
Hari ini Hana dan suaminya akan balek ke tempat ia bekerja, semua yang harus dibawa sudah masuk dalam bagasi mobil.
Acara tangis-tangisan antara ibu dan putrinya, serta sahabat istrinya Sri..membuat Pak David terpaku.
Banyak nasehat ibu mertuanya untuk putri kesayangannya, begitu juga sobit istrinya yang banyak mendoakan kebaikan untuk Hana di daerah orang.
Beberapa menit kemudian mobil Fortuner nicelift merah melaju meninggalkan rumah Hana..rumah mertua David Nathan.
Pak David mengenggam erat jemari istrinya dan sesekali mencium punggung tangan istrinya.
perjalanan pulang ini terasa lebih cepat, tak terasa mereka sudah berada di dermaga fery.
"Kita turun sayang, ini masih pagi untuk tidur", Pak David mengandeng tangan istri sampai naik ke lantai dua, dimana para penumpang menikmati perjalanan dengan fery ini.
Hana dan suaminya mencari tempat duduk yang lebih privat dibagian belakang, yang hanya menyediakan tempat duduk untuk pasangan yang terbuat dari kayu dan satu meja kecil.
Mata Hana menangkap pasangan yang sedang asik berpelukan di kursi paling pojok dengan pandangan meghadap laut lepas.
deeeeggg......
"Mereka lagi.." guman Hana dalam hati.
"sayang kita cari tempat di dalam saja ya?" Hana menarik tangan suaminya untuk meninggalkan tempat itu.
Pak David merasa heran dengan sikap istrinya, tadi pengennya duduk di bagian belakang agar bisa memandang laut lepas.
"Ada apa sayang, ada yang menganggumu?"tanya Pak David mulai kepo.
Hana mengajak suaminya duduk dibagian belakang kursi penunpang, ia masuk kepelukan suaminya.
"mas..dibelakang tadi ada istri mantan aku?"jelas Hana lirih.Pak David menatap istrinya lekat.
"Apa sayangku malu jika mantanmu melihatmu mengandeng laki-laki tua?"
Hana mencubit gemas perut suaminya, ia menjelaskan apa yang ia lihat mulai dari di bioskop waktu itu.
Pak David nampak terkejut, ia mendekap erat tubuh istrinya.
"Mungkin itu karma karena ia menyelingkuhimu", guman Pak David lirih dan Hana hanya mangut-mangut.
Beberapa jam kemudian suara fery menandakan sudah sampai ditujuan.
Hana dan suaminya sudah masuk dalam mobil dan bersiap-siap keluar dari fery.
"Mas...itu orangnya", tunjuk Hana pada pasangan yang berjalan dari arah samping mobilnya keluar dari fery.
Pak David memandang ke arah yang ditunjuk istrinya, nampak pasangan yang saling bergandeng tangan meninggalkan dermaga.
__ADS_1
"Sayangku ..aku harus berterimakasih pada wanita itu", ucapan suaminya membuat Hana heran.
"Berterima kasih..untuk apa?..mas mengenal perempuan itu?" rentetan pertanyaan dilontarkan Hana pada suaminya.
Pak David tersenyum bersamaan dengan keluarnya mobil dari fery, menyusuri dermaga dan kembali melihat pasangan fenomenal dimata istrinya itu.
"Kalau bukan dia masuk dalam pernikahan kalian, apa aku punya kesempatan menikahi istriku yang muda dan cantik ini?" goda Pak David.
Hana terdiam dan hanyut dalam jawaban suaminya.
"Iya ya..."guman Hana dalam hati.
"Jadi ceritanya mas lagi berbahagia diatas kesedihanku?"ejek Hana pada suaminya yang terlihat tersenyum.
"Sayangku..apa kamu masih menderita berpisah darinya?"tanya Pak David dengan wajah gusar.
Terlintas ide Hana untuk kembali membully suaminya..haahaahhh
"Iyalah...Danu itu masih muda, gagah, wajahnya sangat tampan..siapa yang tak sedih ditinggal suami sepertinya", guman Hana lirih seolah sedang sedih.
Pak David menepihkan mobilnya, direngkuhnya bahu istrinya menghadap dirinya, dipandangi wajah istrinya yang tertunduk, ada kecewa dimata lelaki 40 tahun itu.
Hana menegakkan kepalanya pandangan matanya bersirobok dengn mata suaminya yang terlihat kecewa dan bersedih.
Waaahh..nggak bisa dicandain lagi nih suami aku bawaannya melow...hahhaaah.
Merasa dikerjai istri cantiknya, Pak David segera bertindak.
"Aduuuuh mas ini dijalan, main sosor az", keluh Hana ketika suaminya sepontan melahap b****nya.
"Sayangku, jangan bicara begitu lagi walau hanya candaan, aku sedih..takut..kecewa"Pak David menjedah ucapannya.
"Aku bisa gila..", keluhnya, namun Hana malah terkekeh geli.
"Susah ya..becandaan sama orangtua..bawaannya sensi terus" goda Hana dengan senyum mengejek.
"Ok sayangku puaskan mengoda suami tuamu ini, nanti kubuat kau merintih sepanjang malam", senyum licik tersungging dibibir Pak David.
-
Perjalanan terasa cepat, diiringi canda dan tawa penganten baru itu, mereka sudah sampai di kecamatan Aru.
"Kita makan siang dulu ya", ajak Pak David pada istrinya, Hana mengangguk mengiyakan.
Setelah selesai dengan makan siangnya, mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju perumahan Hana.
Mereka sepakat menjelaskan pernikahan mereka pada rekan Hana terlebih dahulu.
__ADS_1
Mereka tiba di perumahan pukul 15, Hana membuka pintu rumah, suaminya mengekori dengan membawa koper dan tentengan lainnya.
Suasana komplek perumahan sunyi, biasanya jam segini mereka beristirahat karena lelahnya sepulang bekerja.
Sebenarnya waktu pulang kerja pukul 16, namun biasanya satu jam sebelum waktu pulang pekerjaan sudah selesai kecuali ada proyek tertentu yang harus diselesaikan.
Hana membersihkan rumah yang sudah seminggu lebih ditinggalkan, ia membuka jendela dan pintu belakang agar cahaya matahari mengantikan udara lembab di dalam rumah.
Hana melihat suaminya yang berbaring di kasur dalam kamar, ia ikut berbaring disamping suaminya.
Pak David tersenyum menatap istrinya.
"Capek ya mas..bawa mobilnya?"Pak David menggeleng sekilas ia mengecup pipi istrinya.
"Kita istirahat dulu ya, nanti setelahnya kita ke rumah Pak Abdul dan Pak Maman?"ajak Pak David pada iatrinya, Hana mengangguk, dan dengan usil ia mengecup cepat bibir suaminya, dan tidur memunggungi suaminya, Pak David terkekeh dan segera memeluk tubuh istrinya dari belakang, beberapa menit kemudian mereka paduan suara dengan dengkuran halus.
Waktu sudah menunjukan pukul 17 Hana terbangun dari tidurnya ketika mendengar suara pintu diketuk.
"Han..Hana..kamu sudah datangkah?"suara mbak Titin terdengar dari balik pintu.
"Iya mbak....masuk yuk", ajak Hana pada mbak Titin begitu pintu terbuka.
"Eeehh Han, itu ada mobil Pak David, tapi sepertinya orangnya nggak ada di dalam mobil", selidik mbak Titin.
Hana mengangguk dan akhirnya menjelaskan jika Pak David sedang tidur di kamarnya, mbak Titin awalnya terkejut mendengar Pak David tidur dikamar Hana, tapi setelah diperlihatkan foto pernikahan Hana digaleri dan menceritakan proses sampai ia menikah dengan Pak David mbak Titin akhirnya menerima.
"Kasihan nasibmu Han, Pak David itukan ada istrinya...aku dengar dari warga, orang itu berilmu sesat loh Han", Hana tergelak mendengar ucapan mbak Titin.
Mbak Titin mencubit gemas pipi Hana, sembari ngomel karna ucapanya dianggap gosip oleh Hana.
"Aku sudah bertemu dengannya mbak..orangnya sangat baik padaku, dan dia yang memintaku menjadi madunya", jelas Hana yang membuat mbak Titin terkejut.
"Wah ada tamu rupanya", Pak David ikut duduk di ruang tamu menemani Hana.
Hana mengenalkan suaminya pada istri Pak Maman itu, akhirnya Pak David menjelaskan semuanya sampai ia harus menikahi Hana.
"Jadi ceritanya pulangnya kemanten baru ya Han" kekeh mbak Titin mengoda penganten baru itu.
Mbak Titin pamit pulang, sebelumnya Hana memberikan oleh-oleh kepada mbak Titin beberapa lembar pakaian baru untuk mbak Titin sekeluarga serta makanan.
"Han..nanti nggak usah masak, mbak masak banyak..sebentar mbak antar", ucap mbak Titin seraya berlalu dari rumah Hana.
Hana menatap suaminya yang sedang memandangnya dengan senyum, ada yang aneh ia rasa dengan sikap suaminya.
Selamat membaca ceritaku, semoga menghibur kalian, maaf masih banyak kekurangan dan kesalahan pengetikan🙏🙏🙏
Jangan lupa like dan comennya😘
__ADS_1