NAFSU

NAFSU
Jadian


__ADS_3

Faiz duduk di sofa berdampingan dengan Clara, tampilan Clara malam ini membuatnya kagum, Clara nampak lebih dewasa dan terlihat sexy, dan saat ini mereka sudah menghabiskan sebotol anggur merah.


"Kak temani Cla yuk..gerah nih"Clara menarik lembut tangan Faiz menuju kamar yang sudah di boxing.


Faiz belum terlalu mabuk, ia masih sadar ketika mengikuti Clara yang memeluk lengannya manja.


Clara menuju lantai dua dari club yang terbesar dikota itu, dan tak lama mereka sudah sampai disebuah kamar yang nyaris seperti kamar hotel, kamar kedap suara yang memang diperuntukan bagi pelanggan club.


Clara duduk di sofa ia menatap Faiz yang masih berdiri.


"Kakak bawa kado buatku"tangan Clara terulur, Faiz meminta maaf karena tak sempat membeli kado.


"Kadonya menyusul ya Cla..maaf... tadipun untung bisa kesini..kakak tadi ketiduran"jelas Faiz sembari mengambil tempat duduk di samping Clara.


"Kalau begitu aku mau kado yang lain?"senyum mengoda dibibir Clara, wanita yang hari ini genap berusia 20 tahun.


"Kau mau kado ap.. eemmm?"ucapan Fai tertahan begitu Clara mel**** lembut b**** Fai..."Cla mau ini ..."tangan wanita cantik itu sudah mengelus milik Faiz yang mengeras.


"Tapi Cla...aku tak enak dengan orangtuamu"tolak Fai lembut.


"Orangtuaku menyukai kakak..jadi kakak nggak usah merasa tidak enak, ini murni kemau Cla"tangan Clara sudah berhasil membuka resleting jeans Faiz, dan sekarang mencengkram lembut turun naik, membuat Faiz mengerang.


Sorot mata mereka saling mengunci, Faiz kembali mengerang karena ulah tangan lentik Clara.


Clara berdiri dari duduknya, tubuh indahnya terlihat mengoda, Clara menurunkan lengan gaunnya yang hanya selebar 2 jari, sebenarnya ia malu..tapi begini cara menaklukan seorang lelaki..begitu cerita teman-teman wanitanya, ketika ia bercerita telah jatuh cinta.


Sebenarnya Cla sudah pernah bercumbu sampai pelepasan, namun belum merasakan pelepasan yang sesungguhnya ..yang kata teman-temannya sangat nikmat.


Cla ingin menikamti itu dengan lelaki yang membuatnya jatuh cinta.


Perlahan pemandangan indah itu membuat Faiz menelan salivanya, cantik dengan tubuh nyaris sempurna.


Hanya dengan mengunakan jeroan, Clara duduk dipangkuan Faiz dan kedua tangannya dikalungkan dileher Faiz.


Imron Faiz luntur, matanya berkabut gai*** begitu dua cup pas ditangannya, saat ini posisi mereka ada di ranjang, Fai menguasai permainan, tubuh Clara meliuk-liuk bak penari erotis di lantai dasar.


bukan karena hentakan alunan musik keras, namun kemahiran Faiz bermain lidah di bagian inti Clara.


Waktu menunjukan pukul 2 malam, Faiz masih memberikan kado ulang tahun yang spesial, yang diinginkan Clara, wanita itu bermandikan peluh dan sesekali menjerit manja menyebutkan nama Fai.


Dititik terakhir Fai mempercepat gerakan pinggulnya, makin kuat dan tajam, dan sesaat ia mengerang bersamaan dengan Clara...


-


Menjelang pagi hari, pesta telah usai semua tamu sudah menghilang dari club XX, ikon pesta masih terlelap dalam dekapan lelaki yang telah mencuri hatinya ketika pertama kali bertemu diacara makan malam dengan kedua orangtuanya.

__ADS_1


Clara terbangun lebih dulu, senyumnya mengembang menatap wajah tampan Fai, lelaki pujaannya.


Tangan lembutnya mengelus rahang kokoh yang ditumbuhi bulu halus, semalam merupakan kado paling spesial dari semua kado yang pernah ia dapatkan selama ia berulang tahun,


kecupan singkat Clara berikan pada pujaannya.


"Cla..?"Fai terbangun begitu merasakan kecupan lembut di bibirnya.


"Masih terasa sakit sayang.."Fai mengelus pipi Cla lembut.


"Terimakasih kadonya kak.."Clara tersenyum malu dan menyembunyikan wajah cantiknya di dada Fai.


Faiz tersenyum, dielusnya rambut indah Clara, satu kecupan di kening membuat Clara terpejam.


"Kak...bolehkah Cla jadi kekasih kakak"mata coklat bening itu mengharap.


Faiz...selama ini laki-laki itu tak mau mempunyai kekasih tetap, ia tak mau terikat dengan aturan wanitanya.


Tapi ia ingin mencoba dengan Cla, wanita cantik dengan tubuh sexy, yang ternyata masih suci, yang semalam sudah meruntuhkan imronnya.


Selama ini Faiz baru dua kali melakukan dengan wanita baik-baik, seperti Lena sekertarisnya walaupun Fai bukan yang pertama untuk Lena, dan semalam dengan Cla wanita yang rela memberikan kesucian untuknya.


Biasanya ia akan menyewa jasa wanita*****an jika ia ingin.


Faiz mengangguk, pesona Cla semalam membuatnya melupakan prinsipnya tentang wanita.


Clara tersenyum pipinya merona dan ia kembali masuk kedalam pelukan Fai, dieratkannya pelukan pada tubuh atletis itu.


Fai terkekeh ia merasa lucu dengan sikap Cla, dielusnya rambut hitam bergelombang itu dengan gemas.


-


Seminggu sudah Fai dan Cla menjalin hubungan, selama itu belum ada Fai mengajaknya ketempat tinggalnya atau ke kantornya.


Ia ingin lebih dekat dengan kehidupan kekasihnya, tapi ada perasaan takut jika ia terlalu posesif Fai akan ilfil.


Untuk kali ini Cla akan menahan untuk menghubungi Fai terlebih dahulu, walau rasa rindunya sudah diubun-ubun.


Ditempat lain Fai baru selesai dengan metting dan setumpuk berkas yang harus ia periksa dan tanda tangani.


Tubuhnya terasa remuk, punggungnya berat oleh beban kantor yang tak ada hentinya.


Fai menyandarkan punggungnya pada kursi kebesarannya, matanya terpejam dan tiba-tiba ia merasakan sentuhan yang membuatnya rilex, pijatan di punggung dan beralih di kepalanya...Fai menikmati dan akhirnya terlelap.


"Dia sangat tampan jika terlelap begini"

__ADS_1


Waktu menunjukan pukul 7 malam, Fai tersentak dan bergegas bangun, dilihatnya dari jendela kaca diluar sudah gelap dan penuh kelap-kelip lampu jalan.


Fai bergegas keluar dari ruangannya, Lena masih duduk setia di ruangannya depan pintu masuk bosnya.


"Kau belum pulang Len.."


"Saya menunggumu Fai...aku tak tega membangunkanmu, kau terlihat lelah"jelas Lena dan Fai mengangguk.


"Fai kau ada acara malam ini..aku ingin mengajakmu ke club"


Fai menatap Lena.."ke club.." guman Fai dalam hati.


"Ya Tuhan..kenapa aku bisa melupakan Cla..."


"Maaf Len..sepertinya nggak bisa..aku ada urusan"tolak Fai halus.


Walau kecewa namun Lena berusaha tetap tersenyum.


"Ok nggak apa..kalau begitu aku duluan" pamit Lena dengan hati galau.


Dering ringtone Andmesh membuat hp berlogo apple cuwel bergetar, si pemilik yang lagi kesal, seketika tersenyum begitu melihat nama si penelpon.


Cla mengeser tombol hijau, tak lama...


"Hallo sayang..kau sedang apa?"


"Tentu sedang mengangkat panggilanmu" ejek Cla dengan candaan, Fai tertawa di seberang sana, terdengar renyah dan membuat Cla berdebar.


"Turunlah..aku ada di depan pagar rumahmu"Clara berlari menuju balkon kamarnya yang posisinya mengarah ke halaman depan, ia tersenyum senang melihat pujaan hatinya melambaikan tangan.


Clara berlari menuruni tangga, membuat kedua orangtuanya yang berada di ruang keluarga melihat dengan waswas.


"Sayang..pelan-pelan..kau bisa jatuh nanti!"suara papanya terdengar keras, namun gadis itu malah tersenyum memandang sekilas pada orangtuanya.


"Ada apa dengannya..beberapa hari ini terlihat kesal, sekarang tersenyum begitu"suami istri itu mengikuti kemana arah lari putrinya dengan ekor matanya.


"Ayoo pa..!" tuan Frizt berdiri dan mengikuti istrinya mereka berhenti di depan jendela ruang tamu.


Tuan Frit tersenyum ketika melihat putrinya mengandeng tangan Fai.


"Putrimu sedang jatuh cinta pada pemuda tampan itu"guman tuan Frizt dan diangguki istrinya, tuan Frizt bergegas mengajak istrinya kembali ke ruang keluarga, jangan sampai putrinya tau mereka mengintip.


Fai masuk ke dalam rumah besar itu mengikuti langkah kekasihnya.


Fai menyapa orangtua kekasihnya, dan mulai ikut duduk dan ngobrol, selang beberapa menit Fai izin membawa Cla untuk keluar.

__ADS_1


Selamat membaca ceritaku semoga menghibur pembaca setia.


Jangan lupa tinggalin jejaknya๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘ buat imun Author๐Ÿคญ๐Ÿคญ๐Ÿคญ..silahkan comen apa az Author terima..๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2