
Warning!!!
Buat anak-anak di bawah umur 21 ke bawah DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau bacaπ
***
Tak lama hape Lena berbunyi menandakan ada pesan masuk, Lena tersenyum membaca pesan dari suaminya yang mengabarkan sudah sampai di Kota Beijing dan berkata sudah merindukannya.
Sari yang mengamati perubahan wajah Lena menjadi kepo.
"Pesan dari siapa..kekasih ya?..wajah lu langsung seneng gitu"
"Mau tau saja.."Lena memasukan hapenya ke dalam saku tas kerjanya.
Lena melanjutkan pekerjaannya satu ruangan bersama Sari.
Tepat pukul 11 siang Sari mengajak Lena ke kantin, tiba-tiba telepon di ruangan mereka berdering.
"Ke ruanganku sekarang!!"Lena terlihat kesal mendengar tinta bosnya yang kasar.
Lena meninggalkan Sari yang menatapnya iba, karena sempat ikut mendengarkan suara bosnya yang cukup keras di telepon tadi.
"Bisa jantungan gue kalau jadi Lena"batin Sari prihatin.
Lena mengetuk pintu dan segera masuk begitu mendengar sahutan dari dalam ruangan.
"Ada yang bisa saya bantu pak"ucap Lena formal, membuat Fai kesal.
"Kau sudah menyiapkan materi buat meeting siang ini" Lena mengangguk.
"Mana...?"Fai menatap wanita di depannya dengan kesal.
"Di dalam map yang saya antar tadi semua sudah saya siapkan"terang Lena tenang.
Fai memeriksa map berwarna biru yang tadi pagi diletakan di mejanya, dan semuanya terlihat lengkap.
"Kalau begitu saya permisi"ucap Lena seraya berbalik, namun tiba-tiba..greeep..Fai mendekap tubuh indah itu dengan erat, Fai menghirup aroma tubuh yang ia rindukan seminggu ini.
"Maaf pak saya lapar..saya permisi ke kantin dulu"Lena berusaha melepas pelukan Fai.
Mendengar kata lapar, lelaki itu sontak merenggangkan pelukannya,.
"Kita makan di luar.."Fai memgambil kunci mobilnya dan berjalan keluar ruangan lebih dahulu.
Lena kesal sekali pada sikap Fai, "Kenapa lelaki itu selalu mejengkelkan"gerutunya.
Beberapa menit kemudian mobil Fai memasuki restoran yang cukup ramai dan terkesan elite, Lena duduk berhadapan dengan Fai begitu mereka selesai memesan makan siang.
Sepuluh menit kemudian, pesanan mereka datang, Lena dan Fai mulai menikmati makan siang mereka.
"Kak Fai..."suara yang Fai hafal membuat lelaki itu menoleh dan tersenyum, karena Clara tidak sendiri tapi berdua dengan papanya.
Clara langsung memeluk tubuh Fai dan mencium pipi lelaki tampan itu.
Lena yang melihatnya mencoba bersikap acuh, walau sebenarnya hatinya sakit.
"Om..kapan datang..?"Fai menyalimi tangan tuan Frizt, lelaki paru baya itu menepuk lembuk pundak Fai.
"Sudah 3 hari om balik Fai..oh ya terimakasih nak, sudah menemani Clara waktu saya ke Jepang"
Fai terlihat kikuk mendengar ucapan tuan Frizt, matanya sekilas melihat Lena, namun wanita itu terlihat tak perduli dan sibuk dengan makanannya.
__ADS_1
"Oh ya Fai..kapan kalian akan menikah"
Deeenng.....Lena menghentikan makannya karena ia mengira ucapan tuan Frizt ditujukan untuknya, namun Lena merasakan sakit begitu mendengar ucapan tuan Frizt.
"Clara sudah menceritakan hubungan kalian sejauh mana Fai..sebagai orang tua, om ingin kalian segera menikah, kau tau kan anak om wanita baik-baik"
Tuan Frizt dan Clara menatap Lena dengan tatapan tak suka, dan bagi Fai ucapan tuan Frizt bagai pisau tajam untuknya.Fai hanya mengangguk dan tersenyum.
"Fai..om mau balik ke kantor, tolong kau antar calon istrimu ke rumah ya!"
Tuan Frizt melenggang pergi sebelum Fai menjawab titahnya.
Lena menyelesaikan makannya, dan beranjak dari duduknya.
"Pak saya permisi kembali ke kantor lebih dulu"Lena menundukan kepalanya dan berlalu, Clara tersenyum mengejek pada Lena.
"Kita pulang bersama...!"
"Tidak usah pak...permisi"Lena bergegas meninggalkan mereka.
Fai merasa sangat kesal dengan sikapnya yang tak bisa melawan ucapan tuan Frizt.
"Ayo kuantar kau pulang"Fai beranjak dan berjalan lebih dulu, Clara bergegas berlari dan memeluk lengan Fai, lelaki tampan itu hanya diam, malas meladeni sikap Cla.
"Kak kapan kau menikahiku.bukannya kakak harus bertanggung jawab,"Clara berucap pelan, ketika sudah berada dalam mobil.
"Memangnya kau hamil hingga aku harus bertanggung jawab, Cla kau tak bisa memaksaku..kau yang menginginkan hal itu dan waktu itu aku sudah menolaknya"ketus Fai.
Clara tersentak mendengar ucapan Fai,hatinya sakit..bibirnya menyeringai licik."Kau harus bertanggung jawab kak"guman Clara dalam hati.
-
Fai sangat kesal panggilannya tak diangkat oleh Lena, ia datang malam ini ke apartemennya..ternyata kosong.
Dering hape membuat dua sejoli yang asik bercinta itu merasa terganggu.
"Matikan saja hapenya sayang..gue masih ingin mem**skanmu"seorang lelaki berusia 30 tahunan masih terus ********* wanita muda yang terus mend**** merasakan nikmat hu***an milik sang lelaki.
"Sayang siapa tau penting..kau teruslah bermain, aku angkat telponnya ya"akhirnya lelaki itu mengangguk menuruti kemauan wanitanya.
wanita cantik itu kekasih Fai, ia adalah Clara...wanita yang sudah tau merasakan nikmatnya bercinta, saat ini ia membutuhkan Franki lelaki yang cukup tampan namun nasibnya tak sebaik dirinya, karena Franki hanya seorang sopir di rumahnya, yang diam-diam menyukainya.
Semenjak Fai bersikap menyakitkan malam itu, Clara selalu melakukannya dengan Franki, lelaki yang selalu dapat memuaskan hasratnya dan menjadikan dirinya ratu di ranjang.
"Hallo....."
"Cla..lu ke club sekarang..tuan tampan itu ada disini, ia mabuk ...."
"Kau bawa ia ke kamar rahasiakan..aku akan datang sebentar lagi"
"Lebih cepat sayang.."pinta Clara manja, setelah sambungan telepon terputus.
Dan beberapa saat setelahnya mereka terdampar di nirwana.
"Antarkan aku ke club XX sayang.."
Franki mengangguk dan segera mengenakan pakaiannya.
-
Pagi hari mentari menyapa lewat jendela kamar, dimana dua insan asik berpelukan.
__ADS_1
Fai mengerjapkan matanya, ia meresakan kepalanya sangat pusing, dan tiba-tiba jantungnya berdetak kencang, melihat Clara tanpa busana sama sepertinya, berada dalam dekapannya.
Bagian leher ke dada wanita itu penuh dengan stempel merah kebiruan, lelaki tampan itu mencoba mengingat kejadian semalam, namun ia tak mengingat apa pun.
Fai tersentak ketika tiba -tiba .... "Cup..pagi sayangku"Clara tersenyum manis.
"Kenapa kita berdua bisa berada disini...?"Fai masih bingung.
"Kakak lupa apa yang kita lakukan semalam..aku sampai kewalahan mengimbangi dirimu kak"Clara tersipu malu dan menyembunyikan wajahnya dalam pelukan Fai.
"Aku berangkat sendiri ke club ini.."
"Iya kak itu benar..karena disaat kakak mabuk , aku dihubungi pihak club karena mereka tau kakak kekasihku"kening Fai berkeryit
"Kakak ingat malam birthday party itu, mereka sempat mengodaku karena melihat bukti aku masih virgin, aku jawab saja aku melakukan dengan kekasihku..kami saling mencintai, jadi apa salahnya aku memberikan milikku yang berharga pada kekasihku" ucapan Clara membuat Fai makin terpojok.
-
Dua minggu kemudian...
Pagi ini di rumah besar nan megah, nampak Lena merasakan tubuhnya sangat lemas, ia mengeluarkan semua isi perutnya, dan sudah beberapa kali ia keluar masuk kamar mandi karena perutnya yang mual.
Lena mengambil hapenya, dan mengirim pesan pada Sari, Lena minta tolong Sari memintakan izin tidak masuk kerja karena kurang enak badan.
Perlahan Lena turun ke lantai dasar menuju dapur, ia ingin minum yang hangat-hangat.
"Mbak Lena sakit koq lemes gitu, mana wajah mbak pucat lagi" ucap Atun cemas.
"Nggak tau nik bik..perut Lena beberapa hari ini rasanya mual, pagi ini sudah tiga kali Lena muntah-muntah"ucap Lena lemas.
Bik Atun menatap majikannya,"Mbak jangan-jangan mbak hamil"
Lena tersentak mendengar ucapan bik Atun, "Hamil...?"guman Lena dalam hati.
"Kita periksa ke klinik dekat sini yuk mbak, minta antarkan pak sopir.." saran bik Atun
Lena terlihat berpikir, dan akhirnya mengangguk.
"Tolong bilang ke Pak Budi ya bik, buat antar saya...saya siap-siap dulu" bik Atun mengangguk dan segera mencari Budi.
Beberapa menit kemudian Lena telah keluar rumah, dilihatnya Pak Budi yang sudah siap mengantarnya.
"Kita berangkat pak, ke klinik Bunda ya"tinta Lena dan diangguki oleh Pak Budi.
Tiga puluh menit kemudian mereka tiba di klinik Bunda, yang cukup ramai dengan pasien.
Setelah melewati antrian dan prosedur klinik, Lena masuk ke dalam ruangan setelah namanya dipanggil, seorang dokter cantik menyapanya.
Dokter Else menjelaskan tensinya normal, dan meminta Lena naik ke ranjang, setelah diolesi gel di perut rata Lena, dokter Else mulai mengerakan sensor dan dokter itu tersenyum.
"Ny Lena selamat...anda positif hamil, dan kabar gembiranya nih bayinya kembar"
Deeenng...Lena terharu dan menitikan airmata bahagia, tangannya reflex mengelus perut ratanya.
"Sayang-sayangku..baik-baik di perut mami ya..sehat terus sampai nanti lahiran"ucap Lena bahagia.
"Ny Lena saat ini usia kehamilan anda 5 minggu, janin anda sangat sehat"terang dokter Else.
"Lima minggu..?"Lena berguman dalam hati, jika dihitung sejak pulang dari Bejing sudah Lima minggu.
"Ya Tuhan apakah ini anak..."Lena membekap mulutnya.
__ADS_1
Yuuuk kasih like πππ dan comen sebanyak-banyaknyaπππ