
Warning!!!
Buat yang masih di bawah umur 21 DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau baca๐
***
Tika berdiri diambang pintu ruangannya, menyapa Za yang sudah tersenyum padanya, namun ucapan pak bos membuat perasaan Tika seperti naik roller coaster.
"Yank..bilang ke Tika jangan muncul dihadapanku"
"Bang..."Za memandang wajah Tika yang sudah menunduk lesu.
Za bergegas menemui Tika begitu suaminya sudah duduk di kursi kebesarannya, dengan bujuk rayu akhirnya Afdi mengizinkan ia menemui Tika.
Tika melirik orang yang masuk ke dalam ruangannya.
"Jangan cemberut gitu..hilang cantik lu"
Tika melengos, kembali menatap pekerjaannya di atas meja.
"Lu wangi sekali Tik..tapi sikap bang Afdi ke lu nggak ngaruh, walau lu mandi parfum Tik"
"Maksud lu gue bau banget gitu..tega amat lu jadi temen"kesal Tika dengan wajah cemberut, Za ngakak melihat Tika merajuk.
Za menarik kursi dan duduk berhadapan di seberang meja Tika.
"Bang Afdi ngidam Tik..lu sabar saja ya..paling setelah 2 atau 3 bulan ngidamnya hilang"
Tika menatap Za dengan wajah tak percaya.
"Ngidam..bang Afdi ngidam, kok bisa laki-laki ngidam Za"
"Namanya kehamilan simpatik, aku yang hamil..bang Afdi yang mengalami morning sickness, yang ngalami ngidam"
"Waaah bisa gitu ya"wajah kesal Tika menguar mendengar penjelasan Za.
"Duuuh lu bakal dua anak, gue pacaran saja belum"keluh Tika.
"Tiga Tik...."Tika melongo.
"Kembar Za..."Tika beranjak dan memeluk Za dengan senyum sumrigah
"Lu mau nggak kalau ada yang naksir?"Za mengedipkan mata.
Wajah Tika berseri-seri begitu Za bilang ada yang naksir.
"Siapa..gue kenal nggak?"
Za mengangguk.
"Siapa...?"mute kepo melanda Tika.
"Setyo.."wajah Tika berubah garang.
"Penipu itu...nggak dah, tinggal dia satu laki di dunia ini, gue nggak sudi jadian sama tuh mas Set"
"Kenapa..lu berantem, kemarin mesra main temeni"ejek Za.
"Gue kesal setengah mati sama tuh orang"Tika membuka tutup botol air meneral dan meneguknya.
Za jadi penasaran, kembali ia duduk menghadap Tika dengan wajah kepo.
"Kenapa sih..cepetan lama betul ceritanya"Tika mendengus kesal.
__ADS_1
"Sabar napa.."
"Dia itu janji am gue tapi gue di bohongi"
"Janji apa..?"
"Waktu itu dia minta temeni ke ruangan lu, inget nggak"Za mengangguk, dan Tika mulai bercerita mengenai percakapannya dengan Setyo.
#Kilas balik Percakapan Tika vs Setyo
"Ini laporan yang sudah di rekap buat diperiksa Pak Afdi"
"Antar sendiri..males gue, emang lu nggak bisa apa tanpa gue!"ejek Tika.
Setyo terkekeh mendengar ucapan Tika.
"Temeni ya mbak"Tika melotot mendengar ucapan Setyo.
"Emang lu anak TK minta ditemani..ogah pergi sendiri"
"Please mbak..entar aku traktir dah kalau pulang"
Mendengar kata traktir, mata Tika berbinar.
"Bener ya ..traktir"Setyo mengangguk dan setelahnya Tika menemani Setyo menghadap bos.
#POV Author
"Pas pulang dia nunggui gue, dan antar gue sampai rumah, terus gue nanya kapan mau traktirnya..eh dia bilang sudah, padahal gue nggak ngerasa di ajak makan sama mas Set itu"
"Terus Setyo bilang apa?" Za masih penasaran dengan cerita Tika.
"Dia bilang, Tik pengertian traktir itu nggak hanya makan saja, aku sudah antar kamu sampai rumah, biasa kamu naik taxi bayar, nah kalau kamu sampai rumah nggak bayar taxi namanya apa..kan ditraktir itu, sumpah gue kesel banget sama cowok pelit itu"
Za sontak ngakak mendengar cerita Tika, sampai ia lupa meminum air dibotol Tika hingga habis.
Za kembali ngakak.
"Traktir Tik..versi Setyo" Za mengangkat dua jari tengah dan telunjuknya bersamaan.
-
Hari menjelang sore, sepuluh menit lagi waktunya jam pulang karyawan PG Grup.
Namun sang Bos dan sekertarisnya, masih asik menikmati tetesan peluh, Lidya terus dibuat mendesah oleh Vero.
Lelaki tampan itu tak berhenti mengerakan miliknya.
Sampai serene tanda pulang karyawan atau pergantian shift berbunyi nyaring, dua insan yang saling membutuhkan pelepasan itu, tak menghentikan pergumulannya.
Beberapa jam setelahnya tubuh gagah itu ambruk di atas tubuh polos Lidya, nafas mereka memburu hingga beberapa saat, setelahnya senyum Lidya mengembang menikmati kehangatan yang disemburkan dalam rahimnya.
Lidya masuk dalam dekapan tubuh polos bosnya.
"Kita bermalam di sini saja Ver, sembari menyelesaikan proposal kerjasama dengan klien baru"
"Iya...Lid semoga terjalin kesepakatan kerjasama dengan klien baru, kita butuh untuk meningkatkan omset perusahaan"Lidya mengangguk dan mengeratkan pelukannya.
Di rumah keluarga Nathan, kebahagian Sumi dan Badi terpancar dari senyum mereka yang terus mengembang.
Cerita anak dan mantunya tentang kehamilan bayi kembar Za, membuat hati mereka senang, Sumi dan Badi melakukan sujud syukur dalam sholat magribnya atas karunia dua cucu sekaligus.
"Adek Shaka dua ya pa?"Afdi merengkuh tubuh mungil itu dalam pelukannya dan menciumi seluruh wajah dan perut putranya.
__ADS_1
"Iya sayang..doa Shaka terkabul nak, punya dua adek"
"Ade towok ya pa"Afdi nyengir karena belum tau jenis kelamin calon bayinya.
"Berdoa ya nak..biar adeknya cowok"
Shaka mengangguk mantap.
"Shaka boleh tidur sama mama, sama papa?"mata bening sang putra bagai sihir yang membuat luluh hati orang dewasa.
Za yang telah selesai menyiapkan makan malam bersama Neni mengangguk.
Dan malam itu ranjang king size di kamar utama rumah keluarga Nathan, menjadi kamar yang paling adem bagi Za dan Afdi.
Shaka selalu memanjakan perasaan haru dihati kedua orangtuanya, kebahagiaan melihat sang putra yang begitu excited ketika permintaan sederhananya dikabulkan kedua orangtuanya.
Tangan Za dan Afdi sama-sama mendekap tubuh kecil Shaka, dimana bocah itu terus bercerita tentang aktivitasnya selama orangtuanya bekerja.
"Kesayangan mama"Za mencium berkali-kali pipi sebelah kiri putranya,
membuat bocah kecil itu terkekeh.
-
Waktu berlalu kehamilan Za sudah memasuki bulan ke 6, perut Za terlihat seperti 9 bulan.
Atas saran Hana dan Fahd, Za tidak diperkenankan ke kantor setiap hari, hanya dua kali dalam seminggu.
Selebihnya Za melakukan pekerjaannya di rumah, dan Za maupun Afdi sepakat untuk tidak memeriksakan jenis kelamin bayi kembarnya, biar itu menjadi kejutan bagi mereka.
Za sedang bersama sang putra di teras samping, menikmati air kelapa muda dan beberapa camilan.
Matanya focus pada hapenya, mengecek email yang masuk dari kantor.
"Assalamualaikum..bu bos"Za menatap penampakan Tika dihadapannya dengan senyum cengegesan.
"Waalaikumsalam, Tika lu datang sama...?"
"Saya bu..Setyo"Setyo nyengir menatap bu bosnya.
"Tik..lu ambil minum sendiri di ruang makan, sekalian buat Setyo"
Tika mengangguk senang, dan segera masuk ke dapur.
"Sore bu..saya temannya Za dan bang Afdi di kantor, kata Za di suruh ambil sendiri minumannya di meja ruang makan"
Sumi menerima uluran tangan Tika, dan gadis manis itu langsung mencium punggung tangan Sumi.
"Ini air degannya..makan dulu nak, ajak temannya, ini kami tadi baru selesai makan siang"
"Beneran boleh bu..kebetulan lapar"ucap Tika tanpa malu-malu.
"Ya benerlah nak..ayoo, panggil temannya, ibu siapkan piringnya"Sumi menepuk lembut punggung Tika.
Tika menarik tangan Setyo untuk masuk ke dapur, Za yang melihat tersenyum geli.
"Ikut saja Tyo..nurut kata bini, biar aman"kelakar Za dan Setyo yang mangut-mangut malu.
Mereka menikmati makan siang yang nyaris ke sorean, dengan lahap dan tanpa suara.
Setelah selesai makan mereka menghampiri Za di teras samping.
"Kalian nikah gih, aku tanggung biaya pernikahan kalian sampai honey moom..ke Bali"
__ADS_1
Tika dan Setyo saling berpandangan.
Yuuk kasih vote, like๐๐๐ dan comen yang banyak๐๐๐