
Warning!!!
Buat yang masih di bawah umur 21 DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau bacaπ
***
Shaka tertawa bangga, Za menciumi wajah putranya dengan gemas.
"Anak pinter..."ucap Za menyemangati putranya.
"Kata papa ..nanti dibuatin adek towok ma"Za tercekat mendengar ucapan putranya.
"Abang..kalau bicara nggak pakai rem"guman Za, membuat Sumi terkekeh.
"Caka ga mau adek cantik..mau towok az..ya ma"
Sumi meninggalkan Za dan cucunya dengan tawa yang tak bisa ia tahan.
"Abaaaaannnggg"
-
Afdi mengeratkan pelukannya, dikecupnya sekilas kening istrinya.
"Terimakasih sayangku"Za mengangguk dan masuk lebih dalam kepelukan suaminya.
"Abang kalau bicara sama Shaka pakai rem bang"keluh Za dalam dekapan suaminya.
"Dia mau adek towok"Afdi terkekeh,
Za mencubit gemas pinggang suaminya.
Senang sekali suaminya ini mengoda sang putra.
"Anakmu itu ingatanya kuat bang.."
"Aku bicara apa adanya sayang..tadi baru saja aku membuatnya, semoga jadi"bisik Afdi lirih dengan tangannya mengelus perut rata Za.
"Aamiin.."guman Za pelan.
"Tidurlah sayangku, kalau kau masih mau bicara aku mau satu-dua ronde lagi"goda Afdi pada istrinya.
Za tak menyahut, hanya tangannya yang semakin erat memeluk punggung suaminya.
-
Hari ini Perusahaan NT Grup mendapat kunjungan dari pegawai pemerintah, Bupati beserta Kepala Dinas Pertambangan setempat.
Setelah acara sambutan dari Afdi memberi sambutan sebagai tuan rumah, di lanjutkan oleh kepala dinas setempat, terakhir bapak bupati memberi sambutan dan langsung menyisir lokasi pertambangan.
Kurang lebih tiga jam menemani di lokasi, pihak NT Grup menjamu para tamu.
Za sangat senang akan respon pihak pemerintahan dan berjanji akan membantu untuk kesejateraan masyarakat setempat.
Pak Bisri mengacungkan jempol pada dua pasangan muda yang tanggung dan cerdas itu, ia salut dengan kegigihan mereka.
Setelah para tamu pulang, Pak Bisripun pamit, karena ia hendak balik ke kota P selama seminggu.
Za dan Afdi berpelukan ketika tinggal mereka berdua di ruangan kerja mereka.
"Kita jadi berangkat besok siang ya sayang, lega hati abang sudah dek, pertumuanya lancar dan mendapat respon positif, jadi kita bisa langsung berlibur esok"
__ADS_1
Za mengangguk, mereka memang hampir tak pernah menikmati liburan.
"Za pesan tiket dan hotel ya bang"
"Iya sayang, pilihlah tempat yang asri dan romantis"Afdi mengedipkan matanya dengan senyum genit.
Za selesai memesan tiket penerbangan dan hotel sesuai request suaminya.
"Bang Za nemui Tika dulu ya, mau kasih tau bahwa senin kita tidak ke kantor, jadi minta Tika menghandle semuanya dulu, biar di bantu sama
kabag personalia.
"Emang sampai senin ya?"
"Emang nggak capek..nggak kangen Shaka..langsung masuk kerja"ejek Za bergegas meninggalkan suaminya, sebelum lelaki itu sadar diejek sang istri.
Za menjulurkan lidahnya begitu di ambang pintu, mendengar suaminya terkekeh.
"Ti sudah makan?"
"Lu Za..takut banget gue kelaparan, serasa disayang banget gue sama bos"
Za mendengus mendengar ucapan Tika.
"Bukan masalah sayang -sayangan, aku mau bicara nih"
Tika langsung menatap Za dengan tatapan serius, karena kalau urusan pekerjaan Tika tak pernah main-main, masalahnya sudah merasa sulitnya
cari kerja.
"Masalah apa? sepertinya serius"
Za mengetuk pelan kening Tika.
"Aku mau kasih tau..senin aku nggak bisa ke kantor, tolong kamu handle sama Kabag Personalia ya"
"Lu mau kemana?"Kening Tika berkerut.
"Kepo.."Za menjulurkan lidahnya.
"Dasar lu bos ..."Tika bingung mau nyambat Za apa..???
Mau bilang Za sombong, nyatanya baik, mau bilang pelit, nyatanya Za nggak pernah perhitungan.
"Bos apa..???" Za tertawa meninggalkan Tika yang mengerutu sendiri.
"Kenapa senyum-senyum begitu?"Afdi langsung memeluk tubuh molek istrinya.
"Tika lucu.."Afdi memberi kecupan pada kening istrinya.
"Bang kita pulang cepat ya"Afdi langsung menaik turunkan alisnya.
"Aauuwww...sakit yank"rengek Afdi manja.
"Ko dicubit sih yank..biasa kalau pulang cepat..eemmhh"code Afdi.
"Besok kita tuh mau berangkat ke Bali, jadi waktu buat Shaka dibanyaki..biar nanti dia nggak ngambek"jelas Za.
"Tenang ..aku punya jurus buat anak aku itu, agar restui kita berduaan ke Bali"
"Yaaa...awas ya..kalau abang bicara mesum sama Shaka!"Afdi tergelak, mendengar kekesalan istrinya.
__ADS_1
"Mesum bagaimana sih yank..hanya bicara mau buat adek towok"Afdi meraih pinggang istrinya dan merapatkannya pada tubuhnya, bibirnya sudah mel**** lembut b**** istrinya, detik berikutnya Za sudah memberi jalan masuk untuk li*** suaminya menyapa semua isi rongga mu***nya.
Beberapa menit kemudian Afdi sudah mengendong tubuh Za ala bridal style menuju kamar.
Satu jam berlalu, kamar dalam ruangan ceo itu masih terkunci rapat, di luar kamar sepi karena kamar gelut itu kedap suara.
"Apa mereka sudah balek..koq gue nggak lihat ya"guman Tika yang mencari Za ke ruangan Ceo.
-
jam menunjukan pukul 3 siang, Za dan Afdi sudah berganti pakaian, wajah mereka sudah segar dengan rambut wangi shampo.
"Tik..kami duluan ya.."Za mengedipkan matanya dan tak lama lidahnya menjulur melihat Tika yang nampak kesal.
"Dasar bos mesum...jadi mereka tadi habis perang sh****, nggak kasihan sama gue yang perang batin..mbak Sita (Kabag Personalia)itu nggak mau tanya sendiri mereka mau kemana, maksa gue suruh tanya"gerutu Tika dengan wajah cemberut.
"Nasib jomblo..kapan hidup gue nyaman kayak Za?"
"Mbak Tika jangan ngelamun..disini banyak hantunya loh, entar kesambet"
Tika terdiam.."Za nggak ada, bagian sini bakal sepi dong..."tiba-tiba ia merapikan tasnya dan segera beranjak pergi dari ruangannya.
"Mau kemana mbak..waktu pulang masih satu setengah jam lagi loh"ucap Setyo karyawan bagian keuangan, yang senang mengodanya.
"Lu nakuti gue mulu..gue tunggu sampai jam 5 di lobi depan saja"ketus Tika, membuat Setyo tertawa ngakak.
Mobil Afdi memasuki halaman rumah, suasana rumah nampak sepi.
"Nen..Skaha sama ibu dimana?"Za menyapa pelayan yang kebetulan ia lihat.
"Mas Shaka masih tidur...ibu ke belakang sebentar katanya"Za mengangguk, dan segera menuju kamar putranya.
"Bang pindahkan Shaka ke kamar kita, aku ingin memeluknya semalaman"Za tersenyum usil.
Afdi meletakan perlahan tubuh padat Shaka, bocah itu tidak gemuk dan tentu saja tidak kurus, bodynya kata orang jawa sterek, gagah gitu..
Za sudah memeluk erat putra semata wayangnya, wajah tampan putranya diciuminya dengan lembut, sang suami ikut berbaring di samping putranya, hingga bocah tampan itu diapit kedua orangtuannya.
Sumi tersenyum dalam keharuan, melihat keakraban keluarga kecil putranya, Sumi kebetulan masuk ke kamar Shaka, tapi cucunya tidak ada di tempat tidurnya, jadi ia berniat melihat ke kamar mantunya, ternyata ada pemandangan indah...
"Ya Allah bahagiakan rumah tangga putra hamba, jadikan keluarga yang sakinah, mawadah, warohma"
"Mama..."Shaka terbangun menatap wajah Za yang tersenyum padanya.
"Iya sayang.."Za merengkuh erat tubuh sang putra dan menciumi dengan gemas"
Afdi menarik tubuh istrinya mendekat dan merengkuh mereka dalam pelukannya.
"Ya Allah terima kasih..menyatukan kami dalam cintamu"guman Afdi dalam hati.
"Shaka boleh bobok sama mama, sama papa"Za mengangguk.
"Sayang mama sama papa, mau buatkan adek buat Shaka, tapi tempatnya jauh ..dan waktu dua hari, boleh nggak sayang"
Za meneguk salivanya mendengar ucapan suaminya yang nggak berem pada putranya.
Shaka menatap mamanya dengan pandangan penuh tanya.
"Taapi adek towok ya ma!" mata bocah tampan itu mulai berkaca-kaca.....
bukan aku loh yang buat Shaka nagiiis
__ADS_1
πββοΈπββοΈπββοΈπββοΈπββοΈ
Yuuuk kasih vote, likeπππdan comen yang banyakπππ