NAFSU

NAFSU
Tinggal Di Rumah Mertua.


__ADS_3

Hana dan David saling berpandangan, anggukan kepala suaminya membuatnya tersenyum senang, ia akan bertetangga dengan mbak Sita dan Bu May.


"Hana akan jauh dari mbak Titin"keluhnya memeluk tubuh suaminya.


"Kita akan pikirkan nanti ya"Pak David menyentil hidung istrinya.


Yang lain akhirnya lega begitu juga dengan bu Asri.


-


Hari ini Hana dan keluarganya akan kembali ke desa, dari tadi ibu menampilkan wajah sedihnya, tiga bulan bersama cucu-cucunya membuat ia sangat dekat dengan mereka.


Sikembar sudah mulai bisa tengkurap, sudah bisa ngoceh dan tertawa ngeklek, membuat senang orang yang melihatnya.


"Sudah bu, kalau ibu berat cucumu balek, ibu saja yang ikut kesana" ucap bapak menyarankan, dan itu membuat ibu sontak menengok ke arah bapak.


"Bolehkah pak, lagian ibu belum pernah tau keadaan anakmu disana"


"Ya sama saja bu, bapak juga belum pernah... tapi ya nggak apa, kalau ibu ke sana, disini ada Heru dan saudara-saudara bapak"


Ibu seperti dapat kekuatan lebih, ia segera menyiapkan tasnya dan mengisi dengan keperluannya.


Semua yang menyaksikan tingkah ibu hanya bisa tersenyum, "Sudah bu ..ini saja bawaan ibu, biar saya masukan ke bagasi" Pak David mengambil tas dari tangan mertuanya dan memasukannya dalam bagasi.


Beberapa menit kemudian mobil Pak David meninggalkan halaman rumah mertuannya.


Hana duduk dibagian tengah diapit oleh ibu dan mertuanya, Tuan Nathan duduk di sebelah putranya, dua bayi tampan itu dalam pelukan nenek dan utihnya.


Sepanjang perjalanan mereka asik ngobrol dan untungnya 2 bayi tampan itu sama sekali tak rewel, mereka ngoceh yang membuat tuan Nathan sebentar-sebentar menengok cucunya.


Beberapa jam kemudian Mobil keluar dari fery menuju kecamatan Aru,


sepanjang perjalanan ibu Asri mengagumi pemandangan sawah dikanan kiri jalan.


Dua bayi kembar itu anteng dengan ASIP, mereka seperti tau ini dalam perjalanan, mereka menerima saja ASIP ibunya.


Beberapa jam kemudian mobil fortuner merah itu memasuki halaman rumah yang cukup luas dengan banyak pohon buah dikanan kirinya.


Seorang lelaki berlari menghampiri mobil dan membungkuk begitu tuan Nathan keluar dari mobil.


"Pri bantu David mengeluarkan barang"Lelaki yang dipanggil Pri itu mengangguk dan bergegas ke belakang mobil.


Hana turun digandeng suaminya, dua bayi tampan itu dalam gendongan nenek dan utihnya.


Di depan pintu mereka disambut, oleh dua pelayan wanita yang sudah berumur.

__ADS_1


"Hana ini bik Ani istri Pak Pri, ia yang biasa memasak di rumah ini dan, ini bik Sumi yang akan membantu menjaga dan merawat si kembar"jelas Bu Mariana.


Hana dan Bu Asri mengangguk dan bersaliman,"Aduuuh gantengnya sikembar"bik Sumi menoel gemas pipi Fahd dan bayi tampan itu tertawa mengemaskan.


Yang lain tertawa melihat reapon Fahd, "Mereka seperti senang di rumah ini, nggak rewel"puji bik Sumi.


"Ya benar bik Sum, bayi itu paling sensitif jika ada sesuatu, tapi jika dia tertawa dan ngoceh terus seperti sikembar ini, artinya mereka suka berada disini"jelas Bu Asri.


"Iya mbak Hana, siapa nama putranya, biar bibi nggak salah mengenali?"


Bik Sumi bingung melihat sikembar yang wajahnya sangat mirip.


"Yang digedong nenek ini namanya Fahd Aydan Nathan jagoanku itu si kakak sedang yang digendong utih


si adik Faiz Asraf Nathan.


"Aduuuh mbak Hana..sulit sekali nama putranya, aku panggil Fahd dan Faiz az..kalau Fahd badannya lebih besar dari Faiz ya mbak" bik Sumi menatap Hana dengan seakan minta penjelasannya.


"Ya bik tapi ada perbedaan yang mencolok ko bik, nih lihat tanda ini" Kalau si kakak tanda hitamnya dilengan kalau adik di kakinya"


Akhirnya perkenalan bayi kembar itu membuat bik Sumi lega, si Kembar untuk malam ini tidurnya ditemani utih dan neneknya, sebenarnya Hana keberatan tapi melihat kedua ibunya ia merasa tak tega.


Untungnya menjelang malam, bayi kembar itu benar-sudah terlelap, tanpa rewel setelah lebih 1 jam mereka bermain dan mengoceh.


Di kamar David dan istrinya nampak sunyi, mereka yang biasa bermain dengan putra-putranya harus mengalah dengan para orangtua.


Hana mendekap tubuh suaminya, dikecupnya bibir itu lembut.


"Bersyukurlah pada Allah sayangku, semoga keluarga kita selalu diberi perlindungan dari segala bentuk kejahatan dari jin, setan dan manusia.


"Aamiin..."Pak David memeluk tubuh istrinya erat.


"Sayang sudah bolehkan mas minta, mas kangen sekali"Pak David menatap mata istrinya penuh harap.


Sebenarnya menurut dokter boleh setelah 6 minggu persalinan atau selesai nifas, namun ibu Asri menasehati putri untuk tidak berkumpul dulu sebelum 7 bulan,karena alasannya untuk kesehatan organ wanita dan segala macemnya.


Dan saat ini sikembar sudah berusia 3 bulan, sebenar Hana sudah merasa sehat dan merasa tidak ada masalah dengan organ kewanitaannya.


Hana menatap suaminya, ia kasihan melihat wajah memelas suaminya, ia mengangguk, Pak David sumringah atas anggukan istrinya.


"Maafkan aku ibu..aku tak boleh menolak hasrat suamiku, itu dosa"


Pak David mulai mencumbu istrinya, ia membenamkan bi***nya ke bi*** istrinya, lembut saling***** hingga indera pengecap Pak David melesat masuk dan menyapa bagian di rongga mulut istri, pergelutan li*** saling cecap dan hi***.menimbulkan perasaan yamg ingin lebih.


beberapa menit kemudian mereka sudah sama-sama polosnya, Pak David menikmati cup yang sekarang dikuasai sikembar, suara d****** membuat David Nathan makin ingin memberikan sesuatu yang indah pada istrinya.

__ADS_1


Hana med**** ketika suaminya bermain diintinya, Pak David makin semangat hingga milik istrinya basah dan siap tempur.


Dengan perlahan miliknya menerobos jalan putranya waktu menjemput dunia, Hana merasakan sesak.


Beberapa puluh menit kemudian paduan suara dimulai, diikuti kesesuaian gerak berirama. maju mundur dan berpeluh.


Pak David menyempurnakan permainan dengan hentakan kuat yang membuat Hana mencengkeram pundak suaminya, mata Hana terpejam ..sungguh kenikmatan yang memabukan.


Hana masuk dalam dekapan suaminya, mereka terlelap hingga menjelang subuh.


-


Hana terbangun menjelang subuh, masih pukul 04 ia berjingkat turun dari ranjang menuju kamar mandi yang ada di dalam ruang kamar.


Beberapa menit kemudian ia keluar mengenakan daster yang memiliki resleting depan.


"Sayangku..bangun bersiap untuk subuh, kau tak ingin melihat putra-putramu"bisik Hana lembut di telinga suaminya.


"Kau sudah cantik sayangku, mas jadi pengen lagi"Pak David terkekeh.


"Jangan sekarang, putramu memerlukanku saat ini"Hana memberikan kecupan lembut dibibir suaminy, Pak David mengangguk dan segera bangkit dari tidurnya menuju kamar mandi.


Hana menuju kamar si kembar berada, benar adanya ke dua putranya sedang berceloteh, momen paling ditunggu.


Hana mengambil Fahd yang menatapnya dengan tawa, digendongnya bayi tampan itu.


"Apa mereka rewel semalam?"


"Tidak, mereka hanya mencari nenennya, begitu diberi susu langsung diam dan setelahnya tertidur pulas"jelas mbak Sumi.


"Biarkan kedua ibuku tidur, mereka pasti lelah, bantu aku bawa Faiz ya bik"ucap Hana lirih.


Fahd dan Faiz sekarang ada diranjang orangtuanya, mereka saling ngoceh tak jelas, Faiz menjilati pipi Fahd, terlihat sangat lucu.


"Jagoan-jagoan ayah..pinternya semalam nggak rewel"Pak David yang baru keluar dari kamar mandi langsung naik ke atas ranjang.


"Jangan disentuh dulu mas, suhu badan mas pasti masih dingin nanti mereka terkejut" Hana yang melihat suaminya hendak mencium putranya mengingatkan suaminya.


"Ok sayangku..kalau cium bundanya nggak apa kan"Pak David memeluk tubuh istri yang mendusel-duselkan wajahnya, kedua tangannya sudah membekap cup yang makin membesar dan membuatnya terlihat makin sexy.


"Yang semalam nikmat sekali, berbuka dengan yang manis-manis ... nikmatnya sampai hati dan ubun-ubun"bisik Pak David ditelinga istrinya.


"Apaan suamiku ini" Hana terkekeh dan menarik pelan tangan suaminya agar melilit dipinggangnya dan dipeluknya erat.


"Terimakasih sayangku..kau dan sikembar merupakan anugerah terindah untuk mas"Pak David makin mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


Selamat membaca ceritaku, semoga menghibur kalian, maaf masih banyak kekurangan dalam cerita iniπŸ™πŸ™πŸ™


Jangan lupa tinggalkan like dan comen ya😘😘😘


__ADS_2