NAFSU

NAFSU
Nasehat Abang Fahd


__ADS_3

Tuan Frit tersenyum ketika melihat putrinya mengandeng tangan Fai.


"Putrimu sedang jatuh cinta pada pemuda tampan itu"guman tuan Frizt dan diangguki istrinya, tuan Frizt bergegas mengajak istrinya kembali ke ruang keluarga, jangan sampai putrinya tau mereka mengintip.


Fai masuk ke dalam rumah besar itu mengikuti langkah kekasihnya.


Fai menyapa orangtua kekasihnya, dan mulai ikut duduk dan ngobrol, selang beberapa menit Fai izin membawa Cla untuk keluar.


Cla menuruni tangga dengan tampilan santai dengan menggunakan dress tanpa lengan selutut berwarna krem dipadukan dengan jaket denim sedada, di kakinya yang jenjang ia menggunakan sepatu kets.


" Cla siap kak..."senyum manis wanita cantik itu mengembang.


Fai tersenyum melihat penampilan wanitanya, mereka pamit pada orangtua Cla dan segera menuju mobil Fai.


Di dalam mobil Fai memasangkan safety belt, dan ..cup..kecupan singkat pada bibir wanitanya, membuat Cla tersipu.


"Kita kemana sayang..?"Fai meraih tangan Cla dan mengecup lembut punggung tangan wanitanya, membuat rasa kesal Cla selama seminggu terhadap Fai menguar.


"Terserah..aku ikut kemana kakak membawaku"jawabnya manja.


"Ok..aku akan membawamu ke surga sayang"goda Fai sembari tersenyum manis.


Sepanjang perjalanan mereka terus bercerita diselingi canda dan tawa dari keduanya.


Mobil sport hitam itu berhenti disebuah restoran yang terlihat ramai dengan mobil-mobil mewah.


Cla memeluk lengan kekasihnya sepanjang masuk restoran.


Mereka memilih tempat lebih privasi di lantai dua, Fai dan Cla duduk berdampingan.


Tak lama seorang pelayan datang menanyakan pesanan mereka, setelahnya pelayan itu membungkuk permisi meninggalkan mereka.


Tangan Clara dan Fai tak lepas, sesekali Fai mencium punggung tangan Cla.


"Aku semakin mencintaimu kak, aku tak menyangka sikapmu manis begini"guman Cla dalam hati.


Tak berapa lama pesan datang, mereka mulai menyantap makanan masing-masing.


"Aaaah...kakak harus coba ini"Cla menyodorkan sendok berisi makanannya ke mulut Fai.


Lelaki tampan itu membuka mulut dan mengunyah makanan itu.


"Enak sayang..."Fai tersenyum dan mengangguk.


Mereka mulai saling suap sampai makanan yang mereka santap habis.

__ADS_1


Setelah menikmati makanan dan minuman segar, Fai membayar ke kasir dan setelahnya mereka beranjak meninggalkan restoran.


Waktu masih menunjukan pukul 9 malam, mereka menikmati perjalanan malam dalam hening sampai Fai membuka suara.


"Sayang kita ke apartemenku dulu ya, gerah nih pulang dari kantor tadi langsung ke rumahmu"Fai melirik Cla dengan ekor matanya.


"Ok..Cla ikut kata kakak az.."


Fai tersenyum mendengar ucapan Cla, diacaknya rambut Cla pelan dan tersenyum.


"Iya sayang..kau sudah lulus kuliah atau gimana?"


Cla menatap kekasihnya,"Cla sudah sudah selesai skripsi..tinggal nunggu wisuda az" jelas Cla tersenyum manis.


"Kuliah di mana sayang..?"Fai mengelus punggung tangan Cla.


"Universitas******** di Singapore"


"Sungguh....artinya kau adik kelasku"tawa Fai pecah, begitu tau ternyata wanitanya adalah adik tingkatnya.


Mobil berhenti di basement, mereka turun dari mobil dengan jari tangan saling bertaut.


Tak berapa lama mereka sudah masuk ke dalam aparteman mewah, Cla menghempaskan bokongnya di sofa empuk di ruang tamu.


"Sayang aku mandi dulu ya?"Cla mengangguk dan Fai segera berlalu masuk ke dalam kamar.


Setengah jam kemudian, Fai sudah berganti pakaian santai mengenakan kaos polos berwarna putih dan celana jogger berwarna krem.


Fai mendudukan bokongnya di samping Cla, direngkuhnya pundak sang kekasih, kecupan lembut di pelipis Cla membuat wanita cantik itu berdebar senang.


"Bermalam disini ya.."Fai menghirup aroma Cla dengan menduselkan wajahnya pada ceruk leher Cla.


Wanita cantik itu mengelinjang karena ulah kekasihnya, kedua tangan fai berada di lengan kekasihnya yang mana kedua tangan Cla digenggamnya.


"Eemmm sayang...tidak bisa, papa pasti takkan mengizinkan"lirih Cla, menghindar dari wajah kekasihnya yang membuatnya geli.


Fai beranjak dari duduknya, menarik lembut tangan Cla, "Ayo aku antar pulang, ini sudah pukul 10 lewat..ayahmu bisa memecatku dari calon mantu"kekeh Fai sembari mencium lembut bibir Cla.


Fai mengantar sang kekasih menuju rumahnya, pukul 11 lewat mereka sudah sampai rumah, Fai masuk ke dalam rumah mengikuti Cla.


"Sayang aku tunggu disini"Cla mengangguk dan tersenyum, ia bergegas memanggil orangtuanya.


Tuan Frizt keluar beserta istri dan putrinya menemui Faiz, mereka mengobrol sebentar dan tak lama Faiz pamit pulang.


Di ruang tengah Clara dan mamanya sedang berbincang, kekepoan sang mama melihat sikap putrinya yang terlalu mencolok karena rasa bahagianya.

__ADS_1


"Jadi Fai kakak tingkatmu di Universitar******** ?"Cla mengangguk dan tersenyum melihat keterkejutan mamanya.


"Kalian ..punya hubungan khususkan?"sindir sang mama dan Cla tersipu.


"Aku sudah tau itu..lihat wajah putrimu"tuan Frizt tersenyum melihat wajah bahagia putrinya.


-


Hari berganti minggu, tak terasa sudah sebulan Khamza dan Afdi menikmati liburannya, seminggu lagi mereka akan kembali ke kampus.


Saat ini Khanza berada di rumah abang sulungnya di perkebunan.


"Za..abang ingin mengatakan seauatu padamu"Fahd menepuk sofa di sebelahnya, menyuruh adik nakalnya itu duduk.


Khanza menurut Fahd tersenyum, tangannya mengelus rambut adik perempuannya.


"Dengarkan abang ya dek..kau sekarang seorang istri, sekalipun siri namun dimata Allah Afdi adalah suamimu, kau harus patuh padanya, abang tau kau belum mencintainya .. beri suamimu kesempatan untuk menunjukan tanggung jawabnya, dialah yang sekarang berhak atas dirimu bukan ayah dan bunda"ucap Fahd tegas namun sikapnya tetap lembut pada Za.


Za mendengarkan ucapan abangnya tanpa bantahan, ia tau sikap abang sulungnya, yang selalu memiliki segudang nasehat buat adik-adiknya.


"Besok kalian balikkan..layani suamimu dengan iklas dek..itu kewajibanmu" Za menatap kakaknya sekilas dan berpikir maksud ucapan kakaknya.


"Mas makanan sudah siap.."Kanti datang menghentikan percakapan dua bersaudara itu.


Fahd mengangguk dan menepuk lembut pundak adiknya."Ayo kita makan dulu..sebentar suamimu datang menjemput"


Tak beberapa lama setelah mereka selesai makan siang, Afdi datang dengan deru motornya di halaman depan.


Fahd keluar dari dalam rumah, menyambut adik iparnya,"Ayo masuk Di..langsung ke meja makan, kakakmu masak enak ..demi istrimu"


Afdi yang sebenarnya sudah makan merasa tidak enak menolak, akhirnya ia nyantap agar tak kepuhunan.


Beberapa jam kemudian Afdi dan Khanza pamit, Fahd dan istrinya mengantar pasangan muda itu sampai di teras.


"Sepeninggalan Afdi dan Za, Fahd menemani istrinya membereskan dapur.


"Biar saya saja mas..mas istirahat sana"tolak Kanti ketika suaminya ingin membantu.


Fahd akhirnya menurut, ia meninggalkan dapur menuju ruang keluarga.


Kanti masih sibuk dengan perkakas dapurnya, tiba-tiba ia tersentak mendengar suara bisikan di telinganya, tubuhnya meremang dan tiba-tiba tubuhnya melemas....


Selamat membaca ceritaku, semoga kalian suka 😊


Jangan lupa tinggalin jejakπŸ‘πŸ‘πŸ‘

__ADS_1


dan comen😘😘😘


__ADS_2