NAFSU

NAFSU
Aku Yang Salah


__ADS_3

Tapi semalam mereka sudah membuat kesepakatan, untuk tak saling menganggu kesibukan masing-masing, terutama itu diucapkan oleh istrinya.


Yang tak ingin teman di kampusnya tau tentang hubungan mereka, mereka harus bersikap seperti biasanya, demi rasa cintanya Afdi menuruti kemauan istrinya.


Lelaki itu masuk ke kamar istrinya, ia tersenyum melihat istrinya yang pulas tertidur.


Afdi berjalan pelan menuju pintu kamar, takut jika kehadirannya membangunkan istrinya.


"Sayang...aku mencintamu"suara Za membuat tubuh Afdi membeku.


Afdi berbalik melihat istrinya, ternyata wanita itu sedang mengigau..Afdi tersenyum dan keluar kamar dengan perlahan.


-


Di tempat lain Fahd merasa sikap istrinya yang jadi lebih pendiam.


"Kenapa dek mas perhatikan, akhir-akhir ini sering ngelamun?"Fahd duduk di samping istrinya setelah mandi sepulang dari perkebunan.


Kanti yang di ajak bicara seperti tak mendengar, karena pikirannya sedang berkelana karena mimpinya yang akhir-akhir ini sering menghantui seakan nyata.


"Dek.."Fahd menyentuh lengan istrinya.


"Ada apa mas..?"Kanti menatap suaminya bingung.


"Mikir apa?..sampai mas dicueki gini"Fahd mengelus pundak istrinya.


"Nggak mikir apa-apa koq mas"elak Kanti merasa takut atas sikap curiga suaminya.


"Besok kita bermalam ke rumah bunda ya?"ajak Fajd karena ia takut istrinya jenuh berada di perkebunan.


Karna tak enak menolak ajakan suaminya, Kanti akhirnya mengangguk.


"Ayo kita siap-siap untuk sholat magrib!"Fahd menepuk lembut punggung tangan istrinya, dan Kanti mengiyakan dan mengikuti suaminya untuk bersuci.


Setelah sholat magrib, Fahd mengajari istrinya mengaji, dulu seminggu setelah menikah Kanti baru mengenal huruf hijaiyah, dan itu sungguh membuat Fahd heran, tapi karena Kanti telah menjadi istrinya, Fahd punya kewajiban mengajari istrinya mengaji dan alhamdulillah .. sekarang sudah iqro 3.


"Alhamdulillah..kemajuanmu belajar mengaji luar biasa dek, tetap istiqomah ya sayang..mas ingin bersamamu di surga nanti"Fahd mengelus pucuk kepala istrinya.


Ada getaran di hati wanita itu, yang selalu ia sukai.."Salahkah aku jika ingin memutus hal itu"guman Kanti dalam hati.

__ADS_1


"Mas..saya siapkan makan malam dulu ya?"Kanti beranjak berdiri, merapikan sajadah dan mukenanya.


"Iya sayang.."ucap Fahd tersenyum dengan tasbih yang tak lepas dari wiridnya.


Kanti menuju dapur menyiapkan makan malam, kembali ia mendengar suara bisikan yang cukup keras di telinganya.


"Pergilah ke sungai di pinggir hutan larangan, bantu ayahmu!!"suara itu seakan mengetarkan hati Kanti.


"Maaf..aku tak bisa.."guman Kanti dalam hati, wanita itu mengikuti wirid yang diajarkan suaminya, terdengar suara itu memaki namun samar-samar menjauh.


"Sudah siap sayang.."


" Astaghfirullahaladzim...mas ngagetin saja"wajah Kanti terlihat pucat.


"Maaf sayangku..mas nggak bermaksud..pasti adek ngelamun lagi ya"selidik Fahd dan Kanti hanya mengeleng atas tuduhan suaminya.


Tak berapa lama akhirnya mereka makan malam berdua, tanpa suara hingga selesai.


-


Sudah sebulan Za menghindari suaminya, ia tidurpun selalu lebih awal dengan alasan sedang banyak tugas kuliah.


Awalnya Afdi percaya, sampai suatu hari ia secara tak sengaja, melihat istrinya bersama seorang wanita yang tampilannya sedikit beda.


"Lu lihat cewek yang pakai hem hitam tanpa lengan itu, yang rambut bagian bawang pirang tuh..itu cewek junkies(pecandu) parah..dan maniak ***!"


Afdi yang mendengar hal itu langsung shock, "Lu serius Pang!"yang dipanggil Pang dengan nama asli Pangestu itu mengangguk mantap.


"Jelas gue taulah..gue pernah satu grup motor dulu waktu masih sekolah, kalau dia lagi pengen nggak peduli siapa mau nemani ya ayo az"


Gila tuh cewek..lu kenal nggak cewek yang sama dia itu"tanya Bram yang lebih tertarik pada Za.


"Nggak..kasihan tuh cewek kalau bertemen dengan Lira..bakal ikut nggak bener, gue sering lihat tuh cewek ama Bian, cowok gila itu nggak pernah beres"


Deeenggg...


Jantung Afdi sudah ketar-ketir mendengar ucapan Pangestu, dan pikiran lelaki itu makin negatif begitu melihat tangan istrinya ditarik oleh seorang lelaki yang tampilannya nyaris mirip dengan cewek yang nama Lira itu.


Dan jelas Afdi melihat, istrinya tidak menolak dan malah melambaikan tangan pada teman wanitanya untuk mengikuti lelaki yang Afdi sama sekali tidak kenal.

__ADS_1


"Tuh cowok yang nama Bian"Jelas Pang meyakinkan teman-temannya.


"Bian..Bian..Bi..?" Astagfirullah..itukah lelaki yang dikatakan Za sebagai kekasihnya,?" Afdi terlihat panik.


"Gue duluan ya.."pamit Afdi tanpa menunggu jawaban teman-temannya,


yang bengong melihat sikap teman nereka.


Lelaki itu segera menuju motornya, dan mulai mengikuti istrinya, tampak sekali mereka masih menjalin hubungan, melihat cara Za memeluk pinggang lelaki itu ketika berada di belakang boncengannya.


"Kenapa Za...kenapa kamu lakukan ini sama abang..kalau kau tak suka abang ..kenapa malam itu kau berikan hak abang sebagai suami, apa hanya sebatas itu aku dihatimu..suami karena perjodohan"batin Afdi seperti teriris, airmatanya menetes merasakan sakit hatinya.


Motor yang dikendarai Bian dan Za berhenti di sebuah rumah besar yang nampak sepi, ya mereka datang ke rumah Lira.


"Bi inikan rumah Lira..kenapa mesti kemari?"tanya Za merasa tak enak, karena yang empunya rumah tidak di rumah.


"Tenang baby, sebelumnya aku sudah menghubungi Lira sebelum membawamu kemari"Bian mengecup lembut kening Za.


"Kau tak merindukan kebersamaan kita baby"goda Bian mengacak pucuk kepala Za, terlihat wanitanya iti ragu untuk masuk ke rumah Lira.


"Apa kau mau kita ketempat lain baby"Bian menatap sendu pada wanitanya, dan itu membuat Za merasa tak enak hati, akhirnya Za mengangguk dan Bian langsung memeluk tubuh Za.


Dari tempatnya berdiri yang masih dapat melihat interaksi istrinya dengan lelaki bernama Bian, yang istrinya pernah bilang adalah kekasih yang dia cintai, Afdi menangis melihat semua itu.


Tubuhnya melemas...dulu ia pernah memberi semangat pada dirinya akan berusaha membuat Za mencintaiinya, namun saat ini ia merasa tak sanggup.


Ia yang salah berada diantara cinta mereka berdua, ia yang salah memaksakan perasaan cintanya pada kekasih lelaki lain...ia yang salah.


-


Lampu di teras rumah belum dinyalakan, rumah sewaan yang sudah 2 tahun ini dihuni oleh sepasang anak manusia yang berbeda jenis, dan juga berbeda status sosial itu nampak sepi.


"Tidak biasanya abang jam segini lampu belum dihidupkan"guman Za dalam hati.


Za membuka pintu, ternyata di dalam rumahpun gelap gulita, tangan Za mencari-cari tombol saklar.


Dan tak berapa lama tangannya langsung menekan tombol saklar tersebut.


"Astaghfirullahaladzim.." Za menjerit melihat sesuatu di depannya.

__ADS_1


Maaf ya ceritanya kuajukan end, maksudnya aku yang end, untuk cerita Hana dan David Nathan.


Ok jangan lupa tinggalin jejak πŸ‘πŸ‘πŸ‘ dan comen apa az ..Trims😘😘😘


__ADS_2