NAFSU

NAFSU
Kabar Bahagia


__ADS_3

Warning!!!


Buat yang masih di bawah umur 21 DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau baca😜


***


Mendengar kata traktir, mata Tika berbinar.


"Bener ya ..traktir"Setyo mengangguk dan setelahnya Tika menemani Setyo menghadap bos.


"Permisi .. saya masuk "Tika mengetuk pintu dan bergegas masuk begitu terdengar suara Za.


Tika ciut melihat sorot mata Pak Afdi.


"Yank aku mual..mau muntah, suruh Tika keluar yank"


"Astaga ...!"l


Tika dan Setyo tak berani mendekati meja bosnya, mereka jaga jarak bukan karena corona, tapi karena bos Afdi yang kelihatan manja banget ke istrinya.merengek sudah seperti anak kecil.


Wajah Tika memerah antara marah dan malu.


"Nih bos nggak ada sopan santunnya banget, apa iya gue bau ya"guman Tika dalam hati.


Tika mengendus pundak kiri dan kanannya, Za dan Setyo yang melihat tersenyum tipis.


"Mas Tyo..gue bau ya?"gumannya berbisik ke arah telinga Setyo.


Setyo yang usil dan memang hobi godain Tika mengangguk.


"Aku dari tadi nahani saja Ti, sebenernya juga mual"balas Setyo berbisik.


Tika menatap Setyo seakan meminta kepastian, dan lelaki kocak itu mengangguk mantap.


"Lu maju serahin tuh sama bos"


"Aku Tik...koq"


"Lu mau bos muntah di depan kita"


Setyo nyengir dan tersenyum miring.


"Kalian berdua pacaran ya..bisik-bisik melulu dari tadi, mau pamer kemesraan!"ejek Za pada duo jomblo yang segera jaga jarak mendengar ucapan bu bosnya.


"Gue nemeni mas Tyo bu"


Za tersenyum mendengar ucapan Tika.


"Sudah pakai acara nemeni saja, saling membutuhkan nih"Za mengedipkan matanya mengoda duo jomblo yang salah tingkah di depannya.


"Yank..aku nggak tahan"Afdi berlari ke wastafel di dalam ruang kerja, yang letaknya di pojok menuju kamar.


Mereka bertiga menyaksikan dengan tatapan heran, pada pak bos yang hoek-hoek sembari menahan perutnya.


Tika shock melihat kelakuan bosnya.


"Perlu mandi kembang tujuh rupa nih, bukan cuma buat wangiin badan, tapi buang apes"guman Tika kecut.


Za mendekati suaminya, memijat tengkuknya, hingga lelaki itu selesai dengan mualnya, keringat sebiji jagung menetes di wajahnya yang terlihat pucat.


"Bu bos gue keluar dah"


"Eehh Tik..masak aku ditinggalin"


rengek Setyo menatap punggung Tika yang menghilang di balik pintu.


Za dan Afdi menatap Setyo dengan tatapan aneh, membuat Setyo cemas.

__ADS_1


"Bawa sini berkasnya"tinta Za pada lelaki yang terlihat cemas dengan tubuh yang terasa dingin, padahal Za dan suami hanya menatap karena aneh saja dengan sikap manja Tyo pada Tika.


"Kamu pacar Tika, Yo?"


Za meraih berkas dari tangan Tyo dan mengeceknya.


"Enggak bu.." Za tersenyum tipis mendengar jawaban Setyo.


"Iya juga nggak apa Yo..Tika juga masih jomblo, buruan tembak sebelum keduluan cowok lain"


Setyo hanya nyengir kuda, sekilas ia menatap Pak Afdi yang wajahnya sudah tak pucat lagi.


"Bapak sudah sehatan?"


" Alhamdulillah...."


Sungguh setyo penasaran dengan ucapan pak bosnya tentang Tika, hingga ia memberanikan diri bertanya.


"Maaf Pak Afdi, bener ya mbak Tika bau sampai buat muntah begitu"


Afdi menatap Setyo sekilas dan tak lama lelaki itu mengangguk.


"Astaga..jadi Tika bener-bener bau"


"Lu mikir apa.."guman Za sembari menyerahkan laporan Setyo.


"Enggak bu.."Setyo segera berpamitan kembali ke ruangannya.


-


Malam hari di kediaman keluarga Nathan.


"Dek sini saja"rengek Afdi memeluk tubuh istrinya yang hendak turun dari ranjang.


"Bang, Za mau ke kamar mandi sebentar nggak enak nih lengket"elak Za yang merasa nggak nyaman setelah percintaannya dengan sang suami.


Za melotot mendengar ucapan suaminya yang sudah mirip dengan Shaka.


"Abang nih manjanya ngalahi Shaka"gerutu Za, namun lelaki itu hanya diam tak perduli.


Beberapa menit setelahnya, Za naik ke ranjang, menatap wajah suaminya yang terlihat sedikit tirus, mata lelaki itu terpejam, entah tertidur atau baru mencoba tidur.


"Kenapa sikap abang begini banget ya"


Afdi yang merasa ada pergerakan di ranjang tempatnya tidur, segera menarik tubuh istrinya dan memeluknya erat, menghirup aroma tubuh istrinya yang membuatnya tenang dan akhirnya terlelap.


Suara azan subuh berkumandang, biasanya lelaki sederhana itu sudah duduk di ruang sholat, namun saat ini ia terduduk lemas di pinggir ranjang.


Sudah beberapa kali ia keluar masuk kamar mandi karena muntah-muntah.


"Pagi ini kita ke rumah sakit, Za nggak mau terjadi sesuatu sama abang, kalau masuk angin nggak sampai tiga hari abang muntah-muntah begini"gerutu Za karena sang suami menolak diajak ke rumah sakit.


Afdi hanya diam menatap sang istri dengan mata sayunya.


Za memenuhi bathtub dengan air hangat tanpa aroma pewangi, karena suaminya bakal mual lagi nanti.


Setelah selesai mandi Afdi menuju ruang sholat, Za langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, beberapa menit kemudian Za menuju dapur, membuat susu hangat untuk suaminya.


"Diminum dulu susunya"Afdi mengangguk dan duduk di kursi meja makan, ditariknya tubuh istrinya merapat ke dirinya, dengan kepalanya yang sejajar dengan perut istrinya, diciuminya perut rata Za, setelahnya ia meneguk habis susunya.


Za mengelus puncak kepala suaminya, tak lama Afdi berdiri dan membenamkan bibirnya pada bibir istrinya.


"Papa lagi apa ma"suara bocah yang tiba-tiba muncul mengejutkan mereka.


"Sudah bangun anak pintar"Afdi meraih tubuh putranya dan mengendongnya.


Bocah tampan itu mengangguk manja, meletakan kepalanya diceruk leher papanya.

__ADS_1


"Ayoo mandi sama mama"ajak Za pada sang putra.


Afdi membawa sang putra ke kamarnya, menanggalkan pakaian putranya hingga polos, dan mengendongnya ke kamar mandi, Za mengekori dari belakang.


Beberapa menit kemudian, mereka sudah membantu sang putra berpakaian.


"Heeemm..wangi banget anak mama"Za menciumi pipi cabi Shaka, bocah kecil itu tertawa senang.


"Ayo kita sarapan"Afdi mengambil alih mengendong putranya menuju ruang makan.


Saat ini Za dan suaminya menuju rumah sakit, setelahnya baru mereka ke kantor.


Syukurnya antrian pasien tidak banyak, setelah menunggu beberapa menit, nama Tuan Afdi Al Fatih di panggil dan segera masuk dalam ruang periksa.


Seorang dokter tampan tersenyum menyapa mereka, dan mulai bertanya pada Afdi tentang keluhannya.


Dokter itu tersenyum dan meminta Za untuk mengikuti suster, Za menampung urennya seperti permintaan dokter, setelahnya ia kembali duduk di samping suaminya.


"Dok kenapa yang diperiksa istri saya?"


Dokter itu tersenyum.. sebelum ia menjawab, suster memberikan sesuatu pada sang dokter.


"Begini tuan..dilihat dari gejalanya, tuan baik-baik saja, hingga saya melakukan pemeriksaan pada istri tuan"


Za dan Afdi mendengarkan penjelasan dokter dengan seksama.


"Yang diderita tuan Afdi di sebut kehamilan simpatik disebut juga sindrom Couvade terjadi ketika suami ikut merasakan tanda- tanda kehamilan yang dialami oleh sang istri. Umumnya faktor pemicunya adalah stres dan rasa empati suami kepada istri yang sedang mengandung".


"Maksudnya dok..yang hamil?"


Dokter tersenyum.


"Istri tuan tentunya, nyonya sedang hamil berdasarkan hasil tespeck ini, untuk lebih jelasnya silahkan cek kehamilan istrinya"


Za dan Afdi terdiam mendengar ucapan dokter, beberapa detik setelahnya mereka berpelukan, sungguh kebahagian yang luar biasa bagi mereka.


"Jadi istri saya hamil dok"Afdi tersenyum lebar, sang dokter tersenyum dan menganggukan kepala.


Saat ini mereka berada di ruang dokter obgyn, dokter cantik bername taq Feni, dan Za sudah berbaring di ranjang pemeriksaan.


Setelah diolesi gel di perut rata Za, alat sensor itu digerakan pelahan dipermukaan perut.


Afdi dan Za menatap ke arah monitor usg.


"Mbak Khanza lihat ini janinnya ... usianya sudah 9 minggu, mereka sangat sehat"


"Maksudnyanya mereka dok, bayi saya kembar"


Dokter mengangguk pada wanita cantik itu, Afdi mendekat ke arah istrinya dan melabuhkan kecupan singkat di kening istrinya.


"Punya riwayat kembar dalam keluarga mbak"


"Iya dok..abang saya kembar, kemenakan saya kembar"Za tersenyum bahagia.


"Meski faktor genetik memiliki andil yang cukup kuat untuk menentukan peluang kehamilan kembar, tapi tidak semua kasus anak kembar berasal dari riwayat keturunan, kembar identik sangat jarang disebabkan oleh faktor genetik, mbak Khanza penuhi nutrisi dan gizi untuk bayinya..maaf, untung yang mengalami morning sickness suaminya, hingga tidak ada masalah dengan asupan ke bayinya"


Za dan Afdi mengangguk dengan senyum, setelahnya mereka langsung menuju kantor.


Tika membalik badan begitu melihat dua pasangan yang sedang senyum-senyum nggak jelas.


Jomblo manis itu kembali masuk ke ruangannya, membuka tas kerjanya, dan meraih botol parfum mahal versi Tika, yang ia beli lima ratus ribu.


Parfum itu beraroma cherry, baunya sangat segar mengoda.


Tika berdiri diambang pintu ruangannya, menyapa Za yang sudah tersenyum padanya, namun ucapan pak bos membuat perasaan Tika seperti naik roller coaster.


"Yank..bilang ke Tika jangan muncul dihadapanku"

__ADS_1


Yuuuk kasih vote, like👍👍👍 dan comen yang banyaaak😘😘😘


__ADS_2