
Di tempat lain, seorang pemuda sedang bahagia, tadi sore ia seperti menerima lamaran saja dari mertua, yang menginginkan pernikahan dirinya dengan putri tersayang keluarga Nathan.
Wajah bahagianya tak bisa ia sembunyikan, apalagi abang gadis pujaannya itupun mendukungnya.
Afdi pemuda yang sedang menikmati rasa bahagianya atas ucapan orangtua dan kakak Khanza sore tadi.
flashback ***
Afdi sedang bermain basket dengan Fahd, beberapa menit kemudian datang Pak David dan istrinya, mereka duduk di kursi yang ada di dekat lapangan kecil dengan satu ring basket.
"Ayo Fahd jangan kalah dari adik iparmu!"seru Pak David menyemangati putranya.
"Adik iparku ini akan mengalah yah...iya kan adik ipar"goda Fahd yang membuyarkan konsentrasi Afdi, hingga Fahd berkali-kali memasukan bola ke ranjang.
Afdi terkejut dengan ucapan dua lelaki di dekatnya, bagaimana bisa mereka menyebutnya adik ipar dengan begitu mudah.
Setelah mereka menghentikan permainan basketnya, Pak David mengajak Afdi duduk dengan mereka bertiga.
"Di..om dan tante ingin kau menjadi pendamping Khanza nantinya, nanti sebelum kalian berangkat, om dan tante akan menyiapkan pernikahan siri kalian, karena Khanza masih dibawa umur jadi belum bisa dilakukan pernikahan di KUA.
Hati Afdi seperti dipenuhi udara yang sesak namun membahagiakan rasanya ia ingin tertawa sekeras-kerasnya melampiaskan perasaan senangnya.
"Bagaimana dengan Khanza om..?"
"Kau tenang saja adik ipar, gadis nakal itu pasti menuruti perkataan bunda"Fahd menjawab pertanyaan Afdi dan diangguki oleh bunda Hana.
POV #Author
Afdi membaringkan tubuhnya di ranjang mediumnya, wajah cantik Khanza melintas dalam pikirannya.
"Kau tau Za..aku sangat mencintaimu..apa yang kulakukan selama ini untukmu karena perasaan cintaku yang tak mampu aku ungkapkan, aku akan berkerja keras untuk membuatmu mencintaiku"guman Afdi pelan.
Khayalannya membawanya dalam alam mimpi, ia tertidur dengan pulas.
-
Seminggu kemudian, Pak David dan Hana sudah menyiapkan acara persiapan pernikahan untuk putra sulungnya, semua keluarga berkumpul untuk pesta pernikahan si sulung yang akan dilaksanakan 3 hari lagi.
Pak David dan Hana menyetujui dan merestui keinginan putranya yang ingin menikahi gadis pujaannya.
Ketika Fahd membawa Kanti ke rumah dan gadis itu menceritakan bahwa ia sebatang kara, orangtua Fahd ingin secepatnya Fahd menikah dengan Kanti.
Rumah besar Pak David mulai sibuk dengan persiapan pernikahan, untuk sementara Kanti tinggal di rumah perkebunan milik Fahd, mereka dilarang bertemu sebelum acara pernikahan.
__ADS_1
Di ruang kamar Pak David dan Hana, berkumpul dengan kedua anaknya, Faiz belum bisa datang karena masih disibukan dengan pekerjaan, ia janji akan datang sehari sebelum ijab.
Khanza memeluk bundanya dengan sayang, Pak David memberi kode pada istrinya begitu juga Fahd.
"Sayang... bunda ingin bicara, adek dengari ya?" Hana mengurai pelukan putrinya.
"Serius sekali bun..bunda mau bicara apa?"Khanza menatap wajah cantik bundanya yang nampak tegang.
"Sayang kau taukan kami menyayangimu, kau gadis kecil kami yang selalu ingin kami jaga?"Khanza mengangguk dan matanya mulai berkaca-kaca, ia terharu merasakan kasih sayang keluarganya yang begitu besar padanya, termasuk Afdi dan keluargannya..."Kenapa jadi mikir bang Afdi?"guman Khanza dalam hati.
"Sayang maukah menuruti satu permintaan bunda, hanya ini yang bunda pinta dari adek?"Khanza dengan cepat mengangguk.
"Za akan menuruti permintaan bunda..bunda mau apa?"
"Sungguh sayang..kamu mau mengabulkan permintaan bunda?"
"Iya bunda ..pasti Za akan kabulkan...Za sayang sama bunda?"
"Sayang..bunda sangat bahagia mendengarnya..adek memang anak bunda yang baik ya yah?"Hana menatap sendu pada suaminya, Pak David tersenyum lembut membalas tatapan istrinya.
"Sayang menikahlah dengan Afdi bersamaan dengan abang Fahd, kalian hanya akan menikah sirih dulu sebelum nanti kau cukup umur baru disyahkan secara hukum?"
Khanza terdiam..ia bagai kehilangan akal beberapa menit setelah mendengar permintaan bundanya.
Khanza menatap wajah wanita cantik di depannya yang penuh harap, wanita yang melahirkannya dan menyayanginya dengan tulus, mampukan ia menolak permintaan bundanya, yang selama ini tak pernah meminta apapun padanya....
Dengan berat hati wanita Khanza mengangguk, dan itu membuat tiga manusia yang ada diruangan itu tanpa sadar mendekap bersamaan tubuh kecil gadis nakal yang mereka sayangi.
"Sebegitunya keluargaku ingin aku menikahi bang Afdi?"batin Khanza dalam hati.
-
Hari H tiba, saat ini Fahd sedang mengucap janji pernikahan dengan menyalimi tangan penghulu, lelaki tampan itu begitu mantap dan nyakin akan pilihannya, hingga tak ada kendala ketika melakukan ijab qobul.
Berbeda dengan Afdi, tangannya sudah basah dan tubuhnya gemetar,
namun syukurnya Afdi bisa melakukan ijab qobul dengan sekali tarikan nafas..dan syah sudah secara agama Fahdila Khanza Putri Nathan sebagai istrinya.
Faiz geleng kepala melihat pernikahan adiknya, ia tak menyangka adik kecilnya dinikahkan dalam usia yang masih muda.
Setelah acara ijab qobul di lanjutkan dengan acara resepsi untuk Fahd dan Kanti, gadis cantik dengan tampilan sederhana itu berubah menjadi sangat cantik, Fahd yang memandang istrinya sedari tadi terus tersenyum bahagia.
"Bro...kau dan Za mengambil star duluan ya..tapi aku senang...kau akan merasakan kebahagia sesungguhnya setelah ini"bisik Faiz dengan senyum manisnya.Fahd memeluk tubuh adiknya, kembarannya itu beralih pada istrinya. mengucapkan kata bahagia atas pernikahannya.
__ADS_1
"Buat kakakku bahagia .."guman Faiz pelan dan Kanti menganggukan kepalanya.
Disisi lain Khanza duduk di kamarnya sendiri, ia baru menyadari tentang Bian kekasihnya.
"Bagaimana caraku bicara pada Bian, aku sampai melupakannya"gerutu Khanza kesal.
Acara resepsi telah selesai, sebagian dekor sudah dirapikan menjelang magrib tadi, namun suasana rumah besar itu masih ramai.
Pak David dan Hana, sengaja menyekap putra keduanya, lelaki tampan yang jarang pulang karena kesibukanya di kantor pusat.
"Kau tambah tampan saja jagoan"goda Pak David pada putranya yang sedang berada dalam dekapan bundanya.
"Pastilah Yah..putra siapa dulu"Faiz menaik turunkan alisnya dengan senyuman manisnya.
"Kapan kau menyusul saudaramu.."Hana mengurai pelukannya.
"Haahhhaahh..nanti dulu bun..aku belum siap, biar abang Fahd yang bekerja keras memberi Ayah dan bunda cucu, Faiz biar bekerja keras untuk perusahaan dulu"elaknya dengan canda.
Suasana makin ramai ketika si bungsu masuk kamar, Faiz langsung mengoda adik kecilnya itu, membuat sang bunda menjadi tempat Khanza untuk mengeluh.
Saat waktu menunjukan pukul 11 malam Za dan Faiz masuk ke kamarnya masing-masing.
Disisi lain di kamar pengantin, Fahd dan Kanti sudah selesai membersihkan diri dan berganti dengan pakaian tidur.
Kanti merasa risih dengan pandangan suaminya, yang seakan menembus dadanya yang bergemuruh, ada rasa takut dan cemas karena ini kali pertama ia sekamar dengan lelaki.
Fahd mendekati istrinya,"Kau belum ngantuk?"
Kanti mengeleng" Saya lelah saja mas...seharian berdiri membuat kaki saya pegal"lirih Kanti.
Fahd ikut naik ke ranjang bersama istrinya, di sentuhnya lembut kaki jenjang dan mulus istrinya.
"Biar mas pijat, berbari..."
"Tidak..sangat tidak sopan jika mas memijat saya..maksudnya saya yang tidak tau diri..."Kanti menarik kakinya, memghindari tangan suaminya, namun Fahd justru semakin erat menahan pergelangan kaki istrinya.
"Diamlah.....!"
Selamat menikmati cerita aku pembaca setia, semoga menghibur kalian😊
Jangan lupa tinggalin 👍👍👍like dan comen apa az..kritik saran..aku terima dengan iklas🤭🤭🤭
Terimakasih reader setia😘😘😘
__ADS_1