NAFSU

NAFSU
Bermalam di Rumah Serly


__ADS_3

Pengantin baru itu baru kembali, setelah 3 hari menggelar acara pernikahan, sebenarnya orangtua mereka masih tidak mau melepas, namun mereka menyadari anak-anak mereka terikat oleh tugas kerja.


Mereka datang tidak berdua, ditemani kak Yunda dan bang Ali. mereka sampai di rumah Dewi kamis sore dengan mobil kantor milik Danu.


Disisi lain Hana yang sudah dua minggu ini tak bertemu suaminya, bahkan Danu tak datang untuk sekedar meminta maaf atas kelakuannya, telah menetapkan hatinya, untuk mengajukan perceraian, walau hanya menikah siri namun Hana ingin suaminya menalaknya.


Bukan Hana tak mau memaafkan, namun ia tak mau rumah tangganya selalu dibayangi perselingkuhan suaminya, ia merasa tak sanggup.


Hana saat ini berada di kediaman pak Abdul, ada pak Maman dan mbak Titin, serta istri pak Abdul ibu May Hana minta pendapat mereka karena keinginannya berpisah dari suaminya


Mereka mendukung keputusan Hana, lagian Hana masih sangat muda dan cantik, pasti mudah mendapatkan jodoh.


-


Pak Maman dan istri serta mas Agus menemani Hana ke mes suaminya, namun sampai disana mereka terkejut mendengar informasi dari rekan Danu.


" Danuarta Rahadi kan mbak?" tanya rekan kerja Danu yang tinggal di mes juga, hanya beda lokal saja.


" iya yang berasal dari kota B", jelas Hana, laki-laki itu tersenyum menatap Hana, namun wajah Hana nampak datar tanpa ekpresi.


"Dia tinggal dikota kecamatan mbak dengan istrinya, mereka baru menikah", penjelasan itu membuat hati Hana sakit, tubuhnya direngkuh mbak Titin, wanita itu mengutuk Danu habis-habisan.


"mas tau alamatnya ?", tanya mas Agus dan lelaki itu menjelaskan dengan menberi arahan.


Mas Agus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang, ia menatap Hana dari kaca spion, wanita cantik itu meneteskan airmata, ada iba melihatnya, ia juga merasakan kepedihan rekannya.


Lain Agus lain mbak Titin, sepanjang perjalanan wanita itu ngomel dan mencaci maki Danu, pak Maman diam mendengarkan omelan istrinya namun wajahnya nampak mengeras menahan emosi.


mobil mas Agus berhenti dipinggiran jalan sesuai petunjuk, "katanya rumahnya di pinggir jalan dekat Toko ATK Makmur" ucap mas Agus.


Mata Hana menangkap sebuah mobil yang ia kenal, gadis itu turun dan berjalan menuju rumah yang memarkir mobil Strada.


Mbak Titin dan pak Maman bergegas mengikuti Hana, mas Agus masih stay di dalam mobil, ia hanya berjaga-jaga jika terjadi sesuatu, baru ia akan turun.


Hana mengetuk pintu rumah berkali-kali, sampai pintu dibuka oleh seorang wanita yang ia tau siapa.


Hana menatap remeh pada wanita itu.


"kamu tetangga kak Danu kan, ada apa kemari?" suara Dewi ketus.


"aku mau bertemu dengan Danu!", ucapan Hana lantang, hilang rasa hormatnya pada suaminya..tidak ada kata mas untuk menghormati suaminya.


Suara mereka yang lumayan keras mengusik penghuni lain di dalam rumah.


Hingga kak Yunda keluar," ada apa Dew?" heran kak Yunda menatap orang-orang yang tidak ia kenal.


" mau cari suam...", mata Dewi menuju pintu melihat Danu keluar dengan bang Ali ia segera merangkul lengan suaminya, Hana hanya menatapnya dalam diam.


Danu terperanjat melihat wanita yang ia rindukan, ia merasa sedih melihat wajah Hana yang kelihatan tirus.


Ia menatap Hana dengan mata berembun.

__ADS_1


"kau sudah datang mas, selamat atas pernikahanmu, harusnya kau talak dulu aku mas..baru kau nikahi wanita selingkuhanmu itu", tatapan Hana tajam menatap Dewi.


Duuuuuuuaaaarrrrr


Penghuni rumah itu shock mendengar ucapan Hana, kak Yunda menutup mulutnya ia menatap wanita cantik didepan adiknya dengan tatapan tak percaya.


Dewi menatap suaminya, "itu tidak benarkan kak?"rengeknya menarik-narik tangan Danu.


" aku tidak menuntut apa-apa darimu, janjimu pada ayahku..silakan kau pertanggung jawabkan diakhirat nanti..aku tak butuh tanggung jawabmu di dunia" wanita yang selalu tenang itu berbicara menyayat hati lelaki sasarannya.


"talak aku..aku bebaskan kau dengan selingkuhanmu..karena sejatinya jodohmu adalah cerminanmu!!!


Bang Ali yang mendengar ucapan Hana, tersentak kaget...ia merangkul pundak Danu yang nyaris luruh kelantai, Danu menangis terisak .. memohon maaf pada Hana.


" tidak sayang..mas ngak akan pernah menalakmu..tidak akan", tangisnya pilu.


"aku ngak mau diduakan ya..kakak harus ceraikan perempuan itu!" teriak Dewi.


" kak Yunda, aku tidak terima diperlakukan begini, aku akan hubungi mama Sofi" Dewi berlari ke dalam rumah untuk mengambil hpnya namun kak Yunda berhasil menahannya.


" Danu ceraikan wanita itu, jangan sampai papa dan mama mengetahui masalah ini, memalukan"


"hai kamu wanitakan!!!..kamu seorang istrikan..kamu akan dapat balasan atas kelakuanmu..nanti kamu rasakan jika suamimu menikahi selingkuhannya"


makian mbak Titin membuat wajah Yunda memerah, sedang suaminya menatap takut wajah istrinya.


" kamu tau yang memalukan itu Danu, berzina dengan wanita yang bukan muhrimnya!!!sarkas mbak Titin


" dasar pelakor..menjijikan!!! sinis mbak Titin menatap tajam Dewi.


Karena kakaknya mengancam tentang kesehatan dan kedudukan orangtua mereka.


Pak Maman mendekati Danu dan keluarganya, "aku percaya padamu Dan..ketika kau datang meminta kami menjadi saksi pernikahanmu, kami pikir kau lelaki yang baik, tapi aku tak sangka kau laki-laki keparaaaattt, kau akan menuai balasan dari perbuatanmu nanti!!!" sarkas pak Maman.


Bang Ali yang menyaksikan itu merasa bergidik begitupun Yunda wanita itu ketakutan melihat wajah lelaki yang memaki adiknya dengan sorot mata merah yang tajam.


-


Dua minggu sudah sejak talak dijatuhkan, Hana berusaha menata hatinya, ia tak mau larut terlalu lama dengan kesedihan, baginya itu garis hidup yang harus ia lakoni..ia iklas.


Sultan hanya dapat melihat wanita yang dicintainya, sosok kasat mata itu saat ini tak mampu menyentuh wanitanya, ada sesuatu di dalam tubuh Hana yang menghalangi, padahal ia sangat merindukan raga dan ingin menghibur wanitanya.


Hana mulai dwngan aktivitasnya lagi, mengunjungi lokasi proyek Pemprov 3 kali dalam seminggu.


"Hana ..kamu sakit apa?" Serly menyambut Hana begitu tiba dilokasi.


"sakit hati.." tawa Hana terdengar mengejek dirinya sendiri.


"g perlu sakit hati, ..cari lagi yang baru..g usah dibuat sulit" saran Serly sambil tertawa.


" gimana nanti selepas pulang ikut ke rumah, katanya mau lihat ternak",

__ADS_1


alis Serly naik turun mengoda Hana.


Hana mengangguk setuju, hitung-hitung cari hiburan dari pada melamun di rumah sendirian.


Serly membonceng Hana menuju rumahnya, mereka tertawa disela obrolan konyol mereka.


Hana sudah berada dikamar Serly, ia tak menyangka kamar wanita ini sangat mewah, kamar mandi bahkan ada di dalam kamar dan mengunakan bachtub dan shower, beda dengan rumah penduduk desa yang lain.


"kamu mau lihat ternak sekarang Han, atau besok pagi?"


" besok pagi?..ngapai sampai besok, aku pulang sore ini setelah melihat ternak" elak Hana


" kamu tidur disini saja temani aku, ayooo kalau mau lihat ternak biar ditemani Diang Ami"


" siapa Diang Ami?" Hana menengok, mengikuti arah mata Serly, wanita kemarin yang melayani di dapur waktu makan soto******, pikir Hana Diang Ami ibunya Serly..ternyata lain.


Hana senang sekali melihat hewan peliharaan Serly, ada ayam .. bebek .. kelinci..ada burung hantu dan entah apa lagi..sudah seperti kebun binatang.


Halaman belakang rumah Serly sangat luas , bukan hanya ternak tapi juga tanaman sayur beraneka..Hana senang melihatnya.


Ia mengikuti Diang Ami, wanita yang berusia nyaris setengah abad itu masih terlihat cantik, tanpa polesan apapun diwajahnya, ia nampak tenang dan tak banyak bicara.


-


Hari menjelang senja, Hana dan Diang Ami naik ke rumah, Serly terlihat sudah berganti dengan pakaian santai, ia terlihat lebih segar.


"mandilah dikamarku, aku sudah siapkan baju gantimu...pakai bajuku saja ya" pinta Serly sambil tersenyum.


Hana masuk ke kamar mandi, serly sudah menyiapkan semua keperluan mandi termasuk bachtub yang sudah diisi air hangat dengan aroma terapi untuk Hana berendam.


Hana menikmati mandinya kali ini, sangat berbeda dengan di perumahan..ia tersenyum sendiri.


hampir 1 jam Hana di kamar mandi, hingga Serly memanggilnya.


"kalian hanya berdua Ly, tidak ada laki-laki dirumah ini?" tanya Hana saat mereka sedang duduk lesehan mengelilingi meja bulat yang dipenuhi makanan untuk santap malam.


"ada tapi saat ini tidak ada..sedang sibuk", jelas Serly dan Diang Ami hanya tersenyum.


Hana menikmati makan malamnya dengan tenang, ia memuji masakan Diang Ami yang enak, wanita itu hanya mengangguk dan tersenyum.


Beberapa jam kemudian Hana dan Serly sudah berada dipembaringan, Serly mengajak Hana tidur dikamarnya, lampu kamar nampak redup berwarna merah sehingga pencahayaan terlihat gelap.


malam semakin larut dan dingin, Hana sudah bermain dengan kantuknya, ia merasakan dekapan tangan besar dan hangat, aromanya menenangkan membuat Hana lelap tertidur.


Satu ke***an lembut dib*b*r dilabuhkan pada gadis dalam dekapannya..hatinya diliputi rasa senang yang begitu ....ia tak mampu mengutarakan rasanya.


Sekali cermin retak tak akan dapat diperbaiki....


begitu pula kepercayaan....


sekali dikhianati rasa itu tak akan hilang sepanjang kehidupan....

__ADS_1


Selamat membaca ceritaku semoga suka dan maaf masih banyak kekurangan🙏🙏🙏


Jangan lupa like dan comen ya😘


__ADS_2