NAFSU

NAFSU
Pernikahan


__ADS_3

Sudah seminggu ini Danu tak datang ke rumahnya, Dewi gelisah..ia merindukan lelakinya.kalau malam sabtu Danu tak datang Dewi berencana mendatangi mes Danu, sekalian Dewi akan mengabarkan bahwa ibu Danu dan kak Yunda serta suaminya akan datang.


Ditempat lain, Danu melajukan mobilnya keperumahan istrinya, ia merasa sangat bersalah sudah 2 minggu ini disetiap off tak menemani istrinya, ia malah bersama Dewi.


Mobil Danu memasuki halaman perumahan, Hana mendengar suara deru mobil suaminya, bergegas menuju ruang tamu, ia membuka pintu dan mendapati wajah tampan itu tersenyum manis padanya.


Danu menuntun istrinya masuk ke kamar, ia sangat merindukan kebersamaan mereka.


-


Pasutri itu masih lelap dengan tidurnya, ketika suara peger suaminya memanggil.


Hana membangunkan suaminya, Danu kelihatan lelah, namun dengan terpaksa ia harus bangun menerima panggilan dipagernya.


Danu harus kembali ke lokasi, terjadi pencurian lagi di lapangan, yang mengharuskan Danu ada disana.


Danu mendekap tubuh istrinya.


"kalau malam g bisa datang besok pagi mas sudah disini..OK",


Hana mengantar suaminya sampai pintu depan, Danu mengecup lama kening istri dan berpamitan.


" apa lagi yang hilang Wan?" Danu bertanya begitu tiba di lokasi.


" spare part alat berat" jawab Iwan dengan wajah kesal, karena mereka selalu kecolongan


"satu..?".."dua Dan, apa g ngeselin ..proyek Selatan bisa gagal dan kita selaku penanggung jawab lapangan bisa dikurung atau dipecat!" Iwan menggebrak meja dengan kasar.


Masalah di lokasi kerja membuat Danu pusing, ia baru sampai mes pukul 02 malam, ia putuskan untuk pulang ke mes karena sudah terlalu larut.


Danu bangun kesiangan, ketika pegernya berbunyi lagi, ia diminta datang kekantor.


Suasana di kantor nampak tegang, mereka berdebat mengatasi masalah itu, mereka yakin yang melakukan pencurian ini ada kaitan dengan orang dalam dan berpengaruh.


Mereka membentuk tim investigasi ke lokasi, dalam waktu seminggu, sudah harus ada titik terang.


Danu tiba dimes sudah sore, ia bergegas membersihkan diri.


Setelahnya Danu berpakaian dan siap untuk menuju perumahan istrinya, namun begitu pintu terbuka ia terkejut.


"kakak dari kemarin Dewi menunggu", rajuk wanita itu dengan wajah yang dibuat sesedih mungkin.


" maaf Dew ada masalah dilokasi kerjaku, jadi aku ga bisa mengunjungimu",


"nih kak Danu sudah rapi..mau maming ke rumah Dewikan" ujarnya manja dengan memeluk tubuh Danu.


Merasa g enak, dan takut dilihat orang Danu menarik Dewi masuk, tentu saja wanita itu girang.


" untuk malam ini belum bisa karena ada urusan penting, minggu depan ya" tawar Danu

__ADS_1


Sebenarnya Dewi kesal tapi untuk menjaga imeznya ia mengangguk.


"tapi ada syaratnya...Dewi tersipu"


-


Danu menuntun miliknya, hingga Dewi melenguh, mereka bermandi peluh.


Danu memenuhi keinginan Dewi agar wanita itu bersedia kembali ke rumahnya.


Tanpa mereka sadari pintu yang tak terkunci terbuka perlahan, wanita cantik yang gelisah menunggu janji suaminya untuk datang di sabtu pagi.


ia memaksa mas Agus untuk mengantarnya karena takut terjadi sesuatu pada suaminya.


Dan inilah yang ia takutkan, ia terpaku atas rasa takutnya, tetesan airmata dan isaknya membuat Danu terperanjat.


Wanita yang dadanya dipenuhi stempel ***** itu, menatap sinis pada Hana.


-


Hancur itulah yang dirasakan Hana saat ini, ketakutan atas sikap mendua dari suaminya sekarang nyata .. bahkan tragisnya di depan matanya.


Sepanjang jalan hanya isak tangis, membuat lelaki yang membocengnya terdiam seribu bahasa.ia menjadi tumbal airmata Hana, punggungnya basah karena isak tangis wanita diboncengannya.


Danu panik ia bingung menentukan langkah, ditambah Dewi yang merajuk kenapa wanita itu bisa masuk ke mes Danu seenaknya.


Danu masih belum berani membuka statusnya, ia hanya akan membuka statusnya didepan orangtuanya dengan membawa istrinya.


" Oo..kakak sih g tutup pintu, langsung sergap az", ucap Dewi manja


"maaf ..", Danu menatap wajah wanita di depannya.


" maafnya diterima, tapi nanggung kak..rasanya sakit", manjanya sembari melabuhkan b****nya keb**** Danu.


-


Senin pagi, Hana merasakan tak enak badan, masih pukul 06.30 pagi, Hana mengetuk pintu rumah mas Agus, Hana hanya duduk dipembatas teras antara rumahnya dan rumah mas Agus.


Mas Agus menatap wajah cantik yang wajahnya nampak pucat dengan mata sembab.


"mas..izinkan saya hari ini tidak hadir dikantor ya", wajahnya tertunduk, ia malu berhadapan dengan mas Agus.


"ya..kamu istirahat saja Han" ucapan mas Agus diangguki Hana sembari masuk ke dalam rumah.


Suasana di kantor sunyi, ketika mas Agus selesai bercerita, mereka iba dengan Hana, gadis secantik Hana masih diselingkuhi.


"cari mati Danu itu", ketus Pak Maman.


"Sita kamu temani Hana, jika nanti orang dari kantor desa datang biar saya yang handle" tinta pak Abdul.

__ADS_1


Pak Maman pulang kerumahnya, ia tak sabar menceritakan semua ini pada istrinya, agar wanita itu menghibur Hana.


-


Hana menangis dipelukan mbak Titin, orang yang sudah ia anggap keluarga.


mbak Sita ikut mengelus pundak Hana, menguatkan hati wanita cantik itu.


"Ada kami..kita disini semua keluarga,jika ada masalah kita siap bantu Hana" Lirih mbak Titin, wanita itu juga ikut terisak seakan berbagi sakit dihati Hana.


Hari berganti hari, selama seminggu ini mbak Titin yang sibuk mengurusi makanan buat Hana, wanita itu engan makan dan itu membuat rekan kerjanya menjadi prihatin.


Disisi lain, Danu tak menyangka ibu dan kakaknya berserta suaminya datang.mereka mengajak Danu ke rumah Dewi, karena situasi dan kondisi dirumah Dewi lebih baik dari pada di mes Danu.


Danu bingung, sebenarnya sore ini ia akan menengok istrinya, ia akan meminta maaf atas semua yang terjadi, namun karena kedatangan keluarganya ia menundanya.


Danu melajukan mobilnya ke arah kota, pikirannya tak lepas dari istrinya,.


"bagaimana keadaannya..?


"apa Hana baik-baik saja?"


Dan semua pertanyaan dipikirannya, karena tak sama sekali ia berani datang ke perumahan, ia ingin masalah ini tenang dulu baru meminta maaf pada istrinya.


Mobil Danu memasuki halaman rumah Dewi, wanita itu sudah menanti kedatangan mereka, dengan beramah tamah ia mengandeng mama Sofi ibunda Danu masuk ke dalam rumah.


Mama Sofi mengedipkan mata pada Yunda, ia suka dengan gadis pilihan putrinya.


Suasana di rumah Dewi ramai dengan gelak tawa, berbeda dengan rumah Hana, wanita itu kerap meneteskan airmata disaat ia sendiri.


Hana merasakan kepalanya sangat pusing, mungkin karena ia sering menangis dan tidak teratur makan.


Sabtu selepas isya di kediaman Dewi, Mama Sofi mengumpulkan anaknya diruang tamu.


"Danu usiamu sudah cukup dewasa untuk menikah, mama dan papa beseta keluarga Dewi sudah saling bicara, kami ingin kalian menikah secepatnya",


wajah Danu terlihat shock mendengar ucapan mamanya.


" kau anak laki-laki kami, papa dan mama mengajarkan kamu bertanggung jawab atas sikapmu, kami tidak mau sampai Dewi hamil duluan baru kalian menikah",


Danu mati kutu, pikirannya seperti kosong, ia hanya mampu berucap kata "maaf".


" Besok izinlah dulu... kami sudah menyiapkan pernikahanmu, begitu pula kau nak, mintalah izin pada bosmu seminggu ini", mama Sofi mengelus punggung tangan Dewi.


-


Disinilah sekarang Danu berada, di pelaminan bersama istri syahnya dimata negara, Dewi terlihat selalu tersenyum, hatinya sangat bahagia, berbeda dengan suaminya...Danu, ia menangis dalam hatinya, janji pernikahan yang ia ucapkan pada orangtua Hana, gadis yang dicintainya tak dapat ia tepati..biar janjimu kau bayar diakhirat nanti.


Selamat membaca ceritaku semoga kalian suka, maaf banyak kekurangan dalam tulisanku🙏🙏🙏

__ADS_1


Jangan lupa like dan comen😘


__ADS_2