NAFSU

NAFSU
Mulai bekerja Dengan Kakak Ipar.


__ADS_3

Nampak di teras Hana dan Sumi sedang asik ngobrol, mereka terhenti begitu melihat mobil Fahd masuk dan berhenti di halaman.


"Za...kenapa kamu ikut balik?..libur apa lagi?"tanya Hana pada putrinya yang ikut turun dari mobil.


Afdi menyusul di belakang Za, membuat kedua orangtua pasangan itu heran.


Fahd dan istrinya hanya diam, membiarkan pasangan itu untuk bicara.


"Za mau berhenti kuliah az bun..Za ingin mengurus suami dan anak-anak Za saja bun.."


"Kamu hamil Za..?"


Yang lain terkejut dan menatap Za yang terlihat salah tingkah.


"Apaan sih bun...itu cita-cita Za az"wajah Za kelihatan cemberut.


"Jadi setelah menikah cita-citamu berubah ya dek.."ejek Fahd berjalan menuju teras menyalimi bunda dan bik Sumi, lalu masuk ke dalam rumah diikuti oleh Kanti.


"Apaan sih abang..salah mulu"gerutu Za, Afdi yang melihat tingkah lucu istri tersenyum, lalu mendekat pada ke dua wanita di depannya.Afdi dan Za menyalimi kedua orangtua mereka.


"Ayo mulai latihan ngurusi suami"goda Afdi pada istrinya dan merengkuh tubuh istrinya untuk masuk ke rumah.


Hana dan Sumi saling lirih dan setelahnya mereka tertawa geli.


"Ada-ada saja tingkah si mantu"guman Sumi dalam hati.


Za mengajak suaminya menuju kamarnya, dimana sejak menikah Za sama sekali tak mengajak suaminya untuk ke kamarnya, namun mulai hari ini ia ingin suaminya tidur bersamanya di kamarnya.


"Dek nggak apa abang masuk di kamar ini?"tanya Afdi ragu.


"Nggak apa bang..emang siapa yang mau ngelarang suami istri tidur satu kamar"Za memeluk tubuh suaminya.


"Za mau mandi dulu..abang mau mandiin Za"wanita itu tersenyum mengoda, membuat suaminya geleng kepala gemas.


"Ade mandilah duluan, abang mau bertemu dulu sama ayah "Za mengangguk dan segera masuk ke kamar mandi.


Setelah istrinya masuk ke kamar mandi, Afdi bergegas keluar kamar menuju tempat tinggalnya.

__ADS_1


"Assalamualaikum.." Afdi masuk ke dalam rumah setelah mendengar sahutan dari ayahnya.


"Waalaikumsalam..loh nak kenapa kau balek?"Badi menatap anaknya dengan tatapan bingung.


"Kangen saja sama ayah dan ibu"dusta Afdi agar orangtuanya tak khawatir.


"Kenapa? biasanya kalau kangen kau VC pada kami?"selidik Badi menatap putranya lekat.


"Kau tak sedang bermasalah dengan istrimukan?"


"Za mau berhenti kuliah yah, ia bilang mau mengurus suami dan anaknya saja"tiba-tiba Sumi datang tergelak setelah menjawab pertanyaan suaminya yang ditujukan pada putranya.


"Betul itu nak..?"Afdi mengangguk dan segera masuk ke kamar mandi.


"Za itu lucu ya..sepertinya ia sayang sekali pada putramu"Sumi terkekeh mengingat kelakuan Za tadi.


"Syukurlah..semoga keluarga anak kita Samawa...dan segera hadir cucu buat kita"senyum Sumi mengembang, ia sudah menghayal mengedong cucu.


-


Malam ini Sumi dan Badi ikut makan malam di rumah induk, karena Pak David dan Hana akan membicara sesuatu.


"Begini Di...Za tadi bicara pada saya dan bundanya, ia ingin berhenti kuliah, dan ia tak mau balek lagi ke kampusnya.Jadi saya dan bundanya, serta Afdipun mungkin sudah diberitahu istrinya, kami minta Za melanjutkan kuliahnya di sini saja, di kota kabupaten"Badi dan Sumi terlihat mengangguk dan setuju.


"Dan satu lagi..ayah dan bunda akan mengelar resepsi pernikahan Za dan Afdi" terang Pak David dan diangguki oleh istrinya.


"Apa mereka ijab qobul lagi dan jika jadi kuliah Za akan PP dari rumah ke kampusnya yah"Fahd menatap ayahnya.


"Bagaimana Afdi...apa keputusanmu kamu suaminya, ayah serahkan tanggung jawab istrimu padamu"


"Saya tak keberatan mengantar jemput Za yah, tapi jika nanti Za kelelahan...biar kami mencari sewaan yang dekat dengan kampus, sementara ini PP dulu lihat situasi nanti dan untuk resepsi, sepertinya tidak usah yah kamikan hanya nikah siri"ucap Afdi dan diangguki oleh Fahd.


"Sayang maaf kami, sebenarnya pernikahan kalian lemarin bukan siri tapi sudah syah secara hukum, surat nikah kalian juga sudah keluar bersamaan dengan milik abang kalian, kami tidak sampaikan karena tak ingin Za kepikiran"jelas Hana dan Afsi yang sebenarnya sudah tau hanya memgangguk.


Beda dengan Za...ia menampakan wajah berseri-seri karena statusnya pernikahannya ternyata bukan siri.


"Suami idaman.."goda Fahd yang melihat adiknya mulai meringsek ke bahu suaminya.

__ADS_1


Afdi yang merasa gelagat dari sikap Za yang mulai nempel, membuat lelaki itu salah tingkah.


Fahd tersenyum melihat kelakuan Za,"Sepertinya Za dapat balasan yang setimpa dengan perbuatanya pada suaminya"bisik Fahd ditelinga istrinya.


Deeenngg...


Hati Kanti seperti tersentil dengan ucapan suaminya, walau ia sangat tau ucapan suaminya memang buat Za, namun entah kenapa ia merasa mendapat sindiran.


Kanti hanya yersenyum menanggapi ucapan suaminya.


"Za malas lanjut dah yah...Za mau nemani bang Afdi az, ya bang" rengeknya manja..dan semua yang ada di ruang makan itu tertawa mendengar ucapan Za.


"Kenapa Za jadi begini amat sih"batin Afdi bingung.


"Kamu masih kecil...masih harus banyak belajar"Hana menyahuti rengekan Za sembari terkekeh, namun ia segera terdiam mendengar jawaban putrinya.


"Masih kecil koq bunda nikahkan." ucap Za tanpa memandang siapapun, ia asik dengan lengan suaminya, menghiruf aroma suaminya yang menenangkan.


"Dek..bawa istrimu ke kamar, sepertinya kau bakal kerja keras itu"kekeh Fahd melihat tingkah Za yang luar biasa bucin.


Akhirnya Afdi pamit terlebih dahulu membawa Za ke kamar, wanita itu terus memeluk suaminya membuat pak David mengelengkan kepalanya.


-


Beberapa hari kemudian, Afdi mulai ikut bekerja di kantor PT SR, karena Za masih bersikeras tak mau melanjutkan kuliahnya.


"Di..abang ingin kamu mulai belajar kerja di sini, anggap latihan atau magang, karena abang akan mempromosikanmu sebagai Kasi keuangan, maaf bukan abang tak mau memberimu jabatan tinggi..tapi kamu perlu menunjukkan kemampuanmu pada para karyawan, bahwa bukan karena keluarga kamu ada di sini...namun karena kamu punya kemampuan"jelas Fahd tegas dan Afdi mengangguk setuju.


"Ya bang..saya suka cara abang, saya lebih suka dilihat orang karena kemampuan saya bang..bukan karena kedekatan saya pada keluarga Nathan"Fahd menepuk pelan pundak adik iparnya dan tersenyum.


"Oke aku salut padamu, silahkan kamu taukan ruanganmu, selamat bergabung adik ipar"Fahd menyalimi Afdi dengan senyum mengembang.


Afdi berlalu dari ruangan kakak iparnya dan segera menuju ruangannya.


Laki-laki sederhana itu begitu mudah bergaul, belum sehari saja ia sudah mendapatkan banyak kawan.


Di sisi lain, Za kembali tertidur setelah suaminya berangkat kerja, entahlah ia selalu merasa mengantuk dan lelah.

__ADS_1


Ayo pembaca yang baik hati..kasih like dan comennyaπŸ‘πŸ‘πŸ‘πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2