NAFSU

NAFSU
#Kota Provinsi#1


__ADS_3

Suara adzan subuh terdengar sayup-sayup di pendengaran , Hana perlahan membuka matanya , ia menelisik isi kamar tak ada pak David di kamarnya, Hana perlahan turun dari ranjang, menuju pintu keluar kamar.


"Han bangunkan suamimu dan adikmu, semalam mereka nonton bola sampai ketiduran" tinta ibu begitu melihat Hana keluar dari ruang sholat.


Hana menuju ruang tamu, dilihatnya pak David yang tertidur disofa tua, usianya seperempat usia pak David, hahaahh.


Heru tertidur di dekat TV dengan alas hambal bombai, dan parahnya TV masih menyala, menonton mereka yang berlomba tidur.


Hana menepuk bokong adeknya," bangun sholat", Heru malah duduk dengan mulut komat-kamit seperti menguyah, kebiasaan Adeknya kalau dibangunkan.


Setelah adeknya beranjak, Hana mendekati pak David, ditekannya hidung lelaki itu dibagian ujung.


Lelaki 40 tahun itu gelagapan.


"bangun sholat, ditunggu bapak" bisik Hana ditelinga pak David dan segera berlari sebelum lelaki itu menangkapnya.


Pak David tersenyum mendapat perlakuan menyenangkan dari calon bojonya.


"apa Hana bilang..sholat???..aku sudah lupa caranya".


Pak David berjalan ke belakang untuk mengambil air wudhu, untungnya di atas kran ada poster tata cara wudhu...selamat kau kali ini!!!


Pak David masuk ke ruang sholat, dilihatnya Heru baru mengenakan sarung, mereka hanya berdua, rupanya bapak sudah selesai sholat.


"mas yang jadi imam ya, Heru makmumnya", ucap Heru membuat David tercengang.


"kamu saja dek, nanti mas ajak jalan sehabis sholat", mata Heru berbinar.


"bener ya mas", David mengangguk dan mereka mulai sholat subuh jamaah.


1 jam kemudian, setelah sarapan pagi.


"pak saya mau jalan sebentar sama Heru", pamit Pak David.


"loh bojomu ngak ikut",David memgeleng dan menjelaskan Hana sedang di dapur membantu ibunya.


-


Di dalam mobil yang melaju, pak David mulai melontarkan pertanyaan.


"Her..disini kalau acara pernikahan seperti apa?"


"Ramai mas, ada pakai orkes, ada yang pakai band....tapi tergantung orangnya, kalau kaya ya pestanya mewah" jawab Heru menghadap pak David.


"kenapa mas..?


"Her kamu malu ngak punya kakak ipar seperti saya?"


"emang mas David seperti apa?" Heru balas bertanya dengan tampang bingungnya.


"usia sayakan jauh dari Hana",Heru tertawa mendengar pengakuan calon kakak iparnya yang dianggapnya lucu.


"malah ketawa "

__ADS_1


"mas tua usianya, semangatnya jangan tualah, yang penting mbak Hananya maukan?"Pak David mengangguk ragu.


"Her..mbak Hana dulu punya pacar ngak?"


Heru tersenyum mendengar pertanyaan calon kakak iparnya.


"saya ngak tau sih mas, tapi yang naksir banyak..yang rajin datang ke rumah mas Alif yang kuliah di Jogja, sepertinya naksir mbak Hana, tapi gitulah mbak Hana g terlalu menanggapi" jelas Heru.


"Alif ...?"tanya Pak David dalam hati.


Mobil Pajero Facelift merah berhenti di sebuah bank, pak David bergegas turun diikuti Heru di sampingnya, mereka menuju ATM.


Setelah beberapa saat mereka kembali naik mobil dan melaju.


"bener nih kamu ngak pengen beli sesuatu?"Pak David mastikan keinginan Heru yang menolak diajak berbelanja.


Pak David menyodorkan 10 lembar uang berwarna merah ditangan Heru.


"buat apa ini mas?"Heru bingung dengan uang yang menurutnya sangat banyak diletakan ditangannya.


"buat beli apa terserah Heru saja" Pak David focus dengan jalan menuju rumah Hana.


-


Beberapa jam kemudian, Hana dan Pak David bersiap untuk berangkat menuju kota provinsi.


Tampilan Hana terlihat sederhana, namun justru terlihat sangat cantik dan terlihat seperti abg,.dengan dres selutut berlengan spaghetti berwarna paste ditambah cardigan krem di atas pinggang, bermotif dibagian pinggirnya membuat Hana tampil memesona.


Pak David mengenakan hem lengan pendek berwarna biru langit dan celana levis biru dongker, lelaki itu terlihat muda dari usianya.


Setelah mobil pak David meninggalkan halaman rumah pak Harno.


"pak sini ibu mau cerita" tarik Bu Asri menuntun suaminya menuju kamar.


"apa toh bu, main tarik-tarik saja",


Bu Asri memperlihatkan sesuatu di dalam kresek, Pak Harno terkejut melihatnya.


"punya siapa bu..koq banyak begini?"


Pak Harno panik melihat duit berwarna merah 10 gebok.


"ini 100 juta bu", Bu Asri mengangguk, dan bercerita.


#fasback beberapa jam sebelumnya#


-


David baru datang bersama Heru, ia mengajak Bu Asri ke kamar Hana karena bapak kebetulan tidak ada.


"apa ini nak..?"


"bu..gunakan ini untuk persiapan keperluan pernikahan, ibu pasti memerlukannya"

__ADS_1


Bu Asri terharu dengan mantunya yang bertanggung jawab...matanya berkaca-kaca.


"nanti sepulang saya dan dek Hana dari kota provinsi, saya akan tambahi karna ini tadi hanya ambil lewat ATM, saya ingin pesta sesuai kemauan dek Hana",jelas David.


.


#POV #Author


Pak Harno bersyukur, Hana mendapatkan suami yang baik dan menyayangi putrinya.


Sebenarnya jauh hari, begitu mendengar Hana menikah, Pak Harno dan istri sudah mulai menabung buat acara pernikahan Hana, walau uang yang terkumpul jauh dari kata cukup.


Mereka tak menduga mantunya begitu royal dalam urusan duit.


Disisi lain Hana begitu menikmati perjalananya kali ini, iringan lagu dari band Armada menemani perjalanan mereka.


Jalan menuju kota provinsi sangat mulus dan luas, dan hilir mudik kendaraan begitu ramai, berbeda sekali situasinya dengan di kecamatan Aru menuju dermaga.


"mas pernah ke kota provinsi?"


celutuk Hana dengan pandangan masih ke luar jendela mobil.


"setiap bulan sekali...", Hana sontak menghadapkan wajahnya pada lelaki yang focus menyetir disampingnya.


"setiap bulan...?"David Nathan mengangguk atas gumanan Hana yang ngak percaya.


"ngapai saja..?"


"nemani Serly belanja, itu kegiatan rutinnya setiap bulan" Hana mengalihkan tatapannya menghadap lurus ke jalan, ada rasa kecewa atau cemburu..?


Hana memejamkan matanya untuk tertidur, hatinya mangkel setelah mendengar penjelasan lelaki di sampingnya.


Pak David memandang wanitanya yang memejamkan mata, ada senyum dibibirnya melihat tingkah Hana.


Ucapan lelaki disampingnya, apa itu komentar tentang sesuatu atau pertanyaan tak dihiraunya, walau telinganya mendengar Hana pura-pura tertidur.


Beberapa jam kemudian mobil yang dikendarai pak David memasuki daerah kota provinsi.


Lalu lalang kendaraan dan kemacetan panjang mulai terasa, Hana tak sama sekali membuka matanya, walau ia mendengar ucapan lelaki di sampingnya" sayang...kita sudah sampai kota"


Mobil berhenti disebuah hotel berbintang, pak David membuka safety beltnya, dan bergegas turun memutar, ia buka pintu mobil dan membuka safety belt Hana, "sayang sudah sampai..mau mas gendong masuk ke hotel atau jalan sendiri.


Hana membuka matanya, dan tercengang melihat gedung mewah di depannya." hotel ******* dulu kudengar ini hotel orang-orang kaya, lelaki ini kesini berarti ia sudah biasa, pasti ia membawa Serly" guman Hana dalam hati.


Hana menolak digandeng Pak David, ia memilih berjalan agak di belakang tubuh lelaki 40 tahun itu.


Pak David tersenyum dalam hati atas sikap Hana...


"nanti pesan 2 kamar..", ucap Hana santai dan berjalan menuju tempat duduk di sofa loby hotel.


Pak David memperhatikan Hana yang berlalu menuju sofa di loby hotel, ia menghela nafas atas kecemburuan Hana.


Selamat membaca ceritaku, semoga kalian suka dan maaf banyak kekurangan dan kesalahan atas pengetikan🙏🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan like dan comen ya😘


__ADS_2