NAFSU

NAFSU
Nyaris Kadaluarsa


__ADS_3

Sebulan kemudian...


Hari bahagia bagi Badi dan Sumi tinggal menghitung hari, setelah mereka pulang dari kota tempat orangtua Hana, mereka sudah disibukkan mengurus surat menyurat guna pernikahan.


Badi dan bik Sumi berencana setelah menikah akan tinggal di rumah tuan Nathan, mereka sudah jadi orang kepercayaan Pak David dan Hana.


Kedua Orangtua Hana dan Heru sudah ada di rumah tuan Nathan, mereka akan ikut mendoakan hari bahagia bagi Badi dan Sumi.


"Hana ada kawan-kawanmu di depan"tuan Nathan mengambil alih Fahd dalam gendongan Hana, dan membawanya bermain di teras belakang, dimana ada besan dan istrinya sedang berbincang.


"Iya ayah, Hana ke depan dulu, Fahd.."


"Fahd sama Kai ya..kita main di belakang sama nenek"bocah tampan itu mengangguk dan memeluk leher tuan Nathan dengan manja.


Hana menuju teras rumah, ia lihat cs nya di perumahan dulu sedang asik ngobrol di bangku teras.


Hana memeluk Bu May, Mbak Sita, dan tak ketinggalan Mbak Titin serta menyalimi suami-suami mereka.


"Ayo semuanya ke dalam, langsung ke ruang keluarga saja"ajak Hana.


Pak David yang berada di belakang dengan para suhu, ikut bergabung membuat suasana makin ramai.


Mereka akan membantu acara pernikahan Badi dan bik Sumi yang tinggal 3 hari lagi, dari hasil pembicaraan setelah akad langsung disambung dengan resepsi, dan hanya mengundang tetangga dan sahabat dekat, bik Sumi tidak mau acara resepsi terlalu ramai, malu katanya ..sudah tua..seperti pengantin basi..haahhhaa


Setelah acara rembuk pembagian tugas selesai mereka menikmati makan siang bersama,


-


Hari bahagia yang membuat Badi dan Sumi berdebar telah tiba, Badi grogi ketika melihat para tamu yang ikut hadir diacara akad.


Beberapa saat kemudian, pak penghulu mengiringi Badi membaca doa akan ijab Qobul, dan setelahnya dengan sekali tarikan nafas akhirnya terdengar ucapan .. SYAAAAHHH .. membuat Pak David dan Badi mengucap Hamdalah.


Bik Sumi nampak manglingi, terlihat ayu dengan brokat warna krem. ia di dudukkan oleh Ibu Asri dan Ibu Mariana di samping Badi yang terlihat tegang.


Setelah penghulu membacakan do'a setelah ijab qobul dilanjutkan acara sukeman, tangan Badi dan Sumi sama-sama panas dingin, apalagi ketika suara Mbak Titin yang mendaulat Badi untuk mencium kening istrinya, dengan takut - takut akhirnya sampai juga bibir Badi dikening Sumi, lalu acara dilanjutkan dengan resepsi.

__ADS_1


Menjelang sore tamu mulai berkurang, dan pengantin digiring ke kamarnya, perias pengantin membantu membuka pakai yang digunakan Sumi dan Badi.


"Kalian mandi dulu biar segar, biar hilang lelahnya"saran Bu Asri dan diangguki oleh mereka berdua.


Disaat menjelang magrib, mereka yang ada di rumah tuan Nathan melaksanakan sholat magrib berjamaah, termasuk si kembar ia ikut duduk di sajadah disamping bundannya.


Setelah selesai magriban mereka santap malam bersama, para ibu-ibu melayani suami dan anak-anak mereka.


Disaat asik makan terdengar suara menyelutuk, "Om Badi nanti digas pooll saja biar langsung dapat dede..Alhamdulillah kalau dapat seperti Pak David beli satu bonus satu, mana tampan lagi", yang lain tertawa dan mulailah acara bully itu membuat Badi dan Sumi harus tahan telinga....hahhahh


"Tanya sama bosmu Di..gimana supaya bisa dapat langsung dua!"Pak Maman menimpali candaan Mbak Titin.


Beberapa jam kemudian suasana di rumah tuan Nathan mulai sunyi, hanya para suhu yang masih ngobrol yang lain sudah masuk ke kamar masing-masing.


Di kamar pengantin dua pasangan yang baru syah tadi pagi, terlihat canggung, Badi seperti tak punya keberanian untuk memulai.


Disaat Sumi naik ke ranjang, Badi malah duduk di kursi yang ada di ruangan kamar, ia yang bisa dikata bujang lapuk, tak tau bagaimana memulai.


Badi tak pernah mengenal wanita, di desanya kemarin ia hanya tahu bergelut dengan ternak dan tanaman, membuat ia bingung sendiri.


Sumi yang sudah pernah merasakan manisnya bercinta walau akhirnya dikhianati, mencoba membuka suara.


"Mas sini...!"suara Sumi dibuat selembut mungkin, tangannya menepuk sisi kosong di samping kirinya.


Badi mendekat kearah istrinya, dengan hati berdebar ia duduk sisi istrinya.


"Mas Badi pernah punya pacar?"


Badi mengeleng.


"Mas belum pernah bersama wanita?"


Badi kembali mengeleng.


"Alhamdulillah...Sumi dapat barang baru..baru buka bungkus..walau nyaris expired"guman Sumi dalam hati...hahhaahh

__ADS_1


Sumi berinisiatif lebih dulu, ia mendekap tubuh suaminya, dan Badi makin panas dingin, dadanya berdebar hebat, apalagi ketika istrinya mulai membuka kancing hemnya, Badi benar-benar kaku...haahhahh


"Aku harus kerja keras malam ini"pikir Sumi.


"Mas buka bajunya..!"Sumi mendekap tubuh Badi lebih erat dan masuk lebih dalam ke dada suaminya, ada sensasi geli dan hangat bersamaan yang dirasa Badi.


"Untuk apa buka baju?"ala mak pengen pingsan jadinya Sumi mendengar jawaban suaminya yang lugu.


Akhirnya tanpa banyak komentar Sumi bener-bener kerja sendiri.


Mereka sudah sama polosnya, dan Sumi sudah menjelajah dengan indera pengecapnya keseluruh bagian suaminya, Badi merasakan sesuatu yang aneh tapi menyenangkan.


Sampai akhirnya Sumi yang memegang kendali, ia memimpin dengan ahli, Badi meracau nggak jelas, intinya ia sangat menyukai permainan istrinya.


Sampai akhirnya Sumi kelelahan dan tertidur disamping suaminya.


"Dek koh tidur..gimana ini mas masih mau..dek..dek..bangun!" tapi Sumi sepertinya sudah tak sanggup setelah berkali-kali mencapai nirwana tubuhnya tumbang dan pulas tanpa menghiraukan panggilan suaminya.


Akhirnya Badi yang baru mendapatkan permainan jaran goyang dari istrinya ikut tertidur, hahaahh


Beberapa jam kemudian disaat waktu menunjukan pukul 04 pagi, Badi kembali terbangun, ia terkejut ketika tidur tanpa busana dengan seorang wanita, ia baru sadar sudah menikah, ia ingat peristiwa semalam, ia jadi ingin lagi tapi dilihatnya istrinya masih tidur,"Dimana ia masukan ini semalam, kenapa nikmat sekali"Badi menelisik tubuh istrinya.


Akhirnya dengan kesabaran ia menemukan lubang semalam, dan mencoba memasukan miliknya, dia buka dan renggangkan kaki istrinya dan akhirnya, ia kegirangan sendiri setelah merasakan maju tak gentar.


Berkali-kali Badi mencapai nirwana, Sumi yang sedang bermimpi menuju surga begitu menikmati, dan terus terbang seperti layangan putus, ia terkejut karena tiba -tiba merasa sesak tak bisa bernafas, begitu matanya terbuka ia melihat suaminya sudah terdampar dengan peluh sebesar gaban dan nafas gos-gosan di atas tubuhnya.


"Pintarnya suamiku..baru diajari semalam, ia sudah bisa praktek sendiri" guman Sumi dalam hati.


-


Menjelang subuh, semua penghuni rumah tuan Nathan siap berjamaah subuh, Badi di daulat sebagai Imam, bersyukur ia sudah mulai terbiasa sejak tahun lalu menjadi imam di mushola desa Boru.


Setelah selesai jamaah subuh, para suhu berbicang, dan para wanita menyiapkan sarapan pagi.


Selamat membaca ceritaku, semoga kalian suka, maaf ya masih banyak kekurangan๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

__ADS_1


Jangan lupa like dan comen๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2