
Warning!!!
Buat yang masih di bawah umur 21 DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau baca๐
***
Tika tau keinginan Shaka, bocah itu tak berhenti menjelaskan pada siapapun jika kedua adeknya cowok.
"Kembar tiga ya tante..towoknya satu"
Setyo reflex menutup mulutnya, sedang Tika tersedak salivanya, mendengar ucapan Shaka.
Yang lain tertawa melihat tingkah pengantin baru itu.
Mereka menikah baru dua minggu lalu, setelah ucapan Za selang dua minggu mereka baru memberi kabar tentang niat lamaran Setyo, dan lamarannya sendiri diadakan seminggu setelahnya langsung menentukan tanggal pernikahan.
Baru dua minggu lalu dilaksanakan pernikahan itu, yang diramaikan oleh para karyawan NT Grup.
"Jangan tiga juga tampan, kasihan tente ngurusnya nanti"rengek Tika manja sembari mencium pipi caby Shaka.
Bocah itu tak henti mengelap tangannya ke pipi karena ciuman Tika, Za hanya tersenyum melihat tingkah Tika pada putranya.
"Eeh bentar tampan..."Tika mengurai pelukannya pada tubuh Shaka.
"Za ...lu berhijab..?"Tika baru sadar, menatap sahabatnya itu dengan tatapan tak percaya.
Za hanya tersenyum menatap Tika yang terkejut dengan tampilan barunya.
"Lu makin cantik Za"
Yang lainnya hanya tersenyum mendengar ucapan Tika.
Semenjak dari popes, Za betul-betul serius untuk bertaubat, ia langsung mengenakan hijab dan mengikuti kegiatan keagamaan dengan abang Fahd dan istrinya.
Di rumah ia belajar mengaji dengan mendatangkan ustadzah dan ustad, untuk mengajar ngaji dan tuntunan sholat, untuk dirinya dan semua penghuni rumah.
Wanita cantik itu selalu merasa kecil dan malu atas sikap buruknya, namun suaminya selalu memberinya semangat.
-
Tiga bulan kemudian
Si kembar Zaka dan Zaki, sudah bisa tengkurap...bahkan mereka bisa terkekeh nyaring, yang membuat sang abang ikut tertawa.
"Adeknya ketawa ma"
"Iya sayang...adeknya suka sama abang Shaka yang pinter"ucap Za mencolek pipi putra sulungnya.
"Wah jagoan papa..lagi apa ini" Afdi baru selesai sholat ashar sepulang kerja tadi ia langsung mandi dan melaksanakan kewajibanya sebagai muslim.
"Papa..adeknya ketawa"
"Bener bang..sudah bisa ketawa adeknya"Shaka mengangguk mantap.
-
Ditempat lain Vero sudah menjaga jarak dengan Lidya, namun ia tetap bertanggung jawab pada kehamilan Lidya sebagai istri sirinya.
Lidya sangat menyesal dengan niatnya mengikat Vero, dengan sengaja ia tak melanjutkan kb nya.
Sekarang lelaki itu semakin jauh darinya, Lidya tetap bekerja tapi untuk saat ini ia cuti, karena perkiraan dokter dalam dua bulan ini Lidya akan melahirkan.
Diana awalnya sangat marah mengetahui kehamilan Lidya, namun ucapan Vero membuatnya tenang.
Bahwa ia menikahi Lidya demi anaknya, dan setelah Lidya melahirkan anak itu akan jadi tanggung jawab Vero seutuhnya.
Diana berusaha mencari cara agar Vero segera menikah dengan wanita yang sesuai dengan keinginannya.
Ia tau putranya itu tak suka dipaksa.
"Hallo Fan..gimana kabarmu?"
__ADS_1
"Ya Tuhan Diana..aku baik, gimana kabarmu?"
"Aku juga baik Fin..Fin aku mau tanya sesuatu sama kamu"
"Tanya apa Din..?"
"Apakah putrimu yang kau kenalkan waktu itu sudah menikah"
"Melly ya Din, belum...ada apa?, apa kau punya calon buat Melly?"
Diana menyampaikan tujuannya, dan Fini temannya menyetujui.
"Semoga Vero tertarik pada Melly"guman Diana senang.
-
Siang ini di PG Grup, Vero menunggu kedatangan klien yang akan bekerja sama dalam proyek angkutan batu bara.
Mereka menjanjikan akan mengirim 100 unit angkutan batu bara dan 30 alat berat.
Vero sangat membutuhkan kerjasama ini, setelah selesai makan siang pintu ruangannya diketuk.
"Pak tamunya sudah datang"
Vero segera membuka pintu, ia tersentak mengetahui kliennya seorang wanita.
"Boleh saya masuk pak Vero?"
"Eehh maaf... silahkan"
"Saya terkejut sekali...saya kira yang akan datang tuan Narendra"
"Maaf sebelumnya, papa saya berhalangan karena tiba-tiba harus ke keluar negeri"
"Tak apa ..saya maklum dengan Perusahaan besar seperti TransJaya, pasti papa anda sangat sibuk"
"Saya Vero..".."Melly.."
Mereka akhirnya saling berbincang, baik Vero dan Melly saling mengagumi.
"Aku diantar sopir.."
"Suruh pulang sopirmu..biar aku antar kau pulang"
"Aku tau modus mengantar lelaki sepertimu"kekeh Melly.
"Apa kau takut.."bisik Vero lembut di teliga Melly.
"Aku tak pernah takut dengan lelaki tampan..apa lagi sepertimu"senyum Melly memgembang.
Vero dan melly terlihat begitu dekat, entah siapa yang memulai mereka sudahsaling pagut dalam ruangan Vero.
Waktu sudah pukul 7 malam, Vero melajukan mobilnya ke rumah Melly.
"Turun dulu Ver...aku kenalkan dengan mamaku"
Vero mengangguk dan mengikuti langkah Melly memasuki rumah mewah dan besar itu.
"Melly meraih tangan Vero dan menautkan jari mereka.
"Ma..mama..."
"Sayang kau baru datang"Feni menatap pria tampan di samping putrinya.
"Ya Tuhan..apa ini putra Diana, tampan sekali"guman Feni dalam hati.
"Ma kenalkan ia kak Vero Palagie"
"Vero Palagie..dari PG Grup?
"Iya tante..."Vero mengulurkan tangan dan mengangguk.
__ADS_1
"Jangan bilang kau putra Diana Palagie"senyum Fani mengembang.
"Betul tante..tante mengenal mamaku?"
"Tentu saja sayang..ayoo kita makan dulu, baru ngobrol"Fani menarik pelan tangan Vero dan Lelaki tampan itu menatap Melly yang dibalas dengan senyum dan kedipan mata.
Setelah selesai makan, mereka ngobrol di ruang keluarga dengan akrab, seolah-olah Fani sangat mengenal Vero.
Waktu menunjukan pukul 10 malam, Vero permisi untuk pulang, Melly mengantarkan lelaki itu menuju pintu keluar, namun mereka malah duduk di teras rumah.
"Mell..terimakasih atas makan malamnya"Vero menatap mata bening Melly.
"Apaan sih kak...hanya makan saja"Melly menepuk punggung tangan Vero lembut.
"Aku pulang ya.."Melly mengangguk, namun sebenarnya ia masih ingin menahan Vero lebih lama.
Vero berdiri dan menarik lembut tangan Melly, tubuh Melly yang duduk beranjak berdiri.
Tangan Vero melingkar di pinggang Melly, dengan pelan bibir mereka sudah saling berpagutan, lembut dan dalam.
"Aku balek.."Vero mengurai pelukannya dan berbalik menuju mobilnya, dengan melambaikan tangan mobil itu perlahan meninggalkan halaman rumah Melly.
Fani yang mencuri lihat kejadian itu berjinjit perlahan menuju kamarnya, ia segera menghubungi Diana.
"Din..sukses, gue senang betul mereka langsung lengket Din"
"Lu serius..."
"Duarius malah Din..entar lu diem az jika Vero tanya, baru dah kita nikahkan"kekeh Fani senang.
Dan benar setelah sampai rumah, Vero langsung mencari mamanya, mananyakan soal tante Fani mamanya Melly.
"Memang gimana rupa anak Fani Ver"
"Cantik ma.."
"Hanya cantik.."
"Mama..kepo amat.."
"Loh bukannya kamu ya Ver..yang cerita ke mama"
Vero terkekeh dan segera berlalu masuk ke kamarnya, laki-laki tampan itu segera berganti pakaian.
Pikirannya kembali teringat ciumanan panasnya dengan Melly, membuat Vero tersenyum sendiri.
"Melly bukan hanya cantik, dia lulusan dari universitas terbaik di Inggris, dan putri dari seorang pemilik Perusahaan Armada terbesar di Indonesia".
Vero segera menghubungi Melly, dan sebenarnya gadis itu pun sedang menunggu telpon darinya.
"Kau sedang apa sayang.."
"Sudah langsung sayang saja kaka"
"Bukannya waktu di ruanganku, kau selalu memanggilku sayang..ayoo sayangku"kekeh Vero.
"Kau gila kak.."
"Kau malu sayangku"
"Apaan sih.."
"Aku menginginkan ciumanmu lagi dan lagi sayang"terdengar kekehan Melly di seberang sana.
"Kau perayu ulung Kak.."
"Aku bukan hanya memberikan ciuman lagi..dan lagi...tapi ada syaratnya"
"Apa sayang...?"
"Menikah..aku ingin kita menikah"
__ADS_1
Vero terdiam beberapa menit, sampai akhirnya dia berucap.
Yuuuk kasih vote, like๐๐๐ dan comen yang banyaaak๐๐๐