.
"Nggak gitu mas, Hana terkejut saja inikan tempat umum" elak Hana.
David terkekeh seraya mengecup pelipis istrinya.
Hana kembali focus dengan layar film yang menyuguhkan tontonan romantis, hingga terdengar suara riuh penonton.
David Nathan merengkuh pundak istrinya lembut, dikecupinya kepala istrinya berkali-kali.
Beberapa menit kemudian film di layar besar itu menggelap, dan lampu mulai terang kembali.
Hana melihat pasangan saudara itu turun bergandeng tangan menuju pintu, "Ada apa sebenarnya dengan mereka?"akhirnya muncul jiwa kepo Hana, walau ia tak peduli tapi apa yang ia lihat di depan matanya menimbulkan rasa ingintau.
Pak David tak melepas rengkuhan dipundak istrinya, ia tak peduli pandangan orang disekitarnya, berbisik-bisik... yang didengarnya mengenai wajah cantik istrinya dengan dirinya yang dibilang tua.
Hana tersenyum melihat tingkah suaminya yang cemburu karena pandangan laki-laki padanya yang terkesan terpesona.
Waktu menunjukan pukul 22 malam, mereka sudah di dalam mobil.
__ADS_1
"sayangku..ada tempat yang mau dikunjungi lagi?" Hana mengeleng menjawab pertanyaan suaminya.
Beberapa puluh menit lemudian, mobil fortuner nicelitf merah itu sudah memasuki halaman rumah orangtua Hana.
Hana segera masuk ke kamarnya diikuti suaminya, Hana segera membersihkan diri dan berganti pakaian tidurnya.
Beberapa menit kemudian Hana melihat suaminya yang sudah berbaring di ranjang, Hana keluar menuju Dapur mengisi air minum di teko kaca dan kembali membawakan ke kamar.
Beberapa saat kemudian Hana naik ke ranjang, dilihatnya suaminya yang sedang asik bermain dengan hpnya.
Hana memeluk tubuh kekar suaminya, dan menghirup wangi suaminya dengan mendusel-duselkan wajahmya pada dada suaminya.
Pak David terkekeh dengan sikap istrinya yang mengemaskan, diletakan hpnya dimeja kecil dekat ranjang.
Dipeluknya tubuh sintal yang membuatnya candu, Pak David mengecup kening istrinya lamaaaa.
Hana mendongak ketika tangan suaminya menyentuh dagunya, kecupan lembut dib****nya membuatnya merengkuh pundak suaminya.
Malam kian larut, Pak David masih memanjakan istrinya, sentuhan lidah di daerah inti membuat Hana mend**** nikmat.
Pak David tau memanjakan istri cantiknya yang masih muda.
Peluh hasil kenikmatan dari perpaduan ***** dua insan yang saling berusahan membahagiakan pasangannya.
Hana merasakan hentakan pada intinya semakin sering dan kuat, ia tau suaminya akan mencapai puncak, wanita itu membalas melu*** dan berperang dalam rongga mu*** suaminya.
Pak David terengah disamping tubuh istrinya, ia mengecup sekilas kening istrinya, kepuasan batin yang ia dapat dari istri tercinta membuatnya meresapi tetes terakhir kenikmatan yang masih terasa di kalbunya.
Beberapa menit kemudian ia mendekap erat tubuh istrinya yang sudah duluan terlelep, ia tersenyum memandang wajah cantik yang dulu sering sekali membullynya.
-
Suara adzan subuh berkumandang memanggil manusia yang masih lelap dengan mimpinya, untuk segera menghadap Khaliknya.
Hana sudah selesai dengan mandi junubnya setelah suaminya, mereka melakukan sholat jamaah dengan para keluarga yang masih tersisa di rumah Pak Harno.
Beberapa menit setelah selesai Hana menuju dapur, bapak dan Heru mulai dengan membaca Quran.
David Nathan terpaku melihat bapak dan Heru, ada rasa malu karena ia tak bisa membaca Quran seperti mereka, ia hanya bisa tersendat-sendat itupun puluhan tahun yang lalu, ketika ia masih kuliah di kota lain yang jjauh dari tempat ia dilahirkan.
Ada keinginan untuk belajar dari istri tercinta, untuk bisa membaca Quran.
Kata mak aku, batas merubah sikap manusia di usia 40 tahun.
Jika Pak David ingin memperbaiki diri...semoga diberi kemudahan dan istiqomah dengan niatnya.
Selamat membaca ceritaku semoga kalian suka, maaf masih banyak kekurangan dan kesalahan pengetikan🙏🙏🙏
__ADS_1
Jangan lupa like dan comen😘