NAFSU

NAFSU
Pertemuan ke 2


__ADS_3

Hana memandangi wajah suaminya yang terlelap, ia tak dapat tidur entahlah.., hatinya mengatakan ada sesuatu yang bakal terjadi.


Hana membangunkan suaminya, dibisikannya ditelinga suaminya suara lembut agar segera bangun untuk subuhan, namun suaminya berguman masih mengantuk.


Hana selesai dengan aktivitas subuhnya, ia kembali menguncang pelan tubuh suaminya.


"mas bangun dulu, entar waktu subuhnya habis", pelan suara Hana


sembari tangannya menguncang pelan lengan suaminya.


"aku ngantuk, sakit kepalaku ini!; suara Danu keras, dan laki-laki itu kembali terlelap.


Hana tersentak mendengar suara keras suaminya, ia tak menyangka sikap suami bisa begitu, ada sakit dihatinya, bulir bening menetes tanpa izin.


Hana sudah bersiap dengan pakaian kerjanya, ia minum teh hangat untuk mengurangi udara dingin pagi hari, waktu sudah pukul 7 pagi, ia tak punya keberanian lagi untuk membangunkan suaminya, tapi justru membuatnya bingung, "mas Danu kerja apa tidak, mau membangunkan takut suaminya marah, g dibangunkan...", pikiran Hana bubar ketika ia melihat suami mengerjap dan sudah bersila ditengah kasur.


" kenapa aku tidak dibangunkan", gerutu Danu yang bergegas ke kamar mandi.


Danu sudah memanaskan mesin mobilnya, ia tidak sempat mandi hanya cuci muka dan gosok gigi, ia tidak menyentuh sarapan yang sudah disiapkan istrinya.


Hana menatap kepergian suaminya yang tergesa-gesa, ada sakit yang bertambah akan sikap suaminya, bukan karena tak menyentuh sarapan yang sudah ia siapkan, namun tak ada kata pamit, Hana berusaha menetralisir perasaannya yang sesak, ia tak mau hadir di kantor dengan kesedihan.


Pagi ini Hana sudah disibukan dengan proyek desa, besok mereka akan rapat penyusunan panitia dan insyaallah dana akan cair dalam minggu ini.


Hana melupakan sejenak masalah hatinya, ia memang selalu bersikap profesional dalam bekerja, masalah pribadi ada waktu tersendiri.


waktu menunjukan pukul 11 siang, warga kantor masih sibuk dengan rutinitasnya, tiba-tiba pak Maman bersuara nyaring hingga yang lain semua menuju ruang tamu dimana pak Maman berada.


" ayooo bubur manado..santaaap", teriak pak Maman, mas Agus terlihat semangat ia membantu menerima piring yang dibawa mbak Titin.

__ADS_1


" silahkan sarapan dulu, permisi saya balik ke rumah" , mbak Titin mengedipkan mata pada Hana.


" makasih mbak, bisa ngulang lagi nih besok-besok", Hana berucap dengan tawanya.


" beres mbak Han, yang penting hasil kebun lancar.." timpal pak Maman


Pak Maman memang rajin, tanah disekitar perumahan ditanaminya dengan aneka sayuran, dan beliau juga beternak ayam dan bebek,ditambah mbak Titin yang tukang masak dan suka oper-oper hasil masakannya ke kantor, makin semangat dah.


Suasana candaan pak Maman pada Hana dan Agus yang jomblo mendadak terhenti, ketika terdengar ketukan pintu dan ucapan salam..


" permisi..selamat siang", terlihat pak David sudah didepan pintu dengan pembawa acara waktu itu, nampak pak David menenteng plastik besar transparan dan terlihat buah mangis dan semangka.


" wah kebetulan bapak datang, mari masuk..kita makan bubur manado", ramah pak Abdul


"waaah rezeki ini namanya", pak David masuk dan duduk disebelah pak Abdul, ia menyodorkan plastik buah itu pada mas Agus.


" Hana tolong piringnya, biar pak David sama mbaknya ambil buburnya!", pinta pak Abdul. Hana berdiri meninggalkan sejenak buburnya yang masih tersisa dan menyodorkan 2 piring kearah wanita yang menemani pak David.


Serly orang asli di daerah ini namun lama tinggal didaerah lain untuk study S1nya, wanita cantik berkulit putih kemerahan yang tampilannya tidak seperti penduduk asli yang terlihat sangat sederhana, Dandanan Serly terlihat kekinian dengan kaki jenjang yang selalu menggunakan pantofel 7 cm.


Pak David mengatakan kedatangannya untuk membicarakan acara besok sekalian silaturahmi.


Lelaki dengan tinggi 175 cm itu tak henti curi pandang pada Hana, Hana merasakan itu namun ia bersikap biasa saja.


Pak David dan Serly akhirnya pamit, ia menyalimi semua orang termasuk Hana, dan biasa ia menatap dalam pada gadis yang sudah mencuri perhatiannya, dan ia tersenyum ketika Hana menunduk dari tatapannya.


-


Malam menjelang Hana sudah selesai dengan rutinitas malamnya, ia memasuki kamar dan berbaring, ia ingat kembali sikap suami pagi tadi, ada sesak dihatinya berasa sakit, semalam suaminya tak menyentuhnya " ada apa dengan mas Danu, apa ada wanita lain", batin Hana perih, airmata mengalir dipipinya tanpa ia mampu menahannya, ia terisak.

__ADS_1


Nampak sosok Sultan yang menatap wanita tercintanya dengan murka, ia marah atas sikap Danu, yang membuat wanitanya menangis.


Tak lama terdengar ketukan pintu, Hana beranjak ke ruang tamu ia mengintip dari balik gorden, dilihatnya suaminya yang berdiri menghadap arah pintu, Hana membuka pintu dan Danu masuk melewatinya tanpa salam. Hana menutup pintu dan menguncinya, ia hanya mengeleng pasrah dengan sikap suaminya.


Masih dengan pakaian yang tidak diganti, Danu merebahkan tubuhnya di kasur, Hana tak berani menegur, namun ia mencoba menawarkan makan malam untuk suaminya, lelaki itu tidak menyahut ia malah menarik tubuh Hana dan mengungkungnya.


Hana merasakan bau tak sedap pada tubuh suaminya, seperti bau lebus, Hana hanya diam tak berani menegur apalagi ketika suami mulai mendaki kembarannya, Hana hanya melenguh menikmati, ia merasakan penyatuan yang sedikit kasar namun ia menyukainya.


Hana merasakan silau mentari mengenai penglihatannya, Hana terperanjat, ia tak mendapati suaminya.


" kenapa mas Danu tidak membangunkanku, dia pergi begitu saja seperti kemarin", batin Hana.


-


Hana dan rombongan kantor sudah berada dalam mobil menuju kantor desa, suasana dalam mobil seperti biasa penuh canda dan tawa karena pak Maman.Hana merasa terhibur dengan suasana ini.


Sampai dikantor desa mereka disambut pak David dan stafnya, mereka digiring menuju aula desa.


Penetapan panitia proyek propensi sudah tersusun, Hana menjadi sekertaris dari ketua proyek pak David, Hati lelaki 40 tahun itu berbunga, dengan kebaikannya ia menyuguhkan sajian yang nikmat untuk para tamu undangan.


Pak David memberikan rencana manual yang ia susun sehubungan dengan proyek pada Hana, ia mengajak wanita itu bertukar pendapat, Hana merasa kagum dengan lelaki 40 tahun itu yang sangat menghormati pemikiran yunior sepertinya.


Pak David berkata sewaktu-waktu ia akan menghubungi Hana untuk masalah ini, Hana mengiyakan dan mengucapkan terimakasih atas bimbingan pak David dalam proyek ini. lelaki itu menatap lekat wajah cantik yang sudah mengisi mimpinya beberapa malam ini, ia menatap bibir ranum Hana yang sangat ia damba.


Acara makan-makan selesai, pak Abdul dan rombongan berpamitan pada pak David dan staf desa, pak David mengantar rombongan pak abdul sampai mobil.


Tiupkan rasa inginmu didepannya, buat ia tunduk karena pandanganmu, aku akan berkerja dengan caraku agar inginmu segera nyata....


Selamat membaca semoga suka..

__ADS_1


Maaf masih atas salah ketik dan typonya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Jangan lupa like dan comen ya๐Ÿ˜˜


__ADS_2