NAFSU

NAFSU
"Mempercepat Pernikahan


__ADS_3

Warning!!!


Buat yang masih di bawah umur 21 DILARANG baca cerita ini, aku nggak ikut nanggung kalau masih ngeyel mau baca😜


***


Lena masih merasa tangan suaminya yang mengelus lembut perutnya, senyum manis lelaki tampan itu mengembang tipis.


Namun tiba-tiba, Lena tersentak ketika tangan itu tak lagi mengelus perutnya, tangan Eric lunglai melemah dan terkulai di samping ranjang.


Tubuh Lena melemah, dan dengan sigap Fai memangkapnya dari belakang.


-


Lena masih meratap di rumah duka, Eric adalah lelaki yang sudah mengangkat derajatnya menjadi seorang istri, dari ia yang dipandang sebelah mata sebagai wanita tidak baik.


Isakan pilu wanita cantik itu membuat Fai dan Dev saling menatap sedih, Fai memberi kode pada Dev untuk bicara di tempat lain.


Fai duduk berhadapan dengan Dev dan tanpa basa-basi ia memulai pembicaraan.


"Dev..apakah Eric memiliki musuh?"


Lelaki keturunan Chinese itu terdiam, lalu menatap kearah Fai dengan sorot mata teduh.


"Kau mencurigai kematian bos Eric?"


Fai mengangguk, Dev membuang nafasnya kasar...


"Kau benar..aku curiga keluarganya sendiri" Dev akhirnya bercerita mengenai bosnya.


"Tuan Eric putra tunggal dan pewaris kerajaan Cing, ia memiliki paman yang berencana menjodohkan anaknya dengan tuan Eric, namun tuan Eric menolak karena Jesy, anak pamannya itu sudah ia anggap sebagai adiknya, hal itu dilakukan pamannya untuk mengikat harta tuan Eric, namun semenjak tuan Eric menikah dengan Nyonya Lena, hubungan mereka terlihat buruk"


"Selalu soal harta..wanita"guman Fai dalam hati.


"Kau selidiki hal ini Dev, beri keadilan untuk bosmu, kasihan anak-anak Eric masih terlalu kecil"Dev mengangguk.


-


Seminggu setelah kematian Eric, Fai mengajak Lena untuk kembali ke Indonesia, lelaki tampan itu khawatir dengan keselamatan kedua putranya dan juga Lena.


Wanita itu menatap Fai dengan nanar,"Ada yang harus kamu tau Len..semua ini demi keselamatan kalian, biar asisten Eric yang menjelaskan padamu, karena aku tau kau tak akan percaya pada ucapanku"


Sore hari di kediaman mewah Eric di Kota Beijing.Asisten Dev, Lena dan ditemani Fai berada diruang kerja mendiang Eric.


Dev mulai bercerita dan setelahnya, Lena kembali terisak, semua karena dirinya..jika suaminya tak menikahinya mungkin laki-laki baik itu masih hidup.


"Jangan menyalahkan dirimu, mereka sudah berencana..menikah denganmu atau tidak mereka pasti melakukan hal ini pada Eric!"tegas Fai.


"Berhentilah menangis..kau harus kuat, kau tidak kasihan dengan bayimu..Eric pasti sedih melihatmu, tak memikirkan bayinya!"tegas Fai.

__ADS_1


Lena menatap tajam Fai, sungguh ia kesal dengan lelaki yang selalu bicara menyakitkan itu.


Keesokan harinya Fai membawa Lena dan kedua putranya kembali ke Indonesia, semua urusan perusahaan dan lainnya diurus oleh Dev.


Lena mengelus perutnya, dan terasa gerakan dari bayinya.


"Kuat ya dek..kau satu-satunya harta terindah dari daddymu"Lena berguman pilu.


-


Kembali ke rumah Nathan, di bagian samping rumah di tata sedemikian rupa, menjadi ruang makan yang terlihat lebih asri dengan sejuknya mata memandang berbagai jenis tanaman bunga.


Suara gemericik air dari kolam ikan koi menambah adem suasana.


Rombongan Pak Bisri dan Pak Zul datang, Za dan suami serta abang Fahd menyambut mereka.


Suasana makin ramai ketika para anggota Pak Zul melihat berbagai makanan yang terhidang di meja makan.


"Mari kita langsung saja santap malamnya...silahkan bapak-bapak" Fahd mempersilahkan.


Za mengambilkan makanan untuk suaminya, dan menyerahkan kehadapan suaminya.


Afdi tersenyum dan mengucapkan terima kasih, hal itu membuat Pak Bisri nyelutuk.


"Wah adem nih lihat pasangan yang romatisan begini, Pak Zul nggak pengen nih dimesrai?"


Tak lama Hana dan Sumi datang, membawa makanan penutup jendral mabuk dan lumpur surga.


Pak Zul yang kebetulan melirik orang yang masuk ke ruangan itu tersedak.


"Pelan-pelan pak Zul, nggak ada yang minta"canda Pak Bisri.


Fahd segera menyerahkan botol air mineral ke Pak Zul, setelah meneguk seperempat isi botol lelaki itu menatap sosok yang baru masuk.


"Han...Hana.."wanita yang disebut namanya itu menoleh dan terkejut melihat lelaki yang memanggil namanya.


"Mas Alif...."Pak Zul mengangguk.


Yang lain memandangi dua orang yang sepertinya terpisah lama itu.


"Bun...beliau ini Pak Zulfikar Alif..surveyor tambang di lokasi"jelas Za.


Pak Zul tersenyum sumrigah, dadanya tiba-tiba berdebar kencang.


"Hana ibunya Za?" Za mengangguk.


"Aku dan ibumu teman waktu di SMA"jelas Pak Zul.


"Teman apa teman pak Zul"kekeh Pak Bisri, membuat yang lain ikut tertawa.

__ADS_1


Hana tersipu dan ikut duduk di samping Fahd, mereka ngobrol ngalor-ngidul, Fahd dan Za saling bersitatap dan tersenyum miring.


Suasana makin ramai oleh candaan Pak Bisri yang ternyata sangat humoris.


Ada yang pulang kepenginapan dengan hati berbunga-bunga, wanita yang ia cintai dulu dan sampai saat ini perasaannya pada Hana tak pernah luntur, malah sekarang cinta pertamanya itu hadir dihadapannya.


"Hana seorang janda beranak tiga jika dulu aku yang menikah denganmu.."hayal Pak Zul, lelaki yang sedang menghayal dengan cinta pertamannya.


Di tempat lain, nun jauh disana, dua pasangan beda usia yang sudah beberapa hari di Negara Italia, tepatnya di kota Milan.


Tak henti merajut kemesraan, dalam kamar hotel yang mewah, Luna membuat Beni mengerang nik***, wanita cantik itu itu mengh**** con yang membuatnya selalu mend****.


"Daddy ini sangat besar..."ucapnya manja.


"Kau sangat menyayangi torpedoku itu kan beb"ucap Beni dengan nafas putus-putus.


"Yeees dad.."Beni menarik Luna dan meraup rakus bi*** wanita cantik calon mantunya, mengeksplor isi dalam mulut Luna, mereka salin mengh****, setiap lekuk tubuh Luna sudah berstample milik Beni.


Wanita cantik itu terus mend****, begitu dengan lihainya Beni memanjakan Luna di i***nya.


"Oh dad..aku sudah tak tahan..cepat dad masu****"pintanya manja dengan tubuh yang bergerak erotis, membuat jiwa Beni terbakar gairah.


Beni memposisikan miliknya, dan sekali hentakan mereka mengeramg bersama.


"Oh dad..."..beb..."


Lelaki setengah baya itu terus bergerak dibawa sana, Luna begitu menikmati milik Beni yang terlihat gagah menghujami i***nya.


Tubuh Beni tumbang di atas tubuh polos calon mantunya.


"Love you beb..kau yang terbaik, daddy sangat mencintaimu"


"Luna juga mencinta daddy..sangaaat"ucapnya manja dan masuk lebih dalam kepelukan Beni.


Di rumah mewah Vero, Diana disuguhkan pemandangan seorang wanita muda yang terlihat sangat sexy dengan penampilan layaknya wanita*.


"Ada perlu apa kamu kemari?"ketus Diana.


"Saya mencari kak Vero"


"Kau tau putraku akan menikah, dengan wanita yang sederajat dengannya, kalau kau datang untuk meminta bayaran pada Vero, tulis saja nomor rekeningmu, aku akan membayar jasa pelayananmu pada putraku"ucap Diana mengejek.


"Maaf nyonya ..anda salah saya melakukan bukan untuk uang, tapi saya meminta pertanggung jawaban dari putramu"


"Tanggung jawab putraku pada perempuan j****g macam kamu hanya uang..dasar tak tau diri, pergi atau aku akan menyeretmu!!!"teriak Diana nyaring membuat wanita itu menciut.


Diana mengerutu begitu wanita itu pergi,"Apa lagi yang dilakukan anak nakal itu, pernikahan ini harus secepatnya dilakukan"gumannya dalam hati.


Yuuuk kasih vote, like πŸ‘πŸ‘πŸ‘dan comen yang banyak😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2