NAFSU

NAFSU
Kelahiran Fahd dan Faiz


__ADS_3

Beberapa jam kemudian, beberapa warga sudah sampai di halaman rumah Pak David.


"Pak kami izin mencari wanita itu."Pak David mengangguk dan mempersilahkan.


Beberapa warga masuk ke dalam rumah dan melakukan pencarian di setiap kamar.


Tiba-tiba suara tawa mengerikan terdengar dan mengetarkan rumah, membuat warga yang ada di sana merinding.


"Astaghfirullahaladzim....." Jeritan Yatno begitu melihat salah seorang warga yang tiba-tiba saja pingsan.


Pak David segera mengambil air putih, dan memercikannya ke wajah lelaki yang pingsan itu.


Tiba-tiba saja lelaki itu mencekik leher Pak David, dengan sorot mata merah menakutkan.


Lelaki gagah yang mendapat serangan tiba-tiba itu, reflek menahan tangan yang mencekikinya.


Dalam rasa panik, selintas ia melihat wajah istrinya,"Hanya Allah tempatku berlindung dari godaan setan yang terkutuk".


Pak David selalu ingat ucapan istrinya, Pak David berusaha melafazkan surah yang ia yakini akan melepaskannya dari belenggu setan.


"A'udzubillahi minassyaiithaa ni rrajiim"


"allāhu lā ilāha illā huw, al-ḥayyul-qayyụm, lā ta`khużuhụ sinatuw wa lā na`ụm, lahụ mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ, man żallażī yasyfa'u 'indahū illā bi`iżnih, ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭụna bisyai`im min 'ilmihī illā bimā syā`, wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya`ụduhụ ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm.”


Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa'at di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. Al Baqarah: 255)


Dan mengulang tujuh kali bagian yang nyaris terakhir itu sebelum menuntaskannya.


Perlahan leher Pak David terasa lega, cekikan lelaki itu melemas seiring tubuhnya yang melemah.


Tak lama lelaki itu mengerjap dan bertanya, karena melihat orang-orang yang mengerumuninya.


Pencarian Diang Ami tak menemukan hasil, wanita itu bak hilang di telan bumi, semua barang-barangnya dikeluarkan dari rumah Pak David dan dibakar oleh warga.


Ada tangis dalam dekapan yang tak kasat mata, tangis itu hanya mampu didengar oleh mereka yang memiliki kelebihan, termasuk Pak David.

__ADS_1


"Aku tidak menyesal menikahimu, karena kau takdir yang harus kulalui, aku hanya menyesali sikapmu, yang tak pernah mau mengiringi langkahku meninggalkan kesesatan"


Tangis itu terdengar semakin pilu, suasana mencekam dan sunyi.... sampai Pak David berbicara di tengah kerumunan warganya yang mulai berdatangan.


"Saya akan mencari ahli ibadah untuk mengajari para warga mengenal Allah, karena hanya Allah satu-satu pelindung kita, kalian semua warga Desa Boru..akan mulai belajar agama minggu ini di rumah saya ini, yang akan saya jadikan pusat belajar agama"


Paduan suara warga terdengar menyetujui, mereka merasa senang atas usul Kadesnya.


"Jika tadi saya masih dalam kesesatan, bisa jadi saat ini saya tak bicara di depan kalian,saya pernah sesat..dan sekarang saya berusaha kembali pada Allah..saya bertobat..saya mengajak wargaku..mari kita kembali ke ajaran Allah dan bertobat"


"Iya Pak Kades..kami mau!!!"


Ada kilatan amarah dimata yang memerah dengan wujud yang berubah mengerikan, ia menghilang dengan mendekap tubuh wanita yang sangat cantik jelita.


7 bulan kemudian


"Ini kau susui Fahd dulu, biar ibu mengedong Faiz" ucap ibu Hana yang membantu mendiamkan cucu kembarnya.


Hana melahirkan anak-anak kembar kurang lebih tiga bulan lalu, Alhamdulillah melahirkannya dalam keadaan normal.


Orangtua David tak percaya putranya menikahi wanita yang usianya jauh dari David, mereka tak ingin saja putra semata wayang mereka gagal lagi dalam berumah tangga.


Tapi kebahagiaan mereka menjadi luar biasa, ketika mereka dipaksa untuk ikut ke kota kelahiran Hana disaat 3 bulan lalu Hana mengambil cuti melahirkan.


Melihat perut Hana yang besar membuncit dengan dua bayi di dalamnya, ibu David yang bernama Mariana itu menangis terharu, begitu juga tuan Nathan, impiannya memiliki cucu terkabul sudah, bahkan langsung diberi dua.


Selama di kota kelahiran Hana, mertua Hana itu selalu terharu melihat rasa sayang mantunya pada putranya, Hana memiliki cinta yang tulus pada David Nathan.


"Sini biar nenek yang gendong Faiz"Ibu Mariana menerima cucu tampannya yang sangat mirip dengan David Nathan semasa bayi, dengan sangat hati-hati.


"Kalian benar-benar mirip David, sangat tampan"ibu mariana tak berhenti menciumi pipi merah Faiz, putra ke dua David Nathan.


Beberapa menit kemudian tuan Nathan dan Pak David masuk ke kamar Hana.


"Aduh sitampan digendong nenek"Pak David mencium putra ke duanya.

__ADS_1


"Mas ambil Fahd, dan bawa Faiz kesini, sepertinya kakak sudah kenyang"Pak David segera mengambil putranya dari gendongan ibunya dan memberikannya pada istrinya.


Bayi Fahd sudah lebih dulu diambil tuan Fathan, lelaki tua itu begitu menyayangi cucu-cucunya.


"Ayo cepat besar jagoan Kai...kita akan bermain di perkebunan"tuan David menciumi pipi Fahd dan bayi tampan itu hanya mulet sambil mengerucutkan bibirnya.


Ucapan tuan Nathan disambut tawa mereka yang ada di dalam kamar, melihat itu hati David sangat bahagia, ia mengecup kening istrinya lembut.


"Mas sayang sama adek .. sangaaat" kelakuan putranya itu membuat ibu Mariana dan tuan Nathan saling berpandangan, mereka tersenyum melihat kebahagiaan putranya.


"Apa besok kalian jadi pulang ke desa?" Bu Asri ibunya Hana nampak sedih.


"Ibu.. disana Hana bekerja, begitu juga mas David"Hana menatap ibunya lembut.


"Nak Davidkan sudah tidak jadi Kepala Desa lagi, apa kalian tidak ada niat pindah kesini, kasihan kalau si kembar hidup di sana, sepi!"


"Bu disana akses jalannya ke Desa Boru sudah bagus, dan tiang listrik sudah dipasang, tinggal menunggu listriknya hidup saja"jelas Hana lembut pada ibunya.


"Tetap saja Han, ibu sulit berkomunikasi dengan kalian, apalagi jika kami kangen si kembar, jangankan VC telepon biasa saja sulit"gerutu Bu Asri yang membuat besannya tersenyum.


"Nanti kami akan sering datang berkunjung, atau keluarga disini bisa saya jemput"David menenangkan mertuannya.


"Keluarga disini bisa VC bahkan setiap hari, Mantu dan cucu-cucuku akan tinggal dengan kami di rumah yang ada dikota kecamatan Aru"tegas tuan Nathan.


Hana dan David saling berpandangan, anggukan kepala suaminya membuatnya tersenyum senang, ia akan bertetangga dengan mbak Sita dan Bu May.


"Hana akan jauh dari mbak Titin"keluhnya memeluk tubuh suaminya.


"Kita akan pikirkan nanti ya"Pak David menyentil hidung istrinya.


Yang lain akhirnya lega begitu juga dengan bu Asri.


Selamat membaca ceritaku,semoga kalian suka, maaf masih banyak kekurangan dalam ceritaku ini🙏🙏🙏


Jangan lupa like dan comen😘

__ADS_1


__ADS_2