
Warning!!!
Buat anak-anak di bawah umur 21 ke bawah DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau baca๐
***
Lima minggu..?"Lena berguman dalam hati, jika dihitung sejak pulang dari Bejing sudah Lima minggu.
"Ya Tuhan apakah ini anak..."Lena membekap mulutnya.
"Kalian anak mami dan papi Eric"putus Lena dalam hati sembari mengelus perut ratanya.
Setelah selesai dengan pemeriksaannya Lena menemui Pak Budi, leleki itu begitu setia menunggu wanita itu diruang antrian pasien.
Tiga puluh menit kemudian mereka sampai rumah.
Malam ini Lena melakukan panggilan video dengan suaminya.
"Kau sehat honey...wajahmu makin berseri saja, aku jadi ingin cepat ke Indonesia"Eric tersenyum memandangi wajah Lena.
"Sayang kau memang harus segera pulang, aku akan memberikan hadiah besar padamu"
"Sungguh..boleh aku tau hadiah apa?"Eric terlihat penasaran.
"Aku akan katakan jika kau sudah disini sayang"Lena makin mengoda Eric.
"Oke aku akan menyelesaikan secepatnya pekerjaan di sini dan segera ke Indonesia"ucap Eric.
Mereka terus melepas kangen lewat panggilan video, Lena sudah memantapkan hatinya untuk berusaha mencintai lelaki yang begitu mencintainya.
-
Kita tinggalkan sejenak kisah Fai dan kita tengok keadaan adik perempuannya, yang sikapnya nyaris sama dengannya.
Za telah menyampaikan pikirannya pada Afdi, ya hanya pada suaminya yang ia nilai bisa membijaki pemikirannya.
Za tak mau terus menyakiti suaminya, ia sudah berusaha untuk mencintai suaminya..namun sampai saat ini yang ada pada suaminya hanya perasaan sayang sebagai abang.
Ucapan Afdi ketika dirinya pingsan waktu itu terus terekam dalam ingatannya.
Za tipe wanita yang sulit untuk melupakan ucapan yang menyentuh hatinya, dan itu akan terus mengingatkannya dan mengagalkan usahanya untuk belajar mencintai suaminya.
"Maafkan Za bang...Za sudah mencoba namun malah menyakiti abang, Za mohon lepaskan Za, abang berhak mendapat wanita baik-baik yang mencintai abang dengan tulus" airmata Za sudah membasahi pipi mulusnya.
__ADS_1
Lelaki yang masih berstatus suaminya itu terdiam, ia sangat menyayangi Za, tak kan mampu melihat wanita tercintanya menderita karena ikatan pernikahan mereka.
Afdi menarik nafas dalam, mencerna setiap ucapan istrinya, "Beri Za talak bang...tetaplah di sampingku sampai abang menemukan wanita yang mencintai abang..Za tak tega melihat kesedihan orangtua kita sebelum abang mendapatkan penganti Za..walaupun kita berpisah sebagai suami istri, Za tak mau hubungan persaudaraan kita putus"
"Bang izinkan Za melayani abang sebagai istri jika abang berkenan, karena beberapa bulan ini Za mengabaikan kewajiban Za"ucapan Za membuyarkan lamunan Afdi.
Lelaki itu menatap wanita cantik di depannya, wanita yang ia sayangi sejak Za lahir..kata ibunya ia kerap mencium sayang, waktu Za masih bayi, dan sampai Afdi SMU, lelaki itu masih suka mencuri cium pipi Za, yang membuat wanita cantik itu kesal dan mengerutu dengan tampang mengemaskan.
Afdi mendekat ke arah Za, mencium keningnya lama, dan turun ke bi*** ranum istrinya, meye***nya dan akhirnya lidahnya melesat masuk rongga mulut Za.
Za memberikan rasa sayangnya yang terakhir pada suaminya, Afdi terus mengeluti tubuh istrinya penuh cinta, semenjak istrinya keguguran ia tak meminta haknya, karena ia berpikir untuk kesehatan istrinya.
Afdi masih berharap ada hasil dari percintaan mereka malam ini, tak seditikpun ia melepas tubuh istrinya dari pelukannya.
Za .. wanita itu betul-betul iklas melayani suaminya dengan perasaan sayang..jika ada rasa sakit di sudut hatinya, itu karena ia tak bisa membalas perasaan cinta lelaki terbaik dalam hidupnya.
Afdi baru menghentikan kegiatannya saat menjelang subuh, bukan karena mencicil rasa untuk kedepannya, namun menumpahkan perasaan cinta yang sulit ia lepas dari hatinya.
"Sayangku...bisakah kita berpisah jika sudah hadir wanita lain dalam hidupku, abang akan menalakmu jika sudah hadir wanita itu"pinta Afdi sembari memeluk erat tubuh Za.
Ada sesak yang tak dapat ia luncurkan lewat matanya..ia harus tegar di depan istri yang ia cintai, walau saat ini ia rapuh..namun rasa cintanya masih mengharap belas kasihan dari sang Khalik..
"Jika Allah menyatukan aku dan istriku dalam ikatan suci..aku yakini Za yang terbaik untukku...terlepas dari kekurangannya sebagai manusia...aku iklas menanggung kesalahan istriku"
-
Lelaki tampan itu sangat candu dengan Za semenjak mereka satu rumah saat ujian itu.
Za selesai dengan kelasnya, syukurlah beberapa hari ini Vero tak kelihatan di kampus, membuat Za bisa leluas melakukan aktivitasnya sebagai mahasiswi.
"Ayo Za kita ke kantin..."Tika salah satu teman sekelasnya sudah duduk dihadapannya.
"Aku pengen yang seger-seger Ti..dimana ya"Tika tersenyum dan mengangguk.
"Ayo ada tempat nongkrong anak muda cafe Ria..dan minuman di sana enak-enak dah, belum lagi dessertnya..meleleh di lidah gue"Tika sudah ngces dengan hanya membayangkan dessert penuh fla atau kream coklat kesukaannya.
Za pergi bersama Tika dan dua teman lainnya, mereka menikmati minuman kekinian yang di padu dengan milk yang dingin, membuat hawa panas di siang itu terasa adem.
Hape Za berbunyi menandakan ada pesan masuk, wanita itu mengecek pesan masuk dan membacanya, ia tersenyum membaca ungkapan rindu dari Vero yang belum bisa ke kampus, karena di perusahaannya saat ini memerlukan dirinya.
Za kembali focus dengan obrolan teman-temannya yang berencana mengikuti acara Dies Natalis 37 tahun Kampus WX.
"Biasanya dosen ganteng kita tuh akan menjadi pembicara di seminar kampus"puji Tika dengan tampang mendamba.
__ADS_1
"Gila lu Tik..ingat masih dini kita tuh, jangan niru para senior sebagai penghangat ranjang Pak Vero"ucapan Wulan membuat Za tersedak.
"Kamu Za jangan sampai terpancing wajah tampan pak Vero...dia itu casanova, banyak tuh mahasiswi kampus ini yang jadi penghangat ranjangnya"ucap Merry menambahi.
"Penghangat ranjang...?"Wulan dan Merry mengangguk, dan akhirnya mereka menceritakan kebiasaan dosen tampan mereka.
Entah kenapa hati Za sakit mendemgar ucapan teman-temannya.
"Lu tau nggak..cewek yang body bak gitar..Susan mahasiswi semester akhir, dulu tuh paling sering gue lihat jalan sama Pak Vero kalau malam, sepertinya cari makan gitu..eh pulangnya ke sewaan Pak Vero..kata temen sekelasnya sih, Susan itu mahasiswi kesayang Pak Vero" Merry begitu semangat menceritakan aib dosennya.
"Kau gue sih..nggak cari yang tampan, gue mau cari kekasih yang setia..lebih baik dicintai dari pada mencintai"ucap Tika yang akhirnya ikut bicara juga.
"Lelaki tampan..tapi hoby selingkuh, nggak minat gue"mereka bertiga tertawa, namun tidak pada wanita super cantik di kampus WX.
Hati Za meresa tercubit dengan ucapan Tika dan teman-temannya.
"Za kalau menurut gue tuh ya, lu itu cewek super kece dah di kampus WX..hati-hati lu bakal jadi incara para playboy cap gayung..and dosen casanova tuh"kikih Merry dan diangguki Wulan dan Tika.
Setelah kenyang dengan menu di cafe Ria, Za dan teman-temannya kembali ke kampus, karena sudah tak ada kelas Za langsung balek ke rumah.
Sepanjang perjalanan ke rumah Za mengingat semua ucapan teman-temannya.
Za bergegas masuk ke rumah befitu mobilnya terparkir cantik di garasi rumah, Za ingin segera mandi..ia merasakan tubuhnya lengket.
Satu jam kemudian, Za sudah keluar dari kamar mandi dengan daster tanpa lengan di atas pahe.
Wanita itu langsung terlelap begitu merebahkan tubuhnya di ranjang.
Beberapa jam setelahnya, ia merasakan tubuhnya berat seakan ada benda yang menimpanya.
Za membuka mata..ia melihat tangan besar suaminya yang memeluknya erat, Za dapat melihat wajah lelah suaminya, perlahan Za menyibakan rambut yang menutupi kening suaminya.
Afdi yang merasa terusik, membuka matanya, ia tersenyum merasakan sentuhan lembut jemari istrinya.
Afdi meraih tangan Za dan mengecupnya, tak lama ia mengungkuh tubuh istrinya..dengan lembut ia benamkan bi*** pada milik istrinya.
Za tak menolak keinginan suaminya, ia melayani hasrat suaminya dengan iklas, dari pembicaraan dengan suaminya tempo hari..Afdi tidak akan menjatuhkan talak, sampai datang wanita lain untuk suaminya.
Afdi mengecup lama kening istrinya, dan menjatuhkan tubuhnya di samping istrinya, nafas mereka memburu dengan peluh membasahi tubuh.
"Ayo kita mandi sayang..sudah mau masuk magrib, Afdi mengendong tubuh Za ke kamar mandi., air shower membasahi tubuh mereka yang masih saling berpelukan.
"Tuhan luluhkan hati istriku..tanamkanlah cinta dihatinya untukku" batin hati yang mencinta.
__ADS_1
Yuuuk kasih vote.. like๐๐๐ dan comen yang banyak๐๐๐