
Saya akan menjemputmu setelah warung tutup, bisakah kau tutup setelah para pekerja makan siang?"Fahd menatap gadis di depannya dengan tatapan teduh dan sikap yang tetap tenang.
Gadis itu tersenyum dan mengangguk, setelahnya Fahd pamit ke luar dari warung.
"Apa yang akan dibicarakan orang kaya itu?"gumannya dalam hati.
-
Disini Fahd sekarang, di rumah panggung di perkebunan buah, ia menatap lekat gadis cantik yang sangat sederhana.
Gadis yang merasa dirinya ditatap tanpa suara itu, nampak gelisah..ia takut melakukan kesalahan hingga tuan besar membawanya ke sini.
Fahd tersenyum tipis, melihat gadis di depannya terlihat takut,"Apa aku menakutkan ya..dia sampai seperti itu"guman Fahd dalam hati melihat kecemasan diwajah cantik gadis di depannya.
"Siapa namamu..?" Masya Allah Fahd, sudah kau bawah ke rumahmu..dan sudah beberapa jam duduk dikursi tamu, kau baru tanya nama???...kwkwwkk kelewatan lemotmu pria tampan.
"Nnn nama...?gadis itu malah terbata.
Dilihatnya Fahd mengangguk.
"Kk kan ti....iya Kanti nama saya tuan"ucap Kanti menunduk.
"Kau sudah menikah ...?" Kanti terbatuk-batuk dan tangannya menepuk-nepuk pelan dadanya.
Fahd sontak menyodorkan air minum dari atas meja tamu, Kanti meminumnya hingga setengah.
"Menikah???..tak terpikir soal hal itu dalam pikiran Kanti, tapi...?"
"Kenapa..?"
Kanti mengeleng dan akhirnya bersuara, "Belum tuan?"
"Tapi kenapa tuan bertanya begitu, kupikir ia membawaku ke sini karena aku membuat kesalah"tanya Kanti dalam hati saja.
"Di mana orangtuamu?"
Deeennggg
Kanti menunduk.."Orangtua..???
"Mereka sudah tiada tua..."jawab Kanti cepat
"Kau tak miliki keluarga?".."Apaan sih tuan muda ini..seperti petugas RT saja?"guman Kanti menunduk.
"Saya hidup sendiri..tak memiliki keluarga tuan"jelas Kanti, Fahd tersenyum.
"Menikahlah denganku...agar kau memiliki keluarga?"Fahd menampilkan wajah serius.
Kanti terkejut dengan ucapan lelaki di depannya, dalam pikirannya tuan muda ini tidak salah melamarkah?
"Tapi tuan..saya tidak pantas buat tuan..say.."
__ADS_1
"Kau pantas, besok aku akan membawamu ke rumah orangtuaku"tinta Fahd dengan wajah tegas, membuat Kanti menunduk tak berani membantah.
"Mulai hari ini kau tak usah lagi berjualan, tinggallah disini ada bude yang akan menemanimu" jelas Fahd tak memperdulikan wajah protes Kanti.
"Tidak bisa tuan, saya tidak tega dengan langganan saya"elak Kanti.
"Kau boleh tetap masak...tapi...kau hanya boleh masak dan menjualnya untukku!"tatapan Fadh lekat ke wakah Kanti.
Akhirnya gadis itu setuju saja, dan sorenya mereka kembali ke warung untuk mengambil barang-barang yang diperlukan Kanti.
-
Ditempat lain, seorang pria tampan sedang berada di sebuah kantor yang terkesan mewah, dekor ruangan terkesan maskulin, dengan warna abu hitam mendominasi.
Seorang wanita cantik dengan pakaian formal mengunakan rok span diatas paha dengan blus satin berkerah, yang dua kancing atasnya sengaja tak dikancingkan, menampilkan dua cup padat menatang, jika menunduk belahan itu terlihat mengiurkan.
Wanita cantik itu Lena, baru lulus setahun lalu sebagai sarjana dengan jurusan bisnis, ia di terima di kantor ini bukan hanya kepandaiannya tapi juga Good looking.
Lena sudah bekerja selama 1 tahun , uaianya baru 21 tahun, ia sudah jatuh hati saat pertama kali bertemu dengan ceo perusahaan tempat ia bekerja, dan ia bersyukur dari ribuan wanita yang berusaha mendekati bos tampannya, ialah yang terpilih.
"Len nanti malam temani saya, acara dinner dengan Pak Firz"Lena tersenyum dan mengangguk.
"Tentu Fai....Oh ya kau temani aku ke butik ya untuk acara nanti malam" rengek Lena terdengar manja.
Gadis itu duduk di meja kerja Fai, lelaki tampan itu tersenyum manis, hingga lesung pipi nampak memesona, pahe mulusnya sengaja diexpos sebagai DP.
Fai mengelus pahe itu membuat dada Lena berdebar, Lena beranjak duduk di paha Fai, ia memberikan sentuhan lembut di b**** yang membuatnya selalu melambung.
B**** Fai mulai menyusuri leher jenjang nan putih mulus,hingga akhirnya tangan Lena mengeluarkan cup bulat menantang miliknya.
Eemmm bibir seksi Fai, sudah mengulum dan ******* pucuk pink itu dengan gemas, sedang dua jarinya sudah bermain di inti Lena.
Beberapa menit kemudian Lena melemas, wajahnya bersandar di bahu Fai.
"Bantu aku Len..ayoo" Fai menarik pelan tangan Lena menuju toilet dalam ruang, tak beberapa menit terdengar erangan Fai.
Setelahnya mereka mulai lagi aktivitas kantor dengan tenang dan focus, sampai waktu menunjukan saat pulang.
-
Tampilan Lena malam ini begitu memukau, dengan gaun malam selutut berwarna hitam dengan bagian atas yang mengekpos bagian leher sampai punggung mulusnya, membuatnya makin terlihat cantik.
Fai menggunakan tukedo hitam selaras dengan gaun Lena, mereka terlihat serasi.
Mereka sudah berada di sebuah resto hotel King, tuan Friz dan istrinya sudah menunggu.
mereka dikenalkan dengan putri tuan Friz yang sangat cantik dan elegan.
"Mari sayang..ini tuan Fai dan sekertarisnya "tuan Friz menarik lembut tangan putrinya.
"Clara.." .."Fai.." wanita cantik itu menerima uluran tangan Fai yang hangat.
__ADS_1
Clara tak menghiraukan kehadiran Lena, membuat Lena urung mengulurkan tangan, ia hanya diam memdengarkan pembicaraan bosnya.
"Kak Fai..malam ini temani Cla ya," Fai menatap wajah Clara dengan tatapan penuh tanya.
"Malam ini Cla tampil kak di panggung seni teater kota" rengek Clara manja, merasa tidak enak dengan Pak Friz dan istrinya yang memandang putrinya merengek, akhirnya Fai mengangguk, dan itu membuat Lena kesal.
Beberapa menit kemudian,
"Lena kau pulanglah lebih dulu dengan pak Amir, mintalah langsung antar ke rumahmu"tinta Fai, membuat gadis cantik itu kesal aetengah mati kepada bosnya.
"Tau gitu gue nggak perlu ikut ke acara nggak jelas gini"guman Lena dalam hati.
Akhirnya Lena balik lebih dulu dengan sopir bosnya, sedang Fai menemani Clara, gadis cantik itu sudah masuk jerat pesona Fai.
Benrapa jam kemudian Fai sampai di apartemennya, sepanjang jalan pulang tadi ia merasa tak enak dengan Lena.
Fai memasuki ruang tidurnya, ia segera menuju kamar mandi dan berganti pakaian, ia terkejut melihat Lena yang berbaring di ranjangnya.
"Fai kau baru pulang?"Lena menatap bosnya itu dengan kesal.
"Kenapa kau kemari..aku bisa gila jika kau tidur diranjangku"ucap Fai frustasi.
"Aku memang ingin membuat gila ..tergila-gila padaku"ketus Lena dalam hati.
"Kau mengusirku...aku tidak membawa virus rabies jadi jangan takut ..kau tak akan gila"Lena mengejek dan tak peduli, ia berbaring memunggungi Fai.
Akhirnya lelaki itu naik juga keranjangnya, ia memunggungi Lena, tiga menit kemudian ia merasakan tangan halus melingkar di pinggangnya.
"Fai..kau tau aku tadi merasa sangat terhina dengan kelakuanmu"guman Lena lirih dan Fai tau gadis di belakang punggungnya itu meneteskan airmata.
Fai berbalik menghadap Lena,"Maaf",ucapnya lirih, jempolnya menghapus airmata di pipi Lena.
Fai menarik tubuh Lena dalam pelukannya, "Tidurlah..."guman Fai lirih.
"Fai..apakah aku tak menarik dimatamu...kita satu ranjang Fai, apa kau tak menginginkan aku?"lirih Lena.
Fai menarik nafasnya kasar,"Aku tak mau merusakmu.".." Fai jika aku yang menginginkannya..kau akan menolakku?"Lena mengurai pelukannya menatap lelaki tampan di depannya.
Lena mengikis jarak, ia membenamkan b****nya ke b**** Fai, dwngan lembut ia mulai menyesap, hingga Fai membuka mulutnya, indera pengecap Lena segera meluncur, menikmati setiap bagian dalam rongga mulut Fai.
Lena semakin berani, tangannya dengan lincah menelusup mencari pejantan tangguh yang ternyata sudah on, Fai melenguh atas ulah Lena.
Alhirnya ia tak dapat menahan diri lagi, malam itu ia memenuhi keinginan Lena, hingga berkali-kali mencapai nirwana.
Di tempat lain, seorang pemuda sedang bahagia, tadi sore ia seperti menerima lamaran saja dari mertua, yang menginginkan pernikahan dirinya dengan putri tersayang keluarga Nathan.
Wajah bahagianya tak bisa ia sembunyikan, apalagi abang gadis pujaannya itupun mendukungnya.
Selamat membaca ceritaku, semoga menghibur reader semua, terus sehat..semoga corona bener2 dah hilang😁..maaf ceritanya nih masih belajar nulis..jadi banyak banget keaalahanya🙏🙏🙏
Jangan lupa like dan comen😘😘😘
__ADS_1