
Warning!!!
Buat yang masih di bawah umur 21 DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau baca😜
***
Beberapa jam kemudian mereka menikmati makan malam di dalam kamar, karena si kembar sedang terlelap.
"Dek...buka pintunya"terdengar suara abang Fahd memanggil.
"Kita gabung ya...nih Alya nangis mau bobok bareng si kembar"
Fahd masuk mengendong Alya, diikuti Kanti di belakangnya.
"Aya bobok cama adek aki .."rengek si cantik pada Fahd, Fahd menatap ranjang Za yang sudah dilengkapi ketiga putra adek perempuannya.
Shaka, Zaka dan Zaki, menatap Alya yang wajahnya sudah basah oleh airmata.
"Abang ..boboknya sama uwak ya, abangkan pinter"ucap Fahd, Shaka memandang Za, seolah minta pertimbangan.
"Abang boboknya sama uwak ya, kasihan adek Alyanya"Za mengangguk pada putra sulungnya.
"Ya sayang..besok kita main di pantai, papa buatkan istana pasir buat abang"timpal Afdi.
Shaka mengangguk senang"Caka bobok sama uwak"dua tangan bocah tampan itu merentang minta di angkat.
Malam itu mereka tidur dalam satu kamar, hanya saja Shaka berada dalam dekapan Fahd.
Sedang si cantik Alya berada di antara si kembar, mereka masih asik berceloteh, sedang papa, abang dan uwaknya sudah mengembara di dunia mimpi.
Za dan Kanti hanya tersenyum mendengar percakapan nggak jelas dari anak-anak mereka.
-
Pagi hari setelah sarapan pagi, mereka menuju pantai, betapa senangnya bocah-bocah yang yak pernah melihat laut.
Za dan Sumi menjaga si kembar, begitu pula Kanti yang tak melepas pegangan tanganny dari putri kecilnya.
Afdi dan Shaka sedang membangun istana pasir yang besar, bocah tampan itu begitu antusias.
"Hhhhh...bagus ya pa"dua jempolnya diacungkan ke udara, Afdi mengangguk dan ikut mengacungkan ke dua jempolnya.
Badi yang hanya duduk di pasir meyaksikan tawa dan keceriaan keluarganya, ingatan kembali pada sosok David.
"Pak..jika kau lihat kebahagiaan anak cucumu saat ini, aku yakin kau akan merasa sepertiku, semoga bapak mendapat tempat yang layak di sana"
Ada setitik air mata dan perasaan sesak di hati lelaki tua itu.
"Terimakasih pak...sudah memberi kepercayaan pada anak pelayan untuk menjaga putri kesayanganmu"
__ADS_1
"Kai lihat istana Saka yok"Badi tersadar dari lamunannya, cucunya tiba-tiba sudah berada di hadapannya.
"Kai nangis..."tangan Saka sudah berada.di wajah Badi, menghapus setitik bulir di ujung mata yang berkabut.
"Enggak sayang, kai hanya ingan opa David.."Bocah tampan itu masuk kepelukan Badi.
"Opanya di surga.."
"Iya sayang..opa di surga"
Badi beranjak dari duduknya dan ikut dengan cucunya, berjalan menuju istana pasir.
Beberapa jam kemudian, mereka sudah selesai membersihkan diri setelah dari pantai.
Rombongan yang ramai dengan suara bocah itu sampai juga di resto hotel, mereka memilih kursi pojok yang merupakan sofa L dengan meja yang rendah.
Za, Kanti serta Sumi membawa makanan untuk mereka semua, dan meletakan di meja.
Mereka makan dengan lahap, apa lagi bocah-bocah yang habis mandi di pantai, mereka seperti kelaparan.
"Setelah ini kita istirahat ya...bobok dulu"ucap Za pada anak-anaknya.
Mereka menuju kamar Za sekeluarga.
"Aya bobok sama Aki ..te"bocah cantik itu menatap Za penuh harap.
"Iya si cantik boleh bobok sama Zaki sama Zaka"Alya tertawa senang, membuat papa dan mamanya geleng-geleng kepala.
"Mau te..Aya mau"bocah itu senang sekali, seperti mendapat hadiah saja.
"Minta sama mama dan papa Aya ya?"Za terkekeh melihat Alya menatap papanya.
Kanti tersedak mendengar ucapan Za.
"Adek kayak punya Saka ya ma"timpal Shaka membuat Alya kembali menatap papanya.
"Sayang..mintanya sama mama ya"Fahd mengalihkan tatapan putrinya pada Kanti.
Za dan Afdi tertawa melihat Kanti yang salah tingkah mendengar icapan suaminya.
"Alya boboknya sama Zaki sama Zaka ya, papa sama mama biar buat adek untuk Alya"
Bocah cantik itu mengangguk,"Janji nggak boleh nangis, nanti malam nggak boleh cari papa sama mama ya?"
"Iya..."bocah itu tersenyum senang.
"Sudah sana bang...ajak mbak Kanti buat adek untuk Alya!"usir Za tertawa.
"Ayo dek..."Fahd meraih tangan istrinya, wajah Kanti bersemu mendapat perlakuan dari suaminya.
__ADS_1
"Abang apaan sih.."
"Eh..itu pesanan anakmu..ayo"
Za dan Afdi tertawa melihat bang Fahd merangkul pundak istrinya menuju pintu keluar.
Satu jam kemudian, empat bocil sudah lelap tertidur, Za tidur bersama si kembar dan Alya di ranjang king size, Afdi tidur bersama Shaka di ranjang berbeda.
-
Tak terasa hari menjelang malam, Alya sama sekali tak mencari papa dan mamanya, ia asik bermain dengan si kembar.
"Dek..terima kasih sudah mau menerima abang dan menyayangi bapak dan ibu"
"Abang bicara apa...bapak dan ibu abang, orangtua Za..sudah kewajiban Za membahagiakan mereka"
Afdi tersenyum dan mengelus puncak kepala istrinya.
"Abang terimakasih sudah mau menerima kekurangan Za, dan sabar pada sikap Za"wanita beranak tiga itu menciumi telapak tangan suaminya.
"Za akan berusaha jadi istri dan ibu yang baik untuk empat jagoanku"Afdi merengkuh pundak istrinya, dimana Shaka berada diantara mereka.
Hari semakin larut..empat bocil itu sudah terlelap dengan mimpinya.
"Semoga kalian menjadi anak-anak soleh dan soleha, menjadi kebanggaan orangtua"ucap Za lirih dengan gurat kesedihan, Afdi tau apa yang dipikirkan istrinya.
"Aamiin ya robbal alamin"
"Kesalahan bukan untuk diingat sayang, tapi untuk diperbaiki"Afdi mencium kening istrinya.
Za mengelus lembut rambut sang putra yang tidur satu ranjang dengan mereka.
"Dia jagoanku yang akan membawa kebaikan untuk keluarga kita bang"
Mereka menatap sayang pada sang sulung yang tidur lelap dengan senyum.
************Tamat**********
Para pembaca yang dirahmati Allah,
mohon maaf jika dalam cerita ini tidak sesuai dengan alur pemikiran kalian.
Author menulis cerita di episode ke dua hanya sekedar fiktif belaka, untuk sekedar menghibur pembaca.
Walau nyatanya dikehidupan sehari-hari tak ada manusia sempurna.
Terimakasih untuk yang sudah baca dan kasih komen..karena apa yang kalian berikan menjadi penyemangat Author, untuk dapat berkarya lebih baik lagi.
Akhir kata *Jadikan cerita ini untuk hiburan semata, jika ada sisi baik silahkan sebagai teladan hidup, jika hal itu tidak sesuai dengan norma agama, jadikan itu pelajaran agar kita tak terjerumus dalam kesalahan yang sama.
__ADS_1
Terimakasih reader setia..
Sehat selalu..🙏🙏😘😘😘