NAFSU

NAFSU
Kepergian David Nathan


__ADS_3

Warning!!!


Buat anak-anak di bawah umur 21 ke bawah DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau baca😜


***


Fahd mengelus puncak kepala Za, lalu duduk di dekat bundanya bersama istrinya.


"Kau cantik dengan jilbab ini sayang"guman Hana lirih, begitu melihat perubahan dari tampilan anak mantunya.


Kanti mengenggam telapak tangan mertuanya,"Kita berdoa yang terbaik saja untuk ayah ya bun"Hana mengangguk entah mengapa ia merasakan hatinya sakit, Hana menatap ke arah pintu UGD yang perlahan terbuka.


Seorang lelaki berbaju putih keluar dengan langkah pelan.


"Keluarga bapak David.."Hana segera berdiri, begitu juga dengan Fahd, Za yang tak sanggup menopang kakinya hanya mampu duduk dikursi tunggu dalam pelukan suaminya.


"Maaf Pak David saat ini kritis, kita hanya bisa berdoa semoga beliau bisa segera sadar"


"Ayah saya sakit apa dok..?"


"Pak David menderita serangan jantung akibat terhambatnya aliran darah ke otot jantung".


Dokter itu bergegas pamit setelah mengatakan Pak David akan di rawat di ruang ICCU.


"Fahd kau hubungi adikmu untuk datang menjenguk ayahnya"Hana merasakan dadanya bergemuruh, ada ketakutan dihatinya mendengar ucapan dokter tadi.


-


Kanza mengirim pesan pada Pak Budi, jika ia tidak bisa hadir pagi ini karena ayahnya sedang kritis.


Saat ini semua anak Pak David berkumpul, Fai datang subuh tadi dengan mengendarai mobil sendiri, ia tak membawa istri dan anaknya, bahkan ia tak pamit pada Clara.


Fai masuk ke ruangan ayahnya dengan mata berkaca-kaca, lelaki yang menjadi kebanggaannya, saat ini terbaring lemah dengan banyak alat menempel di tubuhnya.


"Ayah..maafkan Fai, Fai belum bisa membahagiakan ayah"guman lelaki tampan itu sembari terisak.


Tak berapa menit seorang perawat memintanya keluar, dan berganti bundanya yang masuk, wanita tiga anak itu terisak, melihat tubuh lelaki yang ia cintai itu terbaring lemah.

__ADS_1


"Mas..kau lelaki tercinta dalam hatiku, kau tau hatiku sakit melihatmu begini..jika kau ingin menemani kami bangunlah mas, tapi jika kau tak kuat aku mengiklaskanmu sayangku, lelaki terbaikku"Hana mencium telapak tangan suaminya.


Sekian menit kemudian alat yang digunakan untuk mendeteksi impuls listrik jantung atau Elektrokardiogram (EKG) terdengar berbunyi dan terlihat grafik mesin itu memberi tanda garis lurus.


Hana tercekat ucapannya barusan bagai salam perpisahan buat suami tercinta, Hana terisak namun hatinya mencoba untuk menerima.


"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun, Kau tak kuat sayangku, pergilah sayang semoga Allah menempatkanmu di antara golongan orang -orang mukmin,"


Tubuh Hana temundur begitu dokter dan perawat masuk mendekati tubuh suaminya, sampai akhirnya dokter itu mengeleng.


-


Hujan gerimis mengantar kepergian seorang David Nathan, kepelukan KhalikNYA.


Para pelayat datang berbondong -bodong dari berbagai instansi, lelaki yang dikenal dermawan dan bijak untuk warga Desa Boru dulu tak begitu saja dilupakan warganya, tak begitu saja dilupakan oleh ribuan karyawannya.


Kalimat suci yang menggiringi kepergian sorang Danid Nathan menghadap KhalikNYA, diucap dengan khusuk dan keiklasan.


Allāhummaftah abwābas samā'I li rūhihī, wa akrim nuzulahū, wa wassi' madkhalahū, wa wassi' lahū fī qabrihī. Artinya: “Dengan nama Allah dan atas agama rasul-Nya. Ya Allah, bukalah pintu-pintu langit untuk roh jenazah, muliakanlah tempatnya, luaskanlah tempat masuknya, dan lapangkanlah alam kuburnya.”


Pusara suami, ayah tercinta untuk anak-anaknya masih basah oleh rintik hujan.


Fahd dan Faiz menuntun bundanya memasuki mobil,"Kita iklaskan ayah..biar ia bisa tenang disana ya bun"Fai merengkuh tubuh lemah bundanya.


Suasana rumah keluarga Nathan sangat hening, bik Sumi dan mbak Titin serta Bu May memimpin para tetangga untuk acara tahlilan sampai tujuh hari nanti.


Malam hari di rumah keluarga Nathan ramai suara mengaji dan diilanjutkan dengan tahlilan oleh para satri dari popes.


Hana masih merasakan keberadaan suami tercinta, seakan terus mengawasi dari alam sana.


Putra-putrinya beserta mantunya menemani wanita yang masih terlihat lemah.


"Za..ini putramu..wajahnya mirip dengan ayah"Fai mengendong kemenakannya.


"Namanya siapa jagoan.?"Fai mencium gemas pipi bocah tampan itu.


"Caka.."ucapnya malu-malu dan memeluk leher Fai erat dengan kepala yang bersembunyi diceruk leher uaknya.

__ADS_1


Entah mengapa Fai tiba-tiba merasa ia memiliki juga anak seperti Shaka.


-


Tak terasa sudah lewat 100 hari meninggalnya almarhum David Nathan, Fai sudah kembali setelah menuju hari ayahnya.


Saat 100 hari kepergian ayahnya Fai datang lagi ke rumah orangtuanya, namun hanya dua malam, lelaki tampan itu balek lagi karena memiliki pertemuan penting dengan kolega bisnis dari China


Acara 100 hari dilakukan di popes, agar lebih khimad dan khusuk.


Setelah dua malam di rumah bundanya Fai benar-benar balek ke apartemennya, untuk melakukan pertemuan dengan koleganya.


Kali ini pertemuan dilakukan di Indonesia, seperti pelayanan Eric padanya setiap di Bejing, seperti itulah Fai akan menjamu Eric.


Pertemuan dilakukan di hotex GP, laki-laki berwajah oriental itu terlihat makin gagah dan tampan, tampilannya terlihat lebih muda dan berseri.


"Kau kelihatan tampan sekali tuan Eric"Fai berkata dengan ramah dan menjabat tangan lelaki itu.


"Terimakasih atas pujiannya.."Eric terkekeh oleh ucapan Fai.


"Serius tuan Eric..ini bukan candaan"


Akhirnya mereka mulai membahas masalah pekerjaan, Fai membawa sekertaris baru yang sudah 2 tahun bekerja padanya.


Begitu juga Eric, ia datang dengan seorang lelaki muda yang merupakan sekertaris barunya, karena semenjak menikah ia mencari sekertaris pria untuk menjaga perasaan istrinya.


Pertemuan bisnis yang dijadwalkan 2 hari itu berjalan lancar dan menguatkan kerjasama mereka.


"Oh ya Ric..aku sudah menyiapkan wanita cantik, dan dia bukan pasaran yang bisa menemanimu untuk bersenang-senang selama kau di sini"Fai menepuk pundak Eric pelan.


Eric tersenyum dan duduk berhadapan dengan Fai di kursi bar hotel.


"Untukmu saja Fai..maaf aku tak bisa menghianati istriku" ucap Eric sembari melempar senyum


"Istri..kau sudah menikah..?"Eric mengangguk.


"Bahkan kami memiliki 2 putra yang tampan"Eric menceritakan kebanggaannya pada dua jagoannya.

__ADS_1


"Woow kau hebat juga Ric..siapa wanita beruntung itu?"


Yuuk kasih vote, like👍👍👍 dan comen😘😘😘


__ADS_2