
Ada yang rindu wanitanya, tapi kekuatannya tak dapat menjamah, ada kekuatan yang melemahkan kesaktiannya.
Hari ini Hana akan berangkat ke provinsi bersama pak David, ia hanya membawa tas ransel dengan beberapa lembar pakaian.
Dengan menggunakan celana bahan di atas mata kaki berwarna abu rokok, dan atasan hem yang bagian belakangnya melebihi bagian depan yang hanya sepinggang.
Hana terlihat bagai abg ....cantik.
" Han...Hana..." suara mas Agus membuat Hana bergegas membuka pintu.
"Cantik banget Han..jadi pengen jadiin istri", goda mas Agus.
Hana masih asik memakai sepatu kets berwarna putih setelahnya...
"aduuuh...sekali-kali mukulnya pakai bibir Han,..sakit ini" manja mas Agus
"kaya anak perawan az..dipukul pelan az sakit.."ejek Hana menjulurkan lidah.
Hal itu menjadi perhatian lelaki di dalam mobil, ada rasa kesal melihat interaksi mereka.
Ketukan kaca mobil membuat lelaki di dalamnya tersadar dari pikirannya, ia menurunkan kaca mobilnya.
"saya pamit sama pak Maman dan pak Abdul ya pak", belum lelaki itu menjawab gadis itu sudah melesat di depan pintu pak Abdul.
-
Fortuner Facelift merah itu melaju meninggalkan desa, Pak David masih kesal akan interaksi Agus dan Hana tadi, ia menghela nafasnya kasar.
"bapak kenapa....?" Hana menengok laki-laki disampingnya.
"apakah Agus sering mengodamu..?"
"memangnya kenapa kalau mas Agus mengoda saya?..bapak cemburu?" ejek Hana pandangannya focus ke depan.
"kamu sudah sarapan..nanti di kecamatan kita sarapan dulu", pak David mengalihkan pembicaraan.
"belum...tapi kalau bapak lapar, mampir az.."ucap Hana.
Lelaki 40 tahun itu bener cemburu, melihat tampilan Hana yang cantik dan seperti abg gitu...aduuuh jadi merasa takut...takut diambil orag!
Gimana ngak takut kalau rivalnya masih muda seperti mas Agus.
"ada apa dengan pak David? koq jadi pendiam gini biasanya usil".
"Mobil berhenti di rumah makan di kecamatan Aru, pak David turun diikuti Hana.
"nasi kuningnya 1, lauknya haruan..Han kamu pesan apa?"
"teh hangat az pak..",
"teh hangat 2..", pesan pak David pada pelayan rumah makan.
__ADS_1
"kenapa ngak makan..?"
"nanti saja siangan...g enak perut Hana kalau jalan jauh sarapan pagi",
gadis itu sudah menyeruput teh hangatnya setelah diantar pelayan.
Hana memandangi lelaki yang focus dengan nasi kuningnya, tiba-tiba...
" aaaaa....." sesendok nasi kuning diarahkan kemulut Hana, gadia itu menatap pak David kesal.
"tapen..Han ..ayoo sekali saja" sendok berisi nasi kuning itu akhirnya masuk juga ke mulut Hana.
"apa tapen..? Hana menatap lelaki yang sudah selesai dengan makanan, ia menyeruput teh hangatnya.
"kepuhunan..", pak David menarik lembut hidung Hana, gadis itu mengembungkan pipinya, membuat lelaki itu tersenyum.
Mereka meninggalkan warung makan dan kembali melanjutkan perjalanan.
"pak..nanti kalau ada supermarket mampir ya", pinta Hana dengan kepala yang menyandar di bantalan jok.
"mau cari apa..sayang?" pak David menjawab dengan pandangan focus pada jalan.
Kata yang disangkal dengan ucapan, namun membuat desiran di hati Hana
kata" sayang"
"jangan panggil sayang pak, g enak sama istri bapak", Hana menatap kesal lelaki disampingnya.
Hana melengos dan diam, beberapa jam kemudian mobil berhenti disebuah supermarket.
Pak David terdiam melihat Hana yang tertidur, ia tak tega membangunkan wanitanya.
"sayangku..kamu cantik" guman pak David lirih.
-
Hana terbangun, ia melihat keadaan diluar mobil.
"kita sudah sampai mana pak?"
"ini kecamatan Baru, 2 jam lagi kita sampai pelabuhan"
"apa dekat sini ada supermarket pak?"
"tadi sudah lewat...", " kenapa saya g dibangunkan?" potong Hana begitu pak David menjelaskan.
"kamu tidur sayang...mas g tega bangunkan kamu, itu di kursi belakang saya belikan minuman dan snack untukmu" Hana tersipu dengan jawaban pak David.
Hana meneguk air meneral, sedari tadi ia merasa haus, ia membuka pembungkus permen, dan memasukan perman ke dalam mulutnya.
"bapak mau permen?" Hana menyodorkan permen kopi kepada lelaki disampingnya.
__ADS_1
"bukakan sayang", lelaki itu melirik sekilas dan kembali focus pada jalan.
Hana membukanya, dan meminta lelaki itu mengambilnya..dasar modus pak David meminta Hana memasukan ke dalam mulutnya.
-
Mereka sampai di dermaga, mobil wajib antri tidak seperti pejalan kaki yang bisa nyelonong masuk.
sampai akhirnya mobil masuk ke dalam feri.
"mau di dalam mobil atau kita turun?" Pak David menatap wanitanya dengan senyum.
"Hana capek pengen tidur di mobil az", guman Hana lirih.
Pak David memundurkan kursi Hana agar nyaman umtuk berbaring, ia duduk di samping wanitanya.
"sayang, kita langsung ke prov atau singgah dulu ke rumahmu, besokkan sabtu kantor tutup?"
"baiknya gimana..Hana senang sih kalau bisa langsung pulang ke rumah, kangen?" mata Hana berbinar membuat pak David gemas, dielusnya ubun Hana lembut, ada rona dipipi Hana karena kelakuan lelaki disampingnya.
"kita pulang ke rumah Hana ya, minggu jam 10 kita berangkat ke provinsi?" saran Pak David.Hana memgangguk dan tak lama wanita cantik itu sudah terlelap.
Pak David memundurkan kursi duduknya dan menyandarkan tubuhnya, posisinya menghadap Hana, ia pandangi wajah cantik disampingnya.tangannya mengelus pipi Hana lembut.tak beberapa lama tangan itu sudah melilit di pinggang Hana.
Suara pluit fery yang menyandar di dermaga terdengar kencang, Pak David bergegas mengembalikan posisi kursi mobil seperti semula.
"sayang..bangun ini sudah masuk kotamu,.. sayang", jari telunjuk Pak David menunjuk-nunjuk pipi Hana, membuat wanita cantik itu merasa terusik.
" Alhamdulillah...sudah sampai pak, mana HP Hana biar pakai GPS", Hana menyerahkan HPnya..benda yang tak pernah lepas darinya waktu masih dirumah orangtuanya sekarang berguna lagi.
Pak David memasuki supermarket besar dikota Hana, ia menyuruh wanitanya untuk belanja oleh-oleh untuk di rumah.
Pak David mengeluarkan kartu dan memberikannya pada kasir, setelah selesai transaksi mereka menuju basement, lelaki itu memasukan belanjaan yang dibawanya ke dalam bagasi.
Beberapa menit kemudian mobil Fortuner Facelift merah itu memasuki halaman rumah bercat putih, rumah sederhana dengan halaman yang luas dengan beberapa tanaman hias.
Penghuni rumah heran melihat mobil bagus parkir di halaman mereka, Pak Harno keluar teras begitu melihat seorang lelaki gagah turun dari mobil itu dan menundukan kepala memberi salam penghormatan padanya.
Pak David membukaan pintu untuk Hana, begitu melihat siapa yang ikut turun dari mobil Pak Harno heboh.
"bu..buuuu..Hana karo bojone teko bu!" pak Harno menuju pintu rumah memanggil istrinya.
Pak David melirik Hana yang terlihat bingung , lalu mengulurkan tangan menjabat tangan pak Harno, tentu saja orangtua itu senang menerima sambutan pak David.
"duuh mantu bapak gagah gini Han", Hana tercekat mendengar ucapan bapaknya.
"bu ini anakmu balek karo bojone" ucap bapak merangkul pundak Pak David dan mengajaknya masuk ke rumah.
Selamat membaca ceritaku, semoga menghibur dan maaf masih banyak kesalah dalam pengetikan padahal aku sudah ulang-ulang ngeceknya...maklum HP yang dodol๐คญ๐๐๐
Jangan lupa like dan comen๐
__ADS_1