NAFSU

NAFSU
Dia datang lagi???


__ADS_3

Wanita cantik dengan jari lentik dan kulit putih mulus meletakkan segelas kopi dengan lepek di depan Pak David.


wangi melati menyeruak lembut diindera penciuman.


"Silahkan kak.."suara lembut nan lirih terdengar diindera lelaki beranak dua itu.


"Terimakasih.."Pak David tersenyum tanpa menatap wajah cantik yang menatapnya.


Pembeli yang lain asik dengan makanan atau minumannya, Pak David menatap Badi yang sudah menikmati makan siangnya.


Lelaki beranak dua itu meraih gagang cangkir kopinya.


"Bismillah"..ucap Pak David lirih, ia menarik cangkir kopinya dari lepek.


"Subhanallah"kening lelaki itu berkerut...????


Keringat menetes dikening mulus itu, pandangan matanya bersirobok dengan lelaki gagah yang tangannya masih berusaha menarik cangkir kopi.


Lelaki dua anak itu lantas membaca ayat tanpa lafal..dalam hatinya mohon perlindungan Khaliknya.


"Kopinya tidak diminum pak?"Badi menatap majikannya dengan heran.


"Aku lupa tadi pagi mengeluh sakit perut, istriku bisa marah jika aku minum kopi"elak Pak David lirih.


"Bos ini setia sekali, soal kopi saja nurut sama istri, padahal istri juga nggak bakal tau kalau beliau minum kopi"kagum Badi dalam hati.


"Kau sudah selesai..?"Badi mengangguk, Pak David mengeluarkan uang merah dalam dompetnya dan diberikan pada Reni.


Wanita itu tertunduk tak berani menatap lelaki di depannya, yang menatapnya dengan menyelidik.


"Kembaliannya pak..."Reni menyorong uang kembalian ke tangan Pak David, tanpa sengaja tangannya tersentuh dengan ujing jari Pak David.


Ia meringis.. merasakan seperti aliran listrik menyengatnya.


Beberapa menit setelah Pak David keluar dari warung, lelaki itu melajukan mobilnya menuju rumahnya di Desa.Boru.


-


Beberapa menit kemudian, mobil fortuner merah itu memasuki halaman rumah dan nampak beberapa sepeda motor terparkir di halaman.


"Assalamualaikum..."Pak David melepas sepatunya dan naik ke teras.


"Waalaikumsalam..bapak silahkan masuk"seorang lelaki paruh baya dengan baju kokonya dan peci putih keluar menyambut Pak David.


"Bagaimana keadaannya Pak Ustad?"Pak David memperhatikan sekeliling ruang tamu, nampak beberapa ibu-ibu dan lelaki sedàng belajar mengaji.


"Alhamdulillah...semakin baik antusias masyarakat untuk belajar"Pak Ustad tersenyum dan mengajak Pak David dan Badi menuju ruang tengah, yang memang diperuntukan bagi mereka yang memiliki keperluan atau berkonsultasi.

__ADS_1


Pak David menceritakan tujuannya, dan tentu saja Badi terkejut dengan ucapan majikannya.


"Tolong bantu saya pak Ustad, karena menurut saya dia datang lagi"ucap Pak David dan diangguki pak Ustad.


"Allah melindungi sampean pak, bisa jadi doa istri ketika bapak-bapak berpamitan keluar rumah untuk ibadah, mencari nafkah"jelas Pak Ustad.


Pak David dan Badi tertegun mendengar penjelasan pak Ustad.


"Bisa sedasyat itu pak Ustad?"Pak Ustad tersenyum mendengar ucapan Badi.


Pak Ustad menjelaskan setiap suami yang meminta doa kepada istrinya, akan mendapatkan perlindungan, akan keselamatan dan keamanan dari Allah SWT. Untuk itu, biasakan untuk meminta doa istri  ketika hendak kemana-mana (ke luar rumah untuk suatu urusan yang baik).


"Istri soleha yang selalu mendoakan kebaikan dan keselamatan pada suaminya, InsyaAllah akan dikabulkan pak"


"Masya Allah..seperti itu Pak Ustad" Pak Ustad tersenyum dan mengangguk membuat Pak David mengingat, semenjak ia berumah tangga dengan Hana banyak kebaikan yang istrinya itu ajarkan dengan penuh kasih sayang padanya, wanita muda yang cantik itu selalu menyalimi dirinya ketika bekerja dan berucap kaselamatan dan kesehatan untuknya, "Masya Allah ..sayangku"batin Pak David haru.


Dalam sebuah hadist juga menyebutkan bahwa doa seorang istri bagi suami akan dikabulkan oleh Allah SWT.


“Sesungguhnya doa yang segera dikabulkan adalah doa seorang istri kepada suaminya yang tidak berada di tempat yang sama atau saling berjauhan.” (HR. Tirmidzi).


Di akhir pembicaraan dengan Pak David dan Badi, Pak Ustad berpesan.


"Saling menjaga dan melindungi, jaga kepercayaan istrimu dan lindungi segala kelemahan istrimu dari pandangan dan pendengaran orang lain"Pak David dan Badi mengucapkan terimakasih.


Badi lelaki yang sudah memiliki seorang putra, baru menemukan hidup yang sesungguhnya ketika majikannya menikah dengan Hana, wanita yang sederhana dan tidak pernah memandang orang dengan beda.


Mobil fortuner merah itu melaju menuju kota kecamatan, tak beberapa lama mobil itu sudah memasuki halaman rumah besar tuan Nathan.


Disisi lain di warung Reni, wanita itu nampak kesal karena niatnya tak tercapai, "Aku harus menggunakan cara lain, suamiku...aku butuh bantuannya"gumannya dalam hati.


Malam itu pukul 12 malam, di warung kecil berukuran 4×6, Reni selesai ritualnya dengan suami gaibnya.


"Aku akan membantumu sayangku, tapi kau masih ingat syaratnya bukan"suara tawa mengelegar memenuhi kamar sempit itu.


Reni terdiam ia akan menjalani hidup sebagai Diang Ami kembali, setelah beberapa tahun hidup di dalam hutan, dan melayani suami gaibnya.


-


Hari itu Reni alias Diang, melayani pembeli seperti biasa, ia sesekali tersenyum dengan godaan pelanggannya, matanya terus mengamati lelaki yang siap ia jadikan tumbal pada suami gaibnya.


"Ini..nanti malam saya lembur, siapkan makan malam buat saya ya dik?"Fajar menatap kagum pada wanita di depannya sembari menyodorkan selembar uang berwarna merah.


"Iya kak.."Reni mengangguk dan tersipu , Fajar merasakan dadanya makin berdebar.


"Cantiknya..."guman Fajar dalam hati.


"Kakak tinggal dulu ya, nanti malam kakak datang lagi"ucap Fajar dengan kedipan mata, yang membuat Reni merona.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Fajar keluar dan senyum-senyum sendiri, "Cantiknya ..nggak tahan pengen halalin kamu dek"guman Fajar dalam hati.


Waktu terus berputar tak terasa malampun tiba, pukul 21 malam Fajar baru datang di warung Reni.


"Jatah buat kakak adakan dik?"Fajar datang dan langsung mendekati Reni, warung mulai sepi hanya ada seorang pembeli yang menyesap kopi dan itu bukan orang PT SR, sepertinya dari luar perkebunan.


Reni tersipu, hembusan nafas hangat Fajar, membuatnya bergetar.


"Ada kak, sudah saya simpankan, mau dihangatkan dulu"lirih Reni.


"Kakak mau dihangatkan...dek Reni"Fajar makin nempel di belakang punggung Reni, wanita itu tersenyum tipis.


"Berapa mbak..."lelaki yang selesai dengan kopinya itu menatap Reni dari posisi duduknya.


"Lima ribu om"Reni mengangguk ketika lelaki itu meninggalkan uangnya dekat cangkir kopi dan berlalu ke luar warung.


"Kakak bantu tutup warungnya ya, biar dek Reni cepat istirahatnya" Reni mengangguk,Fajar menurunkan gorden kuning disetiap ram-ram kawat yang menjadi jendela warung, dan selanjutnya mengunci pintu warung.


Reni menyiapkan makan malam Fajar dan duduk di dekat laki-laki muda yang tampan itu.


Selesai menyantap makan malamnya Fajar dan Reni saling ngobrol, satu jam setelahnya Fajar yang posisinya dekat dengan Reni memberanikan diri untuk meminta gadis itu jadi istrinya.


Dengan malu-malu Reni mengangguk,


"Tapi jangan diberi tau yang lain ya kak, ini antara kita dulu"pinta Reni lirih.


Fajar menarik Reni dalam dekapannya, dan wanita itu hanya diam, hingga Fajar berani membenamkan b****nya pada b**** Reni, Fajar me***** lembut dan Reni membalasnya, hingga ciuman itu makin dalam dan menuntut.


Fajar mengendong tubuh munggil Reni, dan membawanya masuk ke kamar, dua orang berlainan jenis itu saling berlomba mencapai nirwana di nalam yang makin larut.


Setelah beberapa kali mencapai kenikmatan, Fajar mendekap tubuh itu dan berucap.


"Kakak akan segera menikahimu"


"Tapi janji, jangan ada yang tau hubungan kita sebelum pernikahan"rengek Reni dalam pelukan Fajar, dan laki-laki itu mengiyakan sembari memberi kecupan dikening Reni.


Esok harinya, selepas subuh Fajar meninggalkan warung Reni, setelah mendapat sarapan penuh keringat dan nikmat.


Fajar bergegas membuka bajunya dan masuk ke kamar mandi, begitu sampai di mesnya.


Ada yang aneh di pinggangnya, ada semacam babak merah dan kasar, sebesar jari telunjuk ketika ia menyabuni tubuhnya.


"Kemarin sepertinya tak ada".guman Fajar dalam hati.


Selamat membaca ceritaku, semoga kalian suka, maaf masih banyak kekurangan 🙏🙏🙏


Jangan lupa like dan comen😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2