NAFSU

NAFSU
Galau


__ADS_3

Hana memasuki kamar hotel terlebih dahulu begitu pintu terbuka, penampakan pertama yang dilihat Hana adalah ruang tamu yang dilengkapi sofa doubel bed yang nyaman, dengan TV led 32", di sudut ruangan ada pantry mini yang dilengkapi beraneka minuman seduh, ada kulkas kecil, sudah seperti kamar Serly di desa???


"Ada apa Han..kenapa kesal dengan nama itu?" batin Hana.


Hana menuju sofa dan duduk disana, ia memikirkan sesuatu.


pak David mengikuti duduk di samping Hana, ia menatap wanitanya yang cantik sedang cemberut, ia tau wanitanya sedang kesal.


Pak David menarik lembut tubuh Hana dalam pelukannya,"nanti sore kita jalan ya, kau bisa belanja sesukamu",


Hana melerai pelukan pak David, entah kenapa...setiap sikap lelaki itu jadi teringat Serly.


"Seperti itu sikapnya pada Serly, belanja dan senang-senang, tapi kenapa mereka berpisah?, kalau setiap bulan bagai bulan madu" batin Hana kesal.


"aku mau baring...kepalaku masih pusing" alasan Hana dan masuk ke kamar, terdengar suara pintu dikunci.


Pak David menghela nafas kasar, ia menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa.


"harusnya aku tak memyebut nama Serly" keluh pak David lirih.


Hana berbaring di ranjang king size yang lembut dengan selimut tebal berwarna putih yang halus dan terasa dingin.


"ia pasti biasa menikmati ranjang ini bersama Serly, kenapa mereka berpisah???


"aku tak menyangka mereka yang tinggal di daerah yang terisolir begitu bisa menikmati kemewahan seperti ini...bahkan setiap bulan???


Hana lelah dengan pikirannya, tanpa sadar dirinya sudah terlelap.


Disofa ruang hotel pak David gelisah, ia merasa bersalah atas ucapannya, ia takut Hana membatalkan pernikahannya.


-


Sudah 4 jam Hana di dalam kamar, bahkan melewatkan waktu makan siangnya, pak David berusaha mengetuk pintu kamar ia khawatir dengan keadaan Hana.


Hana membuka pintu kamar, ia melihat pak David diambang pintu dengan wajah cemas.


" kenapa sayang..jangan marah padaku, aku minta maaf jika ucapanku membuat hatimu sakit", pinta pak David dengan wajah sendu.


Hana diam memandang wajah lelaki di depannya, "apakah salah jika aku bertanya?"batinya.


"kita makan dulu ya..? Pak David menarik lembut tangan Hana.


"mau makan disini atau di restoran?" lelaki itu bersuara lembut.


Dengan menghela nafas panjang, Hana menjawab ingin makan di restoran, ia bersiap setelah sebelumnya membersihkan diri terlebih dahulu.

__ADS_1


Hana keluar dengan mengunakan dress simple motif floral berwarna pink.ia terlihat lebih fress dari hatinya yang masih galau.


Sepanjang menuju keluar hotel , beberapa pria muda yang berpapas menatap Hana dengan tatapan memuja .


David Nathan yang mengetahui hal itu menjadi risau, Hana tak mau mengiringi langkahnya, wanita cantiknya itu malah mengintili dibelakangnya, sudah terlihat seperti seorang bapak yang berjalan dengan anak gadisnya.


akhirnya mereka sudah duduk menikmati makan siang yang kelewatan, di sebuah resto yang menyediakan sajian sea food, karena sudah pukul 15 makan siang di resto hotel sudah lewat.


30 menit kemudian, setelah menyelesaikan pembayaran mereka menuju pusat pembelanjaan terbesar di kota itu, Moll di pinggiran sungai yang terkenal dengan harganya yang lebih mahal karena disini menjual barang-barang bermerk dari luar.


Hana tak berani membeli pakaian begitu melihat bandrol harga, melihat hal itu Pak David meminta pelayan toko memilihkan beberapa koleksi pakaian terbaru untuk Hana tanpa wanita cantik itu ketahui.


Hana tak mebeli apapun, tawaran pak David hanya dijawab dengan gelengan kepala.


Pak David menenteng beberapa paper bag, dan memasukannya didalam mobil.


"sayang..kau ingin ke mana ..nonton atau ..?"


"pulang saja, kaki saya pegal" ucapa Hana memotong tawaran pak David.


"Pak David turun dipusat pertokoan yang merupakan komplek pertokoan penjualan emas dan berlian.


Hana menolak turun, rasa kesalnya atau kecemburuannya belum hilang, baginya sih itu bukan cemburu, hanya perasaan galau karena tak mengerti hubungan calon suaminya dengan Serly yang seperti misteri, bahkan Diang Amipun tak tau alasan perceraian mereka.


-


Hana merebahkan dirinya, tumit dan betisnya terasa pegal, berkeliling di moll itu membuatnya mengeluarkan energi.


Hana tersentak ketika tangan hangat memijat tumitnya lembut, ia tak menolak karena pijatan itu terasa enak di tumitnya, Hana memejamkan matanya dan meresapi pijatan calon bojo.


Pak David tersenyum melihat sikap wanitanya," semoga berkurang kesalmu sayang, aku tersiksa..lebih baik kau ngomel mencaciku atau memukul tubuhku, dari pada melihatmu diam begini..sungguh aku merasa takut" batin Pak David.


Hana merasakan tubuhnya terangkat, wangi parfum yang menenangkan terasa melekat diindera penciumannya.


Perlahan ia merasakan tubuhnya menyentuh lembutnya selimut hotel.


Jantungnya berdetak kencang ketika kelembutan ia rasa dari pagutan bibir yang hangat, ia tak berani membuka mata ia hanya menikmati kemanjaan yang diberikan calon bojonya.


-


Waktu menunjukan pukul 20, Elusan lembut di pipinya dan bisikan mesra terdengar sama-samar ditelinga Hana.


"sayang bangun...kita makan malam dulu"


Hana membuka matanya, ia melihat Pak David yang sudah menganti pakaian dengan kaos berwarna putih dan celana bahan tiga perempat berwarna crem.

__ADS_1


Lelaki 40 tahun itu terlihat sudah segar, Hana beranjak turun dari ranjang, mengambil pakaiannya dan masuk ke kamar mandi.


15 menit kemudian ia sudah terlihat segar dengan rambut dicepol tinggi, lehernya yang jenjang dan putih mulus itu membuat Pak David merona.


10 menit kemudian mereka sudah menikmati makan malam ala itali, osso buco, makanan dari daging yang dibumbui olahan rempah.



Mereka menyelesaikan makan malam dengan hidangan penutup panna cotta yang lembut dengan saus yang manis dan irisan strawberry.



Hana merasakan lidahnya dimanjakan, seumur hidupnya ini pertama kalinya ia menikmati makanan mahal dan tidur di hotel berbintang.


Beberapa menit setelah makan mereka kembali ke kamar hotel.


Hana masuk lebih dulu ke kamar, namun belum sempat ia menutup pintu, Pak David sudah menekan daun pintu dengan tangannya dan bergegas masuk.


"sayang biarkan mas masuk, kita bicarakan apa yang membuatmu merasa kecewa, kita belajar menyelesaikan masalah sebelum kita hidup bersama".


Pak David memandang Hana dengan tatap melas dan memohon.


Membuat wanita cantik itu akhirnya mengangguk.


Mereka duduk di ranjang dengan bersandar pada kepala ranjang, suasana hening, lelaki 40 tahun itu terlihat takut memulai, karena tak ingin wanitanya kecewa lagi dengan ucapannya.


"apa kita hanya akan diam, katanya mas mau menyelesaikan masalah"


Hana menyadari ketegangan pak David, karena lelaki itu selalu membuang nafasnya kasar.


"sayang...maaf apa kau kesal karena nama wanita lain itu?"guman suara Pak David lirih.


Hana melirik sekilas wajah takut lelaki disampingnya, "semenakutkan itukah dirinya, hingga lelaki yang biasa tampil di depan warganya dengan ketegasan itu menciut"


Hana ingin sekali tertawa dan mengejek calon bojonya, tapi ia tak tega.


" mengapa mas bercerai dengan Serly?"


deeeggg........


Hana melihat lelaki disampingnya menarik nafas panjang dan menghemhuskannya dengan tekanan, seakan ada beban berat di dadanya.


Selamat membaca ceritaku semoga suka, maaf masih banyak kekurangan dan kesalah pengetikan๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Jangan lupa like dan comen ya untuk mendukung semangatku menyelesaikan cerita ini๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜

__ADS_1


__ADS_2