NAFSU

NAFSU
Kematian Fajar ?


__ADS_3

Malam ini Fajar merasakan keagresifan istrinya semakin menjadi, membuatnya semakin tak ingin berhenti, berkali-kali ia mencapai puncak nirwana, sangat nikmat namun juga sangat nyeri di pinggangnya.


Wajah Fajar kelihatan memucat, matanya terlihat cekung kehitaman, ia merasa tenaganya betul-betul terkuras, namun ia merasakan malam ini..merupakan malam ternikmat bersama Reni dibanding malam-malam sebelumnya.


Fajar terlelap dengan nafasnya yang makin tersengal-sengal....


Reni tersenyum sinis menatap tubuh lelaki disampingnya yang nafasnya mulai tak beraturan dan akhirnya hilang dari raga Fajar, tubuh yang semula gagah itu berubah menjadi kurus tak berdaging dengan lingkaran mata cekung kehitaman..


-


Pagi itu rutinitas perkebunan mulai kembali hidup, para pekerja sudah mulai beraktivitas ditempat masing-masing.


"Mas Fajar ko tumben belum datang, biasanya paling duluan"ucap Tia pada rekan kerjanya yang lain.


"Mas Fikri..lihat Mas Fajar nggak, koq belum datang sudah jam segini?"Tia bertanya pada lelaki yang bernama Fikri, yang merupakan teman satu mes dengan Fajar.


Fikri yang merasa nggak bertemu Fajar dari pagi tadi mengeleng, membuat Tia melengos kesal.


Ditempat lain di perkebunan sawit, para buru panen sudah mulai keliling perkebunan untuk mendodos atau mengenggrek sawit, mereka berkelompok dalam melakukan tugas sesuai block.


"Paaak....Paaakk..sini..!!!" tiba-tiba seorang buruh berteriak heboh, hingga semua buruh yang ada di block itu berlarian ke asal suara.


"Ada apa Han.....!!!"seorang lelaki menepuk pundak Johan yang wajahnya nampak pucat.


"Itu lihat di bawah sana..!!!" semua mata mengikuti arah telujuk Johan, mereka heboh dan berlari ke arah yang agak menurun.


"Astaghfirullahaladzim....apa itu!!"serempak beberapa buruh turun melihat.


"Innalillahi...!!"teriak para buruh yang terkejut menyaksikan penemuan mayat yang sangat mengerikan.


Mereka segera mengangkat mayat tersebut dan menaikannya di bak mobil pick up..yang dipakai para buruh keliling perkebunan.


Mobil melaju menuju kantor PT SR,


Suara heboh buruh yang baru sampai halaman depan kantor membuat beberapa karyawan keluar.

__ADS_1


"Ada mayat pak!"teriak seorang buruh yang membuat mereka sontak melihat ke bak pick up.


"Astaghfirullahaladzim...Mas Fikri ..itu Mas Fajar ...!!!"raung Tia begitu melihat mayat di dalam pick up yang keadaannya sangat mengerikan.


Akhirnya beberapa karyawan yang lain ikut keluar, karena mendengar suara jeritan dan tangisan.


"Ada apa.."suara Pak David yang baru keluar dari ruangannya, membuat para karyawan menunjuk dan memberi jalan menuju pick up.


"Innalillahi wa inna ilaihi rojiun...ada apa ini Yaa Allah", guman Pak David lirih.


"Bawa mayatnya ke Desa Boru, di rumah ibadah!" tinta Pak David pada para buruh.


"Badi ajaklah lelaki yang menemukan Fajar pertama kali ke polsek, buat laporan dan bawa polisi kemari, katakan saya menunggu di rumah ibadah!"tinta Pak David.


"Sebagian karyawan boleh ikut ke Desa Boru, siapkan bus karyawan"kembali suara Pak David memecah kesedihan dan ketakutan para karyawan.


Para rombongan akhirnya sampai di rumah ibadah Desa Boru, Pak David berbincang dengan Pak Ustad sebentar, lalu segera memerintahkan agar mayat Fajar dibawa ke dalam.


Tak beberapa lama kemudian polisi datang dan melihat keadaan mayat Fajar, mereka yang berjumlah dua orang terkejut, jelas ini kematian tidak wajar karena tak ditemukan bekas luka kecuali lingkaran putih kemerah diseputar pinggang.


Pak David meminta izin untuk segera melakukan prosesi pemandian sampai dengan penyolatan jenasah pada polisi itu, namun pihak kepolisian akan melakukan visum atas kematian Fajar yang dirasa mencurigakan, hingga akhirnya mayat tersebut dibawa ke pukesmas di kota kecamatan, Pak David memerintahkan 2 buruh mengawal mayat Fajar ke pukesmas.


Setelah polisi membawa mayat Fajar ke pukesmas, beberapa karyawan yang dekat almarhum, diajak Pak David menemui Pak Ustad.


Saat ini mereka berada di ruang tengah yang biasa digunakan untuk konsultasi, ada dua rekan almarhum beserta Pak David dan Badi.


"Apakah kalian tau siapa orang yang sekarang sedang dekat dengan Almarhum?"tanya Pak David pada kedua rekan Fajar.


"Kalau yang dimaksud wanita, Fajar sangat tertarik pada Reni, wanita di warung itu"rekan Fajar yang sablak dan biasa makan bersama Fajar setiap pagi dan siang itu berucap yakin.


Pak David, Pak Ustad dan Badi saling pandang dan mengangguk, keyakinan mereka semakin besar.


"Baiklah..siapa namamu?"


"Saya Didi pak" jawab si sablak

__ADS_1


"Benar Di, kamu satu kampung dengan Fajar?"Didi mengangguk dan menjelaskan dengan mata berkaca-kaca, seperti apa mereka berdua sampai di desa ini, semua itu perjuangan mereka berdua, sampai mereka menjadi karyawan tetap di PT SR, namun belum semua cita-cita tercapai, Fajar telah lebih dahulu pergi..selamanya.


"Nanti sore ikutlah ke rumah, saya ingin bicara dengan keluarga Fajar, tolong kamu hubungkan!"jelas Pak David yang diangguki oleh Didi.


"Yang lain, silahkan nanti malam ikut tahlilan di rumah ini dengan Pak Ustad, bawa saja semua rekan di mes, gunakan bus perusahaan!"tinta Pak David.


Akhirnya Didi dan Fikri kembali ke kantor bersama para rekan yang lain.


Sepeninggalan yang lain, di ruang itu Pak Ustad bersama rekannya beserta Pak David dan Badi, membicarakan langkah yang akan dilakukan selanjutnya, hingga kata sepakat dari pembicaraan mereka di dapat.


Sore itu semua karyawan dipulangkan cepat, karena masih berduka atas meninggalnya rekan mereka, apalagi sebelum magrib mereka akan bersama-sama pergi ke rumah ibadah, melakukan pengajian untuk almarhum Fajar.Didi tidak ikut tahlilan malam ini, ia ikut Pak David ke rumahnya.


-


Beberapa hari setelah mayat Fajar dikuburkan, suasana perkebunan nampak sunyi,setelah pulang kerja jarang ada karyawan yang keluar mes saat malam.


Desas-desus mengenai kematian Fajar karena santet atau teluh membuat penghuni mes karyawan cemas.


Pak David yang mendengar keresahan para karyawan PT SR berencana secepatnya melakukan tindakan, karena polisi tidak mampu mengusut kasus Fajar.


Dari hasil visum mayat Fajar dinyatakan kehabisan darah dan gagal jantung, aneh..padahal almarhum Fajar tak punya riwayat penyakit jantung.


Siang itu masih pukul 11, suasana warung Reni cukup ramai dengan buruh yang makan siang, wanita itu tampak tenang melayani pembelinya.


Pak David dan dua orang ustad serta Badi datang ke warung Reni, dua ustad itu berpakaian biasa tak menampakkan bahwa mereka seorang Ustad.


Dua ustad itu mengelilingi warung Reni dari arah kanan dan disetiap sudutnya seorang Ustad menaburkan sesuatu.


Setelah ritual di luar warung selesai mereka masuk ke dalam warung, mereka berempat berada disetiap pojok yang berbeda, para pembeli yang berniat masuk dihalau oleh Badi untuk ke warung lain, dan pembeli yang ada di dalam warung satu persatu keluar setelah selesai, setelahnya entah lafal apa yang dibaca mereka berempat, hingga membuat Reni merasakan tubuhnya kepanasan.


Tepat masuk waktu dzuhur salah satu ustad melakukan adzan di warung itu, membuat Reni menjerit-jerit kesakitan, tubuhnya berguling-guling di lantai dengan bibirnya yang tak henti memaki...


Suara jeritan dan makian itu terdengar diseputaran warung yang lain, para buruh dan karyawan yang mendengar suara Reni,berlari menuju asal suara.


"Astaghfirullahaladzim.....!!!" suara teriak di luar warung meyaksikan apa yang mereka lihat.

__ADS_1


Selamat membaca ceritaku, semoga kalian suka, maaf masih banyak kekurangan๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Jangan lupa like dan comen๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


__ADS_2