NAFSU

NAFSU
Kesurupan


__ADS_3

2 bulan berlalu


Proyek Pemprov itu sudah 80 persen berjalan, kata pemborong tinggal finishing saja lagi, insyaallah dalam bulan ini selesai.


Selama itu pula usaha lelaki berusia 40 tahun, untuk mendekati dan meluluhkan hati Hana belum berhasil, siapa lagi kalau bukan pak David.


Beliau tau cerita tentang Hana dari pak Maman,"apa karna lelaki itu dia patah hati, dan tak mau berhubungan dengan lelaki lagi" pikir pak David.


"kakak mau makan sekarang?" pak David menatap wanita di depannya.


"aku belum lapar..kau sudah mengenalnya, bagaimana menurutmu?"


" dia terlalu muda untukmu, kasihan dia gadis yang baik dan sangat sopan"


"apa aku sudah terlalu tua?" pandangan pak David menatap ke atas, wanita itu tersenyum.


"kau menyindirku..aku yang jauh lebih tua darimu, kau menyukainya seperti pada wanita itu?"


Pak David terdiam, ia membayangkan wajah Hana, semua tentang gadis itu dia suka, bahkan sikap ketus dan tidak sopannya jika berhadapan dengannya, padahal orang begitu segan dan patuh padanya.


" perasaanku berbeda, aku sudah tua untuk bicara cintakan?", ejeknya atas dirinya sembari tertawa.


" kau tidak boleh bermain dengan perasaanmu, kau tau itu",Pak David menghela nafasnya panjang.


" bagaimana dengan perempuan itu?"


" ia akan pergi itu artinya telah selesai" wanita itu tersenyum.


" apa permintaannya hanya itu?" ia tau wanita itu sangat serakah tak mungkin hanya itu saja tuntutannya.


"aku sudah menyiapkan permintaannya, kau tak usah pikirkan..aku mau kau bisa akrab dengan gadis itu", pak David beranjak pergi dan masuk dalam kamarnya.


-


Kamis pagi.


"Han kita ke bank untuk pencairan terakhir yang 20%" mbak Sita duduk


di seberang meja Hana.


"kan ngak perlu aku juga mbak" tolak Hana


" Bagaimana bisa ngak perlu, kamu lupa banyak yang harus dibeli lagi, dan penyelesaian dengan pihak toko", mbak Sita menjulurkan lidahnya mengolok Hana, gadis itu tertawa..maaf jades yaaa🤭


Mobil pak David memasuki halaman kantor Hana, lelaki itu turun dan ngobrol dengan pak Abdul di halaman depan kantor, tak lama mbak Sita bertanya jadi pagi ini pencairan.


"ayo saya sudah siap, mana Hana?"pak David celingukan mencari Hana.


Hana keluar dari pintu kantor dengan pak Maman, mereka beiringan karena pak Maman hendak makan siang di rumah.


" saya jalan dulu pak Maman, jangan rindu ya..rindu itu berat buat pak Maman..entar diamuk mbak Titin" goda Hana cekikikan..yang lain tertawa mendengarnya.

__ADS_1


" hati-hati Han...entar ditaksir sama pak Maman" goda mbak Sita


"aduuuh g berani saya naksir wanita cantik seperti Hana..levelnya ketinggian..cabe rawit ... entahlah kalau yang naksir pak David" mereka tertawa ngakak..Hana mendengus menatap pria 40 tahun itu.


-


Mobil yang dikendarai pak David sampai di bank yang dituju, sesuai


pembicaraan tadi setelah pak David tanda tangan mbak Sita yang menunggu pencairan, pak David dan Hana akan mendatangi beberapa toko.


"saya tinggal ya Ta", mbak Sita mengangguk pada pak David dan balas mengedipkan mata pada Hana yang berkedip padanya.


" kita sarapan dulu ya Han, saya tadi belum sempat sarapan", Hana hanya mengangguk dan mengekori pak David.


mereka duduk bersebelahan karena rumah makan sedang ramai, Hana dan pak David sudah memesan makanannya.


"sebulan lagi proyek kita selesai, Hana nanti ikut ke kota prov ya untuk menyerahkan laporan pertanggung jawabannya"


" ngak ..bapak sama pak Abdul saja"


"kenapa Hana takutkah sama saya?"


Hana menghadap pak David dan mengeleng.


" bapak bukan setankan ya harus saya takuti", ejek Hana


"emang ada setan ganteng begini" , goda pak David.


" yang saya tau bapak g termasuk setan ganteng, padahal yang saya lihat setannya ganteng-ganteng", Hana menatap pak David dengan tatapan mengejek.lelaki 40 tahun itu hanya tertawa mendengar ocehan Hana.


Ketika pesanan datang pak David mengoda Hana dengan berbisik ditelinga wanita itu," ayoo dimakan..biar cepat besar"


Hana memukul lengan pak David pelan dan replek tangan Hana ditangkap lelaki 40 tahun itu.


Hana terkejut, ia merasa seperti tersengat listrik.jantungnya berdebar..apalagi ia merasakan hangat tangan lelaki disampingnya.


Akhirnya mereka selesai dengan makan siangnya,"pak mbak Sita g dibungkuskan" ucap Hana lirih dekat dengan teliga pak David.


"ia kan orang sini az, kita kasih mentahnya biar ia bisa makan dengan anak dan suaminya" Hana mengacungkan jempolnya dan membuat lelaki 40 tahun itu tersenyum, entahlah ia berasa muda jika bersama Hana dan selalu merasa senang.


Beberapa jam kemudian....


Mobil melaju meninggalkan bank, menuju kediaman mbak Sita.


" uang apa ini pak?" tanya mbak Sita heran ketika pak David memberi 5 lembar uang merah padanya.


" untuk makan siangmu yang tertunda, karena harus antri dikasir..terimalah" senyum pak David.


"aduuuh rezeki ini ..saya terima ya pak..makasih..ayoo turun dulu saya kenalkan dengan suami saya?" ajak mbak Sita.


Karena merasa tidak enak menolak ajakan mbak Sita, akhirnya mereka turun untuk sekedar silaturahmi, tapi karena obrolan suami mbak Sita dan pak David nyambung, maka obrolan itu jadi panjang dan makan waktu..hingga menjelang magrib.

__ADS_1


Akhirnya Hana dan pak David pulang setelah magrib, mereka ngobrol dan saling olok terutama Hana paling jago membully pak David, lelaki itu hanya tersenyum.


Sampai Hana merasakan ada sesuatu dibelakangnya yang membuatnya merinding, tangan Hana seketika memegang erat tangan pak David, lelaki itu menoleh dan melihat makhluk yang ada dibelakang Hana.


" entah apa yang diucapkan laki-laki itu hingga makhluk itu akhirnya pergi.


Jalan yang gelap hanya mengandalkan cahaya bintang, membuat laju kendaraan berkurang, Pak David menatap Hana dari spion, dilihatnya gadis itu termenung.


"tidur saja jika ngantuk, nanti saya bangunkan" tangan lelaki 40 tahun itu menepis anak rambut diwajah Hana.


"jangan melamun" sekarang tangan pak David memgenggam tangan Hana yang dingin, gadis yang biasanya selalu memberontak padanya itu hanya diam.


" Han...Hana sayang" bisik pak David ditelinga gadis di sampingnya, namun Hana hanya diam dengan tatapan kosong.


Pak David membelokan mobilnya ke arah sebuah rumah penduduk, ia bergegas mengendong Hana, dan membawanya menuju pintu rumah, kaki lelaki 40 tahun itu menggedor pintu, hingga tak lama pintu dibuka.


Dengan menggunakan bahasa setempat pak Danu berbicara pada pemilik rumah.


" pak David...kenapa wanita ini?" tanya pemilik rumah.


" boleh saya masuk dulu pak"


"silahkan pak..bawa saja ke kamar depan" pak David membawa Hana ke kamar yang kelihatan kurang dirawat.


" Dia kesurupan pak, bisa saya minta sirih ..apa bapak punya tusuk landak"


lelaki itu mengangguk dan segera berlalu.


Pak David memandangi wajah Hana, dielusnya lembut pipi Hana penuh sayang.ia sedikit tersenyum..dalam pikirannya jika berani mengelus gadis ini disaat sadar bisa saja jarinya putus.ia kembali mengulum senyumnya.


"ini pak..", tiba-tiba seseorang berdiri di depannya dengan menyerahkan sirih dan tusuk landak.


Sirih itu dilipat dan ditusukan kebulu landak, pak David memilin tusuk landak dengan bacaan.


Hana yang memejamkan mata mendadak membuka matanya dan menjerit..sakiiiiiit...sakiiiit .apa yang kamu lakukan..aaahhhhh sakiiiiiit!!!sorot mata Hana tajam menatap pak David.


"keluarlah ..atau aku akan membuatmu terbakar" mata lelaki itu menatap tajam ke arah mata Hana


" jangan bermain-main dengan gadis ini, aku akan mencarimu,...pergilah yang jauh!!!" lelaki pemilik rumah itu menatap takut begitu juga istrinya yang tergopoh-gopoh datang mendengar jeritan Hana.


Seketika tubuh Hana yang menberontak dalam kungkungan pak David melemah dan perlahan ia membuka matanya.


Wanita pemilik rumah menyerahkan air putih pada pak David dan lelaki itu menerimanya dengan mengucapkan terimakasih.


"minum dulu.." suara pak David pelan sembari membantu mendudukan Hana, tangannya yang besar merengkuh pundak Hana, gadis itu hanya pasrah.


"bolehkan kami bermalam disini pak?"


"iyaa..iya pak..boleh..tentu boleh pak David" ucap pemilik rumah itu senang.


" biar dirapikan dulu oleh ibunya kamar ini pak, karena jarang dipakai tidur" ucap pemilik rumah.

__ADS_1


Terimakasih sudah mau membaca ceritaku, maaf masih banyak kekurangan dalam pengetikan🙏🙏🙏


Jangan lupa like dan comen😘


__ADS_2