
Hana melihat lelaki di sampingnya menarik nafas panjang dan menghemhuskannya dengan tekanan, seakan ada beban berat di dadanya.
"ia memintaku menceraikannya, dan aku menuruti kemauannya, aku bisa apa jika ia menginginkan perceraian itu" gusar pak David, iya tak menyangka Hana akan menanyakan hal ini.
"aku sudah menahannya agar tak terjadi perceraian", tarikan nafas berat dan helaan yang pelan.
Hana menatap lelaki disampingnya, terlihat ada luka dimatanya.
"mas mencintainya..?"
'aduuuuh sayang ada apa denganmu? kenapa hal ini yang kau ingin bahas..aku justru ingin melupakannya"batin Pak David
"sayang..bisakah kita tak membicarakan hal ini?" tatapan memohon itu membuat Hana iba, Hana bisa lihat ada luka disana.
Apakah pak David mencintainya?, hingga ia patah hati dan tak ingin membicarakan dengannya.
"Apa ada cintanya untukku, apa aku hanya pelarian dari rasa kecewanya pada Serly?"
Pikiran Hana masih juga mencari jawab, hingga ia tak sadar tangan Pak David merengkuh tubuhnya masuk dalam pelukannya.
Hana merasakan detak jantung yang tak biasa, pelukan Pak David semakin erat pada tubuhnya," aku mencintaimu sayang..cukup kau tau aku sangat mencintaimu"guman pak David lirih dan bibirnya berlabuh dikening Hana.
Hana merasakan tetes air yang hangat menerpa wajahnya."ia menangis....?
"Hana yang kejam..atau bapak yang cengeng", ejek Hana, sontak pak David terkekeh.."wanitanya telah kembali" senyumnya dalam hati.
Malam semakin larut, lelaki itu masih setia mendekap erat tubuh wanita yang sangat ia cintai, ada kebahagiaan dan kecemasan yang sama dihatinya.
Hana menegadah ia dapat melihat lelaki yang mendekapnya kehilangan jiwanya, raganya mendekapnya namun pikirannya entah dimana.
Pak David merasakan Hana sedang mengawasinya, lelaki itu memandang wajah cantik calon istrinya, dikecupnya lembut kening Hana...lamaaaa.
Diluruhkan tubuhnya dan wanita di dalam dekapannya, agar posisinya berbaring.
Saat ini mereka berbaring dengan posisi saling berhadapan, David Nathan memandangi wajah wanitanya dengan perasaan penuh cinta.
Lelaki itu memberanikan diri membenamkan bi***nya kemilik Hana, beberapa detik tak ada perlawanan ia membuka mata dan melihat wanitanya terpejam menikmati sentuhannya, dengan pasti dil****nya dalam dan dengan izin, l*d*h itu melesat masuk dan menikmati suguhan yang manis...tangan Pak David meremas lembut sesuatu yang membuat wanitanya melenguh.
Pak David memberikan hi***an yang membuat tubuh p**** Hana mengelinjang naik, kabut gairah terpancar di mata wanitanya membuat lelaki 40 tahun itu menanggalkan pakaiannya.
"maaas....." nafas Hana terengah ia merasakan tubuhnya ingin lebih merasakan sentuhan, hasrat yang sudah 6 bulan ini tak pernah ia ngapai.
Pak David memberikan hentakan terakhir yang membuat wanitanya menyebutkan namanya...
Mereka saling berpelukan erat, kecupan lembut di kening Hana membuat wanita cantik itu semakin masuk dalam dekapan hangat pak David.
__ADS_1
"aku mencintamu sayang...sangaaaat mencintaimu", guman lelaki 40 tahun itu dengan disertai setitik airmata.
-
Hana terbangun dari tidur lelapnya, ia merasakan hangat gesekan kulit lelaki yang mendekapnya.
Ia teringat kejadian semalam sebelum dirinya terlelap dalam pelukan Pak David.
pipi Hana merona, lama ia tak menikmati surga dunia, hingga ia tak dapat menahan diri ketika cumbuan memabukan dilayangkan Pak David.
Hana bergerak turun dari ranjang, ia berjingkat mencari pakaiannya semalam yang entah teronggok kemana.
Ia terkejut ketika tubuh polosnya sudah dalam gedongan Pak David, lelaki itu melabuhkan kecupan selamat pagi sembari mengendongnya masuk ke kamar mandi.
Pukul 09.30 pagi mereka duduk berhadapan dimeja makan resto hotel, pipi Hana merona dipandangi mata coklat lelaki di depannya.
Hana ingat kejadian di kamar mandi, bukannya cepat mandi, pak David malah memohon ena" lagi, akhirnya ritual mandi memakan waktu nyaris 2 jam.
Pak David menatap wajah merona wanitanya, ia tersenyum.. hatinya saat ini benar-benar bahagia, kenikmatan surga dunia yang lama tak ia rasakan semenjak berpisah dari Serly, ia reguk kembali bersama Hana wanita yang membuatnya tergila-gila.
Beberapa jam kemudian setelah sarapan pagi mereka bersiap-siap berangkat menuju kantor sosial.
Pak David beriringan dengan Hana memasuki ruangan yang dituju.
Lelaki itu menerima kedatangan mereka, mereka berbincang di ruangan tertutup, sesekali pandangan Kasi itu menatap wajah cantik Hana.
Hati Pak David risau,"selalu saja semua lelaki yang menatap wanitanya dengan sorot mata mendamba".
2 jam sudah mereka berada di kantor sosial, pak Kasi menyalami pak David begitu pembicaraan selesai, dan lelaki itu segera menyalimi tangan lembut Hana.
"mbak Hana sudah menikah? Lelaki itu menatapnya dengan senyum.
"belum pak"
"boleh saya minta no hpnya..siapa tau saya bisa berkunjung ke kecamatan Aru",pandangannya tak lepas dari wajah cantik Hana.
Pak David mengumpat kesal pada Kasi yang tak tau malu itu," maaf pak kalau sudah selesai kami permisi" pamit pak David yang membuat Hana tersenyum tipis.
"sebentar dulu ya pak, saya belum memberikan no hp saya pak Kasi"senyum Hana licik.
Wajah Pak David nampak kesal, dan ia membalikkan tubuhnya membelakangi Hana.
Setelah selesai acara tukar nomor hp, Pak David membawa Hana ke rumah makan tradisional yang terkenal di kota itu.
"jangan mudah memberi no hpmu pada laki-laki lain ya" Pak David memandang wajah cantik di depannya dengan tatapan kesal.
__ADS_1
"kenapa sayang...cemburu ya", Hana tertawa mengejek.
"kalau aku beripun ia tak bisa menghubungiku..di desa tempatku bekerja sinyalnya mendrip-mendrip seperti lampu ublek" pikir Hana.
"terus saja tertawa, mas akan membuatmu berhenti tertawa nanti" guman pak David dengan senyum licik.
"membuatku berhenti tertawa..jadi mas lebih suka Hana diam..menangis gitu?"
Pak David tersenyum dan mendekatkan bibirnya pada Hana dan berbisik.
"mas akan membuatmu berhenti tertawa..dan akan membuatmu tak berhenti mendesah", kedipan mata lelaki 40 tahun itu mencoba mengoda Hana.
Pipi Hana seketika merona mendengar ucapan vulgar calon bojonya.
Beberapa menit kemudian, Mereka menikmati makan siang yang nikmat jagan karu iwak patin, itik bakar dan sambal cobek..membuat keringat mereka menetes deras.
segelas jeruk panas menemani acara makan siang mereka.
Setelah acara makan siang, mereka keluar dari rumah makan yang ramai pengunjung itu.
"mas kita nonton yuuk" Pak David tersenyum dan mengangguk, ia suka dengan sikap periang dan manja wanitanya.
pak David merengkuk pundak Hana selama film bergenre romatis berlansung.
"setelah ini kau belanja ya, apa yang ingin kau beli untuk oleh-oleh bapak dan ibu serta Heru" Hana tersenyum dan mengangguk.
-
Hari sudah larut malam, Hana sudah lelah berputar di moll mencari pakaian dan sepatu untuk ayah dan ibu serta Heru.dan akhirnya mereka kembali ke hotel.
Begitu sampai dan masuk di kamar hotel, Hana duduk bersandar disofa, Pak David datang dan duduk di sampingnya, ia menyerahkan kotak beludru kecil pada Hana.
Hana menatap wajah Pak David yang menatapnya lekat, ia membuka kotak kecil itu, di dalamnya terdapat cincin berlian cantik.
Pak David menyematkan cicin itu dijari manis Hana, "jadilah istriku selamanya sayang...lahirkanlah anak-anak untukku?" tatapan mata lelaki 40 tahun itu berubah sendu.
Hana bisa merasakan kesedihan dalam bola mata coklat itu, ia seakan tau kesakitan yang dirasakan calon bojonya.
Hana mengangguk dan mengalungkan tangannya dileher lelaki dihadapannya.
Pak David membenamkan bi*** nya pada bi*** Hana dan c***an itu makin dalam, dan membangkitkan sesuatu yang ingin lebih dari hanya sekedar c***an.
Selamat membaca ceritaku, semoga kalian suka, maaf masih banyak kekurangan dan salah pengetikan๐๐๐
Jangan lupa like dan comennya aku tunggu๐๐๐
__ADS_1