NAFSU

NAFSU
Pijatan Lena


__ADS_3

Wanita itu ingin memutus dendam dalam jiwa ibunya, dan ia harus berusaha sendiri, ia tak punya keberanian mengakui siapa dirinya, semoga jalan yang ia ambil tak merugikan orang-orang yang menyayanginya.


"Durhaka..anak durhaka..demi lelaki kau mengorbankan orangtuamu!!!" suara teriakan di telinga Kanti silih berganti..ia berusaha tak terpengaruh.


Mengurung diri..inilah cara agar ia dapat melindungi lelaki yang ia cintai.


Dirinya memang terlahir dari sebuah dosa, tapi saat ia terlahir Kanti tak bisa memilih orangtuanya, takdirnya sebagai anak dari Diang Ami.


Ia hidup dalam kesunyian di hutan larangan, terkadang di alam yang tidak ia tau, entah makhluk apa yang menemaninya, yang ia tau itu orangtuanya.


Setelah ia mampu mengenal dunia luar memahami dalam diam bahasa lisan dan bahasa tubuh yang mirip dengannya, ia mulai memberanikan diri berada diantara orang banyak.


Sasaran yang harus ia taklukkan adalah keturunan Nathan, entah memang jodoh atau karena kekuatan jahat, Fahd Adyan Nathan putra sulung dari David Nathan, mencintainya dan melamarnya.


Lelaki yang banyak memberikan sisi baik sebagai manusia, suami yang sabar dan sangat lembut dalam bersikap padanya, haruskan ia mengikuti kemauan orangtuanya???


Kanti wanita keturunan iblis, atau wanita yang lahir dengan campur tangan iblis sebenarnya tetaplah sosok manusia secara lahir, garis hidupnya saja yang berbeda.


"Kau HARUS menguasai pikirannya, aku akan membuat keturunan Nathan bertekuk lutut padaku"suara teriakan keras itu membuat sosok yang masih lemah karena berpuluh tahun dalam belenggu itu menatap tajam.


"Aku akan memulihkan kemampuanmu, tumbal pejaka malam purnama ini, tapi aku memerlukan tubuh anak durhaka itu"suara kekehan terdengar mengerikan di tengah malam itu.


Pagi hari lelaki tampan itu terbangun, ia tak melihat sosok istrinya disampingnya, lelaki itu seperti lupa dengan apa yang terjadi padanya.


Bibir Fahd memgembangkan senyum, begitu melihat sosok cantik yang dicarinya, sedang asik dengan wajan dan sutilnya.


Wangi nasi goreng mengugah selera, perut lelaki itu langsung berbunyi tanpa tau malu.


"Sayang pesan nasi gorengnya satu dan teh panas tanpa gula"goda Fahd yang dibalas senyuman oleh Kanti.


Tak berapa lama 1 porsi nasi goreng sosis dengan telur mata sapi setengah matang, ditambah irisan mentimun siap dihidangkan beserta segelas teh panas tanpa gula.


"Silahkan dinikmati mas.."Kanti terkekeh dengan kelakuannya sendiri, Fahd ikut terkekeh karena ulah istrinya.


Fahd makan dengan lahap, ditemani istri cantiknya, setelahnya Kanti menemani suaminya menuju kamar.


"Mas segera mandi..saya membereskan tempat tidur dulu"ucap Kanti dan Fahd mengangguk.


Tepat pukul delapan pagi, Fahd pamit ke perusahan, Kanti mencium punggung tangan suaminya dengan takzim.

__ADS_1


Selepas kepergian Fahd ke perusahaan, Kanti kembali menyibukan diri di dapur, membersihkan perlengkapan dapur setelah membuat sarapan pagi tadi.


-


Di tempat lain seorang lelaki tampan, memasuki kantornya dengan gaya cool dan cueknya.


Namun justru hal itu yang membuat ia digilai banyak wanita, lelaki yang sudah memiliki kekasih itu memasuki ruangannya.


"Lena..."Fai tersenyum melihat sekertarisnya yang membereskan meja kerjanya.


"Maaf ..aku terlambat pak, ini jadwal bapak hari"Lena menunjuk lembaran kertas dalam map plastik transparan.


"Apa hari ini ada pertemuan diluar Len"Fai menatap wajah cantik Lena yang terlihat berbeda, wanita itu seakan menyimpan sesuatu di matanya.


"Ada pak..nanti sore pukul 17, di hotel Grand X"jawab Lena dan segera permisi untuk keluar.


Lena merasa beberapa bulan ini Fai menjaga jarak dengannya, dan itu sangat menyakitkan baginya, namun ia bisa apa jika itu kemauan bosnya, jadi ia harus mengubur harapannya kan?


"Len..nanti sore temani saya ya, kita berangkat dengan mobilku"Fai menghentikan langkah sekertarisnya, tepat di depan pintu keluar.


"Baik pak.."Lena menoleh dan segera keluar menuju mejanya.


Ada rasa bahagia di hati wanita cantik itu, lama ia tak berjalan dan berbagi cerita dengan Fai seperti dulu, ia merindukan hal itu.


Saat istirahat siang Lena masuk ke ruangan Fai, mengantarkan makan siang, ia melihat lelaki itu menepuk-nepuk punggungnya.


"Pak ini makan siangnya.."ucap Lena dibalas anggukan oleh Fai.


Lena melangkah mendekati kursi Fai, tanpa bicara tangan Lena sudah berada dipundak Fai, dengan gerakan memijat ia menekan pundak Fai.


Fai yang merasa nyaman tersenyum, seperti itu memang sikap Lena, jika melihatnya lelah.


Lena terus melakukan pijatan di pundak dan punggung Fai, hingga menuju ke kepala lelaki tampan itu.


"Bagaimana sudah berkurang pegalnya"ucap Lena lirih.


Fai menyentuh tangan Lena,"Ya..tapi aku masih mau"guman Fai masih dengan memejamkan mata.


"Makan dulu..nanti aku pijat lagi setelah makan"saran Lena dan diiyakan oleh Fai.

__ADS_1


Setelah makan Lena tak memijat Fai lagi, karena ada tugas untuk Fai memeriksa kinerja karyawan ke lapangan.


Tak terasa waktu sudah menunjukan pukul 16 sore, Lena mengingatkan Fai akan pertemuan sore ini, dan ia menyiapkan segala keperluannya.


Selang setengah jam kemudian mereka berangkat menuju Hotel Grand X, tepat tiga puluh menit mereka sampai di tempat dan bertemu dengan klien.


Tiga jam pembicaraan yang cukup lama, karena dilanjutkan dengan obrolan simpang siur sebagi pemanis agar semakin akrab dan mengenal sesama rekan bisnisnya, dan itupun dilanjutkan dengan makan malam bersama.


"Ayo aku antar pulang, aku sangat lelah hari ini"keluh Faiz dan Lena tersenyum mendengarnya.


"Mampirlah aku akan memijatmu, agar tak terlalu lelah"tawar Lena dan diangguki Fai.


"Aku mau pijat plus***ya"kekeh Fai dan Lena hanya tersipu menanggapinya.


Fai mengikuti langkah Lena memasuki apartemen wanita cantik itu.


Fai medudukkan bokongnya di sofa empuk."Fai di dalam saja biar leluas memijatnya"tinta Lena menepuk lembut lengan Fai, dan lelaki iti beranjak masuk ke kamar Lena.


Lena izin masuk ke kamar mandi karena merasa lengket seharian oleh keringat, tak beberapa lama Lena keluar dengan gaun tidur satin setali berwarna hitam di atas pahe.


Wanita cantik iti tersenyum dan naik ke atas ranjang, duduk di samping Fai.


"Bukalah pakaianmu..aku akan memijat seluruh tubuhmu"tinta Lena.


Fai menurut ia tersenyum, melihat Lena yang sudah segar dengan gaun tidurnya...cup..satu kecupan singkat di bibir membuat Lena tersipu.


Lena mulai meneteskan minyak jaitun, pada punggung terbuka Fai, dengan gerakan menekan Lena memijat bagian pingang ke atas, Fai merasakan kenyamanan karena pijatan Lena, sekarang Lena sudah menijat bagian pahe ke bawa, Fai sedikit meringis menahan sakit, namun pijatan itu tetap lebih nyaman ia rasakan.


Sampai semua bagian belakang tubuh merasakan pijatan yang membuat Fai merasa nyaman.


Lena meminta Fai berbalik tangan Lena mulai memijat bagian dada ke bawa, Fai menikmatinya, sesekali ia melihat wajah cantik Lena yang berkeringat, terlihat sexy dan mengoda.


Disaat tangan Lena mengelus perut sixpeck Fai, lelaki itu mengerang nikmat, dengan tiba-tiba ia meraih pergelangan tangan Lena dan mengarahkannya pada miliknya yang sudah tegak mengembang.


Lena merintih di bawah kungkungan Fai, lelah tubuhnya namun tidak miliknya, tubuhnya terasa segar setelah dipijat Lena.


Malam itu Fai memberikan Lena keni*****n yang lama ia rindukan, seiring berjalannya malam hentakan Fai semakin kuat dan cepat, membuat Lena melambung ke nirwana.


Dua raga yang menjadi **** itu bermandikan peluh, berkali-kali Fai mengerang panjang meni****** i**i Lena.

__ADS_1


"Sayang...terimakasih"Fai mengecup seluruh wajah Lena setelah mereguk nikmat malam, ditariknya tubuh indah itu dalam pelukannya, mereka tertidur bersama sampai menjelang pagi.


Jangan ngebayangi ya 🀭🀭🀭yuuuk..kasih jejak πŸ‘πŸ‘πŸ‘ and comen😘😘😘


__ADS_2