NAFSU

NAFSU
Ikut Balik Sama Abang.


__ADS_3

Keesokan harinya setelah sarapan pagi, sebelum meninggalkan rumah adiknya perempuannya, Fahd menasehati Za untuk membawa lelaki yang menjadi kekasihnya itu untuk menghadap pada orangtuanya, dan meminta restu setelah Afdi resmi menceraikannya di depan orangtua meraka.


Za kembali menangis terisak-isak, hatinya sakit jika ingat ucapannya pada suaminya.


"Abang akan ikut balek dengan bang Fahd, jaga diri adek baik-baik, maaf abang tak bisa menjadi lelaki seperti harapan adek"guman Afdi pilu, mata laki-laki itu berkaca-kaca..sakit!!!itu yang ia rasakan saat ini.


Afdi bergegas membawa tasnya menuju mobil, begitu juga Fahd dan istrinya.


"Za ikut..Za nggak mau disini sendiri, bang Afdi.. Za nggak mau bercerai dari abang!!"suara tangis Za kembali pecah.


Mereka bertiga yang berjalan menuju mobil terhenti karena teriakan Za, Afdi ...lelaki itu nampak terpaku di tempatnya, rasanya kakinya seketika berat, seperti diberi beban puluhan ton bola besi.


Ia tak sanggup untuk membalik badan, "Apakah ia tidak salah dengar dengan ucapan istrinya..benarkah itu". pikiran lelaki itu berputar-putar di kepalanya.


Namun pertanyaan dalam pikirannya terjawab, ketika sebuah tangan memeluk pinggangnya dari belakang.


"Maafkan Za..bang,...ampuni Za"tangis wanita yang dicintainya terdengar pilu, bukan ia tak ingin berbalik..sungguh ia ingin..ingin segera memeluk istrinya, menenangkan tangisnya, namun tubuhnya masih belum mempercayai ucapan istrinya.


"Za nggak mau pisah sama abang...jangan ceraikan Za bang"isakan istrinya membuat lelaki itu meneteskan airmata, airmata bahagia.


Tubuh di belakang punggungnya melemah, merosot memeluk kedua kakinya, sungguh bertolak dari sikap Za yang sombong kemarin.


Perlahan Afdi berbalik, diraihnya pundak istrinya,"Berdirilah sayang..abang tak akan menceraikanmu"suara lelaki itu perlahan menghentikan tangisan Za.


Za berdiri mensejajarkan dirinya dengan suaminya, matanya memerah karena tangisan yang tak henti dari semalam,tangan Afdi menangkup kedua pipi Za, perlahan dikecupnya kening Za lama, dan setelahnya Za memaksakan tubuhnya dalam pelukan suaminya.


"Za sayang abang..Za nggak mau tinggal disini sendiri...Za ikut abang balek"rengek Za masih menyisakan isakan.


Fahd dan istrinya yang menyaksikan pemandangan itu, tersenyum bahagia..sungguh Za harus diberi pelajaran untuk menjadi istri yang sesungguhnya.


-


Dalam mobil Fahd melirik ke kursi belakang melalui kaca spion, betapa manjanya adiknya yang tak lepas dari suaminya.


Tangannya memeluk tubuh Afdi, membuat lelaki itu tak bisa bebas bergerak, Za sudah seperti bocah saja yang takut ditinggal ibunya.


3 jam dalam perjalanan mereka sampai di pelabuhan feri, Afdi melirik istrinya, wanita cantik itu nampak tertidur pulas.


"Kau tak turun Di.."ajak Fahd yang sudah membuka pintu untuk naik kebagian atas feri, dimana fasilitas penumpang tersedia.

__ADS_1


"Abang dan kakak ipar saja, saya menemani Za"tolak Afdi tersenyum.


"Ok..kami naik ya"pamit Fahd seraya mengandeng tangan Kanti menaiki tangga menuju lantai atas.


Sepeninggalan bang Fahd dan istrinya, Afdi menyandarkan tubuhnya pada sandaran jok.


Lelaki itu menatap wajah istrinya yang pulas tertidur dalam pelukannya, tangan lelaki itu mengelus lembut kepala istrinya.


"Ampuni kekhilafan kami Ya Allah...sesungguhnya kami tak mengetahui apa yang terbaik untuk kami menurutMu, kami hanya berpikir keinginan kamilah yang terbaik .. berkahilah apa yang sudah KAU berikan pada kami sebagai HAK"guman Afdi seraya menepuk-nepuk lembut punggung istrinya.


Tak beberapa lama Afdi pun terpejam, tubuhnya terasa lelah ditambah ia tak tidur semalam memikirkan nasib pernikahannya dengan Za.


Mata Za perlahan membuka, ditatapnya wajah lelah suaminya yang tertidur, ada kesedihan dan rasa perih dihati Za..ia selalu teringat akan ucapannya pada suaminya"dia bukan siapa-siapa kita..dia hanya anak pelayan dirumah kita!!"


"Kenapa lidahku begitu tajam, pada lelaki yang begitu tulus mencintaiku, yang selalu mengalah untuk kebahagiaku..aku yang salah, tapi aku justru yang berusaha menyakitinya"batin Za, tangannya mengelus rahang suaminya dengan lembut.


"Maafkan Za bang...Za sayang sama abang"tetesan airmata kembali luruh seakan penyesalan tak akan hilang dari hati wanita cantik itu.


Afdi merasakan sentuhan lembut di wajahnya, perlahan matanya membuka dan bersirobak dengan mata istrinya yang sembab oleh airmata, reflex jemarinya menghapus airmata di wajah istrinya.


Dengan hati berdebar lelaki itu menurunkan wajahnya mendekat kewajah istrinya, ia benamkan b****nya pada benda kenyal yang selalu merengek memintanya untuk tak menceraikan dirinya.


Mereka terhenti ketika udara dirasa sesak, dengan tersegal mereka berlomba memenuhi pasokan oksigen sebanyak-banyaknya, dan kembali melanjutkan kegiatan meluapkan rasa bahagia dalam hati mereka.


Beberapa menit kemudian,"Jangan meneteskan airmata lagi..itu membuat hati abang sakit..eemm"Za mengangguk pelan mendengar ucapan suaminya, kembali tangannya memeluk tubuh kekar suaminya.


Ada bahagia yang sulit Za ungkapkan, seakan tak ingin berpisah dari lelaki tersabar, yang mulai menabur banyak ranjau cinta di hati Za.


Ttttteeeeeuuufffff.....


Suara fery yang memberi tanda tiba di dermaga, membuat Afdi merapikan duduknya, dan tetap Za tak mau melepas pelukannya, membuat Afdi tersenyum dalam hati.


Bang Fahd dan istrinya sudah turun dan bergegas membuka pintu mobil, "Za sudah bangun..ini jus dan snack buat kalian"Fahd menyodorkan dua kresek yang berbeda pada Afdi, lelaki itu menerimanya dengan mengucapkan terima kasih.


Za menyeruput jusnya masih dalam posisi memeluk tubuh suaminya.


"Lem apa gang kau pakai Di...?"Fahd melirik lewat kaca spion di depannya.


Afdi yang nggak dong dengan ucapan abang iparnya terlihat bingung, Fahd tertawa diikuti istrinya.

__ADS_1


Itu sudah kayak perangko saja..lengket sedari tadi"ejek Fahd pada adiknya.


Za yang mendengar seakan menulikan telinganya, padahal wajahnya memerah menahan malu atas ejekan abangnya.


Afdi hanya tersenyum setelah paham maksud abang iparnya.


"Kita singgah makan siang dulu"ajak Fahd pada yang lain, dan lelaki itu mengarahkan mobilnya memasuki halaman sebuah rumah makan.


Mereka duduk lesehan setelah memesan makanan, tak berapa lama pesanan datang..terhidang di meja, ada itik bakar, ayam bakar, pepes patin, sayur bening dan karuh, tak ketinggalan sambal mangga yang terlihat mengugah selera.


Mereka makan dengan lahap, sesekali Za dan Afdi saling membagi lauk di piring pasangannya, hal itu membuat abangnya tersenyum tipis.


"Mereka sudah berdamai dengan perasaannya kembali, semoga Samawa dek"guman Fahd dalam hati.


Tak berapa lama mereka selesai bersantap, kembali Za menyandarkan kepalanya pada pundak suaminya.


Lima belas menit setelah makan, mereka merenggangkan otot dan memberikan waktu buat lambung untuk memproses makan siang mereka.


"Siap kita otw lagi..!"ajak Fahd dan yang lain segera beranjak dari duduknya dan segera menuju mobil.


Beberapa jam kemudian, mobil Fahd memasuki halaman rumah orangtuanya.


Nampak di teras Hana dan Sumi sedang asik ngobrol, mereka terhenti begitu melihat mobil Fahd masuk dan berhenti di halaman.


"Za...kenapa kamu ikut balik?..libur apa lagi?"tanya Hana pada putrinya yang ikut turun dari mobil.


Afdi menyusul di belakang Za, membuat kedua orangtua pasangan itu heran.


Fahd dan istrinya hanya diam, membiarkan pasangan itu untuk bicara.


"Za mau berhenti kuliah az bun..Za ingin mengurus suami dan anak-anak Za saja bun.."


"Kamu hamil Za..?"


Yang lain terkejut dan menatap Za yang terlihat salah tingkah.


Terimakasih buat yang baca ceritaku, jadikan cerita ini hiburan az..jika ada gal baik silahkan buat pengalaman dan jika hal negatif jadikan pelajaran..jangan dicontoh yaπŸ™πŸ™πŸ™πŸ˜Š


Jangan lupa tinggalin likeπŸ‘πŸ‘πŸ‘ dan comen😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2